Lea duduk di tepi ranjang pemeriksaan, tangannya meremas ujung mantel hitam yang membungkus tubuhnya. Udara di ruangan terasa dingin, tetapi bukan itu yang membuatnya menggigil—melainkan tatapan tajam wanita di hadapannya.Ibu tirinya, Astrid Galen, berdiri dengan angkuh di samping dokter yang tengah menyiapkan alat pemeriksaan.“Silakan berbaring,” perintah dokter dengan suara netral.Lea menoleh ke arah Astrid, berharap ada celah untuk menolak, tetapi wanita itu hanya melipat tangan di dada menunggu tanpa kesabaran.“Jangan membuatku menunggu, Lea,” suara Astrid terdengar tegas. “Aku ingin kepastian.”Punggung Lea menegang tetapi ia tahu tidak ada gunanya melawan. Dengan enggan, ia akhirnya berbaring di atas ranjang dan membiarkan dokter menjalankan tugasnya. Sesekali, jemarinya mengepal, matanya memejam rapat saat alat pemeriksaan menyentuh kulitnya.“Bagaimana hasilnya?” suara Astrid memecah keheningan.Dokter menarik napas, menatap layar sebentar sebelum akhirnya berbalik menatap
Terakhir Diperbarui : 2025-03-11 Baca selengkapnya