Apa ada lumpur yang mengotori matanya ketika dia menyiram tanaman tadi? Namun, kenapa Syakia sama sekali tidak merasakannya?Tepat ketika Syakia merasa kewalahan, Adika tiba-tiba berkata, “Sekarang sudah nggak ada. Tadi, waktu kamu lihat Kahar, matamu dipenuhi banyak emosi. Ada amarah, kebencian, kesedihan, penderitaan ....”Setiap Adika menyebutkan sebuah emosi, ekspresi di wajah Syakia perlahan-lahan sirna. Pada akhirnya, Adika bertanya dengan pelan, “Apa sebenarnya yang kamu alami di rumah itu?”Syakia tentu saja tidak mungkin menjawab pertanyaan itu. Setelah terdiam sejenak, dia baru menjawab, “Aku nggak nyangka Pangeran begitu peka.”“Bukan aku yang peka, tapi kamu nggak tahu seberapa kuat emosi yang terpancar dari matamu tadi.”Emosi yang terpancar dari mata Syakia tadi begitu kuat sampai tidak dapat diabaikan oleh orang lain. Selain itu, Adika juga tidak memberi tahu Syakia bahwa selain dirinya, masih ada seseorang yang sepertinya juga menyadarinya.Syakia mengepalkan tangannya,
Read more