Home / Romansa / Hasrat Liar Sang Kakak Ipar / Chapter 151 - Chapter 160

All Chapters of Hasrat Liar Sang Kakak Ipar: Chapter 151 - Chapter 160

174 Chapters

151. Kunjungan Annika - Api Cemburu yang Membakar Kayden

Setelah bermain ski kemarin, Annika tidak pernah lagi melihat Lea di manapun. Bahkan saat waktu makan tiba, wanita itu tak muncul di restoran. Annika khawatir. Ia sudah mencoba menghubungi Lea berkali-kali, tetapi tidak ada jawaban sama sekali dari wanita itu.Saat matanya tak sengaja menangkap sosok Jonas yang baru saja masuk, Annika segera menghampiri pria itu.“Tuan Beckett!” seru Annika seraya berlari mendekatinya.Jonas menoleh dan melangkah maju. “Ada apa, Nona Bennett?” tanyanya.Annika berdiri tepat di depan Jonas. “Uhm, aku ingin bertanya padamu. Apa kamu melihat Lea Rose? Aku tidak melihatnya dan tidak bisa menghubunginya lagi sejak bermain ski kemarin. Aku bertanya pada instruktur yang melatihnya, katanya sempat terjadi insiden kecil. Tapi dia tidak menemukan Lea saat ingin mengambil kotak obat,” katanya panjang lebar, wajahnya menunjukkan kekhawatiran yang mendalam.Jonas mengangguk pelan. “Benar. Nona Rose sempat mengalami insiden yang membuat lututnya cedera. Dokter meng
last updateLast Updated : 2025-03-15
Read more

152. Ketahuan

Empat hari kemudian,Lea baru saja kembali ke kediaman keluarga Easton setelah seharian bekerja. Namun, bukannya bisa beristirahat, ia malah mendapat sambutan mengejutkan dari Noah yang sengaja menunggu kedatangannya di kamar. Wajah pria itu tampak begitu marah dan murka.“N-Noah?” ucap Lea tergagap.Langkahnya seketika terhenti di ambang pintu kamar ketika tatapan tajam Noah mengunci dirinya.Lea tidak tahu mengapa Noah terlihat begitu marah. Namun, sebelum ia sempat bertanya, pria itu sudah melemparkan begitu banyak lembaran foto ke udara.Salah satu foto mendarat tepat di depan Lea, dan matanya membelalak saat melihat dirinya bersama Kayden di resor waktu itu—terlihat begitu intim.“Beraninya kamu berselingkuh dengan Kayden di belakangku!” pekik Noah dengan suara penuh kemarahan.Lea tersentak. Ia tidak mengira Noah akan semarah ini mengingat selama ini pria itu tidak peduli padanya ataupun pernikahan mereka.“Kamu tahu apa yang paling membuatku merasa terhina?” Noah mendekat denga
last updateLast Updated : 2025-03-15
Read more

153. Diasingkan

Kaelyn Brown tidak membuang waktu. Setelah memastikan Robert tidak mengambil tindakan langsung terhadap masalah ini, ia segera keluar dari kamar dan memerintahkan salah satu pengurus rumah tangga yang paling ia percayai, Harold, untuk menemuinya di ruang baca.Tak butuh waktu lama, pria paruh baya itu berdiri tegak di depan Kaelyn, menunggu perintahnya dengan penuh kewaspadaan.“Pastikan wanita itu mendapatkan perawatan medis terlebih dahulu,” perintah Kaelyn. “Aku tidak ingin ada masalah lebih lanjut. Setelah dia stabil, segera bawa dia pergi. Jangan sampai ada yang menemukannya, terutama Kayden atau keluarganya sendiri. Dan Harold, jangan buat kesalahan.”Harold menelan ludah saat menyadari betapa seriusnya situasi ini. “Saya mengerti, Nyonya. Akan saya urus secepatnya.”Setelah melihat Kaelyn menganggukkan kepala, Harold segera bergerak. Dengan bantuan dua orang bawahannya, mereka kembali ke kamar Lea dan membawa tubuh Lea yang masih tidak sadarkan diri ke atas ranjang.Seorang dok
last updateLast Updated : 2025-03-16
Read more

