All Chapters of Kontrak Rahim Pengganti untuk Sang Pewaris: Chapter 31 - Chapter 40

68 Chapters

Chapter 31

Audrey berdiri di samping Irina dengan tangan bersedekap, memperhatikan ketakutan hebat pelayan tua itu yang tidak berhenti gemetar sesekali mengusapkan telapak tangannya yang berkeringat dingin pada pakaian. Irina masih berpikir bahwa gadis yang berdiri disampingnya adalah Aurelie Harper, seorang gadis gila yang tidak pernah ragu melakukan apapun yang dia mau.Sayangnya, Aurelie Harper yang Irina takuti adalah Audrey, seseorang yang tidak akan mampu melukai orang lain hanya untuk memuaskan amarah didalam hatinya.Audrey memanggil Irina hanya untuk memberinya sedikit pelajaran agar pelayan itu tidak mengulangi kesalahannya lagi.Audrey sadar bahwa di rumah ini dia tidak memiliki siapapun untuk dijadikan sandaran, dia harus kuat agar tidak lagi diremehkan dan diperlakukan semena-mena. “Kenapa kau selalu membuat masakan yang asin untukku?” tanya Audrey tidak berbasa-basi.“Maaf Nona, sepertinya saya lupa dengan takarannya,” jawab Irina dengan suara bergetar, nyaris tidak terdengar, sor
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Chapter 32

Ditemani assistant rumah tangga, Salma terlihat sibuk di dapur menyiapkan sarapan pagi untuk suami dan anak tirinya.Jika dilihat dengan mata telanjang, Salma terlihat seperti seperti seorang ibu yang semestinya. Seorang wanita yang sempurna penuh perhatian dan kasih sayang, menghabiskan waktunya untuk memprioritaskan seluruh waktunya pada keluarganya.Semua rutinitas itu telah Salma lakukan selama belasan tahu. Mengabdikan diri pada Daud untuk menjadi isteri sepenuhnya tanpa berkontribusi dalam bisnis suaminya.Meski berstatus sebagai ibu rumah tangga, Salma memiliki pergaulan yang luas diantara wanita kelas atas lainnya. Salma tidak semerta-merta menghhabiskan waktunya hanya di rumah, dia menikmati waktunya untuk belanja, perawatan kecantikan, berkumpul dengan teman-temannya, hingga liburan.Daud tidak pernah protes dengan gaya hidup Salma, termasuk cara Salma dalam mendidik kedua putrinya yang selalu Salma bereskan dengan uang.Saat menikah dengan Daud, Salma membawa Aurelie yang b
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Chapter 33

Dari balik jendela, Audrey memperhatikan Roven yang memasukan sebuah koper dalam mobil, tidak berapa lama Dante yang berpenampilan rapi datang menyusul keluar. Sepertinya, Dante akan pergi dalam waktu yang lebih lama dari hari sebelumya.Tanpa sadar sudut bibir Audrey terangkat mengukir senyuman lebar. Berharap bahwa Dante memang pergi dalam waktu lama, jika perlu pergi selamanya.Jika memang, Dante hanya menginginkan seorang anak dari Aurelie Harper, harusnya Dante tidak perlu melakukan hubungan badan lagi dengan Audrey. Dante hanya perlu menunggu kabar Audrey melahirkan, lalu kembali menunjukan wajahnya setelah nanti Audrey melahirkan.Andai bisa begitu..Senyuman lebar Audrey seketika menghilang begitu Dante berbalik dan melihat kearahnya. Keduanya berdiri ditempat masing-masing, terpaut jarak yang jauh, namun ketegangan dan sorot kebencian selalu bisa Audrey rasakan dari lelaki itu.Sebuah kebencian yang masih tidak Audrey ketahui apa penyebabnya, bahkan alasan dikurung Aurelie
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Chapter 34

