Semua Bab Jodoh di Tangan Kakek: Bab 111 - Bab 120

128 Bab

111. Refleksi Diri

Selepas makan malam, Alea dan Rafif memutuskan untuk pulang ke rumah, sementara Zayn memilih untuk menginap di rumah oma-nya.Sepanjang perjalanan Rafif lebih banyak terdiam. Tidak ada alasan, dia hanya merasa tidak ada yang perlu dibicarakan dengan Alea.“Kok kamu diam?” tanya Alea.“Hmm?” tanya Rafif menoleh.“Apa kamu masih kepikiran sama mantan kamu itu?” tanya Alea.“Alea, kan sudah selesai!” jawab Rafif.“Terus kenapa diam aja? Kayak habis kehilangan orang penting aja,” ujar Alea datar.“Ya aku harus ngomong apa memangnya? Bukankah kamu juga diam sejak tadi?” tanya Rafif kembali.“Ya cari topik apa gitu seperti biasanya, atau kamu memang males aja ngomong sama aku?” ucap Alea.“Alea, cukup ya! Gak usah cari keributan.” Jawab Rafif dengan nada sedikit tinggi.Rafif merasa lelah, sebab dia selalu berusaha memberikan apapun yang Alea inginkan, termasuk memutus hubungan dengan Melissa meskipun belum sempat dia mulai.Semua adalah demi menjaga hubungan keharmonisan rumah tangga.Tapi
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-11
Baca selengkapnya

112. Prepare

Suasana rumah Alea dan Rafif di malam hari sangat sepi, apalagi Zayn saat ini sedang menginap di rumah neneknya. Kebetulan juga bi Imas sang asisten rumah tangga sedang pulang kampung.Jadi, di tengah malam di ruang tengah..Alea dan Rafif hanya berdua, memadu kasih dalam sunyinya malam.Lebur sudah segala pertengkaran dan amarah, semua seolah terhempas tatkala pelukan mereka saling menghangatkan.Dan yang terpenting adalah, Rafif sangat menyadari bahwa yang dia butuhkan hanyalah Alea. Semua kegelisahan dan keraguan hilang seketika ketika dia bertemu dengan Alea.Dari banyaknya waktu tanpa pertemuan dan banyaknya wanita yang sempat mendekatinya, bahkan Melissa yang pernah mencampakannya, Alea tetap menjadi pemenangnya.Wanita yang dia anggap hanya sebagai anak kecil manja dan adik perempuan satu-satunya, ternyata dilahirkan untuk menjadi jodohnya.Begitu pula dengan Alea, seluruh hidupnya hanya dihabiskan bersama Rafif. Meski sempat menolak pernikahan, sekarang dunianya hanya Rafif.S
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-12
Baca selengkapnya

113. Prepare 2

Mendekati hari persalinan, Alea dan Cindy sudah lebih banyak tinggal di rumah mama.Segala persiapan telah mereka lakukan, mulai dari mempersiapkan perlengkapan untuk dibawa ke rumah sakit, perlengkapan pasca lahiran dan lain-lain.Rencananya, besok mereka akan menuju ke rumah sakit milik keluarga mereka bersama-sama.Alea dan Cindy bahkan telah memesan dua kamar VVIP yang bersebelahan agar mereka tidak berjauhan.“Kak, apa persiapannya sudah selesai semua?” tanya Alea ketika masuk ke dalam kamar Cindy.“Hmm.. aku bawa dua tas ini, satu perlengkapanku, satu perlengkapan bayi. Semoga tidak ada yang terlewat,” jawab Cindy.Alea duduk di tempat tidur Cindy dan memperhatikan kamar yang sedikit berantakan karena Cindy baru saja menyelesaikan packing barang untuk dibawa.“Gimana rasanya kak? Sebentar lagi bertemu dengan buah hati yang sudah kakak nantikan selama ini?” tanya Alea.“Aku sangat tidak sabar rasanya Al, tapi sebetulnya aku juga sedikit deg-degan,” jawab Cindy sambil mendekat dan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-14
Baca selengkapnya

