Dari balik jendela, Audrey memperhatikan Roven yang memasukan sebuah koper dalam mobil, tidak berapa lama Dante yang berpenampilan rapi datang menyusul keluar. Sepertinya, Dante akan pergi dalam waktu yang lebih lama dari hari sebelumya.Tanpa sadar sudut bibir Audrey terangkat mengukir senyuman lebar. Berharap bahwa Dante memang pergi dalam waktu lama, jika perlu pergi selamanya.Jika memang, Dante hanya menginginkan seorang anak dari Aurelie Harper, harusnya Dante tidak perlu melakukan hubungan badan lagi dengan Audrey. Dante hanya perlu menunggu kabar Audrey melahirkan, lalu kembali menunjukan wajahnya setelah nanti Audrey melahirkan.Andai bisa begitu..Senyuman lebar Audrey seketika menghilang begitu Dante berbalik dan melihat kearahnya. Keduanya berdiri ditempat masing-masing, terpaut jarak yang jauh, namun ketegangan dan sorot kebencian selalu bisa Audrey rasakan dari lelaki itu.Sebuah kebencian yang masih tidak Audrey ketahui apa penyebabnya, bahkan alasan dikurung Aurelie
Jach melangkah pelan melewati satu persatu anak tangga, membiarkan lengannya dipeluk erat Audrey yang membutuhkan banyak kekuatan untuk bisa berjalan. Semua orang akhirnya bubar tanpa menghasilkan apapun selain ketegangan.Melalui sudut matanya, Jach memperhatikan Audrey yang terus tertunduk dengan bahu gemetar, suara napasnya yang kasar dengan tangisan yang ditahan terdengar menyiksa.Jach menyadari, Audrey yang dia kira Aurelie Harper itu tengah terguncang hebat. Tanpa dibuat-buat, gadis itu murni bereaksi seolah tidak percaya jika ternyata Dante Arnaud telah menikah dan memiliki seorang isteri bernama Serena.Ini aneh, bukankah seharusnya Aurelie Harper sudah tahu kebenaran ini?Tubuh Audrey terhuyung, pandangannya mengabur terhalang oleh air mata yang sudah tidak terbendung. Dengan sigap Jach menangkapnya agar tidak terjatuh. "Apa Anda perlu saya bopong?"Wajah Audrey perlahan terangkat. Segaris kesedihan terlukis di manic matanya berkilauan, dengan bibir gemetar dan napas terse
Lembayung sore membawa cahaya merah di dinding. Seperti biasa, setelah banyak menangis, Audrey akan menguatkan dirinya sendiri agar tetap bertahan dengan sisa-sisa harapan yang dia miliki untuk masa depannya kelak. Sekacau apapun kedaannya sekarang, Audrey harus tetap yakin masih ada setitik cahaya untuknya yang sedang menanti.Setitik cahaya itu harus Audrey bangun dari sekarang.Kini, Audrey menghabiskan waktunya di dalam walk in closet milik Aurelie Harper, dia tengah memilah perhiasan pertama yang akan dia bawa besok saat mendapatkan satu jam kebebasannya. Ya, Audrey akan membawanya.Bukan untuk dia gunakan, namun untuk dijual.Audrey sudah memiliki rencana, besok dia akan membawa salah satu perhiasan milik Aurelie Harper dan menduplikatnya di toko pengrajin perhiasan palsu. Sementara, perhiasan asli akan dia jual dan uangnya akan Audrey simpan untuk memperkaya diri, agar saat nanti terlepas dari tugasnya, Audrey bisa memulai kehidupan barunya dengan Arman terlepas dari kemis
