All Chapters of Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan : Chapter 101 - Chapter 110

144 Chapters

Bab 101 Siasat Laura

Tubuh Arumi melemas bahkan wajahnya memucat, nafasnya seolah tercekat di tenggorokannya saat mendengar perkataan Dewa yang sangat menyesakkan hati, kedua bola matanya berkaca-kaca. Melihat ekspresi wajah Arumi yang terlihat pucat dan kecewa membuat Laura terlihat sangat puas. Bahkan dia semakin memprovokasi. "Bagaimana? sekarang kamu sudah tahu dan sudah harusnya sadarkan? jadi sebelum kamu di buang lebih baik mengambil inisiatif pergi sendiri," Sindir Laura seraya menatap remeh Arumi. Arumi tersenyum getir, dia berusaha menahan tangisnya. Lalu mengangkat wajah cantiknya dan menatap Laura. "Nona Laura kenapa begitu ketakutan saat tuan Dewa memiliki perjanjian dengan saya? bukankah jika cinta sejati tidak akan pernah berpaling jadi tenang saja aku tidak tertarik dengan tuan Dewa meskipun di antara kami sudah akan mempunyai seorang bayi," balas Arumi dengan tegas. Laura tersulut emosi saat mendengar perkataan Arumi, yang seolah tidak takut dengan gertakannya. "Kau! Berani bicara s
last updateLast Updated : 2025-02-14
Read more

Bab 102 Menghadiri Pesta

Dewa semakin geram saat mendengar perkataan Adrian, yang menyulut emosinya di depan semua orang. Tapi dia berusaha tetap tenang agar tidak terpancing karena dia tidak mau jika sampai image-nya tercoreng. "Apa yang anda katakan benar tuan Adrian, tapi istri ku sedang hamil!" Dewa memberi penjelasan singkat dengan nada santai. Membuat Adrian terkejut dengan kening yang berkerut bibirnya bahkan seolah terkunci. Semua orang di sana berbisik, mereka yang baru saja bergabung di proyek itu baru tahu jika Dewa ternyata sudah menikah. "Wah, ternyata sekertaris cantik yang kemarin istrinya tuan Dewa tidak di sangka, beliau sudah menikah," bisik salah seorang wanita di sana. "Hsut! pelankan suara mu jangan sampai tuan Dewa mendengarnya, kalau tidak ini punya masa lah dengannya," sambung pria paruh baya mengingatkan. Melihat lawan bicara seolah kehabisan kata-kata membuat Dewa merasa puas, karena seolah telah memberi sebuah tamparan keras untuk Adrian. "Bagaimana sekarang anda sudah
last updateLast Updated : 2025-02-15
Read more

Bab 103 Belajar Beradaptasi

Laura terkejut setelah membaca pesan dari Adrian yang marah-marah, karena tidak mengatakan jika saat ini ternyata Arumi tengah hamil. "Astaga! aku lupa kemarin tidak mengatakan hal itu," Laura menggelengkan kepala, lalu dia menjelaskan dalam pesan itu jika dirinya juga baru tahu. Berharap Adrian tidak akan marah lagi padanya dan pria itu tetap masih dengan komitmennya masih akan tetap bekerja sama. Laura bahkan membujuk Adrian agar tenang, karena menurutnya kehamilan Arumi masih bisa dia atasi dengan cara mengugurkan kandungannya. Agar tidak ada alasan lagi antara Dewa dan Arumi untuk mempertahankan kontrak pernikahan mereka. Karena rasa cinta Adrian yang sudah sangat besar pada Arumi saat mereka masih duduk di kampus membuat lelaki itu pun terdiam, dan terpaksa mempercayai perkataan Laura. "Oke, aku akan melihat kemampuan mu untuk bisa memisahkan mereka nona Laura," kata Adrian dalam pesannya. Tanpa banyak berpikir lagi kini Laura menyanggupi janjinya untuk mengugurkan kan
last updateLast Updated : 2025-02-15
Read more

