Semua Bab Kontrak Rahim Pengganti untuk Sang Pewaris: Bab 21 - Bab 30

66 Bab

Chapter 21

“Jangan menyentuhnya, aku tidak mengizinkan perempuan kotor sepertimu menodai tempat kerjaku,” perintah Dante. Audrey tersenyum menelan perih menusuk dada, tangannya yang kebas kembali terkepal dan dia sembunyikan dibalik punggung. “Aku ingin berbicara.” “Katakan,” perintah Dante tidak mau membuang waktu. “Apa bisa, seminggu sekali, kau memberiku waktu tiga jam kebebasan disetiap hari senin,” pinta Audrey memberanikan diri. “Apa katamu?” Dante mendengus dengan senyuman sinisnya. “Aku tahu, kau itu perempuan yang tidak tahu malu, tapi setidaknya gunakan juga otakmu untuk sedikit berpikir. Terkurung disini adalah bagian dari kemurahan hatiku, harusnya sekarang kau sudah mati membusuk di penjara. Dengan tidak tahu dirinya sekarang kau meminta sedikit kebebasan.” Tangan Audrey terkepal kian kuat dibelakang punggungnya, gadis itu berusaha untuk tetap berdiri tegak tidak menurunkan wajahnya untuk tetap membalas tatapan tajam Dante. Tidak peduli meski dimaki dan di cap tidak tahu malu,
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-04
Baca selengkapnya

Chapter 22

Deg! Jantung Audrey berhenti untuk sesaat, tubuhnya menegang kaku membekukan seluruh tubuhnya. ‘Apa Dante telah menyadari penyamarannya?’ Audrey menarik napasnya dengan kesulitan, tidak dapat menghindar dari kepanikan yang meningkat, takut akan kembali terjadi sesuatu yang buruk pada dirinya jika Dante benar-benar mengetahui penyamarannya yang telah berpura-pura menjadi Aurelie Harper. Apa yang harus Audrey lakukan sekarang? Apa yang harus dia ucapkan untuk mengelak? Seiring dengan langkah Dante yang mendekat, kaki Audrey bergerak mundur dengan gemetar berusaha menjangkau pintu. Audrey harus segera meninggalkan ruangan itu sebelum terjadi sesuatu! “Aurelie Harper tidak mungkin kehilangan jati dirinya sekalipun dia hilang ingatan,” ucap Dante kian mendekat, memperhatikan ketakutan Audrey yang tidak berkutik dihadapannya. “Aurelie Harper tidak mungkin kehilangan nyalinya hanya dengan sebuah pertanyaan sederhana,” ucap Dante lagi semakin yakin bahwa memang ada sesuatu yang terjadi.
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-05
Baca selengkapnya

Chapter 23

Dante mengusap keningnya yang berdenyut, pria itu tidak bisa berhenti memikirkan apa yang telah terjadi di ruangan kerjanya beberapa saat lalu. Bukan karena Aurelie Harper yang telah bersujud di kakinya, namun karena satu sentuhan kecil tangan Aurelie yang terus telah membangkitkan desiran aneh di nadi Dante, sampai membuat Dante tidak dapat menyingkirkan sensasi jejak sentuhannya. “Ada apa denganku?” bisik Dante menggeram frustasi. Lagi dan lagi, akal sehat Dante telah dikacaukan oleh orang yang sama, yaitu Aurelie Harper. Sejak Aurelie Harper kembali ditemukan dan dibawa Salma, dia telah berubah 180°. Perubahan sifat Aurelie yang tidak biasa ini membuat Dante semakin tidak nyaman. Tidak masuk akal dan begitu mustahil, perempuan gila seperti Aurelie Harper bisa berubah hanya dalam waktu singkat dengan alasan hilang ingatan. Mengubah karakter asli manusia itu seperti mendapatkan wahyu Tuhan, harus melalui proses panjang dan melibatkan banyak orang disekitarnya. Lebih gilanya la
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-05
Baca selengkapnya

