Dante mengusap keningnya yang berdenyut, pria itu tidak bisa berhenti memikirkan apa yang telah terjadi di ruangan kerjanya beberapa saat lalu. Bukan karena Aurelie Harper yang telah bersujud di kakinya, namun karena satu sentuhan kecil tangan Aurelie yang terus telah membangkitkan desiran aneh di nadi Dante, sampai membuat Dante tidak dapat menyingkirkan sensasi jejak sentuhannya. “Ada apa denganku?” bisik Dante menggeram frustasi. Lagi dan lagi, akal sehat Dante telah dikacaukan oleh orang yang sama, yaitu Aurelie Harper. Sejak Aurelie Harper kembali ditemukan dan dibawa Salma, dia telah berubah 180°. Perubahan sifat Aurelie yang tidak biasa ini membuat Dante semakin tidak nyaman. Tidak masuk akal dan begitu mustahil, perempuan gila seperti Aurelie Harper bisa berubah hanya dalam waktu singkat dengan alasan hilang ingatan. Mengubah karakter asli manusia itu seperti mendapatkan wahyu Tuhan, harus melalui proses panjang dan melibatkan banyak orang disekitarnya. Lebih gilanya la
Setengah jam telah berlalu, dengan setia Jach tetap berdiri menunggu Audrey di belakang pohon. Sore ini begitu indah terbalut kehangatan musim semi dan hamparan penuh warna dari bunga-bunga yang mekar. Kicauan burung yang harusnya terdengar, kini telah digantikan suara tangis Audrey. Jach telah menulikan pendengarannya dan membutakan pandangannya sepanjang berdiri menunggu. Jach tidak ingin terlibat apapun dari sesuatu yang bukan bagian dari pekerjaannya. Namun, pendirian Jach hancurkan dengan hanya dalam satu detik, tepat ketika Jach memberanikan diri untuk melihat kebelakang dan melihat keberadaan Audrey. Melihat ketidak berdayaan Audrey yang menangis sendirian di ayunan, ada rasa sakit dan kesepian yang bercerita kepada Jach tanpa kata. Jach tidak dapat menahan kakinya untuk mendekat, terlibat dalam bingkai urusannya dan memberikan sebuah sapu tangan untuk menghapus air matanya yang telah membasahi pipi. Perlahan, wajah Audrey terangkat. Sepasang mata zambrud itu terlihat b
Di tengah malam yang sunyi, Audrey sibuk dengan kesediriannya di ruang pakaian Aurelie Harper. Gadis itu tengah menggeledah setiap tas, dompet dan setiap sudut-sudut tempat untuk mencari uang yang sangat dia butuhkan untuk nanti dia gunakan di satu jam kebebasannya. Meski Jach bersedia memberinya pinjaman, Audrey butuh membeli sesuatu yang lain. Saat pergi meninggalkan kota Lapolez, Audrey tidak diizinkan membawa uang sepeserpun, dan ketika dia sampai ke apartement, ada seseorang yang langsung meminta kartu identitas dan menggeledah tasnya untuk memastikan bahwa Audrey tidak membawa identitas lain dan uang dalam bentuk apapun. Karena itu, kini Audrey tidak memiliki apapun untuk digunakan. Meski demikian, Audrey harus berpikir keras mencari celah agar bisa bangkit meski keadaan menekannya untuk tidak bisa melakukan apapun. Audrey sudah bertekad bahwa dia tidak ingin pulang hanya membawa badan dan kehormatan yang telah rusak. Dia harus pulang dengan perubahan yang lebih baik, apap
