All Chapters of Pembalasan Dendam Sang Putri Adipati: Chapter 121 - Chapter 130

245 Chapters

Bab 1121

“Paman, Ayu, akhirnya kalian kembali juga.”Begitu mendongak, Abista dan yang lain baru menyadari bahwa Panji sedang berada di rumah mereka untuk menunggu kepulangan mereka.Panji segera melangkah mendekat, lalu berdiri di samping Ayu dan bertanya dengan bingung, “Ke mana kalian hari ini? Kenapa kalian nggak ada di rumah sepanjang sore dan baru pulang sekarang?”Begitu mendengar pertanyaan itu, Abista dan yang lain tertegun sejenak. Sangat jelas bahwa selain mereka, bahkan Panji yang merupakan teman sejak kecil dan mantan tunangan Syakia juga melupakan ulang tahun Syakia. Kama merasa makin tidak berdaya.Hanya Ayu yang menjawabnya sambil tersenyum, “Hari ini, kami pergi ke Kuil Bulani untuk rayakan ulang tahun Kak Syakia.”Begitu mendengar ucapan Ayu, ekspresi Panji langsung menjadi muram. “Buat apa kalian pergi merayakan ulang tahunnya?”“Bukan cuma kami, bahkan Pangeran Adika juga pergi ke sana,” tambah Ayu dengan sengaja.Ekspresi Panji langsung berubah drastis. “Apa? Kenapa dia ada
Read more

Bab 122

“Sembarangan!” Kama menunjukkan reaksi yang paling kuat. Dia memelototi Panji dan berseru, “Syakia itu juga mantan tunanganmu. Meski pernikahan kalian sudah dibatalkan, dia itu tetap adik sepupumu. Kenapa kamu malah asal mengarang cerita tentangnya!”“Buat apa kamu begitu marah? Aku kan cuma asal tebak, bukan bilang itu pasti.” Panji merasa ucapannya tidak salah. Namun, kali ini, bahkan ekspresi Abista juga mendingin.“Panji, ada beberapa hal yang nggak boleh asal kamu tebak. Apa kamu tahu ucapanmu tadi sangat mungkin bisa merusak reputasi Syakia!”“Benar, Kak Panji. Sebaiknya kamu jangan ngomong lagi. Lagian, mana mungkin tokoh sehebat Pangeran Adika jatuh cinta sama Kak Syakia?”Ayu menasihati Panji dengan ekspresi tegang, juga diam-diam memaki Panji dalam hati. Orang ini benar-benar idiot! Seorang biksuni seperti Syakia mana layak disukai Adika!Namun, ucapan Ayu malah membuat Kama mengernyit. Kenapa dia merasa ada yang aneh dari ucapan Ayu? Meskipun Adika memang adalah sosok yang
Read more

Bab 123

“Kamu .... Ugh! Kama .... Pfft! Aku ... aku akan habisi kamu!”Panji yang dihajar juga sudah kehilangan kesabaran. Setelah mendapat kesempatan untuk berdiri, dia segera meluncurkan serangan balik. Kedua pria itu pun mulai berkelahi di depan gerbang Kediaman Adipati Pelindung Kerajaan.Abista dan orang lainnya hendak melerai Kama dan Panji, tetapi gagal. Pada akhirnya, Abista memanggil pengawal keluar. Setelah sekitar 8 pengawal turun tangan bersama, kedua orang itu baru berhasil dilerai. Meskipun begitu, kedua orang itu masih terlihat ingin menerkam satu sama lain.Abista memijat dahinya dengan tidak berdaya. Putra kedua Adipati Pelindung Kerajaan dan putra mahkota dari Kediaman Pangeran Darsuki yang berkelahi di tengah jalan sangatlah memalukan.“Pengawal, segera antar Panji pulang!” Sebelum pengawal menyeret Panji pergi, Abista berpesan, “Kalau Bibi dan Paman tanya kenapa mereka berkelahi, kalian jawab saja hal ini berkaitan dengan Pangeran Adika. Kalau mereka lanjut bertanya, suruh
Read more

