All Chapters of Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan : Chapter 111 - Chapter 120

144 Chapters

Bab 111 Mari Kita Akhiri Kesepakatan Ini

"Maaf nona Laura, karena tadi begitu cepat dia pergi," sesal Rini dengan wajah yang tertunduk tak berani menatap majikannya. Laura menatap gemas, kedua bola mata berapi-api menahan rasa marah yang semakin menggebu dalam hatinya. Laura menegaskan jika dia tidak mau tahu dan menekan Rini harus mencari cara agar bisa meracuni kandungan Arumi. Tak ingin kena marah majikannya, Rini pun berusaha menenangkan dan berjanji akan mengatur rencana baru untuk melakukan rencana besar mereka. "Nona tenang saja, saya janji anak di dalam kandung Arumi akan lenyap," tegasnya. Laura menghela nafas panjang, dia berusaha meyakin dengan ucapan Rini. Dan meminta Rini untuk membuktikannya. Tentu saja Rini dengan penuh keyakinan menyanggupinya. Sesampainya di kediaman Wijaya, Arumi meminta Adrian untuk menghentikan mobilnya sebelum di depan gerbang. Karena dia tidak ingin ada security atau pun pengawal yang melihat dirinya di antar oleh pria lain selain suaminya. "Sudah sampai di sini saja tuan
last updateLast Updated : 2025-02-24
Read more

Bab 112 Tentukan Pilihan mu

Kedua bola mata Dewa berapi-api saat mendengar permintaan Arumi yang begitu berani padanya. "Ingin mengakhiri kontrak pernikahan yang telah kita sepakati? Arumi jangan pernah bermimpi!" Dewa menegaskan jika dirinya yang lebih berhak menentukan kapan mereka pernikahan kontrak mereka akan berakhir. Dewa yang kembali tersulut emosi karena mengingat Ardian yang tadi sudah sengaja terang-terangan mengantar Arumi ke rumah membuat ia kehilangan emosi lagi. "Jangan bilang ingin segera mengakhiri kontrak pernikahanan dengan ku, kamu sudah tidak sabar ingin segera menjalin hubungan dengan Kaka senior mu itu kan?" Geram Dewa yang semakin marah. Arumi menelan saliva, sungguh rasanya dia sudah tak tahan lagi saat berada dekat dan Dewa hingga memberanikan diri untuk memberontak. "Cukup tuan! jangan menuduh ku sembarang, jangan libatkan permintaan ku dengan tuan Adrian, dia tidak ada sangkut pautnya dengan masalah kita?" sanggah Arumi. Yang berusaha pergi menghindari Dewa. Namun Arumi yang b
last updateLast Updated : 2025-02-25
Read more

Bab 113 Dua Syarat

Ketika Oma Rima tengah menegur Dewa, Arumi yang perlahan mulai siuman wanita cantik yang masih terbaring lemas dengan seragam pasiennya sejenak ia termenung. Memikirkan kondisi kandungannya yang semakin hari terasa semakin tidak nyaman saat berada di antara Dewa dan Laura. "Calon baby mommy, kamu tumbuh kembang yang baik ya nak. Jika Dady mu sibuk dengan urusannya lebih baik kita pergi saja, mommy hanya ingin melahirkan mu dengan tenang," Lirih Arumi dalam hati seraya mengelus lembut perutnya yang sudah mulai terlihat, dan sengaja mengajak komunikasi dengan calon baby-nya Ketika Arumi tengah larut dalam pikirannya, tiba-tiba aja pintu terbuka Oma Rima masuk dan menghampiri ingin memastikan jika keadaan cucu mantu dan calon cicitnya baik-baik saja. "Oma!" Pekik Arumi segera menyeka air matanya. Melihat Arumi yang seperti sedih dan menyembunyikan sesuatu darinya membuat Oma Rima semakin yakin, jika Dewa dan Laura yah sudah membuatnya sedih. "Arumi! Oma baru pulang dari rumah
last updateLast Updated : 2025-02-26
Read more