114. Selamat Datang, Cahaya

Suara tangisan bayi mulai terdengar, seketika kelegaan menghampiri seisi ruangan.Tepat jam 07.30 pagi, seorang bayi perempuan lahir dengan sehat dan selamat. Kehadirannya disambut bahagia oleh Rafif dan Alea, kemudian mereka menyematkan nama Zaline Haris Hadiwinata.Bayi mungil itu terlihat sangat cantik, hidungnya mancung dengan bibir tipis, alis seperti di lukis dan mata bening yang indah.Sejauh apapun Alea berharap dan berusaha, sekalipun anaknya perempuan ternyata wajahnya masih sangat mirip dengan papanya, Rafif.Kemiripan mereka 90%, persis seperti Zayn ketika lahir.“Kok dia gak mirip aku?” keluh Alea saat dokter memberikan bayi mungil itu ke pelukannya.Semua petugas termasuk dokter Leo yang sedang menutup kembali perut Alea pasca operasi tertawa mendengar ocehan Alea.“Mungkin bayi ibu takut gak di akui sama papanya,” ucap salah satu asisten dokter Leo.“Ini lebih ke pesona papanya terlalu kuat, jadi dia tidak mau melewatkan kesempatan sebagai putri dari Rafif Hadiwinata,”
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-16
Baca selengkapnya

115. Perayaan

Beberapa hari kemudian..Setelah kedua bayi di perbolehkan pulang, rumah mama yang semula sepi kini berubah ramai. Bertambahnya anggota baru dalam keluarga membuat bertambah pula kebahagiaan di antara mereka.Sesuai rencana, Alea dan Cindy akan tinggal disini beberapa waktu. Sambil menunggu mereka pulih kembali dan siap menjalani hari-hari tanpa bantuan mama.Pagi ini Zaline dan Aksa sedang berjemur di halaman belakang rumah bersama dengan mama dan ibu Cindy.Sementara suasana dapur sudah ramai karena kedatangan banyak keluarga dan saudara yang sedang membantu mempersiapkan acara tasyakur aqiqah.Alea berada di kamar bersama dengan Rafif, luka bekas operasi tentu tidak akan pulih dengan cepat, makanya Rafif melakukan penjagaan 24 jam karena Alea selalu membutuhkan bantuan dalam melakukan aktifitasnya.“Mas, kamu gak bosen dikamar terus bareng aku?” tanya Alea.“Sebenarnya bosan,” jawab Rafif.“Ih! Kok jawabnya gitu?” sahut Alea kesal dengan jawaban Rafif.“Loh, kenapa? Kan aku cuma ja
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-17
Baca selengkapnya

116. Kabar Baik Lainnya

Disela-sela kebahagiaan yang tengah dirasakan oleh Alea dan keluarganya, kebahagiaan lain datang lagi.Karena tiba-tiba saja Najwa datang menemui Alea setelah acara selesai.“Loh, kok terlambat?” tanya Alea saat menyambut kedatangan sahabat baiknya.“Iya, tadi masih ada hal yang perlu diselesaikan,” jawab Najwa.Najwa kemudian menyapa dan menyalami keluarga Alea satu persatu.“Kak Azfar, kak Cindy selamat ya atas kelahiran putra pertama,” ujar Najwa.“Terima kasih Najwa,” jawab Azfar.Setelah berbincang singkat dengan keluarga Alea, Najwa menepi bersama Alea dan Rafif yang sedang menggendong Zaline anak mereka. Karena dia bilang ada hal yang ingin disampaikan.“Selamat juga buat kak Rafif dan Alea tentunya,” sambung Najwa.“Makasih,” jawab Rafif singkat.“Al, Zaline cantik banget,” ujar Najwa.“Mirip gue kan?” tanya Alea.“Nggak, mirip kak Rafif.” Jawab Najwa.“Ih, lo liat yang bener deh!” ujar Alea memaksa.Najwa kembali memperhatikan wajah Zaline dan sesekali membandingkan dengan wa
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-18
Baca selengkapnya

117. Khilaf

Dua minggu kemudian, acara pernikahan Najwa diselenggarakan.Dua hari sebelumnya, Alea bersama keluarganya telah tiba di Bandung untuk secara khusus menghadiri pernikahan sahabatnya.Alea yang belum pulih sepenuhnya tetap memaksa datang karena tidak ingin sahabatnya kecewa.Pagi ini, tiba waktunya untuk Alea menghadiri akad nikah Najwa dan David.“Mas, aku pakai baju yang mana ya?” tanya Alea sambil memegang dua dress berwarna cream dengan berdiri didepan cermin.“Yang mana aja kamu tetap cantik,” jawab Rafif tanpa menoleh sedikitpun.“Ih, mas! Lihat dulu!” ucap Alea dengan sedikit merengek.“Aku udah lihat Al, itu gak ada bedanya kurasa,” jawab Rafif.“Hhhh,” Alea menarik nafas lemas.Alea menghampiri Rafif dan memperlihatkan kedua baju yang hanya berbeda di kain dan model saja, warna keduanya benar-benar sama.“Nih lihat! Beda tau.” Ujar Alea sedikit kesal.Rafif menyandarkan dirinya di sofa dan menyilangkan kedua tangannya berusaha berpikir.“Kayaknya bagus yang ini,” ujar Rafif sa
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-19
Baca selengkapnya

