Semua Bab Jodoh di Tangan Kakek: Bab 81 - Bab 90

128 Bab

81. Kehilanganmu adalah Mimpi Buruk

Bayi mungil berjenis kelamin laki-laki dengan berat 2,3 kilogram telah diselamatkan dari maut yang mengancam.Cindy lantas memberikan bayi itu kepada Alea dan Rafif. Mereka berdua lalu menatapnya lekat, “dia mirip sekali dengan Zayn,” ujar Rafif sambil tersenyum.“Kamu berikan dia nama mas,” ujar Alea.Rafif sama sekali tidak pernah terpikirkan tentang nama bayi mereka selama ini, karena terlalu banyak cobaan yang mereka lalui di kehamilan kedua Alea.“Zayd Haris Hadiwinata,” ucap Rafif spontan.“Kenapa Zayd?” tanya Alea.“Tidak apa, hanya saja mirip dengan Zayn jadi kita lebih mudah mengucapkannya,” jawab Rafif.Alea mengangguk menyetujui Rafif.Setelah melalui operasi yang cukup panjang, kini Alea telah di pindahkan ke ruang rawat inap.Jam sudah menunjukan pukul 03.00 pagi, Rafif belum terpejam sama sekali. Begitu juga Alea.“Mas, sepertinya aku mengantuk sekali,” ujar Alea.“Tidurlah sayang, aku akan berjaga disini,” sahut Rafif.Alea mengangguk lalu setelah itu terlelap sangat pul
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-07
Baca selengkapnya

82. Berdamai dengan Duka

Zayd Haris Hadiwinata, putra kedua Rafif dan Alea dinyatakan meninggal dunia pada pukul 09.00 pagi. Dia hanya bertahan hidup selama 9 jam setelah dilahirkan.Kabar itu tentu saja menimbulkan duka yang mendalam di hati Rafif dan Alea. Bukan hanya mereka berdua, kesedihan juga meliputi hati orang-orang terdekat mereka.Kepergian Zayd menyisakan luka yang begitu mendalam di hati Rafif dan Alea. Bayi yang Alea kandung selama 9 bulan, di jaga dan disayangi sepenuh hati sejak di dalam kandungan.Duka mereka semakin bertambah dikala mereka menyadari bahwa mereka belum puas memandangi wajah tampan Zayd, belum sempat menggendongnya dan kesempatan itu tidak akan pernah mereka miliki.Jenazah mungil Zayd langsung Rafif kebumikan hari itu juga. Setelah dia membawa pulang Zayd ke rumah sebentar, Rafif menggendong Zayd dalam pelukannya dan membawanya ke tempat pemakaman umum setempat.Setelah proses pemakaman selesai, Rafif pulang ke rumah dan baru tahu jika banyak sekali orang yang turut berbela su
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-08
Baca selengkapnya

83. Lembaran Baru

Butuh waktu satu tahun untuk Alea dan Rafif benar-benar bisa berdamai dengan duka mereka.Kini usia Zayn sudah hampir menginjak 3 tahun, dia sudah pintar berlari, banyak tingkah dan pandai sekali bicara. Membuat Alea dan Rafif semakin mencintainya.Hanya beberapa hari saja Zayn akan berulang tahun, Alea berniat untuk mengadakan pesta kecil dan mengundang keluarga dekat dan sahabatnya untuk datang ke rumah mereka dan merayakan pertambahan usia Zayn.Kabar pesta ulang tahun Zayn tentu disambut hangat oleh seluruh keluarganya.Berbagai persiapan mulai Alea lakukan, mulai dari mempersiapkan tema, hampers dan pengisi acara.“Zayn, kalau ulang tahun kamu ingin tema apa?” tanya Alea.“Superhero ma! Spider man!” jawab Zayn ceria.“Super hero kok sukanya nangis!” ujar Rafif mengejek saat dia baru saja pulang dari kantor.“Papa!” ucap Zayn senang, dia berlari menghampiri Rafif dan melompat ke arahnya.“Halo sayangku!” Rafif langsung mengangkat tubuh mungil putranya dan menciumi pipinya gemas.Al
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-08
Baca selengkapnya

