Share

Makanan Penutup

Author: Komalasari
last update Last Updated: 2025-03-14 20:00:50

Hernan langsung menoleh. Ditatapnya Kirei dari ujung rambut hingga ujung kaki. 

“Kembalilah,” suruh Dev, dengan sorot penuh isyarat. Dia heran karena Kirei yang memberitahukan itu, bukan pelayan. 

Kirei paham betul makna tatapan Dev. Dia berpamitan, lalu bergegas masuk. “Astaga,” gumamya pelan bernada keluhan, seraya berjalan kembali ke dalam.

“Mari, Tuan Morales,” ajak Dev, seraya berdiri. Dia mempersilakan Hernan agar masuk bersamanya. 

Kedua pria berdarah Amerika Latin itu berjalan berdampingan. Kegagahan tampak jelas dari sikap tubuh, serta cara berkomunikasi yang sungguh enak dipandang. 

“Mamaku sedang menghadiri acara amal. Jadi, dia tidak bisa ikut menyambut

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Terulang Kembali

    “Jangan marah. Aku hanya mencari kesibukan. Kita bisa membahas ini nant.” Kirei tersenyum, mengesankan seolah percakapan itu merupakan sesuatu yang romantis.Dev menatap sesaat, sebelum membalas senyuman itu, meskipun tidak sehangat seperti saat mereka tengah berdua. Tanpa banyak bicara, Kirei berlalu dari sana. Dia tahu Dev pasti akan menegur keras, atau bahkan memarahinya atas tindakan tadi. Embusan napas pelan bernada keluhan meluncur dari bibir Kirei. Sebenarnya, dia merasa cukup tertekan dengan sikap posesif Dev. Itu membuat Kirei tak nyaman. Jika sudah begitu, Kirei ingin melarikan diri sejauh mungkin dari sang ketua La Lechuza tersebut.“Diakah calon istri Anda?” tanya Hernan, seraya mencicipi makanan penutup yang Kirei sajikan tadi.“Ya,” jawab Dev singkat.“Wanita asli Indonesia,” gumam Hernan. “Apakah semua wanita Indonesia pandai memasak?” “Sama saja seperti wanita lain di belahan bumi ini. Sebagian dari mereka senang melakukan pekerjaan rumah tangga, sebagian lagi … And

    Last Updated : 2025-03-14
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Antara Ego dan Penyesalan

    “Kirei!” panggil Dev, seraya memeriksa ke kamar mandi dan ruangan lain dalam kamar. Namun, dia tak menemukan wanita itu di manapun.Dev terdiam sejenak, sambil berpikir. Sesaat kemudian, pria itu keluar kamar untuk mencari ke ruangan lain. Akan tetapi, Kirei tetap tak ada.“Kenapa, Nak?” tanya Maitea, yang baru kembali dari acara kegiatan sosial.“Apa Mama melihat Kirei?” Dev balik bertanya.Maitea menggeleng. “Aku baru datang dan tidak melihat Kirei. Memangnya, kenapa dia ….”Belum sempat Maitea melanjutkan kalimatnya, Dev lebih dulu berlalu meninggalkan sang ibunda. Dia bergegas keluar rumah dan langsung menuju kandang kuda. Entah mengapa, Dev me

    Last Updated : 2025-03-15
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Cinta Terlalu Rumit

    Hernan terdiam sejenak. “Entahlah. Tiba-tiba, aku memikirkan banyak hal dan …. Bukankah itu yang Anda mau, Tuan Dev?” “Tentu saja. Aku dan mamaku menyambut baik keputusan Anda. Kami juga tidak akan terlalu penasaran dengan apa yang memengaruhi keputusan besar Anda. Terima kasih, Tuan Morales,” ucap Dev tenang, meskipun ada sesuatu yang membuatnya merasa terganggu. “Senang sekali bisa berbisnis dengan Anda, Tuan Morales. Aku pastikan gedung itu akan jadi investasi yang sangat bagus ke depannya. Jangan khawatir, kami akan membantu untuk mengurus satu dan dua hal, sekadar meringankan pekerjaan Anda,” timpal Maitea ramah. “Terima kasih banyak, Nyonya Maitea. Itulah yang jadi salah satu pertimbanganku,” balas Hernan. Perbincangan seputar proses jual-beli terus berlangsung, hingga mereka sepakat sepenuhnya. Beberapa saat kemudian, Dev dan Hernan keluar dari ruang kerja sedangkan Maitea menghubungi notaris. Dev dan Hernan berjalan berdampingan menyusuri koridor. Kedua pria itu terlihat

    Last Updated : 2025-03-15
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Dress dari Maitea

