Home / Romansa / Jodoh di Tangan Kakek / Chapter 71 - Chapter 80

All Chapters of Jodoh di Tangan Kakek: Chapter 71 - Chapter 80

128 Chapters

71. Jatuh Cinta Lagi

Ingatan Rafif tentang Alea yang hilang, kini mulai diisi dengan kenangan-kenangan baru.Setiap hari Rafif berusaha untuk menerima kehadiran Alea dan Zayn di hidupnya, setiap hari juga perasaannya mulai tumbuh untuk Alea.Sementara itu Alea, juga perlahan melupakan luka-luka yang diterimanya akibat kecelakaan Rafif. Kini dia hanya harus menerima takdirnya dan menjalani sisa hidupnya bersama Rafif.Dia tidak lagi mengungkit masa lalunya dengan Rafif, yang dia butuhkan sekarang hanyalah melihat Rafif tetap hidup dan ada disampingnya setiap hari.Hubungan Rafif dan Alea memang belum bisa seperti sebelumnya, masih banyak rasa canggung dan keraguan di antara mereka.Meskipun Rafif tahu kalau status mereka suami istri, dia tidak berani sekedar mengecup kening Alea. Padahal sebelum Rafif kehilangan ingatannya, itu adalah hal favorit yang bisa dia lakukan setiap hari.Semua seperti dimulai kembali dari nol.“Mas tolong ambilkan handuk!” teriak Alea di pintu kamar mandi, dia lupa membawanya masu
last updateLast Updated : 2025-01-03
Read more

72. Alea Menghilang

Seiring berjalannya waktu, kehidupan rumah tangga Rafif dan Alea kini semakin harmonis.Meskipun ingatan Rafif belum kembali, Alea tidak pernah lagi mempermasalahkannya. Sebab kini Rafif telah kembali mencintai dirinya dan Zayn.Siang ini, Rafif dengan sengaja cuti dari pekerjaannya hanya untuk menemani Alea berbelanja perlengkapan bayi kedua mereka.Alea tentu sangat senang dengan sikap manis Rafif ini.Setelah memasuki sebuah mall, Alea dengan bergandengan tangan bersama Rafif memasuki sebuah toko perlengkapan bayi.Toko tersebut cukup ramai siang ini, membuat Alea dan Rafif sedikit berdesak-desakan.Setelah mendapatkan tempat yang lebih leluasa, Alea dan Rafif langsung sibuk memilih berbagai macam barang untuk persiapan menyambut kelahiran buah hati mereka.Saat tengah asyik memilih barang, ponsel Rafif berdering.“Sayang, aku jawab telepon Tomi dulu!” ujar Rafif.“Oke mas,” jawab Alea.Lalu Rafif pergi ke tempat sepi dan menjawab telepon Tomi.Rafif berbincang di telepon cukup lama
last updateLast Updated : 2025-01-03
Read more

73. Pencarian

Rafif terbangun di sebuah ruangan, yang baru diketahui ternyata itu adalah sebuah ruangan di kantor Wira.Wira tahu pencariannya tidak akan mudah, makanya dia mengajak Rafif bersama yang lainnya untuk menunggu dikantornya, sementara Wira mengerahkan tim untuk mulai bertindak.Banyak orang yang diturunkan Wira yang dibagi ke beberapa wilayah, mereka diperintahkan untuk menyisir setiap daerah demi mencari keberadaan Alea.“Jika sampai jam 7 malam ini kalian tidak menemukannya, maka wilayah pencarian kita perluas keluar daerah!” titah Wira.Tanpa menunggu lama, semua orang mulai bergerak mencari keberadaan Alea.“Azfar!” panggil Rafif pada Azfar saat dia terbangun.Azfar terkejut, Rafif memanggil namanya berarti Rafif sudah mengingat banyak hal tentang mereka.Azfar lalu bergegas mengambilkan Rafif segelas air.“Minum dulu!” ujar Azfar.Rafif menerima air itu lalu meminumnya.“Kita harus temukan Alea secepatnya!” ujar Rafif.“Iya, kita sedang mengusahakannya. Tenanglah dulu!” jawab Azfar.
last updateLast Updated : 2025-01-03
Read more

