All Chapters of Pembalasan Dendam Sang Putri Adipati: Chapter 101 - Chapter 110

245 Chapters

Bab 101

“Apa maksud Master?” tanya Adika dengan pura-pura tidak mengerti.Shanti menunduk dan menjawab, “Pangeran Adika seharusnya mengerti maksudku. Kuil Bulani adalah tempat ibadah umat Budhem. Semua orang yang jalani hidup di kuil ini harus putuskan ikatan duniawi mereka. Sahana juga sama.”Adika bertanya dengan ekspresi datar, “Maksud Master, aku ganggu latihan Sahana?”Shanti tidak membantah. Keheningan pun melanda kedua orang itu.Setelah sesaat, Adika baru berkata, “Ada sesuatu yang selalu ganggu pikiranku. Master seharusnya juga tahu. Kebetulan, ada Master hari ini. Aku mau minta Master pecahkan kebingungan ini.”Shanti tidak menolak. “Silakan katakan, Pangeran.”“Aku pernah baca buku yang bilang, Tuhan hanya menolong mereka yang berjodoh. Menurutmu, apa Tuhan Buddha bisa menolong orang sepertiku?”Adika mengangkat tangan kanannya yang telah lama menggenggam pedang. Jari-jarinya panjang dan ramping, tetapi penuh dengan luka. Sama seperti luka-luka di tubuhnya yang tersembunyi di balik
Read more

Bab 102

Kehidupan para biksuni di Kuil Bulani sangatlah keras. Biasanya, mereka memang sangat jarang dapat makan kue-kue seperti ini.Setelah Shanti setuju, Syakia segera pergi membagikan beberapa bungkus kue itu kepada kakak seperguruannya. Ketika kembali lagi, hanya tersisa setengah bungkus kue di tangannya. Saat melihat Adika, dia tiba-tiba teringat sesuatu. “Ah ....”Syakia lupa menyisakan kuenya untuk Adika ....Adika tahu apa yang dipikirkan Syakia. Dia pun hendak mengatakan dirinya tidak menyukai kue-kue seperti ini dan menyuruh Syakia menghabiskannya sendiri. Namun, dia tiba-tiba berubah pikiran dan berkata dengan alis terangkat, “Gimana ini? Kuenya cuma sisa sedikit. Aku bahkan nggak dapat sepotong pun.”Begitu mendengar ucapan itu, Syakia bertambah malu. Ini adalah kue yang dibeli Adika, tetapi dia hanya teringat pada para kakak seperguruannya dan lupa menyisakannya untuk Adika. Dia pun menyodorkan setengah bungkus kue yang tersisa itu dan bertanya, “Masih ada sisa sedikit. Pangeran
Read more

Bab 103

Ternyata begitu. Pantas saja Adika hanya menyuruhnya untuk membacakan sutra sebagai bentuk balas budi. Setelah memahami hal ini, Syakia pun menghela napas lega.“Pangeran Adika sudah berjasa dalam memberikan kedamaian bagi rakyat. Sekarang, Pangeran merasa tersiksa. Sudah seharusnya aku menolong Pangeran sebisaku.” Syakia tersenyum dengan tulus dan melanjutkan, “Kalau sutra yang kubaca bisa buat Pangeran merasa baikan, aku justru merasa terhormat.”Dapat dikatakan bahwa dewa perang ini memainkan peran yang sangat penting dalam perdamaian dan kemakmuran yang dimiliki Dinasti Minggana saat ini. Jadi, Syakia tentu saja tidak akan menolak permintaannya, apalagi ini hanyalah permintaan kecil.Melihat Syakia yang menyetujui permintaannya, Adika tersenyum makin lebar.“Kalau Pangeran merasa nggak enak badan, carilah aku kapan pun itu. Pangeran juga nggak perlu bawakan apa-apa untukku.”Syakia mengira Adika memberikannya begitu banyak barang karena ingin menyuapnya. Setelah mengetahui faktanya
Read more