Arman duduk dikursi roda, menikmati udara pagi untuk pertama kalinya setelah di rawat di rumah sakit. Keadaannya berangsur membaik dan dalam waktu dekat dia akan segera melakukan kemoterapi. Perasaan Arman campur aduk menjelang kemoterapi. Usianya sudah tidak muda lagi dan kanker semakin ganas menggerogoti tubuhnya, sehingga kemungkinan keberhasilan bersih dari kanker tidaklah begitu besar. Sudah Arman dengar seperti apa efek kemoterapi, tidak hanya akan menyebabkan beberapa kesakitan, dia juga membutuhkan pendampingan karena kini dia tinggal sendirian di gubuknya. Enam hari sudah Arman ditinggal Audrey.. Kepergian Audrey menyadarkan Arman bahwa dia begitu kesepian tanpa putrinya, dia merindukan Audrey, dan dia sangat mengkhawatirkan putrinya. Arman menyesal telah menyia-nyiakan waktu berharganya saat bersama Audrey. Arman menyesal, tidak pernah sekalipun mengatakan bahwa dia menyayangi Audrey dan Arman menyesal, tidak sempat meminta maaf kepada Audrey atas kegagalannya yang ti
Sepanjang perjalanan pulang, Arman terus memikirkan perkataan penjaga gerbang juga Dom yang menyarankannya untuk mengirim Audrey di kirim ke panti asuhan. Begitupun dengan Audrey, sepanjang jalan anak itu hanya bisa diam dan menepuk-nepuk punggung ayahnya yang kotor. Meski Audrey tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, Audrey tetap meraskan kesedihan Arman yang tersampaikan melalui batinnya. Sesampai di rumah, Arman mendudukan Audrey di kursi rotan, merongoh segenggam nasih kepal dan sepotong kue yang dia sisakan dari makanan kantin pabrik. Dengan senyuman penuh kebahagiaan Audrey menerimanya. “Terima kasih, Ayah,” ucap Audrey dengan penuh rasa syukur. Tidak mengeluh, Audrey memakan nasi kepal pemberian Arman yang sudah dingin sehingga disetiap gigitan nasi itu tercerai berai. Arman duduk di kursi tua meja makan. Sambil meneguk sebotol minuman pria itu memperhatikan Audrey, kembali merenungkan ucapan penjaga gerbang dan Dom. Setiap kali melihat wajah Audrey yang sangat mi
Audrey mematut dirinya di depan cermin, dengan bebas dia mengambil pakaian manapun yang ingin dikenakan yang kebetulan memiliki ukuran hampir sama dengan Aurelie. Tidak ada salahnya kan, jika Audrey menikmati kesempatan untuk berpenampilan cantik seperti gadis lainnya dan sejenak melupakan kenyataan bahwa keberadaannya di rumah ini hanya sebatas tawanan pengganti. Salma memintanya untuk berpura-pura menjadi Aurelie. Itu artinya, semua yang menjadi milik Aurelie adalah milik Audrey, dan selama Aurelie Harper yang asli belum kembali, itu artinya Audrey juga bebas menggunakan nama Aurelie melakukan apapun bukan? Sempat terlintas dalam benak Audrey, apakah dia akan memiliki kesempatan untuk bertemu dan bertatap langsung dengan Aurelie, kembarannya? Semua orang yang ada di rumah ini, dan terutama Dante Arnaud, mereka semua sampai bisa terkecoh dengan begitu mudah oleh rupa Audrey. Bukankah itu artinya Audrey dan Aurelie sangat identik? Audrey baru mengetahui jika dia memiliki kembara
Sama seperti hari-hari sebelumnya, Audrey selalu merasakan tatapan sinis dari para pelayan yang berdiri dikejauhan, menyaksikan dirinya seperti sebuah tontotan yang perlu dinilai. Tidak sampai ke ruangan makan, langkah Audrey perlahan terhenti begitu dia melihat sosok yang paling ingin dia hindari, kini tengah duduk di meja makan dan sarapan. Hanya butuh waktu seperkian detik untuk Dante menyadari kehadirannya yang baru datang, pria itu begitu tenang melihat Audrey. Berbanding balik dengan Audrey yang kini menggigil, ketakutan datang begitu cepat, merambat keseluruh nadinya. Mengingatkan kembali tangan kuat Dante yang telah mencekiknya sampai membuat Audrey kesakitan sepanjang malam karena lehernya membengkak. Setiap moment yang melibatkan Dante Arnaud, semuanya menorehkan luka bagi Audrey. Audrey tidak ingin berdekatan Dante Arnaud. Seorang pria kejam yang memandang wanita sebagai mesin pembuat anak, seorang pria pecundang berani bermain tangan pada perempuan. “Aku akan sarap
