Home / Urban / Menantu Sang Mafia / Chapter 61 - Chapter 70

All Chapters of Menantu Sang Mafia: Chapter 61 - Chapter 70

134 Chapters

Dia Kekasihku Julia Rosselini

"Kau siapa?" tanya Crystal.Dadanya seketika bergemuruh. Ada perasaan tidak enak yang dia rasakan saat melihat ada wanita lain di bengkel ini.Wanita itu mengangkat sebelah alisnya saat melihat Crystal. Ia sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Atau justru malah menebak sesuatu?"Kau Crystal?" tebak wanita itu.Crystal mengangguk heran. "Kau siapa? Kau mengenalku?" tanya Crystal.Wanita itu tersenyum dikulum. Senyum itu tidak terlihat ramah. "Aku Julia. Julia Rosselini," katanya memperkenalkan diri tanpa merasa perlu berjabat tangan."Oke, Julia. Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Crystal to the point.Lagi-lagi Julia tersenyum. "Kau sendiri sedang apa di sini?" tanyanya balik. Kali ini dengan melipat tangan di depan dada.Crystal bukannya bodoh. Kalau dia boleh menilai dari sikap arogan dan percaya diri yang tinggi dari perempuan bernama Julia ini, pastilah orang ini memiliki hubu
last updateLast Updated : 2025-03-08
Read more

Aquila Nera (Elang Hitam)

"Kau sudah gila mengakui kalau aku adalah kekasihmu?" cibir Julia pada Ethan sesaat setelah Crystal meninggalkan bengkelnya beberapa menit yang lalu.Ethan tak menjawab melainkan ia kembali masuk ke kamar dalam bengkel."Crystal .... jangan hiraukan dia. Harusnya kau tidak perlu terbawa emosi seperti tadi, Julia," tegur Ethan."Maafkan aku, Ethan," ucap gadis itu meski tanpa perasaan menyesal sama sekali.Ethan hanya menghela napas. "Crystal memang seperti itu orangnya. Tak jarang dia sering menyakiti hati orang lain dengan kata-katanya," kata Ethan."Aku tidak bertanya padamu tentang dia," jawab Julia ketus."Karena kau hampir mencelakainya tadi, maka aku berpikir perlu bagimu untuk tahu agar kau tidak mengulanginya lagi, Julia. Kau tahu sendiri kalau dia adalah istriku," ujar Ethan lagi tak menghiraukan kata-kata ketus Julia  yang tadi."Oh, Tuhan. Kau sangat berlebihan. Aku tak bermaksud memukulnya tadi. Aku
last updateLast Updated : 2025-03-09
Read more

Melihat Diriku Ada Pada Mereka

"Darahnya merembes lagi, Ethan. Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak terlalu banyak bergerak dulu," omel Julia pada Ethan.Untuk mengurangi rasa sakit karena nyeri, Ethan beberapa kali harus melakukan respirasi, buang napas dan tarik napas. Sementara itu Julia berupaya membantunya. Julia membantu menyandarkan tubuh Ethan di headboard tempat tidur dengan menaruh beberapa bantal di belakang punggungnya sebagai penyangga. Ethan sengaja ia posisikan seperti itu untuk membuat posisi luka berada lebih tinggi sehingga pendarahan bisa diminimalisir."Aku sudah mengatakan padamu untuk tidak terlalu banyak bergerak dulu. Kau harus bedrest total di kamar tanpa melakukan banyak aksi fisik. Lukamu ini adalah luka tembak luar. Kita tidak bisa langsung mengeluarkan pelurunya selama setidaknya satu minggu. Tetapi lihat betapa keras kepalanya dirimu! Kau tidak bisa diberitahu. Hah! Hanya karena mendengar suara Crystal saja kau sudah keluar dan mengabaikan lukamu. Sebena
last updateLast Updated : 2025-03-09
Read more

Kau Terluka?