Bab 104

“Cih! Kami menindasmu?” Ike langsung tertawa, lalu berkata dengan nada meremehkan, “Syakia, jangan sok suci! Kamu tahu jelas apa yang kamu curi dariku. Apa aku perlu membeberkannya lagi?”“Nggak usah main teka-teki sama aku!” Syakia menjawab tanpa sungkan, “Kalau kamu menuduhku curi barangmu, langsung katakan dengan jelas di depan semua orang!”“Oke. Aku awalnya masih mau jaga harga dirimu demi Kak Damar. Berhubung kamu begitu nggak tahu malu, aku juga nggak perlu peduli lagi,” ujar Ike. Kemudian, dia memberi isyarat pada dayangnya.Dayang itu segera melangkah maju dan berkata dengan sombong, “Beberapa hari lalu, Master Shanti bawa Putri Suci ke Kediaman Pangeran Darsuki untuk menemui Nyonya Juwita. Tapi setelah kalian pergi, 3 botol krim pelembap Yui di gudang kami tiba-tiba hilang.”Ike mendengus, “Selain kalian, nggak ada orang lain yang datang ke Kediaman Pangeran Darsuki selama beberapa hari itu. Kalau bukan kalian yang curi, siapa lagi?”“Krim pelembap Yui? Apa itu? Bukannya itu
Read more

Bab 105

Jelas-jelas, Ike adalah bibi kandung Syakia. Namun, Ike malah begitu membencinya. Hati Syakia benar-benar terasa dingin. Anggota Keluarga Angkola selalu tahu bagaimana cara menyakitinya.“Kamu pada dasarnya adalah orang berhati kejam, pencemburu, dan berhati sempit!” Ike langsung memaki Syakia tanpa ragu, “Kamu nggak hormat pada seniormu dan kakakmu, juga selalu halalkan berbagai cara untuk melukai Ayu. Nggak heran anak yang nggak punya didikan ibu sepertimu terjerumus ke jalan sesat!”“Sudah cukup?” Syakia menatap Ike dengan penuh amarah dan berseru, “Anak yang nggak punya didikan ibu? Benar, aku memang nggak punya didikan ibu. Tapi, siapa yang mengucapkan kata sekasar dan menusuk itu terhadap juniornya? Kamu itu nyonya rumah Kediaman Pangeran Darsuki, juga putri Adipati Pelindung Kerajaan dulunya. Memangnya kamu punya pendidikan!”“Diam! Beraninya kamu melawanku!” Ike sontak bangkit dari kursinya. Amarah yang melandanya membuatnya melupakan statusnya dan Syakia saat ini. Dia langsung
Read more

Bab 106

Setelah Syakia mengempaskan tangan Ike, dayang Ike buru-buru memapah Ike. Ike menunjuk Syakia dengan tangan gemetar dan berseru, “Baik! Tunggu saja kamu! Masalah hari ini masih belum selesai!”Kemudian, Ike yang awalnya datang dengan arogan pun pergi dengan tampang menyedihkan.Syakia memalingkan wajah, lalu langsung masuk kembali ke kuil. Sementara itu, sekelompok orang yang berkumpul di samping merasa kebingungan.“Jadi, sebenarnya Putri Suci memang mencuri klim pelembap Yui Nyonya Ike atau nggak?”“Apa masih perlu ditanya? Bukannya hasilnya sudah sangat jelas? Nyonya Ike curiga Putri Suci mencuri krim pelembap Yui, tapi nggak punya bukti. Lagian, Putri Suci juga sama sekali nggak takut. Aku rasa, dia nggak mencurinya.”“Nggak bisa bilang begitu juga. Menurutku, rasa curiga Nyonya Ike sangat beralasan. Reputasi Putri Suci dulu memang nggak bagus. Aku rasa, mungkin saja dia melakukan hal seperti ini untuk balas dendam pada Nyonya Ike.”“Kamu bodoh? Kalau Putri Suci benar-benar mencur
Read more

Bab 107

Begitu mendengar ucapan Kama, suasana dalam rumah menjadi hening. Ekspresi Ayu juga menegang sejenak. Tangannya yang tersembunyi di bawah meja terkepal erat, dia diam-diam merasa kesal pada Kama yang tiba-tiba mengungkit hal ini.Sebelumnya, Syakia itu jelas-jelas sudah membuat nyawa Kama hampir melayang. Kenapa sekarang si bodoh ini makin peduli pada wanita jalang itu? Apa otak Kama bermasalah? Makin orang membencinya, dia justru makin ingin menyanjung orang itu?Selain Kama, Abista juga tertegun sejenak sebelum bereaksi.“Ini memang hari ulang tahun Syakia,” ucap Abista dengan perasaan campur aduk. Dia tiba-tiba merasa agak bersalah. Jika bukan karena Kama mengungkit hal ini, dia nyaris melupakan hal ini.Kahar berkata dengan kening berkerut, “Buat apa Kak Kama tiba-tiba ungkit tentang dia? Sekarang, dia bukan lagi anggota Keluarga Angkola. Apa hubungannya hari ulang tahunnya dengan kita?”Ranjana mengambil teh dari meja dan menyesapnya dengan acuh tak acuh tanpa bersuara.Abista te
Read more