Dante meninggalkan alat makannya begitu mendengar Audrey meminta Jach dipanggilkan pelayan. “Untuk apa kau memanggil pelayanku? Kau tidak sudi memakan sarapan yang mereka buat?” tanya Dante dengan nada sinis seperti biasa. Wajah Audrey terangkat, memberanikan diri untuk menatap langsung mata Dante yang selalu penuh dengan kebencian terhadapnya. Audrey tidak tahu apa yang akan terjadi jika dia komplain tentang makanan yang dibuat oleh pelayan, disisi lain Audrey sudah cukup muak diinjak-injak oleh semua orang. Tangan Audrey terkepal dibawah meja. “Wajar saja jika aku tidak sudi memakan makanan yang dibuat pelayanmu, mereka tidak pernah benar-benar memberiku makanan yang layak. Bahkan sekalipun aku hewan, seekor hewan juga memiliki lidah,” ucap Audrey dengan penuh tekanan, meluapkan kemarahan yang sudah lama dia tahan. Rahang Dante mengetat, terhinakan oleh jawaban Audrey karena Dante juga memakan mamakan yang sama dengan apa yang disajikan untuk gadis itu. “Apa kau lupa kau tah
“Aku jatuh cinta padamu, Nona Audrey,” jawab Jach dengan lantang tanpa keraguan, penuh rasa percaya diri dan sorot mata yang bangga, mengisyaratkan bahwa apa yang saat ini sedang terjadi didalam hatinya, bukan sebuah kesalahan yang patut untuk disembunyikan.Napas Audrey tertahan didada, tubuhnya membeku kaku mendengar pangkuan cinta yang tidak pernah sedikitpun dia duga akan terucap dari mulut Jach.Gemersik ranting-ranting pohon terdengar kala terbelai angin lewat, mengisi keheningan yang kini sedang menjebak Audrey dan Jach.Audrey bergelut dengan pikirannya sendiri. Ini bukan untuk pertama kalinya Audrey mendengar seorang lelaki mengutarakan cinta padanya, namun ini untuk pertama kalinya Audrey kebingungan sampai tidak bisa berbicara sepatah katapun karena satu alasan.Setelah dewasa, Audrey semakin terjerumus dalam kemiskinan dan seorang ayah pemabuk berat yang jatuh sakit. Siang malam dia bekerja untuk bisa membayar biaya berobat Arman, namun orang-ornag menuduhnya pergi menjua
Salma menggigit kukunya menyalurkan kecemasan, tidak berhenti menatap lekat Daud yang terbaring diranjang telah selesai melakukan proses operasi. Salma benar-benar tidak tahu harus berbuat apa saat nanti Daud kembali sadar dan bertanya tentang keadaannya.Dokter mengatakan jika Daud bisa beraktifitas normal seperti biasa, kecuali dengan urusan seksnya karena miliknya sudah tidak berfungsi lagi selain untuk buang air.Terlepas dari keserakahannya yang tergia-gila pada harta Daud. Salma tidak menutupi kenyataan bahwa dia mencintai suaminya, rasanya sangat berat untuk Salma bila harus melihat suaminya terpuruk karena kondisinya yang sekarang.Pintu yang terbuka dibelakang Salma mengalihkan perhatian, dilihatnya Carmen yang baru datang meski telah diberi kabar sejak beberapa jam yang lalu.Carmen mendekat dengan wajah yang begitu tenang, sedikitpun tidak menunjukan kepedulian apalagi kesedihan melihat ayahnya terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit. Carmen telah mendengar s
