“Siapa?” Abdi memutar otak sejenak, lalu membelalak dan berkata, “Jangan bilang itu ulah Panji?”“Benar! Itu memang ulahnya! Dengar-dengar, dia yang sudah mencuri, tapi nggak berani ngaku dan malah mengambinghitamkan Syakia!” Pemuda itu berdecak beberapa kali sebelum melanjutkan, “Awalnya, aku nggak percaya. Tapi, kalau dinilai dari situasi sekarang, sepertinya rumor itu benar.”Baru saja pemuda itu selesai berbicara, terdengar makian dari kereta kuda di sampingnya.“Panji benar-benar berengsek!”Dulu, Abdi sering bergaul dengan Panji dan mengira dirinya lumayan memahami Panji. Namun, setelah mendengar ucapan Panji di Kediaman Adipati Pelindung Kerajaan waktu itu, dia pun memiliki pemahaman baru terhadap Panji.Meskipun begitu, Abdi tetap tidak menyangka bahwa Panji bahkan tega melakukan hal seperti mencelakai mantan tunangannya. Meskipun pernikahan mereka sudah dibatalkan, Panji dan Syakia tetap adalah teman semasa kecil yang tumbuh besar bersama. Selain menghina orang, dia juga ingin
Magbasa pa