Semua Bab Jodoh di Tangan Kakek: Bab 101 - Bab 110

128 Bab

101. Keresahan Hati

Selama perjalanan pulang dari Bandung menuju Jakarta, Cindy lebih banyak terdiam dan merenung.Dia memikirkan semua nasehat nenek padanya, hal yang ketika diucapkan sangat bisa membuatnya tenang. Namun ketika dia kembali pada kenyataan, rasanya sulit sekali untuk menemukan kebahagiaan.Rumah tangga tanpa anak, memang bukan satu-satunya sumber kebahagiaan. Namun, akan lebih sempurna kebahagiaan itu ketika hadir seorang malaikat kecil di antara mereka.Hal inilah yang sampai saat ini masih diusahakan Cindy dan Azfar selama dua tahun lebih pernikahannya.“Kamu kenapa?” tanya Azfar yang melihat Cindy hanya melamun dan menatap ke arah luar jendela.“Gak apa-apa!” jawab Cindy singkat.Mereka, bukan tidak berusaha. Mengingat mereka lebih paham tentang situasi mereka karena profesinya sebagai dokter. Namun, apapun yang mereka usahakan akan tetap sia-sia ketika Tuhan belum mengizinkan.”Apa selama di Bandung, ada hal yang menyinggungmu?” tanya Azfar pelan.“Hmm gak ada kok!” jawab Cindy.“Terus
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-29
Baca selengkapnya

102. Program

Setelah mempertimbangkan banyak hal, Azfar dan Cindy akhirnya memutuskan untuk memulai kembali perjuangan mereka untuk mendapatkan buah hati.Butuh kesiapan mental, fisik dan materi untuk memulai perjalanan panjang ini.Mereka mulai dengan kembali memeriksakan kesehatan organ mereka ke dokter kandungan, yang bernama Leo. Dia adalah teman seperjuangan Cindy dan bekerja di rumah sakit yang sama dengan mereka.“Akhirnya kalian kembali!” ujar Leo.Sebelumnya, Cindy dan Azfar juga sempat memeriksakan kondisi mereka satu tahun lalu. Namun karena kesibukan Cindy dan Azfar, mereka memutuskan untuk menunda dulu program hamil yang harus dilakukan.“Apa kalian udah siap sekarang?” tanya Leo.“Untuk saat ini, aku jauh lebih siap!” ujar Cindy.“Oke, kita mulai lagi dari awal ya?” Leo kemudian kembali menjelaskan prosedur untuk melakukan program Hamill.Cindy tentu sangat memahami langkah demi langkah untuk melakukan program hamil, tapi bagaimanapun dia tetap butuh dokter lain untuk membantunya mema
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-30
Baca selengkapnya

103. Dua Kabar Baik

“Apakah program mereka tidak berhasil?” gumam Alea.“Kenapa sayang?” tanya Rafif yang tiba-tiba berdiri disamping Alea.“Mas, menurut kamu kak Azfar dan kak Cindy kenapa ya?” tanya Alea.Rafif memperhatikan Azfar dan Cindy sejenak, “mereka lagi lelah aja paling?” ujar Rafif.Alea mengangkat bahu tak mengerti. Namun hatinya berharap semoga apa yang dia khawatirkan tidak terjadi.“Ayo semuanya mendekat!” ujar papa.Lalu semua orang mendekat mengelilingi mama dan papa yang berdiri di tempat yang telah disiapkan di halaman rumah.Disana terdapat sebuah kue tart besar dan beberapa kado. Halaman rumah di hias dengan tema warna putih, serasi dengan pakaian yang dikenakan mama dan papa serta semua yang hadir.Mama mengenakan gaun warna putih panjang lengkap dengan veil warna serupa, papa memakai satu set jas putih senada, mereka benar-benar seperti pengantin.Di belakang mama dan papa ada sebuah layar yang sengaja dipasang untuk menampilkan rangkuman foto-foto sejak mama dan papa pertama kali
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-01-31
Baca selengkapnya