Salma akhirnya datang ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan Daud yang terluka. mendengar Daud ditikam, Salma tidak dapat menggambarkan seperti kini keadaan suami dan akan sehebat apa marahnya Daud jika nanti mereka bertemu. Sial betul Salma, seumur-umur Aurelie tidak pernah sekalipun berani menentang Daud karena Aurelie tahu, Salma akan menjadi sasaran Daud bila dia menentang. Harusnya Audrey juga bersikap seperti kakaknya. Tahu diri dan tahu malu, terlebih Salma telah berjasa menyelamatkan nyawa Arman yang masih terjebak dalam penyakitan dan miskin. Harusnya Audrey berpikir ulang, apa yang akan terjadi sebelum dia menyakiti Daud. Gadis itu benar-benar telah membuat Salma sangat kesal. Salma tidak akan memaafkan Audrey jika terjadi sesuatu pada suaminya! Dengan tergesa Salma berlari melewati banyak ruangan, mencari keberadaan Daud yang ada di ruangan khusus. Ketika Salma sampai di ruangan Daud, secara kebetulan seorang dokter perempuan keluar dari ruangannya. “Dokter, pasien ya
Chapter 63Pertanyaan Aurelie tidak dapat Dante jawab, ketegangan yang terjadi di dalam kamar itu akhirnya berakhir dengan Dante pergi meninggalkan kamar tanpa penyelesaian apapun. Namun, Dante pergi membawa kebimbangan yang mengganggu pikirannya.Amarah membara hilang dalam sekejap, berganti menjadi rasa penasaran yang memunculkan banyak pertanyaan di kepala. Sepanjang hari Dante menghabiskan waktunya di dalam ruangan kerja untuk minum tanpa melakukan apapun, melamunkan sesuatu yang terus menerus mempengaruhi pikiannya.Aurelie Harper memiliki personal branding yang jahat dan berbahaya. Dengan mata kepalanya sendiri, Dante sering melihat gadis itu berprilaku tercela!Anehnya, selama lima tahun mengenal Aurelie, tidak pernah sekalipun Aurelie terlibat masalah dengannya. Setiap kali mereka bertemu, Aurelie selalu tenang dan cenderung lebih banyak diam, sibuk dengan dirinya sendiri dan tidak mempedulikan apapun yang ada sekitarnya.Semakin Dante pikirkan kebenaran itu, kini Dante mula
Dante mengundang Daud Harper datang ke rumah dengan bertujuan baik, sejenak dia menyingkirkan egonya karena Aurelie Harper tengah mengandung. Gadis itu tidak bisa berada dalam tekanan dan dia membutuhkan sesuatu yang menyenangkannya. Sudah menjadi rahasia umum jika Aurelie Harper mendapatkan begitu banyak kasih sayang dari orang tuanya.Aurelie sangat dimanjakan sejak kecil. Apapun yang Aurelie inginkan selalu terpenuhi, apapun kesalahan yang telah Aurelie perbuat tidak pernah sekalipun membuat orang tuanya murka apalagi menghukumnya.Karena terlalu dimanja itulah, Aurelie Harper menjadi tidak mandiri, selalu seenaknya bahkan tidak pernah merasa bersalah setiap kali berbuat jahat karena dia tahu, orang tuanya akan melindunginya apapun yang terjadi.Saat mendengar Aurelie mengingau, memanggil nama ‘ayah’ dalam mimpinya. Dante meyimpulkan bahwa gadis itu tengah merindukan ayahnya, karena alasan itulah Dante mempertemukan mereka berdua.Bukankah Dante sudah mengambil keputusan yang bena
Genangan darah bercampur dengan air terlihat dilantai kamar mandi, Audrey duduk meringkuk dibawah shower, gadis itu tengah menangisi peristiwa menakutkan yang telah terjadi.Setelah apa yang telah terjadi, kini Audrey tidak tahu harus berbuat apa.Bagaimana keadaan Daud sekarang? Apakah dia baik-baik saja? Apa yang dipikirkan semua orang setelah melihat apa yang terjadi? Apakah mereka semua akan menghakimi Audrey karena telah melukai ayahnya sendiri.Bagaimana cara Audrey bercerita tentang kebenaran yang telah terjadi?Jika Audrey berkata jujur, apakah seseorang akan percaya bahwa seorang Aurelie Harper telah dilecehkan oleh ayah tirinya sendiri dan dia hanya sedang melindungi diri!Jika Audrey berkata jujur, apakah Daud akan membuat perhitungan dengannya? Apakah Salma akan berpihak pada Daud dan berusaha melindungi kehormatan nama keluarganya dibandingkan melindungi kehormatan putrinya?Audrey meringis dalam tangisan, sentuhan Daud yang tertinggal ditubuhnya masih terasa, masih menin