Bab 124

Setelah malam itu, Kama tinggal di aula leluhur lebih dari 10 hari. Baik itu Ayu, Abista, atau bahkan Damar yang memanggilnya, dia tetap tidak bersedia keluar.Abista awalnya mengira hukumannya terlalu berlebihan dan melukai harga diri adiknya. Setelah bertanya, Kama hanya menjawab, “Kak Abista, ini bukan karena kamu. Aku cuma mau menenangkan diri di sini untuk sesaat.”Setelahnya, Abista dan orang lainnya tidak lagi pergi mengganggu Kama. Hanya saja, pada hari ketiga, Abista membawa kabar bagi Kama.Panji lagi-lagi dipukul orang. Selain itu, hal ini terjadi di Kediaman Pangeran Darsuki. Dia langsung dimasukkan ke karung dan diseret keluar sebelum dipukul. Ketika ditemukan, Panji sudah sekarat. Dia yang seluruh tubuhnya dipenuhi luka berbaring di sebuah gang kecil.Hal yang terasa paling lucu adalah, entah apakah orang itu sengaja atau tidak, dia menanggalkan beberapa gigi Panji lagi. Saat ini, ucapan Panji bahkan terdengar kurang jelas karenanya.Setelah mengetahui hal ini, Ike hampir
Read more

Bab 125

Ekspresi Joko langsung membeku. Dia buru-buru menjawab sambil tertawa canggung, “Ini bukan karena teknik menyeduh tehku. Beberapa hari lalu, aku baru dapatkan beberapa botol daun teh yang bagus. Kalau Pangeran Adika suka, aku akan suruh orang mengirimnya ke kediaman Pangeran.”Dengan kata lain, Joko berharap Adika tidak perlu datang lagi. Dia sama sekali tidak ingin berinteraksi dengan Adika. Pertama, Damar dan Adika tidak terlalu cocok. Kedua, dia merasa Adika selalu datang dengan niat tidak bersahabat.Setelah kejadian sebelumnya, firasat Joko berkata bahwa kali ini, Adika pasti juga berkunjung dengan niat yang kurang baik. Sesuai dugaan, tebakannya terbukti benar tidak lama kemudian.“Mana bisa begitu.” Adika menatap teh dalam cangkir tehnya, lalu berujar sambil tersenyum, “Kalau istrimu datang ke kediamanku dan menuduhku mencuri daun tehmu, salah pahamnya akan jadi besar.”Setelah menyadari makna tersirat dari ucapan Adika, sudut mata Joko langsung berkedut. Dia memaksakan seulas s
Read more

Bab 126

Joko tentu saja memahami sifat istrinya. Sikapnya terhadap orang lain masih lumayan baik. Namun, dia selalu bersikap sangat sarkastik dan tidak masuk akal terhadap keponakannya itu. Joko sendiri juga merasa tidak berdaya mengenai hal ini.Dulu, Syakia dan Panji memiliki perjanjian pernikahan. Joko merasa mereka pasti akan berakhir menjadi satu keluarga. Jadi, dia pernah mencoba untuk menengahi situasinya beberapa kali. Tak disangka, baru saja Joko tidak memperhatikan hal ini beberapa kali, ada orang lain yang sudah datang untuk membela gadis itu. Terlebih lagi, orang itu adalah Adika. Jika bukan karena ada masalah, Adika yang sangat sibuk seharusnya tidak akan muncul di tempat ini.Joko menarik napas dalam-dalam dan berkata, “Sebentar, kok kamu tahu 3 botol krim pelembap Yui itu dicuri Putri Suci?”Ike yang masih belum menyadari keseriusan masalah ini menjawab dengan yakin, “Dalam beberapa hari terakhir, cuma dia dan si tua ... dan gurunya yang pernah datang ke kediaman kita. Kalau bu
Read more

Bab 127

Setelah mendengar kalimat terakhir itu, Joko langsung memejamkan matanya. Putri suci memiliki posisi yang setara dengan seorang putri kerajaan. Dengan kata lain, memfitnah putri suci setara dengan memfitnah putri kerajaan dan dosa itu sangat berat.Joko mau tak mau menghela napas dalam hati. Sepertinya, dia benar-benar tidak dapat terlepas dari masalah ini lagi kali ini.Begitu Adika mengatakan ingin menyelidiki hal ini, para prajurit Pasukan Bendera Hitam langsung mengepung seluruh Kediaman Pangeran Darsuki. Ike tidak menyangka Adika akan mengambil tindakan sebesar ini. Entah kenapa, dia merasa agak panik dan berseru, “Kalian mau apa? Ini Kediaman Pangeran Darsuki! Meski itu Pangeran Adika, Pangeran juga nggak boleh melakukan hal seperti ini untuk mengintimidasi kami!”“Aku memang nggak boleh hanya mengintimidasi kalian. Kalau nggak, kamu tulis saja surat dan suruh kakakmu datang kemari?”Adika melirik Ike. Tatapannya yang dingin sontak membuat Ike ketakutan. Namun, dia memaksakan di
Read more