Bab 104 Pasangan Serasi

"Oma! Arumi aku pul..." Panggil Dewa sembari melonggarkan dasi dengan raut wajah tampannya yang terlihat sangat kelelahan bantuan dia terkejut saat melihat penampilan Arumi yang sangat cantik membuatnya hampir tak percaya. Jantung Arumi berdegup sangat kencang, ia terlihat sangat gugup bahkan sampai tak berani mengangkat wajahnya di depan Dewangga. Kedua bola mata Dewa membulat saat melihat Arumi yang terlihat sangat cantik dan berbeda tidak seperti biasanya. "A-Arumi ini benarkah ini kamu?" Celetuk Dewa yang masih mematung terkesima. Melihat ekspresi wajah Dewa yang menatap tanpa berkedip membuatnya Oma Rima tersenyum bahagia, karena dia yakin jika cucu kesayangannya terlihat sudah mulai memperhatikan dan menyukai Arumi. Hingga membuatnya spontan sengaja menggoda. "Lihatlah Dewa, istri mu sangat cantik malam ini, oma yakin dia Arumi akan menjadi pusat perhatian di pesta nanti," seloroh Oma Rima. Seketika suasana terasa hening dan canggung, wajah cantik Arumi seketika te
last updateLast Updated : 2025-02-17
Read more

Bab 105 Mencari Perhatian

Beberapa jam kemudian di sebuah gedung hotel bintang lima, beberapa tamu sudah berlalu lalang mulai memasuki gedung mewah dan besar itu dengan penampilan mereka yang terlihat modis, membuat Arumi yang baru pertama kali ikut mendampingi Dewangga tertegun sampai membuat langkah kakinya terhenti. Kedua alis tebal Dewa terangkat, saat melihat Arumi yang malah mematung sembari menatap kagum ke arah pintu utama hotel termewah di kota itu. "Arumi! kenapa malah bengong? ayo cepat masuk, ingat jaga sikap mu jangan membuat ku malu di dalam nanti, karena banyak tamu-tamu penting," tegur Dewa dengan mode wajah datar yang serius. Arumi tersadar dari lamunannya, lalu kembali fokus menyahut Dewa jika dia akan mematuhi perintahnya. Dewa yang sudah di tunggu oleh beberapa rekan bisnisnya kini dia kembali menyodorkan lengannya dan menatap Arumi, Arumi yang sudah mengerti tatapan sebagai kode. Setelah Arumi melingkarkan tangan di lengan Dewa, mereka berdua kembali melanjutkan langkahnya lagi
last updateLast Updated : 2025-02-17
Read more

Bab 106 Apalah Artinya Aku?

Disaat Arumi tengah larut dalam pemikirannya, Dewa yang masih banyak mendiskusikan beberapa project baru bersama rekannya, dia mengingatkan Arumi agar menunggunya sebentar. Arumi tertunduk patuh, bahkan Dewa juga tak lupa mengingatkan agar tidak meminum wine Mengingat kondisi wanita yang bergelar istrinya itu tengah hamil muda. Setelah mengingatkan, Dewa yang di ikuti asistennya kini mulai bergabung dengan beberapa rekannya termasuk Adrian yang juga ikut dalam project itu. Melihat beberapa menu makanan yang tersedia di meja dengan berbagai jenis menu membuat Arumi menelan saliva beberapa kali karena membuatnya tergoda. "Wah makanan di sini sepertinya sangat enak-enak aku jadi ingin mencicipinya," Gumam Arumi yang perlahan mencoba mencicipi beberapa cake mini buah-buahan. Laura yang melihat Arumi sendirian membuatnya segera menghampiri, lalu sengaja memulai topik pembicaraan untuk membuat Arumi sadar akan posisinya di hati Dewa. "Hmm, sepertinya ada orang kampung yang baru
last updateLast Updated : 2025-02-18
Read more

Bab 107 Jangan Pernah Bermimpi

"Arumi kamu yang sabar ya, perkataan Dewa tidak usah kamu masukin hati," Clarisa berusaha menghibur Arumi. Dia sangat sedih dan ikut sedih saat melihat sikap Dewa yang sangat keterlauan lebih mementingkan Laura di bandingkan istrinya sendiri. Arumi menarik nafas dalam-dalam dia tidak suka orang lain melihat dirinya lemah, sampai berusaha keras terlihat tegar. "Clarisa! terima kasih karena kamu sudah menghibur ku, tapi seperti aku sedikit pusing dan ingin cepat pulang," keluh Arumi seraya memijat kening. Clarisa yang sangat cemas, kini ia menawarkan diri untuk mengantar Arumi. Awalnya Arumi menolak tapi karena ingin tahu lebih jauh tentang masa lalu Dewa dan Laura membuatnya menerima tawaran wanita itu lalu memberi perintah pada supirnya pribadi Dewa agar tidak menunggunya. Sebagai seorang karyawan pak Hendra hanya bisa mematuhi perintah istri tuanya, Arumi dan Clarisa pun segera bergegas pergi dari pesta mengingat Dewa yang pergi begitu saja tanpa bicara apa pun. Suasana di
last updateLast Updated : 2025-02-19
Read more

