Asap tipis mengepul saat nyala lilin padam, menyisakan jejak samar di udara. Lea mengembuskan napas pelan, berusaha menenangkan debaran di dadanya yang masih belum mereda. Namun ketenangan itu hanya bertahan sesaat, karena kejutan hari ini belum sepenuhnya berakhir.Kayden tiba-tiba bangkit dari tempatnya, lalu berjalan menuju meja di dekat sofa. Kedua tangannya terulur mengambil beberapa kotak hadiah yang tersusun rapi di sana, kemudian membawanya ke hadapan Lea sekaligus.“Terima ini.”Lea menatap tumpukan kotak itu dengan ragu sebelum akhirnya menerimanya. Balutan kertas elegan yang membungkus kotak-kotak itu terasa sedikit berat di pangkuannya.“Hadiah lagi?” gumamnya seraya menatap Kayden. “Uhm, terima kasih.”Kayden tersenyum tipis, lalu meraih sesuatu dari meja. Bukan sebuah kotak kali ini, melainkan buket bunga.Lea mengerjap ketika pria itu menyerahkan buket itu padanya. Bukan mawar, bukan lili, tetapi bugenvil. Kelopaknya yang lembut berwarna keunguan, merah muda, dan putih
Terakhir Diperbarui : 2025-03-05 Baca selengkapnya