Jach melangkah pelan melewati satu persatu anak tangga, membiarkan lengannya dipeluk erat Audrey yang membutuhkan banyak kekuatan untuk bisa berjalan. Semua orang akhirnya bubar tanpa menghasilkan apapun selain ketegangan.Melalui sudut matanya, Jach memperhatikan Audrey yang terus tertunduk dengan bahu gemetar, suara napasnya yang kasar dengan tangisan yang ditahan terdengar menyiksa.Jach menyadari, Audrey yang dia kira Aurelie Harper itu tengah terguncang hebat. Tanpa dibuat-buat, gadis itu murni bereaksi seolah tidak percaya jika ternyata Dante Arnaud telah menikah dan memiliki seorang isteri bernama Serena.Ini aneh, bukankah seharusnya Aurelie Harper sudah tahu kebenaran ini?Tubuh Audrey terhuyung, pandangannya mengabur terhalang oleh air mata yang sudah tidak terbendung. Dengan sigap Jach menangkapnya agar tidak terjatuh. "Apa Anda perlu saya bopong?"Wajah Audrey perlahan terangkat. Segaris kesedihan terlukis di manic matanya berkilauan, dengan bibir gemetar dan napas terse
last updateLast Updated : 2025-03-12
Read more

Chapter 35

Lembayung sore membawa cahaya merah di dinding. Seperti biasa, setelah banyak menangis, Audrey akan menguatkan dirinya sendiri agar tetap bertahan dengan sisa-sisa harapan yang dia miliki untuk masa depannya kelak. Sekacau apapun kedaannya sekarang, Audrey harus tetap yakin masih ada setitik cahaya untuknya yang sedang menanti.Setitik cahaya itu harus Audrey bangun dari sekarang.Kini, Audrey menghabiskan waktunya di dalam walk in closet milik Aurelie Harper, dia tengah memilah perhiasan pertama yang akan dia bawa besok saat mendapatkan satu jam kebebasannya. Ya, Audrey akan membawanya.Bukan untuk dia gunakan, namun untuk dijual.Audrey sudah memiliki rencana, besok dia akan membawa salah satu perhiasan milik Aurelie Harper dan menduplikatnya di toko pengrajin perhiasan palsu. Sementara, perhiasan asli akan dia jual dan uangnya akan Audrey simpan untuk memperkaya diri, agar saat nanti terlepas dari tugasnya, Audrey bisa memulai kehidupan barunya dengan Arman terlepas dari kemis
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

Chapter 36

“Victor, bisa kau gantikan aku sebentar?” tanya Jach pada salah satu bodyguard yang tengah berjaga di depan dekat tangga.“Kau mau kemana?”“Adikku datang mengantar makanan, aku harus menemuinya sebentar,” dusta Jach dengan begitu baik.Victor mengangguk tidak lagi bertanya. Pria itu segera pergi berjaga di depan pintu kamar Audrey, memberi kesempatan Jach pergi keluar rumah.Diam-diam, Moses yang mendapatkan perintah untuk memantau Jach memperhatikan kepergiannya yang pergi keluar.Jach tidak menunjukan gelagat yang mencurigakan, dengan penuh ketenangan pria itu menuju pintu gerbang rumah dan membukanya selebar mungkin membiarkan Moses yang diam-diam memperhatikan dapat melihat apa yang terjadi.Jach menyambut kedatangan seorang pemuda yang mengenakan seragam kurir pengantar makanan cepat saji, ditangannya terdapat sebuah kantung makanan benar-benar membuktikan Jach tidak berbohong.Moses akhirnya memilih pergi dan melanjutkan pekerjaannya.Sementara itu, di depan gerbang rumah, Jach
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

Chapter 37

Dorothy bergerak gelisah, Irina dan Megan tetap masih dengan pendirian mereka untuk tidak melayani semua keperluan Aurelie Harper dalam bentuk apapun. Pagi ini Megan dan Irina hanya membuat roti isi untuk bodyguard, kecuali untuk Aurelie. Menganggap Aurelie Harper seolah tidak ada di rumah, tanpa peduli dengan apapun yang akan terjadi. Dorothy merasa tidak enak hati, tidak peduli meski harga dirinya sebagai pelayan pernah diinjak-injak oleh Aurelie Harper, pernah mendapatkan perlakuan kasar hingga rambutnya hampir gundul. Dorothy sadar, sebagai seorang pelayan seharusnya dia tetap melayani tuannya. Sesuatu yang menyangkut pekerjaan tidak sepantasnya dihubungkan dengan urusan pribadi. Tapi, Dorothy tidak berani berbeda sendiri, dia tidak siap dimusuhi oleh Irina dan Megan. Dorothy mengusapkan telapak tangannya yang berkeringat dingin ke permukaan seragamnya, wanita itu tidak dapat menutupi kekhawatirannya. Takut jika Aurelie Harper akan kembali terjatuh sakit, dan Dante Arnaud a
last updateLast Updated : 2025-03-14
Read more