104. Gala Dinner

Beberapa bulan kemudian..Cindy sudah semakin terbiasa dengan kehamilannya, dia juga aktif kembali sebagai dokter spesialis kandungan. Selain memastikan kehamilannya aman, dia juga selalu memastikan kandungan setiap pasiennya aman.Begitu juga dengan Alea, di kehamilan ketiganya ini dia memilih untuk lebih banyak diam di rumah. Sekalipun keadaan memaksanya keluar rumah, dia akan menunggu sampai Rafif bisa menemaninya.Bukan apa, Alea masih cukup trauma atas kejadian beberapa tahun lalu saat hamil anak keduanya. Mengalami penculikan sampai harus merasakan kehilangan anak adalah hal yang sangat menyedihkan.Kali ini, dia tidak akan membiarkan sesuatu terjadi. Karenanya, dia memilih untuk menjalani keseharian di rumah. Jika merasa bosan, maka saatnya dia memanggil seluruh anggota keluarganya untuk datang.Sementara itu Rafif dan Azfar disibukan dengan pekerjaan mereka, kebetulan beberapa bulan terakhir Rafif berhasil mengembangkan kembali bisnis barunya yaitu sebuah aplikasi yang berhubun
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-02
Baca selengkapnya

105. Kepingan Puzzle

“Kenapa kamu disini?” tanya Rafif dengan suara sedikit bergetar.Dadanya tiba-tiba bergemuruh dan seketika melupakan keadaan sekitar, pandangan dan pikirannya terfokus pada sosok wanita cantik di depan matanya.Dia adalah Melissa. Kepingan puzzle milik Rafif yang telah menghilang lama.Meskipun kini Rafif telah menikah dengan cinta pertamanya, Alea. Bukan berarti masa lalu Rafif tanpa wanita. Apalagi Rafif juga pria normal, dia tetap tumbuh layaknya remaja menuju dewasa seperti orang lain.Ya, bukan Yesika melainkan Melissa. Seseorang yang pernah mengisi hati Rafif saat berkuliah di London.***Saat itu Rafif pertama kali bertemu Melissa di kelas yang sama, karena sama-sama berasal dari Indonesia, mereka cukup cepat mengakrabkan diri.Satu tahun berteman, hubungan Rafif dan Melissa sangat dekat. Mereka akhirnya memutuskan untuk memulai hubungan asmara.Kala itu Rafif sedang bersiap untuk menyusun skripsi, dia sudah melupakan sosok Alea yang dia anggap sebagai adik.Karena jauh dari kel
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-03
Baca selengkapnya

106. Diam-diam Curiga

Jam 23.30 malam..Alea menunggu kedatangan Rafif di kamarnya. Sudah satu setengah jam sejak acara selesai, namun suaminya belum juga tiba di kamar.Alea mencoba menghubunginya berkali-kali namun tidak ada jawaban.“Kemana sih, sudah selarut ini belum juga sampai di kamar?” gumam Alea menatap layar ponselnya.Karena tidak ada jawaban, Alea pun memutuskan untuk menghubungi Azfar dan menanyakan keberadaan Rafif.“Halo kak, kalian masih di ballroom kah?” tanya Alea saat Azfar menjawab teleponnya.“Aku sudah kembali, kenapa?” tanya Azfar.“Mas Rafif kok belum datang?” tanya Alea lagi.“Bukannya Rafif sudah kembali lebih dulu? Tadi aku tidak melihatnya di ballroom.” Jawab Azfar.“Sampai sekarang dia belum kembali kak,” ujar Alea.“Oh! Tadi aku lihat dia ngobrol sama cewek sih. Aku kira habis itu dia kembali,” ujar Azfar polos.“Cewek?” tanya alea dengan nada meninggi karena sedikit terkejut.“Mungkin jurnalis, Al! Jangan terburu-buru menyimpulkan,” sahut Azfar yang merasa bersalah mengatakan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-04
Baca selengkapnya

107. Katakan atau Diam

“Alea…” panggil Rafif begitu tiba di kamar hotel. “Kakak Zayn ayo mandi, habis ini kita pulang!” ujar Alea pada Zayn tanpa menghiraukan panggilan Rafif. “Alea!” suara Rafif mulai meninggi. “Hhhh..” Alea menghela napas berat. “Nanti aja. Aku mau mandikan Zayn!” ujarnya kemudian. Rafif terdiam di ujung tempat tidur hotel. Pikirannya tak tentu arah. Dia tahu dia telah bersalah pada Alea semalam. Sebetulnya mudah saja bagi Rafif untuk berkata jujur. Namun entah kenapa satu sisi hatinya masih terasa berat. Terlebih lagi, semalam dia terlanjur berbohong pada Alea bahwa yang ditemuinya adalah Mario bukan Melissa. Rafif juga bingung sebab mood Alea selalu berubah drastis setiap dia mengandung. Jadi jika dia tidak berhati-hati, bisa dipastikan keributan akan terjadi di antara mereka. Di sisi lain, Alea juga menunggu apakah Rafif akan menjelaskannya lebih dulu? Atau dia akan tetap diam sampai Alea mulai bertanya? Jika Rafif berani mengatakannya lebih dulu maka Alea akan segera
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-05
Baca selengkapnya