    Ketika Dev masuk ke kamar, Kirei baru selesai mandi. Kirei terkejut. Raut wajahnya pun cukup tegang. “Aku tidak tahu kalian akan lewat ke sana,” ucap Kirei, seakan tahu apa yang akan Dev katakan.Namun, Dev tidak menanggapi. Dia hanya terpaku disertai tatapan aneh. Melihat sikap Dev, Kirei pun hanya diam tertunduk. “Hernan Morales mengundang kita makan malam di tempatnya Jumat ini,” ucap Dev, setelah terdiam beberapa saat.“Kita?” ulang Kirei, seraya mengangkat wajah.“Ya. Kamu dan aku,” jelas Dev. “Dia juga meminta resep masakan yang kamu hidangkan untuk makan siang tempo hari,” lanjutnya.

    Last Updated : 2025-03-16
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Dalam Pusaran Ketakutan

    “Tuan Morales.” Dev yang menyadari sikap Hernan, segera mengalihkan perhatian pria itu.Hernan tersenyum kalem, seraya mempersilakan Dev dan Kirei masuk. “Maaf. Aku baru selesai menghidangkan makanan,” ucapnya, kemudian mengarahkan tangan ke sofa.“Anda memasak sendiri?” Dev yang sudah duduk di sebelah Kirei, menanggapi tenang ucapan Hernan. Dia harus berbasa-basi, meskipun tidak terlalu suka melakukannya. Terlebih, setelah melihat gelagat yang ditunjukkan pria itu terhadap Kirei.“Aku mencari resep di internet, lalu mencoba meracik dengan caraku. Semoga hasilnya memuaskan,” ujar Hernan.“Kami sangat menghargai itu. Kerja keras akan membuahkan hasil yang baik, meski terkadang tidak sesuai ekspe

    Last Updated : 2025-03-17
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Take Me Away

    “Kamu yang terlalu berlebihan, Kirei.”“Anggap saja begitu. Namun, sikapmu, rasa takutmu, kecurigaan dan … kamu tak segan memberikan hukuman menakutkan padaku.”“Itu belum seberapa dibanding yang kulakukan terhadap orang lain,” sanggah Dev cukup tegas. “Tapi, aku adalah wanitamu!” bantah Kirei tegas. “Sejujurnya, aku tidak bisa membayangkan hidup bersama pria yang tiba-tiba marah karena hal sepele, lalu kembali bersikap baik dan mengatakan bahwa dia sangat mencintaiku. Kamu pikir itu tidak membuatku bingung?” “Aku masih dalam masa transisi. Seumur hidup, aku tidak pernah melibatkan perasaan dalam menjalani kedekatan dengan wanita. Bagi sebagian pria, ini pasti terdengar sangat bodoh. Namun, bagiku ini sangat aneh, Kirei. Aku merasa lain. Dua sisi hatiku terus bertarung. Kamu tahu kenapa? Karena aku adalah Dev Aydin Bahran. Aku melawannya. Akan tetapi, aku tidak sanggup.”“Jangan terlalu berlebihan, Dev.” Kirei menatap lekat pria di belakang kemudi itu. “Kita terus mempermasalahkan h

    Last Updated : 2025-03-17
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Bukan Berita Membahagiakan

    Hernan mengernyitkan kening, membaca tulisan yang tertera di kertas itu. Dia mencoba mencerna hingga beberapa kali karena takut menyalahartikan kalimat tadi. Pengusaha tampan 40 tahun tersebut membolak-balikkan kertas yang dipegangnya. Namun, dia tak menemukan catatan lain di sana. “Kenapa dia menulis seperti ini?” gumam Hernan tak mengerti.Rasa kantuk benar-benar sirna, memikirkan kalimat dalam secarik kertas, yang membuat Hernan merasa tertantang. Pikirannya melayang jauh, membayangkan sosok Kirei yang memang terlihat aneh setiap kali berhadapan dengannya. Kirei lebih sering tertunduk, bahkan langsung menghindar seakan takut. “Apakah ada sesuatu yang tidak beres dalam hubungan Tuan Dev dengan calon istrinya?” gumam Hernan penuh tanda tanya.

