Alea mendorong dada Rafif karena terkejut mendengar teriakan Zayn.Hampir saja tindakan mereka diketahui Zayn, sebab pintu kamar mereka tidak ditutup sampai rapat. Jika Zayn masuk tanpa berteriak, maka dia akan melihat adegan dewasa yang dilakukan orang tuanya.“Iya sayang, kenapa nak?” tanya Rafif mendekati Zayn.“Opa manggil papa, katanya mau bicara,” jawab Zayn.“Oke, makasih kak Zayn!” ujar Rafif dengan mengusap lembut kepala Zayn.Rafif bergegas turun menemui papa mertuanya, sementara Alea melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu.“Ada apa pa?” tanya Rafif begitu sampai di halaman belakang.“Sini!” panggil papa.Rafif mendekat, disana sudah ada papa, mama dan Azfar.“Papa dengar kamu ngidam durian? Ini! Papa belikan khusus buat kamu, cepat dimakan sebelum ketahuan Alea!” ujar papa yang sangat mengetahui putrinya sangat membenci durian.“Wah! Banyak sekali pa? Pantesan sejak tadi aku mencium bau durian,” ucap Rafif dengan mata yang berbinar.“Ayo, makanlah!” ajak Azfar.“Bukanny
Terakhir Diperbarui : 2025-02-10 Baca selengkapnya