"Kau yakin akan pulang hari ini?" tanya Julia pada Ethan yang tampak berkemas memakai bajunya. "Hmm ...." jawab Ethan seadanya."Peluru di tubuhmu bahkan belum dikeluarkan. Tak bisakah kau tunggu sehari dua hari lagi?" "Julia, aku sudah janji pada Crystal akan pulang. Itu harusnya dua malam lalu. Aku tidak mau dia datang ke sini lagi dan melakukan sesuatu yang mungkin berada di luar nalarmu," sahut Ethan lagi."Oh, ya hal-hal di luar nalar seperti apa itu?" tanya Julia penasaran."Sesuatu yang gila mungkin? Kau belum tahu saja seberapa gila wanita itu," cerita Ethan sedikit kesal.Julia tertawa terkekeh."Hahaha, segila apa? Katakan padaku?!" gelak tawa Julia. "Apa dia juga gila saat kau bersenang-senang dengannya?""Oh, diamlah! Jangan membahas itu!" kesal Ethan.Ethan bukan hanya tak suka pertanyaan Julia yang terlihat seperti ingin mengorek-ngorek masalah ranjangnya dengan Crystal. Masalahnya Julia
last updateLast Updated : 2025-03-09
Read more

Memecatnya Sebagai Menantu

"Ethan? Kau ... berdarah?" pekik Crystal.Matanya masih menelusuri aliran air berwarna merah yang keluar dari celah-celah kaki Ethan, lalu mengalir ke arah saringan pembuangan air.Rasa sakit itu terasa berdenyut Ethan rasakan, karena bekas tembakan peluru yang tadinya sudah mengering kini basah kembali."Crys! Menyingkirlah!" Ethan ingin berlalu dari hadapan istrinya itu, tetapi Crystal menahannya."Biar aku periksa!" kata Crystal sambil mengulurkan tangannya untuk meraih kaos berwarna gelap yang dipakai oleh Ethan itu.Ethan menepis tangan Crystal."Ethaaan!!" jerit Crystal akan penolakan Ethan itu."Ini hanya luka kecil Crys. Biasa, sedikit kecelakaan kerja saat memperbaiki mobil pelanggan," kilah Ethan."Kalau begitu biar aku periksa, hmm? Aku akan mengobatimu," kata Crystal yang buru- buru melepas pakaiannya yang basah sehingga ia hanya tinggal memakai dalamannya saja. Lalu ia pun segera
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more

Aku Bisa Melakukannya

Usai mengatasi ayahnya di bawah, Crystal pun dengan cepat, bahkan entah demi apa ia harus berjinjit saat melangkahkan kaki menaiki anak tangga, segera menemui Ethan di kamarnya. Tetapi pria itu bahkan tak ada lagi di sana. Menyebalkan! Sungguh tidak bisa di beri tahu.Crystal pun kini beralih ke kamar Ethan di sebelah kamarnya. Saat hendak menutup pintu kamarnya sendiri, ia sempat tercenung sesaat. Heran, bagaimana bisa Ethan membuka pintu kamarnya tanpa merusaknya? Padahal ia yakin sudah menguncinya dengan benar tadi.Namun tak ingin berlama-lama memikirkan hal itu, Crystal pun segera menuju kamar Ethan dan langsung membuka pintunya. Sayangnya Ethan sudah menguncinya dari  luar.Crystal menggedor pintu kamar itu."Ethan! Buka pintunya!" kata Crystal dengan nada suara tidak rendah atau pun tinggi. Crystal takut jika meneriaki Ethan terlalu keras, bisa mengundang perhatian ayahnya dan Jordy nanti."Hei, Bajingan! Buka pintunya at
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more

Meminta Bantuan Jordy

"A-apa maksudmu akan melakukannya, Crys?" tanya Ethan tergagap."Ya, aku akan melakukannya. Aku sendiri yang akan mengeluarkan pelurunya!" kata Crystal.Ethan langsung bergidik ngeri."Bagaimana caramu melakukannya tanpa bantuan medis?""Oh, astaga! Ethan kau ini sangat pecundang! Apa kau tak pernah melihat seseorang di film-film action mengeluarkan peluru dengan cara yang luar biasa? Aku bisa melakukannya. Jangan khawatir!" "Tidak, tidak, tidak! Aku tahu kau sakit hati padaku karena masalah Julia, tetapi itu tidak berarti kau harus balas dendam padaku dengan cara seperti ini, kan? Kau bisa membunuhku, Crys. Itu tidak semudah ketika kau menontonnya di film-film hollywood," tolak Ethan."Kau harus percaya padaku. Aku tak hanya melihatnya di film-film. Aku juga pernah melihatnya langsung saat Jordy mengeluarkan peluru dari tubuh Sergio saat tertembak di perbatasan. Jordy bisa mengeluarkannya hanya dengan membakar pisau besi dan me
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more

Bercinta Dengan Pria Lain?