Bab 114 Perjanjian Baru

Dewa menjawab enteng permintaan Arumi, asalkan dia mau kembali ke rumah dan bersikap seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa di antara mereka di depan Oma Rima. "Bagaimana kamu puaskan dengan tawaran ini?" Dewa melontarkan satu pertanyaan membuat Arumi tersadar dalam lamunannya. "Tentu, tapi rasanya jika belum melihat cara tuan menyelesaikan masalah mas Daniel aku belum terlalu percaya," Arumi mengutarakan pendapatnya. Dewa mendengus kesal, dia terlihat marah dan tidak suka saat mendengar Arumi memanggil mantan kekasihnya itu dengan panggilan yang masih sangat intim. "Mas kamu bilang? pria yang sudah mencampakkan mu masih kamu sanjung ya," Sindir Dewa yang semakin kesal. Kening Arumi berkerut dia tidak mengerti topik pembicaraan Dewa sama sekali tidak sesuai dengan kesepakatan mereka. "Maaf tuan, kenapa anda berbicara seperti itu?" Arumi terheran. "Kamu itu aneh Arumi, berhenti memanggil Daniel mas karena jika Oma tahu dia akan sangat marah sedangkan kamu memanggil k
last updateLast Updated : 2025-02-27
Read more

Bab 115 Rasa Yang Berbeda

Keesokan harinya di kediaman Wijaya. Semua para pelayan tengah sibuk dengan pekerjaannya yang sibuk menyambut kedatangan ibunya Dewa yang saat ini masih dalam perjalanan di bandara. Arumi yang baru sampai di rumah, dia di temani Dewa menuju ke arah kamar mereka yang ada di lantai atas. Lelaki tampan itu pun tak lupa mengingatkan jika nanti sang ibu akan datang. Arumi terlihat sangat gugup, dia lumayan penasaran dengan sosok ibu mertuanya. Berharap orangnya baik seperti Oma Rima. Namun Dewa yang tak ingin nanti Arumi kaget dia menceritakan tentang sosok ibunya yang tidak mudah dekat dengan orang asing, membuat ia meminta pada Arumi agar memiliki sikap toleransi. Barus saja Arumi ingin bertanya lebih jauh tentang sosok ibu Dewa, tiba-tiba saja seorang pelayan datang menghampiri dan memberitakan Jika ibunya ibunya Dewa datang lebih awal dari prediksi. Dewa berdehem, lalu menyuruh Arumi untuk bersiap menemui ibunya. Wanita cantik itu terlihat ragu apa lagi saat mendengar jik
last updateLast Updated : 2025-02-28
Read more

Bab 116 Menantu Idaman

Beberapa jam kemudian, setelah Arumi keluar dari dalam kamarnya. Dewa yang masih di sana membuat Arumi sangat tercengang. "Tu-tuan Dewa kenapa anda masih di sini?" tanya Arumi dengan nada lembut. Dewa tergugu, wajah tampannya dalam sekejap berubah menjadi salah tingkah, namun dia berusaha untuk menyembunyikan perasaan aneh yang akhir-akhir ini selalu Dewa rasakan. "Tuan Dewa!" panggilan Arumi membuyarkan lamunan Dewa. Lelaki tampan itu spontan menyahut. "Arumi! kamu sudah siap? cepat kita temui ibu ku," ajak Dewa yang sudah menunggu dari tadi. Arumi tertegun, dia sedikit kaget karena ternyata lelaki yang bergelar suaminya itu sudah menunggunya dari tadi. Dengan perasaan yang sedikit gugup, Arumi mengangguk patuh, lalu dia meraih dan melingkarkan tangannya di lengan Dewa. Entah kenapa hatinya sangat gugup karena ini kali pertamanya ia akan menemui ibu mertuanya. Dengan langkah yang pelan, Arumi sejenak menghentikan langkahnya. Kedua alis tebal Dewa mengerut lalu memastik
last updateLast Updated : 2025-03-01
Read more

Bab 117 Hanya Masa Lalu

Laura berusaha mengambil hati nyonya Margaretha, dengan membawakan buah tangan berupa barang-barang mewah berupa tas branded dan beberapa makanan mahal. "Tante, aku harap Tante suka dengan semua ini," Laura sengaja mencari muka di depan semua orang. Nyonya Retha terlihat begitu antusias, saat melihat barang-barang kesukaannya. "Ya ampun, Laura kamu itu memang tipikal menantu yang begitu memahami mertua, tidak seperti yang lain selain kampungan dia juga sangat tidak pandai cara menatap mertua," Sindir Nyonya Margaretha sembari mendelik ke arah Arumi. Arumi terdiam saat mendengar perkataan pedas ibu mertuanya, membuat ia sedikit tidak nyaman saat di bandingkan dengan Laura. Nyonya Rima yang begitu menunggu kelahiran bayi Arumi, membuat ia menegur putrinya dengan tegas. "Retha! sudah cukup, Arumi adalah cucu mantu yang sah jadi cukup bagi mu untuk membahas gadis lain di rumah ini," perintah Oma Rima dengan nada tinggi. Laura mengerucutkan bibirnya, dia menatap tidak suka pada Om
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Bab 118 Masuk Perangkap