    Last Updated : 2025-03-18
  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Melarikan Diri

    Dev melepaskan cengkraman dari tangan Kirei, ketika Hernan muncul. “Tuan Morales,” sapanya tenang.“Semoga kedatanganku tidak mengganggu,” ucap Hernan, diiringi senyum kalem. Dia sangat pandai menguasai diri, meskipun ada rasa curiga melihat sikap Dev terhadap Kirei beberapa saat lalu. Namun, dia tak ingin berspekulasi.“Tentu saja tidak. Aku dan Kirei sedang berbincang santai sambil bercanda. Bukankah begitu, Sayang?” Dev menoleh, menatap penuh arti kepada Kirei. Namun, dia lupa karena berbicara dalam Bahasa Spanyol. Kirei tak mengerti apa yang diucapkan.Kirei hanya tersenyum kecil. Sesaat kemudian, ekor matanya mengarah kepada Hernan, seakan memberi isyarat. Sayang sekali, pria itu tidak memahami makna lirikan yang dirinya layangkan

    Last Updated : 2025-03-19

Latest chapter

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Bukan Omong Kosong

    Kirei menoleh, menatap dengan sorot tak dapat diartikan. Namun, dia tak tahu harus berkata apa untuk menanggapi ucapan Dev. Akhirnya, dia lebih memilih diam, lalu memalingkan muka.Beberapa saat kemudian, mobil yang Dev dan Kirei tumpangi sudah tiba di halaman parkir belakang rumah perkebunan milik Maitea. Kedatangan mereka disambut senyum hangat ibunda Dev tersebut.Bahasa tubuh Maitea masih terlihat sama. Dia tidak menunjukkan kemarahan atau semacamnya, meskipun Kirei sudah melakukan kesalahan dengan melarikan dari sang putra. Entah kesalahan atau bukan yang Kirei lakukan. Namun, sepertinya Maitea berusaha memahami situasi yang dihadapi wanita muda itu.“Apa kabar, Nak? Selamat datang kembali di rumah ini,” sambut Maitea hangat dan penuh kasih. Dipeluk serta diciumnya kening Kirei, bagai seorang ibu te

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Terbayar

    Dev mengepalkan tangan mendengar ucapan Kirei. Tanpa banyak bicara, dia berlalu keluar kamar. Dev mengunci pintu, agar Kirei tidak bisa melarikan diri.Dengan langkah gagah penuh percaya diri, dia menuju kamar Luis.“Ada yang bisa kubantu, Tuan?” tanya Luis.Dev tidak segera menjawab. Dia menatap sang ajudan, dengan sorot tajam penuh makna. Namun, hanya lewat tatapan seperti itu, Luis sudah mengetahui apa yang akan Dev katakan.“Owen Wyatt,” ucap Dev dingin.Luis mengangguk. “Siap, Tuan.”“Ingat. Jangan meninggalkan jejak sedikit pun.”

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Kembali ke Tangan Dev

    Kirei terbelalak lebar, lalu mundur. Namun, Owen langsung pindah ke belakang sehingga dia tak bisa ke mana-mana. “Owen … kau ….” Suara Kirei begitu lirih. Bibirnya pun bergetar menahan kemarahan yang bisa dilampiaskan.“Luis akan memberikan bayaranmu,” ucap seseorang, yang tak lain adalah Dev. Pria tampan berkemeja putih itu tersenyum kalem, dengan sorot tak dapat diartikan yang terus tertuju kepada Kirei.“Terima kasih, Tuan Dev,” sahut Owen tanpa beban.“Ayo, pulang,” ajak Dev, seraya maju ke hadapan Kirei yang menatap ketakutan. “Kita akan kembali ke Meksiko.”Kirei menggeleng kencang, menolak keras ajakan Dev. Namun, dia tidak bisa melarikan diri, berhubung Owen menahannya dari bela

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Sama Saja

    “New York?” Kirei menatap tajam Owen yang langsung mengangguk. “Kenapa? Kenapa kau ingin membawaku ke sana?” tanya Kirei penuh selidik.“Bukankah kau tidak ingin kembali pada Dev Aydin? Pria itu ada di kota ini. Jika kau juga masih di sini, bukan tak mungkin dia akan menemukanmu dalam waktu dekat,” jelas Owen.Namun, Kirei langsung menggeleng kencang. “Tidak!” tolaknya tegas, seraya berdiri dan menjauh dari Owen. “Aku tidak akan mengulangi kebodohan yang sama, dengan langsung percaya pada pria yang belum kukenal baik.”“Apa yang salah dariku? Aku tidak punya niat buruk padamu. Aku justru ….” Owen yang sudah beranjak dari duduk, berjalan ke hadapan Kirei. “Kau sangat menarik,” ucapnya, seraya menyentuh pipi wanita itu.“Jangan merayuku!” Kirei menepiskan kasar tangan Owen dari wajahnya. “Aku tidak mengenalmu dan tak tahu apa yang kau inginkan.”“Jika aku punya niat buruk, aku pasti sudah memberitahukan keberadaanmu sejak awal kepada Dev Aydin. Aku juga tidak akan mengakui telah ditugas

