“Jangan menyentuhnya, aku tidak mengizinkan perempuan kotor sepertimu menodai tempat kerjaku,” perintah Dante. Audrey tersenyum menelan perih menusuk dada, tangannya yang kebas kembali terkepal dan dia sembunyikan dibalik punggung. “Aku ingin berbicara.” “Katakan,” perintah Dante tidak mau membuang waktu. “Apa bisa, seminggu sekali, kau memberiku waktu tiga jam kebebasan disetiap hari senin,” pinta Audrey memberanikan diri. “Apa katamu?” Dante mendengus dengan senyuman sinisnya. “Aku tahu, kau itu perempuan yang tidak tahu malu, tapi setidaknya gunakan juga otakmu untuk sedikit berpikir. Terkurung disini adalah bagian dari kemurahan hatiku, harusnya sekarang kau sudah mati membusuk di penjara. Dengan tidak tahu dirinya sekarang kau meminta sedikit kebebasan.” Tangan Audrey terkepal kian kuat dibelakang punggungnya, gadis itu berusaha untuk tetap berdiri tegak tidak menurunkan wajahnya untuk tetap membalas tatapan tajam Dante. Tidak peduli meski dimaki dan di cap tidak tahu malu,
Terakhir Diperbarui : 2025-03-04 Baca selengkapnya