"Cukup Retha! kamu jangan terus membahas masa lalu Dewa, ibu menyambut kepulangan mu untuk mengenalkan mu pada Arumi, sekarang berhenti berpikir Dewa akan kembali pada Laura, karena itu tidak akan mungkin," tegas Oma Rima. "Baiklah, aku akan melihat sikap cucu mantu yang ibu banggakan. Tapi jika dia malah membuat Dewa tidak lebih baik. Maka jangan harap aku akan mengakuinya sebagai menantu ku," balas Margaretha dengan nada ketus. Arumi mulai tidak nyaman, saat melihat perdebatan antara ibu dan nenek Dewa, terlebih saat melihat sikap pria yang bergelar suaminya itu tampak dingin tanpa ada sedikit pembelaan untuk statusnya. Malah terlihat begitu menikmati perhatian Laura. Dengan berat hati, Arumi perlahan beranjak dari tempat duduknya. Lalu meminta ijin pada Oma Rima untuk beristirahat lebih dulu dan tak lupa dia pamit pada ibu mertuanya. Oma Rima sedih kecewa, saat melihat Arumi malah ingin pergi. "Arumi, makan mu belum banyak nak. Jadi kenapa harus terburu-buru?" "Tidak a
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Bab 119 Sebuah Firasat

"Please Laura, jangan bersikap seperti anak kecil aku sudah mengantar mu pulang, sekarang turun dan masuklah ke dalam," titah Dewa, dengan perasaan yang entah kenapa seperti gelisah. Laura mengerucutkan bibir, saat melihat sikap Dewa yang sangat berubah tidak seperti biasanya. Selalu manja dan posesif padanya. Hingga membuatnya tak terima. "Mas! kamu ini kenapa? aku ini pacar mu orang yang menyelamatkan mu, aku hanya ingin meminta mu untuk mengantarku sebentar saja tapi kamu sangat keterlaluan tidak mau," Protes Laura, sengaja berpura-pura menangis. Dewa berdecak kesal, dengan terpaksa dia mengabulkan permintaan Laura agar segera bis kembali. Melihat Dewa yang sudah berubah pikiran Laura terlihat begitu antusias dan segera mengajak pria yang sangat dia cintai masuk ke dalam apartemennya. Keduanya berjalan bersama menuju kamar Laura yang berada di lantai atas, Rani yang sudah di perintahkan oleh Laura agar merekam kebersamaan mereka berdua lalu mengirimkannya pada Arumi. "Ck
last updateLast Updated : 2025-03-05
Read more

Bab 120 Mulai Berubah

"Aku bilang jangan mendekat, kalau tidak aku tidak akan sungkan untuk menghubungi polisi," Ancam Arumi berharap kedua pria itu akan takut dan tidak berani untuk mendekatinya. Mendengar perkataan Arumi, membuat kedua pria bertopeng itu tertawa besar malam menjadikan peringatan Arumi sebagai lelucon. Arumi, menggelangkan kepala terlihat begitu ketakutan saat kedua pria asing itu terus berjalan ke arahnya. Tidak ingin sampai mereka mendekat membahayakan dirinya dengan calon bayi yang ada di dalam perutnya membuat Arumi sebisa mungkin berteriak meminta tolong berharap ada yang mendengar dan menolongnya. "Berteriak lah nona tapi aku pastikan tidak akan ada yang mendengar mu," pria itu menertawakan Arumi, dan malah lebih mendekat. Arumi tidak ingin terjadi apa-apa hingga ia berusaha menghubungi Dewa, namun nihil beberapa kali ia menelpon pria yang bergelar suaminya itu tidak ada jawaban membuat sangat sedih. "Kenapa nona, apa pahlawan mu tidak akan datang karena mungkin beliau s
last updateLast Updated : 2025-03-05
Read more
PREV
1
...
101112131415
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status