Meskipun begitu, Damar tetap terlihat tenang.“Buat apa kamu begitu panik? Duduk dulu.”Di bawah tekanan dari tatapan Damar, Ayu hanya bisa menekan rasa paniknya dan buru-buru duduk kembali.Setelahnya, Damar terlebih dahulu menyerahkan Kahar kepada Abista dan berkata, “Kahar kurang enak badan. Abista, kamu bawa saja dulu dia pulang. Jangan biarkan dia keluyuran di luar.”Meskipun merasa agak bingung, Abista tetap menuruti ucapan ayahnya. “Baik, Ayah.”Setelah Abista membawa Kahar pergi, Damar baru berkata pada Ayu dengan tenang, “Sebelum ada bukti nyata, semua itu hanya tebakan yang nggak berbobot. Tenangkan dirimu. Dengan begitu, kamu baru nggak akan terpengaruh orang lain.”Ayu seketika mengerti. Benar juga, memangnya kenapa meskipun Syakia mengungkapkan hari ulang tahunnya? Selama tidak ada bukti nyata, dia tetap adalah putri asuh Adipati Pelindung Kerajaan. Namun, mana mungkin Ayu rela hanya dengan menjadi putri asuh?Ayu menggertakkan gigi, lalu diam-diam memelototi Syakia. Ini s
Read more