154. AKu Tidak Ingin Kehilangan Dia Lagi

Kayden baru saja tiba di kediaman keluarga Easton dan langsung menuju kamar Lea. Tanpa ragu, ia mengangkat tangannya dan mengetuk pintu.Hening. Tidak ada jawaban.Ia mengetuk sekali lagi, kali ini lebih keras. Namun, tetap saja tak ada suara dari dalam.Sebelumnya, ia sudah mencoba menghubungi Lea berkali-kali, tetapi panggilannya terus berakhir tanpa jawaban.Ada yang tidak beres.Perasaan itu mencuat begitu saja di benaknya.“Ke mana sebenarnya wanita ini?” gumamnya pelan.Tanpa membuang waktu, ia segera turun ke lantai satu. Begitu matanya menangkap sosok pelayan, ia langsung memanggilnya.Pelayan itu menghampiri dengan sikap hormat. “Ada yang bisa saya bantu, Tuan Muda?”“Di mana Lea Rose? Apa dia sudah pulang?” Suaranya terdengar serius, nyaris menuntut jawaban.Pelayan itu tampak ragu sesaat sebelum menjawab, “Maaf, Tuan … Nyonya Rose tidak ada di rumah. Dia pergi.”Ekspresi Kayden berubah serius. Mata birunya tajam menatap pelayan yang tampak gelisah.“Kemana dia?”Pelayan itu
last updateLast Updated : 2025-03-16
Read more

155. Ceraikan Dia

Ponsel Kayden bergetar di tangannya, layarnya menampilkan pesan dari Jonas.[Nyonya Rose sudah ditemukan. Berikut lokasinya: Desa Winterhollow, sebuah daerah terpencil di utara Eldoria, jauh dari pusat kota]Tanpa membuang waktu, Kayden memasukkan ponselnya ke dalam saku dan berbalik meninggalkan Kaelyn Brown tanpa sepatah kata pun.“Kayden!” panggil Kaelyn, suaranya dipenuhi kepanikan. Namun, pria itu tidak sedikit pun menoleh.Dengan langkah mantap, Kayden menuju mobilnya dan segera menyalakan mesin. Ia menarik napas dalam, berusaha menahan gejolak di dadanya, lalu menginjak pedal gas. Kendaraan melaju, meninggalkan rumah keluarga Easton di belakang.Cahaya matahari pagi mulai meninggi, menyinari jalanan kota yang mulai sibuk. Meski lalu lintas tidak terlalu padat, Kayden tetap memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, melewati kendaraan lain tanpa ragu. Setiap detik terasa berharga. Namun, di balik ekspresinya yang tampak tenang, pikirannya terus berpacu.“Bertahanlah ... Little Ros
last updateLast Updated : 2025-03-17
Read more

156. Menolak Bercerai

Mendengar ancaman Kayden, Kaelyn terguncang hebat. Bayangan Noah diusir dari keluarga Easton adalah mimpi buruk baginya. Dengan penuh ketakutan, ia memohon putranya untuk menurut.“Noah, kamu harus menceraikan Lea,” suaranya bergetar cemas.Namun, Noah tetap teguh. Selama ini, ia sudah banyak mengalah pada Kayden, dan kali ini ia bertekad tidak akan menyerah.“Tidak, Bu! Aku tidak akan menceraikannya, bagaimanapun juga!” tegasnya.Kaelyn semakin panik. “Jangan bodoh, Noah! Apa gunanya mempertahankan wanita itu jika kita kehilangan segalanya?!” bentaknya.Noah menatap ibunya tajam. “Tidak akan! Dia hanya menggertak, dan Ayah tidak akan—”“Kamu pikir aku hanya bercanda?” Kayden menyela dengan tatapan dingin. “Dengan satu kalimat dariku tentang kalian berdua, Ayah pasti akan menyingkirkan kalian. Kamu tahu betul, Noah, selama ini Ayah hanya menomorsatukanku dan mendengarkanku.”Ia tersenyum tipis sebelum menambahkan, “Lagipula, sampai detik ini Ayah tidak bertindak apa pun, padahal dia s
last updateLast Updated : 2025-03-17
Read more

157. Dokumen Perceraian

Dua hari setelah kejadian itu, malam di kediaman keluarga Easton terasa lebih sunyi dari biasanya.Lea baru saja kembali ke kamarnya setelah makan malam. Ia duduk di tepi ranjang, membiarkan keheningan menyelimuti dirinya sebelum suara pintu terbuka tanpa ketukan lebih dulu.Noah berdiri di ambang pintu dengan ekspresi dingin, tanpa emosi seperti biasanya. Tanpa berkata apa pun, ia melangkah masuk dan melemparkan sebuah amplop cokelat ke atas meja di samping tempat tidur.Lea menatap amplop itu, lalu mengangkat wajah menatap Noah dengan kening berkerut. “Apa ini?” tanyanya hati-hati.Noah memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. “Bukalah, dan tandatangani,” jawabnya singkat.Tanpa menunggu reaksi dari Lea, Noah segera berbalik dan melangkah keluar, membiarkan pintu terbuka lebar di belakangnya.Lea menatap kepergiannya dengan bingung, lalu menunduk ke arah amplop itu. Jemarinya yang sedikit gemetar perlahan meraihnya, kemudian membuka segelannya dengan hati-hati.Ketika selemb
last updateLast Updated : 2025-03-18
Read more