84. Liburan

Satu bulan kemudian.Alea bersama dengan Rafif dan Zayn telah berangkat ke bandara pagi-pagi sekali untuk bertolak ke Switzerland sesuai yang direncanakan.Di perjalanan, Alea menyempatkan untuk berpamitan pada keluarganya melalui panggilan telepon.“Akhirnya sampai juga di hari ini, aku seneng banget bisa liburan ke Negara impianku,” ujar Alea pada Rafif dengan penuh semangat, setelah selesai melakukan panggilan telepon.“Aku sudah ingin kesana sejak lama, makasih ya kamu udah wujudin ini buat aku!” sambung Alea.“Sama-sama sayang, nikmatilah perjalanan ini dengan baik,” jawab Rafif.Selang beberapa menit, mereka tiba di bandara.Rafif mulai menurunkan beberapa koper berisi pakaian dan segala keperluan mereka selama di Swiss. Lalu menempatkan Zayn yang sedang tertidur di atas stroller.Setelahnya, Alea dan Rafif mulai berjalan memasuki bandara.Di dalam bandara, Alea dan Rafif lanjut berjalan menuju terminal keberangkatan untuk kemudian melakukan check in dan segera terbang menuju Swi
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-09
Baca selengkapnya

85. Salju Pertama Zayn

Hari kedua Alea, Rafif beserta rombongan di Swiss.Hari ini mereka akan berpindah kota dari Zurich ke Zermatt dengan menggunakan kereta api. Butuh waktu sekitar 3-4 jam untuk mereka tiba di Zermatt.Tidak ada kereta langsung yang bisa membawa mereka dari Zurich ke Zermatt, mereka harus berganti kereta di Visp, sebuah kota kecil di jantung Valais.Dalam perjalanan, kereta akan melewati kota Bern dan Thun, yang sangat layak dikunjungi karena kastil, museum, dan kawasan perbelanjaannya. Dari Visp, perjalanan yang indah melewati lereng gunung yang terjal dan air terjun, lalu naik ke Lembah Matter menuju Zermatt.Begitu tiba di Zermatt, mereka langsung menuju lereng ski. Ya, Zermatt terkenal di seluruh dunia karena jaringan lerengnya yang berada di dataran tinggi, diapit oleh Gunung Matterhorn yang terkenal.Mereka tiba pada siang hari, dan langsung menikmati pemandangan hamparan salju yang luas.“Mama kenapa semuanya putih?” tanya Zayn polos.“Itu namanya salju sayang, Zayn mau coba menyen
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-09
Baca selengkapnya

86. Kereta Gantung

Setelah puas bermain ski, Rafif mengajak Alea dan rombongan menuju ke stasiun lembah Zermatt-Matterhorn.Kemudian naik gondola Matterhorn Express untuk menuju Trockerner Steg, dan menaiki kereta gantung dari sana menuju puncak Matterhorn Glacier Paradise.Matterhorn Glacier Paradise adalah sebuah stasiun kereta gantung yang terletak di puncak Klein Matterhorn, di kanton Valais, Swiss. Stasiun ini memiliki ketinggian 3.883 meter di atas permukaan laut, dan merupakan stasiun kereta gantung tertinggi di Eropa.Dari sini, mereka dapat melihat pemandangan 360° di atas Pegunungan Alpen, yang mencakup 38 puncak gunung berapi dan 14 gletser di tiga negara.Dari atas kereta gantung mereka melihat pemandangan yang menakjubkan. Sejauh mata memandang, hamparan es menutupi puncak gunung-gunung Alpen yang didominasi oleh bebatuan.“Wow! Wah!” kalimat yang keluar dari mulut Zayn sepanjang menaiki kereta gantung.“Indah sekali ya nak,” ujar papa yang sedang menggendong Zayn.“Iya opa! Zayn mau turun d
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-10
Baca selengkapnya

87. Hangat di tengah Cuaca Dingin

“Mas, Zayn demam!” pekik Alea saat terbangun di pagi hari.“Mungkin dia kelelahan sayang, biar aku ambilkan kompres dan obat penurun panas,” ujar Rafif lalu meninggalkan kamar.Di dapur, Rafif bertemu dengan bunda dan mama yang sedang memasak.“Kamu sudah bangun?” tanya bunda.“Sudah bunda. Bun, aku minta kompres untuk Zayn,” ujar Rafif.“Zayn kenapa?” tanya bunda panik.“Dia demam, sepertinya karena kemarin terlalu asyik main salju,” jawab Rafif.“Apakah parah?” tanya mama.“Tadi suhunya 38 derajat,” jawab Rafif.“Ini kompresnya, kamu langsung kasih obat penurun panas ya biar gak berlarut-larut!” ujar bunda.“Baik bunda, terima kasih,” ucap Rafif lalu kembali ke kamar.Alea dengan cekatan langsung membasuh kening Zayn, begitu Rafif memberikan sebuah baskom berisi air. Setelah mengompresnya, Alea memberikan obat sirup penurun panas. Satu jam kemudian.Mama dan bunda menghampiri Zayn dikamar karena terus mendengar suara tangisan Zayn.Di kamar Zayn tengah digendong oleh Rafif. Sementa
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-10
Baca selengkapnya