Bab 128

Krim pelembap Yui yang dimiliki Ike ada 3 botol. Meskipun Panji hendak menyenangkan Ayu, dia juga seharusnya menyisakan sebotol krim itu untuk ibunya.Ketika memikirkan dirinya tidak dapat menggunakan sebotol pun krim itu karena putranya memberikan semuanya kepada orang lain, Ike merasa sangat sakit hati. Dia tahu putranya menyukai Ayu. Namun, mereka masih belum menikah dan putranya malah diam-diam membantu orang lain menipu ibunya sendiri.Hanya saja, tidak peduli seberapa marah pun Ike, itu tetap adalah putra kandungnya.“Ternyata ini ulah anak itu! Terima kasih, Pangeran Adika. Berhubung masalah ini sudah diselidiki dengan jelas, serahkan saja sisanya kepada kami. Jangan khawatir, aku pasti akan menghukum anak itu” ujar Ike.Adika meliriknya sambil tersenyum sinis. “Kamu menghukumnya? Hukuman apa yang mau kamu jatuhkan?”Ike yang tidak tega memukul putranya hanya bisa menjawab, “Bagaimana kalau aku suruh dia berlutut di aula leluhur?”“Boleh.” Di luar dugaan, Adika langsung setuju.
Read more

Bab 129

“Kak, akhirnya kamu datang juga!” Begitu melihat Damar, Ike langsung menangis dengan sedih dan mengadu, “Kalau kamu nggak datang, adik dan keponakanmu ini akan ditindas bajingan tua itu!”“Jangan asal bicara!” Damar terlebih dahulu menegur Ike, “Apanya yang bajingan tua, Joko itu suamimu. Kamu sudah menjabat sebagai nyonya rumah kediaman ini sekalian lama, kenapa kamu masih nggak bisa bersikap dewasa.”“Kak, kamu sebenarnya datang untuk bantu aku atau bukan?”Damar melirik Ike dan Ike tidak lagi berani berbicara.“Aku memang datang untuk membantumu, tapi aku juga nggak bisa biarkan kamu bertindak seenaknya.” Seusai menegur Ike, Damar menoleh ke arah Joko dan berkata, “Joko, adikku ini sudah terbiasa dimanjakan di rumah. Kalian sudah menikah selama ini, kamu seharusnya paham dan terima sifatnya dari dulu. Kenapa hari ini kamu malah menyuruhnya minta maaf sama orang lain?”Joko pun tersenyum sinis. Jika itu hari biasa, dia mungkin akan menghormati Damar. Namun, dia tidak dapat melakukann
Read more

Bab 130

Damar menatap Joko dengan tidak senang. Namun,saat ini, Joko hanya mengasihani Syakia.“Kalau bukan karena kamu selalu bersikap acuh tak acuh, apa mungkin Syakia bisa berakhir seperti sekarang? Dia itu putri kandungmu. Tapi, sejak kapan kamu berhenti memperlakukannya seperti putri kandung? Bahkan seorang putri asuh juga lebih dimanjakan daripada putri sah. Itu karena kamu pilih kasih, atau ada hal memalukan yang kamu sembunyikan?”“Ayah!”“Joko!”Ike dan Panji tidak menyangka Joko berani mengucapkan hal seperti itu kepada Damar. Bagaimanapun juga, Joko tidak pernah bersikap tidak sopan pada orang dari Kediaman Adipati Pelindung Kerajaan. Sekarang, Joko malah bersikap seperti ini terhadap Damar demi Syakia.Ike tentu saja berharap dibela oleh kakaknya. Namun, dia juga tidak berharap suami dan kakaknya bertengkar. Sekarang, dia adalah istri Joko. Dia tentu saja ingin menghabiskan hidupnya dengan suaminya.Ike buru-buru menarik Joko dan berkata, “Suamiku, sudahlah. Ini semua salahku. Kaka
Read more
PREV
1
...
1112131415
...
25
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status