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Pembohong Sialan

    Kirei tersenyum lebar, diiringi gelengan tak percaya. “Kupikir, kau tidak selucu ini, Tuan Wyatt.”“Aku serius.”Perlahan, senyuman Kirei memudar. Raut wajahnya berubah aneh.“Kenapa?”“Seharusnya, aku yang bertanya kenapa.”Owen tidak menjawab. Dia berbalik, menghadapkan tubuh sepenuhnya kepada Kirei. Pria tampan berambut cokelat gelap itu makin mendekat. “Anggap saja sebagai salam pertemuan dan perpisahan.”“Maksudmu?” Kirei menatap tak mengerti.“Aku tak tahu apakah kita akan bertemu lagi atau tidak. Kau wanita yang sangat menarik, Helena.&rdqu

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Sebentar Saja

    Kirei duduk di hadapan Owen, yang menatapnya dengan sorot tak dapat diartikan. “Sejak kapan kau ada di sini?” “Aku baru masuk.” “Aku tidak percaya.” Kirei menatap ragu.“Sungguh menyedihkan jadi Owen Wyatt. Kenapa sulit sekali mendapat kepercayaan dari orang lain?” Owen menggeleng tak mengerti, lalu berdecak pelan. “Ya, ampun. Apakah kata-kataku telah menyinggung perasaanmu?” Kirei menatap tak enak. “Aku tidak bermaksud begitu, mengingat semalam kau ….” Kirei tak melanjutkan kalimatnya.Owen justru tersenyum kalem menanggapi ekspresi tak enak yang Kirei tunjukkan. “Aku hanya sedang membutuhkan teman bicara,” ucapnya. “Kau pikir, aku adalah orang yang tepat untuk dijadikan teman bicara?”Owen kembali tersenyum kalem. “Ayo. Temani aku jalan-jalan. Anggap saja sebagai balas budi atas pertolonganku kemarin malam,” ujarnya enteng. Kirei mengembuskan napas pelan bernada keluhan. Wanita muda berkulit eksotis itu menatap aneh.“Ayolah, Nona.” Owen beranjak dari duduk, seakan tak menerima

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Tuan Pemaksa

    Kirei tak langsung menyetujui ajakan Owen. Dia terpaku menatap pria tampan bermata biru itu. Kali ini, dirinya harus lebih berhati-hati. Jangan sampai kejadian seperti terhadap Hernan terulang kembali.“Aku bisa pulang sendiri,” tolak Kirei halus.“Kenapa?” Owen tersenyum kalem. “Jangan khawatir. Aku bukan penjahat yang akan menculikmu,” candanya, meskipun terdengar tidak lucu.Namun, Kirei tetap menanggapi dengan senyuman. Ucapan Owen cukup menghibur, walau tak tahu apakah itu murni candaan atau bukan.Owen melangkah makin dekat ke hadapan Kirei. “Aku tahu siapa kau sebenarnya,” ucap pria itu pelan dan dalam.“Maksudmu?” Kirei menautkan

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Sang Pahlawan

    “Apa maksudmu, Tuan?” Kirei menatap tak mengerti.“Kami akan memberikan uang tips sesuai yang kau inginkan. Bagaimana?” Si pria tersenyum culas. “Kau tidak akan terlalu kewalahan melayani kami bertiga secara bersamaan ____”“Maaf. Aku tidak bisa,” tolak Kirei segera. Dia langsung berbalik, tak ingin meladeni para pria gila yang sedang berahi.“Hey, Sayang. Tunggu sebentar.” Pria itu meraih tangan Kirei, menahannya agar tidak pergi.Kirei yang merasa terancam, langsung berbalik. Tanpa segan, dia memukulkan nampan stainless yang dipegangnya ke kepala si pria hingga melepaskan cengkraman dan mundur beberapa langkah.Melihat temannya diperlakukan

  • Istri Cantik Penguasa Dingin   Tawaran Gila

    “Hai, Kawan. Apa kabar?” sapa Luis, seraya menyalami Owen.“Seperti yang kau lihat,” jawab Owen kalem, kemudian mengalihkan perhatian kepada Dev.“Ini Tuan Dev Aydin,” ucap Luis memperkenalkan.“Apa kabar, Tuan Dev,” sapa Owen, seraya mengulurkan tangan mengajak bersalaman.“Baik,” balas Dev datar. “Langsung saja ke inti dari pertemuan ini,” ucapnya tanpa basa-basi.Owen mempersilakan duduk, lalu memanggil pramusaji untuk memesan minuman. “Jadi, bagaimana? Apa yang bisa kubantu?” tanyanya.Dev tidak langsung menjawab. Dia mengeluarkan selembar foto dari dalam saku jake

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status