“Argghht” Daud mengerang kesakitan, memegangi sisi kepalanya yang telah terpukul. “Kau.. apa yang sudah kau lakukan? Berani-beraninya kau memukulku!” geramnya dengan gigi saling mengetat, menatap tajam Audrey dengan penuh amarah.Dada Audrey bergerak naik turun bernapas tidak beraturan, tangannya gemetar hebat menggenggam erat sisa-sisa pecahan gelas yang membuat tangannya berdarah terluka.Sakit yang ada ditangan tidak ada bandingnyannya dengan hatinya yang kini telah terhunus begitu dalam. Amarah, terhina dan takut menjadi satu. Tidak pernah sedetikpun Audrey berpikir bahwa sesuatu yang tercela ini akan terjadi.Audrey tidak menyangka jika pria yang terbalut dalam pakaian mewah seperti orang terhormat itu memiliki prilaku yang sangat tercela.Jadi, apa ini yang terjadi selama ini pada Aurelie Harper? Aurelie dilecehkan oleh ayah tirinya sendiri!Daud, pria bajingan itu tidak hanya telah merusak rumah tangga Arman dan Salma, dia juga telah merusak Aurelie.Jika saja pertemua ini tid
Audrey menutup potret photo keluarga Aurelie Harper yang telah lama dia pandangi. Meski didalam potret photo terlihat seperti keluarga harmonis, Audrey tetap tidak dapat menghindar dari perasaan tidak nyaman menelusup masuk ke dalam dada. Andai bisa, Audrey ingin menolak bertemu dengan ayah tiri Aurelie Harper itu.Lagipula siapa yang mau bertemu dengannya?Kebijaksanaan yang telah dibuat Dante sama sekali tidak berguna!Jika harus berkata jujur, Audrey tidak mengenal Daud, mereka berdua tidak memiliki urusan apapun yang perlu dibicarakan. Audrey juga tidak sudi bila harus melihat wajah lelaki yang telah menghancurkan keluarganya.Sampai kapanpun, tidak akan pernah Audrey lupakan setiap dosa orang yang telah membuat hidup Audrey menderita.Beberapa kali Audrey mengatur napasnya untuk mendapatkan ketenangan. Saat ini Daud tidak tahu jika orang yang ditawan Dante Arnaud adalah Audrey, maka Audrey harus berpura-pura menjadi Aurelie Harper, putri tiri yang selama ini berada dalam pengasuh
Di sudut kota Melbourne, seorang pria muda terlihat duduk dengan wajah gelisah, tidak bosan dia terus melihat layar handpone, menantikan seseorang untuk datang menemuinya.Pria itu adalah Raiden Arnaud, adik kandung Dante sekaligus tunangan Aurelie Harper.Sudah satu bulan dia terkurung di Australia dengan berbagai pengawasan yang mengekang seluruh kebebasannya. Kemanapun dia pergi dan apapun yang dia lakukan, selalu ada orang yang mengikutinya, memastikan bahwa dia tidak akan bisa pulang tanpa izin kakaknya, Dante Arnaud.Raiden rela kehilangan kebebasan hidupnya, menentang keluarganya, menyakiti kakaknya demi membela seorang penjahat yang bernama Aurelie Harper.Bahkan ketika dia tahu jika saat ini Aurelie harus melahirkan anak untuk Dante. Raiden dengan tegasnya menganggap Aurelie sebagai pasangannya, menolak untuk membatalkan pertunagangan mereka yang telah berlangsung selama satu tahun.Raiden tetap mencintai Aurelie Harper tanpa peduli meski semua orang memakinya, mengatakan bah