74. Dugaan

Setelah sampai tepat didepan rumah itu, Rafif menendang pintu dengan keras, lalu seketika pintu itu terbuka.Dan ternyata rumah itu kosong, tidak ada benda apapun apalagi keberadaan manusia.Rafif bersama dengan Azfar mencoba menelusuri rumah itu lebih dalam, namun mereka tidak menemukan apapun di setiap ruangan yang ada.Kesabaran Rafif mulai hilang, hatinya dipenuhi dengan ketakutan dan emosinya mulai menguasai dirinya.“Br*ngsek!” umpat Rafif.“Tenanglah! Ayo kembali dulu,” ajak Azfar.Saat melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu, ponsel Rafif kembali berdering.“Hahaha! Apa kau menemukan sesuatu disana? Sayang sekali kau tidak berhasil menemukan keberadaan kami!” ucap pria itu.“Kau br*ngsek! Tunggu saja aku benar-benar akan memb*nuhmu!” umpat Rafif di telepon.Setelah menutup telepon itu Rafif meminta Wira memastikan apakah mobil sewaan milik Dino masih ada ditempatnya. Lalu meminta melacak keberadaan Dino melalui nomor telepon yang baru saja menghubunginya.Benar saja ternyata
last updateLast Updated : 2025-01-04
Read more

75. Negosiasi

“Aku tak merebutnya darimu! Aku memang terlahir sebagai jodoh Rafif, jadi kau tidak perlu repot-repot melakukan apapun untuk menghancurkan kami. Karena hanya akan sia-sia!” ucap Alea pelan namun menusuk ke hati Yesi.Kalimat Alea benar-benar menohok di hati Yesi. Dia semakin merasa geram dan seketika ingin menyakiti Alea dengan tangannya sendiri.“Kurang ajar kau! Tunggu saja apa yang akan ku perbuat pada kalian!” bentak Yesi di telepon.Setelahnya, Alea mengabaikan perkataan Yesi lalu hendak mengembalikan ponsel pada pria itu.Namun saat Alea berbalik, tiba-tiba saja…‘brug!’ suara pintu dibanting dengan keras dan seketika itu Alea melihat kedatangan Rafif di ambang pintu.“Mas!” Alea langsung terduduk karena senang akhirnya Rafif menemukannya.Pria yang bernama Dino itu terkejut karena ternyata Rafif bergerak sangat cepat sehingga menemukan mereka dengan mudah.Karena merasa terancam, Dino mengeluarkan sebuah belati dari saku bajunya dan menyandera tubuh Alea dengan pisau tepat didep
last updateLast Updated : 2025-01-04
Read more

76. Siasat

“Alea, sebaiknya kamu pulang bersama kakak ya?” usul Rafif pada Alea.“Iya, kamu terlalu kelelahan. Kasihan bayi kamu,” ujar Azfar.Alea menimbang perkataan suaminya dan kakaknya.“Zayn juga pasti sedang menunggumu. Pulanglah ke rumah mama dan minta kak Cindy untuk memeriksa bayi kita,” ujar Rafif lagi sambil mengelus lembut perut Alea.“Segeralah pulang jika sudah selesai, aku akan menunggumu,” ucap Alea.“Istirahatlah lebih dulu, tidak perlu menungguku. Aku akan pulang jika semuanya benar-benar selesai,” jawab Rafif.“Kamu hati-hati ya!” ujar Alea.“Iya sayang,” jawab Rafif lalu memeluk Alea sekilas dan mencium keningnya.Alea merasakan tatapan Rafif berbeda dari sebelumnya, banyak sekali kekhawatiran di mata Rafif. Dia juga terlihat sangat kelelahan.Jam 9 malam, Alea tiba di rumah dengan disambut mama.“Sayang, kamu kenapa?” mama menjerit tatkala melihat penampilan Alea yang berantakan. Ada bekas luka di leher dan pipi, rambutnya acak-acakan dan bajunya kotor.“Ceritanya panjang ma
last updateLast Updated : 2025-01-04
Read more

77. Tabur Tuai

Rafif tiba di rumah sekitar pukul 02.00 pagi, setelah menyelesaikan laporan di kantor polisi dan memberikan banyak bukti terkait penculikan Alea yang dilakukan oleh Yesi.Dia disambut Azfar yang memang sedang menunggunya untuk kembali.“Bagaimana? Apakah sudah selesai?” tanya Azfar.“Aku sudah membuat laporan dan menyerahkan semua bukti, kita tunggu sampai penyelidikan selesai,” jawab Rafif.“Aku minta polisi untuk menghukumnya seberat-beratnya, aku tidak akan menerima banding apapun,” sambung Rafif.“Syukurlah, semua sudah ditangani pihak kepolisian,” ujar Azfar sambil menepuk pundak adik iparnya.“Sayang, badan Alea panas banget!” ujar Cindy berlari menuruni tangga menghampiri Azfar. Dia tidak tahu kalau Rafif sudah tiba di rumah.Mendengar itu Rafif langsung berlari menuju kamarnya.Sesampainya di kamar, Rafif memeriksa keadaan Alea, dia mulai menyentuh keningnya. Alea sedang tertidur, namun suhu badannya naik sampai 39 derajat.“Panas sekali,” gumam Rafif.“Biar ku pasangkan infus!
last updateLast Updated : 2025-01-05
Read more