Bab 108 Kalah Oleh Cinta Pertama

Arumi dan Clarisa memberanikan diri membuka pintu ruang UGD, Laura yang sudah di beritahu oleh asistennya kini ia sengaja terlihat seolah takut oleh Arumi. "Nona Laura! bagaimana keadaan mu?" Arumi memberanikan diri membuka pintu untuk melihat kondisi dan ia juga ingin menjelaskan pada Dewa tentang kesalahan pahaman di antara mereka. Melihat Arumi yang datang, Laura bersandiwara dengan cepatnya ia merengek dan mengadu pada Dewa. "Mas Dewa! aku sangat takut pada dia, dia hampir saja membunuh ku," ujar Laura menatap tajam dengan penuh kebencian. Arumi tercengang saat mendengar perkataan Laura, yang seolah ingin menjatuhkan dirinya di depan Dewa. "Nona Laura! apa yang kamu katakan? aku tidak pernah mempunyai niat buruk sedikit pun pada mu, jadi tolong jangan asal berbicara," jelas Arumi yang berusaha membela diri. "Iya benar Laura, kamu jangan berharap ngawur deh. Arumi bukan orang seperti itu. Jadi jangan mengada-ngada," sambung Clarisa yang membela Arumi. Dewa terlihat
last updateLast Updated : 2025-02-21
Read more

Bab 109 Aku Terlalu Naif

Dewa menelan saliva beberapa kali, saat mendengar perkataan Laura yang sudah tak sabar ingin menikah dengannya. Membuat dia semakin bimbang. Di sisi lain dia melihat sang nenek yang terlihat bahagia saat Arumi menjadi cucu mantunya, tapi dia juga sudah terikat janji pada dirinya sendiri jika ia akan menikahi Laura karena bagaimana pun juga Laura pernah menyelamatkan dirinya. Kening Laura berkerut saat melihat wajah datar pria yang sangat dia cintai, Hingga membuatnya memberanikan diri untuk bertanya. "Kenapa mas Dewa hanya diam? mas tidak mungkin mengingkari janji mas kan?" Sindir Laura dengan penuh penekanan. Dewangga tersadar dari lamunannya lalu menyahut dan berusaha menenangkan. "Tidak akan Laura, tapi pernikahan ku dengan Arumi tidak bisa di akhiri begitu saja jadi aku .." Belum sempat Dewa menuntaskan perkatannya, Laura tetap menuntut untuk segera di nikahi apa lagi hubungan mereka sudah lebih dari sekedar pacaran. Bahkan Laura menegaskan dan mengancam jika dia akan m
last updateLast Updated : 2025-02-22
Read more

Bab 110 Hanya Milik Ku

Ketika Arumi dan Adrian sudah masuk ke dalam mobil, tiba-tiba saja Clarisa mencari alasan untuk membuat mereka pergi hanya berdua saja. Hal itu membuat Arumi sangat terkejut karena ia merasa tidak nyaman jika hanya pergi berdua. "Clarisa! ayo masuklah, aku akan mengantar kalian pulang biarkan saja nanti orang bengkel yang mengatasi mobil mu," ajak Adrian yang sudah mulai menyalakan mesin mobil mewahnya. "Astaga! aku baru ingat punya janji dengan teman ku. Tuan Adrian bisa tolong antar Arumi pulang? Arumi kamu pulang dulu saja aku baru ingat punya janji tidak papa kan?" jelas Clarisa yang sengaja menolak. Arumi menghela nafas berat, dia merasa jika Clarisa memang sengaja menghindar agar tidak ikut dengan mereka. Adrian yang terlihat begitu antusias dia sama sekali tidak menolak malah ia terlihat lebih bersemangat. "Aku akan mengantar Arumi pulang, kamu tidak usah khawatir nona Clarisa," kata Adrian menyahut. "Tuan benar, anda pasti akan menjaga Arumi dengan baik. Kalau be
last updateLast Updated : 2025-02-23
Read more
PREV
1
...
910111213
...
15
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status