"Nona Crystal, untuk apa kita ke si ...." Jordy seketika tak melanjutkan kata-katanya lagi ketika melihat Ethan yang berbaring di atas ranjang."Sssst .... jangan berisik!" Crystal menempelkan jari telunjuknya di bibir sambil menarik tangan Jordy agar mendekat ke ranjang."Ya Tuhan, Crys! Apa yang kau lakukan?" protes Ethan frustasi melihat istrinya itu kini malah membawa Jordy, yang notabene adalah tangan kanannya Benigno.Jordy terpana melihat Ethan yang sedang berbaring di ranjang dengan tangan menutupi perutnya dengan kain kasa yang dilipat berbentuk persegi."Ke-kenapa ini?" Jordy melihat pada Crystal dan Ethan secara bergantian. Dia butuh lebih dari sekedar penjelasan tentang apa yang menimpa Ethan saat ini dan apa yang mereka inginkan dengan keberadaannya berada di sini."Jordy, tolong bantu Ethan mengeluarkan peluru dari dalam perutnya!" pinta Crystal tanpa banyak berbasa-basi.Jordy mendekat. Dengan ragu ia men
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Pasta Con Le Sarde

"Crystal! Apa yang kau lakukan?" Tak disangka Benigno datang dari arah tangga, dan melihat pemandangan Crystal sedang menindas Arabella di depan kamar Ethan."Sayang!" seru Arabella memanggil Beningno.Dengan cepat ia bersikap seolah menjadi orang teraniya."Ben, ahh! Ya Tuhan!" Arabella dengan susah payah berdiri, dibarengi dengan kemampuan drama yang mumpuni."Apa yang kau lakukan?" hardik Benigno gusar pada putri semata wayangnya itu.Lalu dengan sebelah tangannya ia mengulurkan tangan agar Arabella bisa berdiri."Kau tidak apa-apa?" Arabella memasang wajah memelas seperti wanita yang patut dikasihani."Ya, Sayang. Aku tidak apa-apa. Aku tidak tahu kesalahan apa yang telah kubuat, sehingga Crystal tega mendorongku seperti ini," adu Arabella.Crystal memutar bola matanya malas sambil komat-kamit menirukan gerak mulut Arabella yang sedang mengadukan dirinya pada sang ayah.
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more

Sifat Lain Jordy

"Kau akan tidur si sini?" tanya Ethan di kala malam telah menjelang namun Crystal masih tak ingin beranjak dari kamarnya."Ya, apa ada masalah?" tanya Crystal tanpa merasa bersalah sama sekali."Aku tidak tahu apa yang  alasanmu, Crys. Tetapi aku bukan bayi atau lansia yang harus kau jaga dan kau temani seperti ini.""Kau memang bukan lansia, tetapi untuk beberapa hal bukankah kadang-kadang kau bisa bertingkah seperti bayi?" Ethan memutar cepat otaknya."Maksudmu?" tanya Ethan menanggapi perkataan ambigu dari Crystal itu."Kau tidak ingat? Cobalah ingat-ingat lagi ... "Crystal tentu saja sedang berusaha memancing Ethan untuk berbicara sesuatu yang sensitif dan menjurus ke hal-hal yang menyenangkan. Sayangnya, Ethan saat ini sedang dalam keadaan  tidak cepat tanggap dalam menalar perkataan Crystal. Atau mungkin juga karena dia sedang tidak mood untuk membicarakan sesuatu yang bisa memancing mereka berbuat hal-hal panas
last updateLast Updated : 2025-03-11
Read more
PREV
1
...
56789
...
14
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status