Bab 108

Intinya, Kahar tidak mengerti isi hati Abista dan Kama. Sekarang, mereka menjadi begitu perhatian pada Syakia. Sebelumnya, Abista jelas-jelas tidak pernah peduli pada Syakia, sedangkan Kama juga selalu memukul Syakia. Ada apa dengan mereka sebenarnya? Apa Syakia sudah menyantet mereka sehingga mereka lupa sekejam apa Syakia dulunya?“Kak Kahar, jangan ngomong begitu. Kalau kedengaran Kak Syakia, dia pasti sedih.”Ayu memang berkata begitu, tetapi malah diam-diam merasa puas dalam hati. Untungnya, Kahar masih berada dalam cengkeramannya. Bagaimanapun juga, pemuda yang emosinya terlihat tidak stabil ini adalah orang yang paling keras kepala di antara empat saudara ini.Selama Kahar menganggap Syakia berhati busuk, pemikirannya tidak akan mudah diubah siapa pun. Jadi, Ayu dapat memanfaatkan Kahar dengan sangat mudah.“Jangankan dia nggak bisa mendengarnya sekarang, meski dia berdiri di hadapanku, aku juga berani mengatakannya.” Nada Kahar terdengar tidak berperasaan. Sebelum pergi, dia me
Read more

Bab 109

“Apa?” Adika mengerutkan keningnya dan bertanya, “Upacara kedewasaan waktu itu bukan hari ulang tahun Sahana?”“Paman juga terkejut, ‘kan?” Kaisar menghela napas dan berujar, “Aku juga baru tahu rupanya hari ini barulah hari ulang tahun Putri Suci. Adipati Damar sepertinya juga baru teringat. Makanya, dia baru datang minta izin padaku lewat jam makan siang.”Sejak Anggreni meninggal, Kediaman Adipati Pelindung Kerajaan benar-benar makin tidak teratur. Meskipun Damar mengumumkan bahwa Ayu adalah putri dari penyelamatnya dan dia hanya mengangkatnya menjadi putri asuh, Kaisar tentu saja dapat menyelidiki hal ini dengan mudah. Jadi, dia tahu bahwa Ayu adalah putri haram Damar.Awalnya, Kaisar merasa hal ini sudah cukup tidak masuk akal. Tak disangka, seorang Adipati Pelindung Kerajaan malah melakukan hal yang lebih tidak masuk akal lagi demi putri haram ini. Selain tidak menyelenggarakan upacara kedewasaan di hari ulang tahun putri sahnya, dia malah membuat putri sahnya menjadi penyokong p
Read more

Bab 110

Namun, Syakia tidak peduli pada Ayu.Melihat Syakia yang mengabaikan mereka semua, Kahar yang pada dasarnya merasa tidak senang sontak merasa jengkel. “Kenapa? Habis jadi biksuni, kamu juga belajar jadi orang bisu?”“Kahar,” tegur Abista untuk mengisyaratkannya menenangkan diri.Kama memandang Syakia yang berdiri di tengah ladang. Sekarang, dia tidak lagi segegabah dulu. Sebaliknya, Kahar yang pendiam malah berubah makin mirip dengannya yang dulu. Setelah terdiam sejenak, Kama melangkah maju dan mengambil sebuah ember yang terletak di halaman sambil berkata, “Mari kubantu.”“Nggak usah.” Syakia akhirnya berbicara. Namun, ucapan pertamanya malah merupakan penolakan. Dia berdiri, lalu menatap Kama dan orang lainnya dengan dingin sambil berujar, “Halamanku ini kotor dan kecil, juga nggak cocok untuk menampung tokoh hebat seperti kalian. Kalau kalian nggak punya urusan, sebaiknya jangan tinggal berlama-lama di sini.”Namun, Kama bersikap seperti tidak mendengar penolakan Syakia. Dia bersi
Read more
PREV
1
...
910111213
...
25
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status