Di balik pohon yang menaungi tubuh kecilnya, Lia memejamkan mata, mencoba meredam suara napas yang tersengal. Suara langkah kaki mendekat, berirama, seperti detik jam yang tak kenal ampun. Hatinya berdebar, pikirannya berpacu, membayangkan kemungkinan terburuk.Namun suara itu berhenti, dan hening mengambil alih. Lia membuka mata perlahan, mengintip dari balik batang pohon. Sosok itu, kini lebih dekat, berdiri dalam bayang-bayang malam.“Lia,” suara lembut itu kembali memanggil, kali ini lebih mendesak.Dia mengenali suara itu. Rasa lega bercampur kebingungan menyeruak dalam hatinya. Keluar dari persembunyiannya, Lia menatap pria yang berdiri beberapa langkah darinya.“Dean?” suaranya hampir berbisik.Dean mengangguk, wajahnya basah oleh keringat, jaketnya terkoyak, dan di lengan kirinya terlihat luka yang mengeluarkan darah segar. Namun, matanya tetap tajam, memandang Lia dengan penuh kekhawatiran.“Lia, kau baik-baik saja?” tanyanya, suaranya pelan namun tegas.Lia mengangguk pelan,
Last Updated : 2025-01-06 Read more