78. Kemenangan

Beberapa hari berlalu, kasus penculikan yang dilakukan oleh Yesi akhirnya selesai melalui putusan sidang. Yesi di jatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda sebesar 100 juta rupiah.Selain itu, fakta lain dari kejahatan Yesi adalah dia mengidap penyakit mental dan menggunakan obat-obatan terlarang sehingga mengakibatkan hukumannya ditambah 2 tahun untuk proses rehabilitasi. Sehingga total waktu hukuman yang di terima Yesi menjadi 6 tahun.Sementara Dino yang bertindak sebagai kaki tangan Yesi hanya diberikan hukuman selama 1 tahun penjara karena dia telah membantu proses penyelidikan dan dengan jujur mengakui kejahatannya.Tante Indri, yang ikut hadir dalam persidangan berteriak histeris saat hakim mengetuk palu setelah menyebutkan hukuman Yesi.Rafif cukup puas atas hasil dari persidangan ini, 6 tahun waktu yang sangat pantas untuk Yesi terima.Rafif menegaskan tidak akan ada banding atau menerima permohonan damai dari Yesi. Sebab Rafif telah benci dengan sikap Yesi karena berulang kali
last updateLast Updated : 2025-01-06
Read more

79. Firasat

Setelah keadaan kembali tenang, Rafif dan Alea menjalani hari-hari seperti biasanya.Kehamilan keduanya membuat Alea lebih lemah dari sebelumnya, keadaan yang jauh berbeda saat Alea mengandung Zayn dulu.Terlebih, Alea mengalami kejadian yang cukup membuatnya trauma di trimester akhir kehamilannya.Semenjak hari penculikan, keadaan Alea semakin memburuk setiap harinya, dia seperti kehilangan tenaganya, lemah tak berdaya.Sejauh apapun Alea berusaha untuk kuat, dia selalu merasa limbung dan lelah. Akhirnya selama sisa waktu penantiannya menuju kelahiran putra keduanya, Alea habiskan hanya di atas ranjang.“Mas, maaf ya aku merepotkan kamu terus,” ujar Alea setelah Rafif menyuapinya makan. Meskipun sulit untuk mencernanya, Rafif tetap memaksa Alea untuk makan sebab jika tidak, Alea akan benar-benar kehabisan tenaga.“Repot apanya sayang, ini sudah jadi kewajibanku untuk menjaga dan merawatmu,” jawab Rafif.“Tapi kali ini aku benar-benar tidak bisa apa-apa, rasanya tenagaku habis dan aku
last updateLast Updated : 2025-01-06
Read more

80. Duka Rafif

Rafif memasuki rumah dengan langkah gontai, dia seperti telah kehilangan separuh nyawanya.Rafif tidak menyangka akan kehilangan orang tercintanya secepat ini. Hal yang sangat dia takuti sejak terakhir kali.Dia duduk di ruang tamu dengan mata sembab sehabis menangis. Pakaiannya yang serba hitam lusuh terkena guguran tanah kuburan.Rumah mertuanya kini dipadati oleh orang-orang yang turut berbela sungkawa.Banyak rekan dan keluarga jauh yang datang, mereka menyalami dan menguatkan Rafif satu per satu.“Turut berduka cita, kak Rafif! Semoga kamu diberikan ketabahan,” ujar Najwa dekat Alea. Mata Najwa juga sembab sehabis menangis.“Terima kasih,” jawab Rafif.Rafif masih berusaha tegar saat para tamu mendatanginya mengucapkan duka. Tetapi tatapan mata Rafif kosong karena dipenuhi dengan kabut duka yang mendalam.Bunda duduk bersamanya di sampingnya, sambil terus memegangi punggungnya mencoba memberikan kekuatan.“Istirahatlah, kamu sangat kelelahan. Kamu bahkan tidak tidur selama beberap
last updateLast Updated : 2025-01-07
Read more
PREV
1
...
678910
...
13
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status