Chapter 24

Setengah jam telah berlalu, dengan setia Jach tetap berdiri menunggu Audrey di belakang pohon. Sore ini begitu indah terbalut kehangatan musim semi dan hamparan penuh warna dari bunga-bunga yang mekar. Kicauan burung yang harusnya terdengar, kini telah digantikan suara tangis Audrey. Jach telah menulikan pendengarannya dan membutakan pandangannya sepanjang berdiri menunggu. Jach tidak ingin terlibat apapun dari sesuatu yang bukan bagian dari pekerjaannya. Namun, pendirian Jach hancurkan dengan hanya dalam satu detik, tepat ketika Jach memberanikan diri untuk melihat kebelakang dan melihat keberadaan Audrey. Melihat ketidak berdayaan Audrey yang menangis sendirian di ayunan, ada rasa sakit dan kesepian yang bercerita kepada Jach tanpa kata. Jach tidak dapat menahan kakinya untuk mendekat, terlibat dalam bingkai urusannya dan memberikan sebuah sapu tangan untuk menghapus air matanya yang telah membasahi pipi. Perlahan, wajah Audrey terangkat. Sepasang mata zambrud itu terlihat b
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-05
Baca selengkapnya

Chapter 25

Di tengah malam yang sunyi, Audrey sibuk dengan kesediriannya di ruang pakaian Aurelie Harper. Gadis itu tengah menggeledah setiap tas, dompet dan setiap sudut-sudut tempat untuk mencari uang yang sangat dia butuhkan untuk nanti dia gunakan di satu jam kebebasannya. Meski Jach bersedia memberinya pinjaman, Audrey butuh membeli sesuatu yang lain. Saat pergi meninggalkan kota Lapolez, Audrey tidak diizinkan membawa uang sepeserpun, dan ketika dia sampai ke apartement, ada seseorang yang langsung meminta kartu identitas dan menggeledah tasnya untuk memastikan bahwa Audrey tidak membawa identitas lain dan uang dalam bentuk apapun. Karena itu, kini Audrey tidak memiliki apapun untuk digunakan. Meski demikian, Audrey harus berpikir keras mencari celah agar bisa bangkit meski keadaan menekannya untuk tidak bisa melakukan apapun. Audrey sudah bertekad bahwa dia tidak ingin pulang hanya membawa badan dan kehormatan yang telah rusak. Dia harus pulang dengan perubahan yang lebih baik, apap
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-06
Baca selengkapnya

Chapter 26

Arman duduk dikursi roda, menikmati udara pagi untuk pertama kalinya setelah di rawat di rumah sakit. Keadaannya berangsur membaik dan dalam waktu dekat dia akan segera melakukan kemoterapi. Perasaan Arman campur aduk menjelang kemoterapi. Usianya sudah tidak muda lagi dan kanker semakin ganas menggerogoti tubuhnya, sehingga kemungkinan keberhasilan bersih dari kanker tidaklah begitu besar. Sudah Arman dengar seperti apa efek kemoterapi, tidak hanya akan menyebabkan beberapa kesakitan, dia juga membutuhkan pendampingan karena kini dia tinggal sendirian di gubuknya. Enam hari sudah Arman ditinggal Audrey.. Kepergian Audrey menyadarkan Arman bahwa dia begitu kesepian tanpa putrinya, dia merindukan Audrey, dan dia sangat mengkhawatirkan putrinya. Arman menyesal telah menyia-nyiakan waktu berharganya saat bersama Audrey. Arman menyesal, tidak pernah sekalipun mengatakan bahwa dia menyayangi Audrey dan Arman menyesal, tidak sempat meminta maaf kepada Audrey atas kegagalannya yang ti
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-06
Baca selengkapnya

Chapter 27

Sepanjang perjalanan pulang, Arman terus memikirkan perkataan penjaga gerbang juga Dom yang menyarankannya untuk mengirim Audrey di kirim ke panti asuhan. Begitupun dengan Audrey, sepanjang jalan anak itu hanya bisa diam dan menepuk-nepuk punggung ayahnya yang kotor. Meski Audrey tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, Audrey tetap meraskan kesedihan Arman yang tersampaikan melalui batinnya. Sesampai di rumah, Arman mendudukan Audrey di kursi rotan, merongoh segenggam nasih kepal dan sepotong kue yang dia sisakan dari makanan kantin pabrik. Dengan senyuman penuh kebahagiaan Audrey menerimanya. “Terima kasih, Ayah,” ucap Audrey dengan penuh rasa syukur. Tidak mengeluh, Audrey memakan nasi kepal pemberian Arman yang sudah dingin sehingga disetiap gigitan nasi itu tercerai berai. Arman duduk di kursi tua meja makan. Sambil meneguk sebotol minuman pria itu memperhatikan Audrey, kembali merenungkan ucapan penjaga gerbang dan Dom. Setiap kali melihat wajah Audrey yang sangat mi
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-06
Baca selengkapnya