Chapter 38

“Saya ingin memesan perhiasan dengan desain khusus. Apa bisa?” tanya Audrey penuh harap. Nick yang hendak menggeleng menolak permintaan Audrey, dengan berat hati mengangguk karena tatapan membunuh Jach yang berdiri di dekat pintu. Sesungguhnya, Nick menjual perhiasan palsu hanya sekadar untuk mengisi waktunya bersantai sambil berjaga distrik sekitar dari sarang kejahatan. Nick tidak pernah mau menerima pesanan membuat desain khusus perhiasan, namun jika bossnya yang meminta. Nick bisa apa? Nick harus mengiyakan dan terpaksa mencari pengrajin aslinya untuk memenuhi keinginan gadis kecil yang berdiri dihadapannya, menatap polos tanpa curiga. “Anda ingin periasan seperti apa?” tanya Nick. Audrey melepaskan cincin dijari manisnya dan sebuah kalung yang sudah dia persiapkan. Nick berpura-pura memperhatikan cincin dan kalung itu dengan serius, lalu berkata, “Saya harus memotretnya untuk kepentingan desain.” “Silahkan saja,” jawab Audrey dengan senang hati. “Anda tidak bisa
last updateLast Updated : 2025-03-15
Read more

Chapter 39

Dengan tangan terlipat didada dan mata berbinar, Audrey tidak berhenti tersenyum memandangi lembaran uang tertumpuk rapi di atas lantai, berulang kali Audrey telah menghitungnya hanya untuk bersenang-senang, merayakan keberhasilannya hari ini.Bagi orang yang terbiasa hidup dalam garis kemiskinan, begitu menyenangkan bisa menghitung uang dalam jumlah banyak.Itu adalah uang terbesar yang pernah Audrey miliki dalam hidupnya, dan uang itu akan semakin bertambah seiring dengan berjalannya waktu jika rencananya terus berjalan dengan baik. Dengan uang yang lebih banyak, Audrey bisa memperbaiki rumahnya dan membeli tempat tidur yang lebih nyaman, membeli jaket rajut baru untuk Arman, membelikan kursi pijat agar Arman tidak mengenakan koyo setiap hari. Betapa indahnya menghayalkan secuil mimpi yang selama ini sulit untuk Audrey laksakan karena kemiskinannya.Sekali lagi, Audrey menghitung uangnya sebelum mengambilnya untuk Jach, lalu sisanya dia simpan di salah satu tas milik Aurelie Harper
last updateLast Updated : 2025-03-15
Read more

Chapter 40

“Jach jangan jauh-jauh dariku.”Kesunyian menjebak Jach, diam tidak merespon, untuk pertama kalinya Jach tidak tahu harus menjawab apa padahal dia tahu, dia hanya tinggal mengangguk patuh. Permintaan Aurelie Harper yang seharusnya Jach anggap bagian dari kewajibannya sebagai bodyguard yang harus mengawal, kini telah disalah artikan oleh akal sehatnya yang menumpul.Jach berpikir jika permintaan Audrey yang dia kira Aurelie itu bersifat pribadi.Jach menarik napasnya dalam-dalam, tersadar bahwa dia perlu membentengi diri lebih kuat. Ini untuk pertama kalinya Jach mudah terpengaruh dan terbawa perasaan.Apa karena ini hal baru bagi hidupnya?Jach memang handal dalam pekerjaannya, namun untuk untuk urusan perempuan, dia tidak tahu apa-apa. Baginya, membunuh tanpa jejak jauh lebih mudah daripada memahami perempuan.Jach berdeham tidak nyaman, dia mengangguk dan mempersilahkan Audrey berjalan.Audrey menyusuri pagar tangga yang harus dia lewati dengan langkah yang berat. Samar terdengar
last updateLast Updated : 2025-03-16
Read more
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status