158. Diusir

Pada akhirnya, perpisahan antara Noah dan Lea tak bisa lagi dihindarkan. Setelah resmi bercerai, Lea kembali ke kediaman orang tuanya. Tentu saja, kepulangannya membawa kejutan besar bagi kedua orang tuanya—terutama Astrid Galen, ibu tirinya.“Apa?!” suara Astrid meninggi, nyaris berteriak. “Kamu dan Noah Easton bercerai?” Matanya membulat menatap Lea seakan tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.Lea mengangguk pelan. Sejak awal, ia bahkan tak berani mengangkat wajahnya, wanita itu hanya menunduk dalam diam menghadapi reaksi orang tuanya.“Kamu sudah gila?” bentak Astrid, nada suaranya penuh kemarahan. “Kenapa Noah Easton menceraikanmu?”Ia memijat pelipisnya dengan frustasi, seolah mencoba memahami kebodohan seperti apa yang telah dilakukan Lea hingga berakhir seperti ini.Di kursinya, Liam Thompson memberikan reaksi serupa. Wajahnya sama sekali tak bersahabat. Ekspresinya menunjukkan kekecewaan yang mendalam.“Kamu melakukan apa sampai diceraikan seperti ini, Lea?!” bent
last updateLast Updated : 2025-03-18
Read more

159. Kamu Masih Punya Aku

Jari-jari Lea gemetar saat ia merogoh ponselnya dari dalam mantel. Udara dingin menusuk kulitnya, tetapi tidak ada yang lebih menyakitkan dari kenyataan bahwa ia telah diusir tanpa belas kasihan. Napasnya masih tersengal akibat isak tangis yang belum mereda.Dengan ragu, ia menatap layar ponselnya, nama yang terpampang di sana membuat hatinya semakin berdebar kencang. Kayden Easton.Lea menggigit bibirnya, menekan panggilan dengan sisa keberanian yang ia punya. Nada sambung terdengar. Sekali. Dua kali. Lalu suara berat itu masuk ke telinganya.“Little Rose?”Lea membuka mulutnya, tetapi tidak ada suara yang keluar. Tenggorokannya tercekat. Ia menutup mata, berusaha meredakan getaran di tubuhnya sebelum akhirnya berhasil bersuara, meskipun lemah dan nyaris putus-putus.“A-Aku diusir. Aku tidak punya tempat untuk pergi ....”Hening di seberang sana. Begitu hening hingga Lea hampir mengira panggilannya terputus. Namun, sesaat kemudian, suara Kayden terdengar lagi—lebih rendah, lebih taja
last updateLast Updated : 2025-03-19
Read more

160. Bercinta

Malam sudah semakin larut. Lea berdiri di depan jendela, memandangi salju yang turun perlahan. Di bawah sana, beberapa kendaraan masih melintas di jalanan yang mulai lengang. Cahaya lampu dari gedung-gedung di kejauhan terasa seperti satu-satunya teman di tengah malam yang sunyi.Meski Kayden telah memberinya tempat tinggal yang nyaman dan hangat, hatinya tetap terasa kosong dan dingin.Bukan karena perceraiannya dengan Noah, tetapi karena kenyataan bahwa ia harus terusir dari rumah orang tuanya akibat perceraian itu.Lea mengeratkan pelukannya pada diri sendiri. Sudah lebih dari tiga puluh menit ia berdiri di sini. Kakinya mulai pegal, tetapi sesuatu yang tak kasat mata seolah menahannya untuk tetap tinggal.Tiba-tiba, sebuah tangan merayap perlahan di pinggangnya, diikuti kecupan hangat yang mendarat di pucuk kepalanya.“Mengapa belum tidur? Apa yang kamu lakukan berdiri di sini sendirian?” Suara berat dan serak itu terdengar lembut di telinga Lea.Lea menyandarkan kepalanya di bahu
last updateLast Updated : 2025-03-19
Read more
PREV
1
...
131415161718
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status