Chapter 28

Audrey mematut dirinya di depan cermin, dengan bebas dia mengambil pakaian manapun yang ingin dikenakan yang kebetulan memiliki ukuran hampir sama dengan Aurelie. Tidak ada salahnya kan, jika Audrey menikmati kesempatan untuk berpenampilan cantik seperti gadis lainnya dan sejenak melupakan kenyataan bahwa keberadaannya di rumah ini hanya sebatas tawanan pengganti. Salma memintanya untuk berpura-pura menjadi Aurelie. Itu artinya, semua yang menjadi milik Aurelie adalah milik Audrey, dan selama Aurelie Harper yang asli belum kembali, itu artinya Audrey juga bebas menggunakan nama Aurelie melakukan apapun bukan? Sempat terlintas dalam benak Audrey, apakah dia akan memiliki kesempatan untuk bertemu dan bertatap langsung dengan Aurelie, kembarannya? Semua orang yang ada di rumah ini, dan terutama Dante Arnaud, mereka semua sampai bisa terkecoh dengan begitu mudah oleh rupa Audrey. Bukankah itu artinya Audrey dan Aurelie sangat identik? Audrey baru mengetahui jika dia memiliki kembara
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-08
Baca selengkapnya

Chapter 29

Sama seperti hari-hari sebelumnya, Audrey selalu merasakan tatapan sinis dari para pelayan yang berdiri dikejauhan, menyaksikan dirinya seperti sebuah tontotan yang perlu dinilai. Tidak sampai ke ruangan makan, langkah Audrey perlahan terhenti begitu dia melihat sosok yang paling ingin dia hindari, kini tengah duduk di meja makan dan sarapan. Hanya butuh waktu seperkian detik untuk Dante menyadari kehadirannya yang baru datang, pria itu begitu tenang melihat Audrey. Berbanding balik dengan Audrey yang kini menggigil, ketakutan datang begitu cepat, merambat keseluruh nadinya. Mengingatkan kembali tangan kuat Dante yang telah mencekiknya sampai membuat Audrey kesakitan sepanjang malam karena lehernya membengkak. Setiap moment yang melibatkan Dante Arnaud, semuanya menorehkan luka bagi Audrey. Audrey tidak ingin berdekatan Dante Arnaud. Seorang pria kejam yang memandang wanita sebagai mesin pembuat anak, seorang pria pecundang berani bermain tangan pada perempuan. “Aku akan sarap
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-08
Baca selengkapnya

Chapter 30

Dante meninggalkan alat makannya begitu mendengar Audrey meminta Jach dipanggilkan pelayan. “Untuk apa kau memanggil pelayanku? Kau tidak sudi memakan sarapan yang mereka buat?” tanya Dante dengan nada sinis seperti biasa. Wajah Audrey terangkat, memberanikan diri untuk menatap langsung mata Dante yang selalu penuh dengan kebencian terhadapnya. Audrey tidak tahu apa yang akan terjadi jika dia komplain tentang makanan yang dibuat oleh pelayan, disisi lain Audrey sudah cukup muak diinjak-injak oleh semua orang. Tangan Audrey terkepal dibawah meja. “Wajar saja jika aku tidak sudi memakan makanan yang dibuat pelayanmu, mereka tidak pernah benar-benar memberiku makanan yang layak. Bahkan sekalipun aku hewan, seekor hewan juga memiliki lidah,” ucap Audrey dengan penuh tekanan, meluapkan kemarahan yang sudah lama dia tahan. Rahang Dante mengetat, terhinakan oleh jawaban Audrey karena Dante juga memakan mamakan yang sama dengan apa yang disajikan untuk gadis itu. “Apa kau lupa kau tah
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-03-10
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status