“Victor, bisa kau gantikan aku sebentar?” tanya Jach pada salah satu bodyguard yang tengah berjaga di depan dekat tangga.“Kau mau kemana?”“Adikku datang mengantar makanan, aku harus menemuinya sebentar,” dusta Jach dengan begitu baik.Victor mengangguk tidak lagi bertanya. Pria itu segera pergi berjaga di depan pintu kamar Audrey, memberi kesempatan Jach pergi keluar rumah.Diam-diam, Moses yang mendapatkan perintah untuk memantau Jach memperhatikan kepergiannya yang pergi keluar.Jach tidak menunjukan gelagat yang mencurigakan, dengan penuh ketenangan pria itu menuju pintu gerbang rumah dan membukanya selebar mungkin membiarkan Moses yang diam-diam memperhatikan dapat melihat apa yang terjadi.Jach menyambut kedatangan seorang pemuda yang mengenakan seragam kurir pengantar makanan cepat saji, ditangannya terdapat sebuah kantung makanan benar-benar membuktikan Jach tidak berbohong.Moses akhirnya memilih pergi dan melanjutkan pekerjaannya.Sementara itu, di depan gerbang rumah, Jach
Dorothy bergerak gelisah, Irina dan Megan tetap masih dengan pendirian mereka untuk tidak melayani semua keperluan Aurelie Harper dalam bentuk apapun. Pagi ini Megan dan Irina hanya membuat roti isi untuk bodyguard, kecuali untuk Aurelie. Menganggap Aurelie Harper seolah tidak ada di rumah, tanpa peduli dengan apapun yang akan terjadi. Dorothy merasa tidak enak hati, tidak peduli meski harga dirinya sebagai pelayan pernah diinjak-injak oleh Aurelie Harper, pernah mendapatkan perlakuan kasar hingga rambutnya hampir gundul. Dorothy sadar, sebagai seorang pelayan seharusnya dia tetap melayani tuannya. Sesuatu yang menyangkut pekerjaan tidak sepantasnya dihubungkan dengan urusan pribadi. Tapi, Dorothy tidak berani berbeda sendiri, dia tidak siap dimusuhi oleh Irina dan Megan. Dorothy mengusapkan telapak tangannya yang berkeringat dingin ke permukaan seragamnya, wanita itu tidak dapat menutupi kekhawatirannya. Takut jika Aurelie Harper akan kembali terjatuh sakit, dan Dante Arnaud a
“Saya ingin memesan perhiasan dengan desain khusus. Apa bisa?” tanya Audrey penuh harap. Nick yang hendak menggeleng menolak permintaan Audrey, dengan berat hati mengangguk karena tatapan membunuh Jach yang berdiri di dekat pintu. Sesungguhnya, Nick menjual perhiasan palsu hanya sekadar untuk mengisi waktunya bersantai sambil berjaga distrik sekitar dari sarang kejahatan. Nick tidak pernah mau menerima pesanan membuat desain khusus perhiasan, namun jika bossnya yang meminta. Nick bisa apa? Nick harus mengiyakan dan terpaksa mencari pengrajin aslinya untuk memenuhi keinginan gadis kecil yang berdiri dihadapannya, menatap polos tanpa curiga. “Anda ingin periasan seperti apa?” tanya Nick. Audrey melepaskan cincin dijari manisnya dan sebuah kalung yang sudah dia persiapkan. Nick berpura-pura memperhatikan cincin dan kalung itu dengan serius, lalu berkata, “Saya harus memotretnya untuk kepentingan desain.” “Silahkan saja,” jawab Audrey dengan senang hati. “Anda tidak bisa
Dengan tangan terlipat didada dan mata berbinar, Audrey tidak berhenti tersenyum memandangi lembaran uang tertumpuk rapi di atas lantai, berulang kali Audrey telah menghitungnya hanya untuk bersenang-senang, merayakan keberhasilannya hari ini.Bagi orang yang terbiasa hidup dalam garis kemiskinan, begitu menyenangkan bisa menghitung uang dalam jumlah banyak.Itu adalah uang terbesar yang pernah Audrey miliki dalam hidupnya, dan uang itu akan semakin bertambah seiring dengan berjalannya waktu jika rencananya terus berjalan dengan baik. Dengan uang yang lebih banyak, Audrey bisa memperbaiki rumahnya dan membeli tempat tidur yang lebih nyaman, membeli jaket rajut baru untuk Arman, membelikan kursi pijat agar Arman tidak mengenakan koyo setiap hari. Betapa indahnya menghayalkan secuil mimpi yang selama ini sulit untuk Audrey laksakan karena kemiskinannya.Sekali lagi, Audrey menghitung uangnya sebelum mengambilnya untuk Jach, lalu sisanya dia simpan di salah satu tas milik Aurelie Harper
