Namun, setelah mendengar usul Adika, Syakia malah menggeleng dan menjawab, “Nggak usah. Aku tahu siapa yang melakukannya. Jadi, biar aku saja yang tangani masalah kali ini.”Syakia bukan hanya ingin menyelesaikan masalah ini, juga mau memberi pelajaran pada orang angkuh di balik hal ini. Orang itu tidak berhenti menantangnya. Apa orang itu masih meremehkannya? Jika tidak memberinya sedikit pelajaran, orang itu mungkin akan makin menjadi-jadi. Oleh karena itu, Syakia memutuskan untuk datang, sedangkan Adika yang mengkhawatirkannya juga ikut datang.“Tentu saja, Adipati juga boleh memilih untuk menolak permintaanku. Tapi, pikirkan dulu baik-baik. Keadaan putramu sepertinya lumayan serius. Memangnya dia bisa bertahan berapa lama?” tanya Syakia sambil tersenyum tipis.Saat ini, Syakia jelas-jelas mengenakan jubah biksuni. Namun, ucapannya terdengar sangat pedas dan kejam. Melihat Syakia yang seperti ini, hati Adika pun bergejolak dan tidak berhenti berdebar. Ketika Syakia membacakan sutr
Baca selengkapnya