108. Marah

“Dia.. Melissa, mantanku.”Seketika tatapan Alea berubah, ada kemarahan dan kekecewaan di matanya.Lebih banyak karena dia mengingat beberapa bulan lalu saat dirinya dan Elang tidak sengaja bertemu, Rafif begitu marah padanya. Sampai Alea memilih untuk tidak menemui Elang lagi.Tapi, Rafif sendiri secara terus terang menemui Melissa yang dia sebut sebagai mantannya?Apakah ini adil bagi Alea? Tentu saja tidak!Alea tersenyum pahit, betapa dia merasa ini semua sangat konyol.“Alea..” panggil Rafif pelan.“Antarkan aku ke rumah mama!” ucap Alea ketus tanpa menoleh ke arah Rafif.Tanpa banyak bicara lagi, Rafif mulai melajukan mobilnya menuju ke rumah orang tua Alea.Rafif tahu kalau Alea marah, dia juga menyadari kalau sudah salah.“Alea.. aku tidak bermaksud..” ucap Rafif.“Tidak bermaksud apa?” tanya Alea ketus.“Membuatmu marah..” jawab Rafif pelan.“Terus apa maksudmu sebenarnya?” tanya Alea lagi.“Aku hanya tidak sengaja bertemu dengannya, lagipula aku sudah melupakannya lama sekal
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-07
Baca selengkapnya

109. Dua Mantan

“Elang?” tanya Alea dalam hati.“Kenapa mereka berdua bersama?” tanya Rafif.Alea menoleh, “mana ku tahu?”Rafif merangkul pinggang Alea dan berjalan menuju tempat duduk dimana Melissa ada disana bersama dengan Elang.“Hai Mel!” sapa Rafif.Melissa menoleh, dia tidak bereaksi hanya melihat bagaimana Elang yang begitu terkejut.“Pak Rafif? Alea?” tanya Elang yang langsung berdiri.“Silahkan duduk!” ujar Melissa.Alea dan Rafif kemudian duduk berhadapan dengan Elang dan Melissa.Alea sudah sangat penasaran kenapa mereka bisa bersama, tetapi dia tidak berani bertanya sebab Rafif seolah mengunci tatapannya agar dia tidak sekalipun berbicara dengan Elang.“Kenapa kalian bersama?” tanya Rafif.“Oh! Ini sepupuku, Elang. Kalian kenal?” jawab Melissa dengan bertanya balik. Sebenarnya Melissa tidak mengajak Elang untuk ikut bersamanya, hanya saja Elang memaksa untuk mengikutinya.“Tentu saja kenal.” Jawab Rafif singkat.“Jadi mantan yang kak Melissa sebutkan tadi adalah pak Rafif?” tanya Elang.
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-08
Baca selengkapnya

110. Belah Duren

Alea mendorong dada Rafif karena terkejut mendengar teriakan Zayn.Hampir saja tindakan mereka diketahui Zayn, sebab pintu kamar mereka tidak ditutup sampai rapat. Jika Zayn masuk tanpa berteriak, maka dia akan melihat adegan dewasa yang dilakukan orang tuanya.“Iya sayang, kenapa nak?” tanya Rafif mendekati Zayn.“Opa manggil papa, katanya mau bicara,” jawab Zayn.“Oke, makasih kak Zayn!” ujar Rafif dengan mengusap lembut kepala Zayn.Rafif bergegas turun menemui papa mertuanya, sementara Alea melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu.“Ada apa pa?” tanya Rafif begitu sampai di halaman belakang.“Sini!” panggil papa.Rafif mendekat, disana sudah ada papa, mama dan Azfar.“Papa dengar kamu ngidam durian? Ini! Papa belikan khusus buat kamu, cepat dimakan sebelum ketahuan Alea!” ujar papa yang sangat mengetahui putrinya sangat membenci durian.“Wah! Banyak sekali pa? Pantesan sejak tadi aku mencium bau durian,” ucap Rafif dengan mata yang berbinar.“Ayo, makanlah!” ajak Azfar.“Bukanny
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-10
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
8910111213
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status