“Jach jangan jauh-jauh dariku.”Kesunyian menjebak Jach, diam tidak merespon, untuk pertama kalinya Jach tidak tahu harus menjawab apa padahal dia tahu, dia hanya tinggal mengangguk patuh. Permintaan Aurelie Harper yang seharusnya Jach anggap bagian dari kewajibannya sebagai bodyguard yang harus mengawal, kini telah disalah artikan oleh akal sehatnya yang menumpul.Jach berpikir jika permintaan Audrey yang dia kira Aurelie itu bersifat pribadi.Jach menarik napasnya dalam-dalam, tersadar bahwa dia perlu membentengi diri lebih kuat. Ini untuk pertama kalinya Jach mudah terpengaruh dan terbawa perasaan.Apa karena ini hal baru bagi hidupnya?Jach memang handal dalam pekerjaannya, namun untuk untuk urusan perempuan, dia tidak tahu apa-apa. Baginya, membunuh tanpa jejak jauh lebih mudah daripada memahami perempuan.Jach berdeham tidak nyaman, dia mengangguk dan mempersilahkan Audrey berjalan.Audrey menyusuri pagar tangga yang harus dia lewati dengan langkah yang berat. Samar terdengar
Tubuh Jach menegak, sedikitpun tidak menunjukan ketakutan apalagi terintimidasi oleh tekanan yang dilakukan Moses padanya. Jach telah memberi peringatan agar Moses tidak ikut campur, namun sepertinya peringatannya telah diangap angin berlalu.Jika Moses memang ingin berurusan dengannya, maka Jach juga akan melakukan sesuatu padanya.Melihat keterdiaman Jach yang tidak merespon, Moses semakin mendekat. “Siapa yang menyuruhmu Jach? Sepertinya aku harus memberitahu tuan Dante bahwa ada penyusup di rumah ini.”Jach menyeringai, mengejek ancaman Moses. “Silahkan saja, memangnya kau bisa membuktikannya melalui apa?” tanya Jach menantang.Rahang Moses mengetat, merasa terhina oleh pandangan meremehkan Jach seolah ancamannya tidak berarti apa-apa. “Jangan anggap aku bodoh. Hanya yakuza dan kelompok mafia yang memiliki tato itu. Siapapun yang melihat tubuhmu, mereka akan tahu kau telah terlibat banyak hal, dan mustahil orang sepertimu hanya seorang bodyguard.”Alis Jach sedikit berkedut, teli
Tangan Daud yang tepasang infusan bergerak kaku meremas permukaan ranjang tempatnya tidur.Pria paruh baya itu mengerang kesakitan begitu terbangun untuk pertama kalinya setelah dipukul Jach di dalam mobil.Dokter segera datang memeriksa keadaannya, sementara Salma berdiri cemas menyaksikannya dibalik puntu, tidak berani untuk menunjukan diri.Andai saja Carmen bersedia menunggu Daud siuman, mungkin Salma tidak akan secemas ini karena anak itu satu-satunya orang yang bisa membuat Daud melunak. Sayangnya, setelah kunjungan singkatnya, Carmen tidak lagi menunjukan diri.Carmen tidak peduli dengan keadaan ayahnya.Daud tampaknya sadar jika telah terjadi suatu perubahan besar pada tubuhnya kala dia sadar tidak mengenakan celana, dan ketika dokter memberitahukan apa kondisinya saat ini, Daud berteriak histeris menangis seperti orang gila. Daud mengamuk tidak terima jika kini telah memiliki kekuranagan yang sangat fatal dan tidak akan pernah bisa diperbaiki.Daud tidak terima kehidupannya