88. Sungai Aare

Setelah melakukan perjalanan selama hampir dua minggu di Swiss, Alea dan rombongan kini telah sampai di kota terakhir yaitu kota Bern, dimana sungai Aare melintang di tengahnya.Sungai Aare sepanjang 295 km mengalir dari Kanton Bern melintasi Brienzersee dan Thunersee, lalu bertemu dengan sungai Rhein di dekat kota Waldshut, Jerman. Dengan warna air hijau kebiruan yang membuat pemandangan kota Bern semakin indah.“Semua sudut di negeri ini tampak indah, rasanya aku jatuh cinta sekali,” ujar Alea di balkon kamar hotel yang menghadap tepat ke sungai Aare.Dari latai 29, Alea bisa melihat sepanjang aliran sungai yang dipenuhi oleh orang-orang yang sedang berfoto dan berenang.“Ayo turun dan melihat sungai Aare lebih dekat,” ajak Rafif.Alea mengangguk lalu mengikuti Rafif. Kemudian mereka berpamitan kepada keluarga yang sedang beristirahat karena kelelahan, Zayn pun sedang tidur bersama mama, sehingga Alea dan Rafif hanya pergi berdua.“Bagaimana, apakah dengan jarak sedekat ini sungai Aa
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-11
Baca selengkapnya

89. Cerita Alea

Sepulangnya dari Swiss, Alea berencana akan berkunjung ke kantornya bekerja. Untuk memberikan buah tangan yang dia beli pada Najwa dan para karyawannya.Alea terkesima dengan banyaknya perubahan di kantor ini, namun ruangannya tidak berubah dan masih tertata rapi sampai hari ini. Sebab, selepas peninggalannya ruangan itu tetap digunakan oleh Rafif jika berkunjung kesana.Ya, tugas Rafif kini bertambah sebab selain memimpin Hadiwinata Grup yang sangat besar itu, dia juga tetap mengurus bisnis istrinya yang ditinggalkan demi mengurus dan membesarkan Zayn, putranya.“Wah tidak ada yang berubah disini!” ujar Alea.“Tentu saja, ruangan ini tetap gue rawat. Meskipun lo udah gak pernah kesini tapi laki lo masih sering mampir,” jawab Najwa.Setelah puas melihat ruangannya, Alea dan Najwa kembali ke lantai satu dan duduk di sofa yang ada di lobi.“Kayaknya gue pengen balik lagi kesini deh,” gumam Alea.“Ya udah balik aja, gue sih seneng banget kalo lo disini,” ujar Najwa.Saat mereka tengah asy
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-12
Baca selengkapnya

90. Jangan Ingkar

“Hai bos kecil!” sapa Najwa pada Zayn. Dia baru saja kembali dari ruang marketing setelah mengurus beberapa pekerjaan.Saat kembali, Najwa melihat Zayn dan Rafif sudah bergabung bersama Alea di ruang tunggu.“Tante Awa!” sahut Zayn riang.“Ayo ikut tante jalan-jalan,” ajak Najwa.“Ayooo,” sambut Zayn.“Aku bawa Zayn dulu ya Al,” pamit Najwa pada Alea.“Iya,” jawab Alea.Selepas Najwa membawa Zayn pergi, Alea mendekat pada Rafif yang masih cemberut karena cemburu melihat istrinya berbincang dengan karyawan barunya.“Mas,” panggil Alea.Rafif tetap diam tanpa menghiraukan panggilan Alea.Alea sampai mengibaskan tangannya di depan wajah Rafif.“Mas!” panggil Alea lagi.“Apa sih?” tanya Rafif ketus.“Kok marah?” tanya Alea tidak kalah ketus.“Siapa yang marah?” Rafif mengelak.“Gak tahu lah! Lebih baik aku cari Zayn,” ujar Alea lalu berdiri dan hendak pergi meninggalkan Rafif.“Loh, Al!” cegah Rafif sambil memegangi tangan Alea.Alea tidak menghiraukan Rafif lagi, dia kesal karena tiba-tib
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-13
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
7891011
...
13
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status