118. Happy For You

Alea sampai di ruang tamu dimana Zayn sudah rapi dengan berpakaian sama persis dengan Rafif. Sementara Zaline juga sudah selesai dimandikan.Untuk acara akad nikah Najwa, Alea hanya hadir bersama Rafif dan Zayn, mengingat Zaline masih sangat kecil. Bahkan untuk dibawa ke Bandung saja sebenarnya Alea sudah memikirkan banyak resiko.Hanya sepuluh menit Alea sampai di tempat acara yang diadakan di pekarangan rumah Najwa.Setibanya disana, Alea langsung mencari keberadaan Najwa yang ternyata masih berada di kamarnya.“Wah! Cantik banget sahabat gue!” ujar Alea begitu bertemu Najwa.“Aaaa! Gue kira lo gak datang!” jawab Najwa girang.”Pernikahan sahabat tercinta, masa gak datang.” sahut Alea.“Thanks ya, padahal lo baru pulih,” ujar Najwa.Alea tersenyum lalu memeluk hangat Najwa.Tepat disaat Alea sampai di kamar Najwa, diluar terdengar acara telah dimulai. Setelah beberapa rangkaian acara, akhirnya Najwa diminta untuk menuju ke meja akad.Alea berjalan mendampingi Najwa.“Rasanya gini te
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-20
Baca selengkapnya

119. Baby Blues

Satu bulan sejak melahirkan, Cindy akhirnya memilih kembali ke rumahnya untuk memulai hidup bersama Azfar dan Aksa, keluarga kecilnya.Bersamaan dengan itu, ibu juga sudah kembali ke Surabaya.Cindy mulai beradaptasi dengan kehidupan baru sebagai seorang ibu tanpa bantuan mama maupun ibu.Sejak bangun tidur, dia memulai hari dengan membereskan rumahnya sebelum bayi kecilnya bangun. Lanjut memasak sarapan untuknya dan Azfar.Sebenarnya dia telah terbiasa melakukan ini sejak menikah. Aktifitasnya juga tidak banyak berubah, hanya saja ditambah dengan mengurusi bayi kecil tercintanya.“Mas bangun!” teriak Cindy dari dapur meminta Azfar untuk segera bangun.“Kenapa berisik sih? Nanti Aksa bangun!” jawab Azfar sambil berjalan mendekat.“Ini udah siang, kamu gak siap-siap?” tanya Cindy.“Ada yang bisa aku bantu?” tanya Azfar sambil memeluk Cindy dari belakang.Cindy yang sedang memotong buah-buahan merasa sedikit terganggu, “gak ada kok, semua udah siap,” ucapnya sambil sedikit menyingkirkan
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-22
Baca selengkapnya

120. Baby Blues 2

Keesokan harinya, Azfar kembali mencoba mengajak Cindy keluar rumah untuk sejenak beristirahat dari kegiatannya sebagai istri dan ibu.Tetapi lagi-lagi Azfar menerima penolakan dari Cindy.“Aku gak mau!” ujar Cindy saat menyusui Aksa.“Sebentar aja sayang,” bujuk Azfar.“Kalau gak mau ya gak mau! Kamu main aja sendiri!” jawab Cindy ketus.Azfar merasa, emosi Cindy kian hari kian tidak stabil, dia lebih mudah marah dari sebelumnya. Dia juga semakin jarang bicara, membuat Azfar merasa serba salah.“Tapi kamu gak baik-baik aja!” ucap Azfar dengan nada yang sedikit tinggi.“Siapa maksud kamu? Aku baik-baik saja kok!” sahut Cindy.Azfar semakin kehilangan kesabarannya, sudah seperti ini Cindy bahkan tidak menyadarinya.Dia menarik napas perlahan, kemudian menatap Aksa yang masih menempel pada Cindy. Azfar tertegun melihat Aksa yang berusia 2 bulan, tetapi belum menunjukan kenaikan berat badan yang stabil. Dia masih terlihat sangat kecil.Azfar tentu tahu ini disebabkan karena Cindy terlalu
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-23
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
8910111213
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status