“Aku jatuh cinta padamu, Nona Audrey,” jawab Jach dengan lantang tanpa keraguan, penuh rasa percaya diri dan sorot mata yang bangga, mengisyaratkan bahwa apa yang saat ini sedang terjadi didalam hatinya, bukan sebuah kesalahan yang patut untuk disembunyikan.Napas Audrey tertahan didada, tubuhnya membeku kaku mendengar pangkuan cinta yang tidak pernah sedikitpun dia duga akan terucap dari mulut Jach.Gemersik ranting-ranting pohon terdengar kala terbelai angin lewat, mengisi keheningan yang kini sedang menjebak Audrey dan Jach.Audrey bergelut dengan pikirannya sendiri. Ini bukan untuk pertama kalinya Audrey mendengar seorang lelaki mengutarakan cinta padanya, namun ini untuk pertama kalinya Audrey kebingungan sampai tidak bisa berbicara sepatah katapun karena satu alasan.Setelah dewasa, Audrey semakin terjerumus dalam kemiskinan dan seorang ayah pemabuk berat yang jatuh sakit. Siang malam dia bekerja untuk bisa membayar biaya berobat Arman, namun orang-ornag menuduhnya pergi menjua
Salma menggigit kukunya menyalurkan kecemasan, tidak berhenti menatap lekat Daud yang terbaring diranjang telah selesai melakukan proses operasi. Salma benar-benar tidak tahu harus berbuat apa saat nanti Daud kembali sadar dan bertanya tentang keadaannya.Dokter mengatakan jika Daud bisa beraktifitas normal seperti biasa, kecuali dengan urusan seksnya karena miliknya sudah tidak berfungsi lagi selain untuk buang air.Terlepas dari keserakahannya yang tergia-gila pada harta Daud. Salma tidak menutupi kenyataan bahwa dia mencintai suaminya, rasanya sangat berat untuk Salma bila harus melihat suaminya terpuruk karena kondisinya yang sekarang.Pintu yang terbuka dibelakang Salma mengalihkan perhatian, dilihatnya Carmen yang baru datang meski telah diberi kabar sejak beberapa jam yang lalu.Carmen mendekat dengan wajah yang begitu tenang, sedikitpun tidak menunjukan kepedulian apalagi kesedihan melihat ayahnya terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit. Carmen telah mendengar s
Salma akhirnya datang ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan Daud yang terluka. mendengar Daud ditikam, Salma tidak dapat menggambarkan seperti kini keadaan suami dan akan sehebat apa marahnya Daud jika nanti mereka bertemu. Sial betul Salma, seumur-umur Aurelie tidak pernah sekalipun berani menentang Daud karena Aurelie tahu, Salma akan menjadi sasaran Daud bila dia menentang. Harusnya Audrey juga bersikap seperti kakaknya. Tahu diri dan tahu malu, terlebih Salma telah berjasa menyelamatkan nyawa Arman yang masih terjebak dalam penyakitan dan miskin. Harusnya Audrey berpikir ulang, apa yang akan terjadi sebelum dia menyakiti Daud. Gadis itu benar-benar telah membuat Salma sangat kesal. Salma tidak akan memaafkan Audrey jika terjadi sesuatu pada suaminya! Dengan tergesa Salma berlari melewati banyak ruangan, mencari keberadaan Daud yang ada di ruangan khusus. Ketika Salma sampai di ruangan Daud, secara kebetulan seorang dokter perempuan keluar dari ruangannya. “Dokter, pasien ya
Chapter 63Pertanyaan Aurelie tidak dapat Dante jawab, ketegangan yang terjadi di dalam kamar itu akhirnya berakhir dengan Dante pergi meninggalkan kamar tanpa penyelesaian apapun. Namun, Dante pergi membawa kebimbangan yang mengganggu pikirannya.Amarah membara hilang dalam sekejap, berganti menjadi rasa penasaran yang memunculkan banyak pertanyaan di kepala. Sepanjang hari Dante menghabiskan waktunya di dalam ruangan kerja untuk minum tanpa melakukan apapun, melamunkan sesuatu yang terus menerus mempengaruhi pikiannya.Aurelie Harper memiliki personal branding yang jahat dan berbahaya. Dengan mata kepalanya sendiri, Dante sering melihat gadis itu berprilaku tercela!Anehnya, selama lima tahun mengenal Aurelie, tidak pernah sekalipun Aurelie terlibat masalah dengannya. Setiap kali mereka bertemu, Aurelie selalu tenang dan cenderung lebih banyak diam, sibuk dengan dirinya sendiri dan tidak mempedulikan apapun yang ada sekitarnya.Semakin Dante pikirkan kebenaran itu, kini Dante mula
Dante mengundang Daud Harper datang ke rumah dengan bertujuan baik, sejenak dia menyingkirkan egonya karena Aurelie Harper tengah mengandung. Gadis itu tidak bisa berada dalam tekanan dan dia membutuhkan sesuatu yang menyenangkannya. Sudah menjadi rahasia umum jika Aurelie Harper mendapatkan begitu banyak kasih sayang dari orang tuanya.Aurelie sangat dimanjakan sejak kecil. Apapun yang Aurelie inginkan selalu terpenuhi, apapun kesalahan yang telah Aurelie perbuat tidak pernah sekalipun membuat orang tuanya murka apalagi menghukumnya.Karena terlalu dimanja itulah, Aurelie Harper menjadi tidak mandiri, selalu seenaknya bahkan tidak pernah merasa bersalah setiap kali berbuat jahat karena dia tahu, orang tuanya akan melindunginya apapun yang terjadi.Saat mendengar Aurelie mengingau, memanggil nama ‘ayah’ dalam mimpinya. Dante meyimpulkan bahwa gadis itu tengah merindukan ayahnya, karena alasan itulah Dante mempertemukan mereka berdua.Bukankah Dante sudah mengambil keputusan yang bena
Genangan darah bercampur dengan air terlihat dilantai kamar mandi, Audrey duduk meringkuk dibawah shower, gadis itu tengah menangisi peristiwa menakutkan yang telah terjadi.Setelah apa yang telah terjadi, kini Audrey tidak tahu harus berbuat apa.Bagaimana keadaan Daud sekarang? Apakah dia baik-baik saja? Apa yang dipikirkan semua orang setelah melihat apa yang terjadi? Apakah mereka semua akan menghakimi Audrey karena telah melukai ayahnya sendiri.Bagaimana cara Audrey bercerita tentang kebenaran yang telah terjadi?Jika Audrey berkata jujur, apakah seseorang akan percaya bahwa seorang Aurelie Harper telah dilecehkan oleh ayah tirinya sendiri dan dia hanya sedang melindungi diri!Jika Audrey berkata jujur, apakah Daud akan membuat perhitungan dengannya? Apakah Salma akan berpihak pada Daud dan berusaha melindungi kehormatan nama keluarganya dibandingkan melindungi kehormatan putrinya?Audrey meringis dalam tangisan, sentuhan Daud yang tertinggal ditubuhnya masih terasa, masih menin
“Argghht” Daud mengerang kesakitan, memegangi sisi kepalanya yang telah terpukul. “Kau.. apa yang sudah kau lakukan? Berani-beraninya kau memukulku!” geramnya dengan gigi saling mengetat, menatap tajam Audrey dengan penuh amarah.Dada Audrey bergerak naik turun bernapas tidak beraturan, tangannya gemetar hebat menggenggam erat sisa-sisa pecahan gelas yang membuat tangannya berdarah terluka.Sakit yang ada ditangan tidak ada bandingnyannya dengan hatinya yang kini telah terhunus begitu dalam. Amarah, terhina dan takut menjadi satu. Tidak pernah sedetikpun Audrey berpikir bahwa sesuatu yang tercela ini akan terjadi.Audrey tidak menyangka jika pria yang terbalut dalam pakaian mewah seperti orang terhormat itu memiliki prilaku yang sangat tercela.Jadi, apa ini yang terjadi selama ini pada Aurelie Harper? Aurelie dilecehkan oleh ayah tirinya sendiri!Daud, pria bajingan itu tidak hanya telah merusak rumah tangga Arman dan Salma, dia juga telah merusak Aurelie.Jika saja pertemua ini tid