All Chapters of Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan : Chapter 121 - Chapter 130

144 Chapters

Bab 121 Apa Yang Terjadi Pada Mu?

Sesampainya ke lokasi yang di share oleh asistennya, Dewa segera keluar dari mobil terlihat beberapa orang kepercayaannya sedang membantu pak supir karena pingsan. Kedua bola mata Dewa berapi-api ketika dia mengedarkan pandangannya di jalan dekat pantai itu, Doni yang baru saja melihat ada bosnya datang. Dengan cepatnya dia menghampiri dan menyapa bosnya dengan penuh hormat. "Tuan, akhirnya anda kemari," Doni terlihat begitu gugup saat menghadap bosnya. "Dimana nyonya Arumi?" tanya Dewangga dengan nada bariton meninggi penuh penekan. Doni dan beberapa rekannya tertunduk ketakutan saat akan memberitahukan tentang apa yang telah terjadi pada istri bosnya. Bahkan mereka sampai tak berani untuk menatap wajah bos yang mereka abdi. Dewa mengerutkan kening, dia menatap heran pada semua para pengawalnya. "Kenapa kalian diam? di mana nona Arumi? cepat katakan pada ku?" Geram Dewa sembari meraih dan menarik kerah kemeja Doni dengan emosi yang meluap-luap hingga rahangnya mengeras.
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Bab 122 Penyesalan Dewa

Laura menyeringai puas saat mendengar kabar membuatnya sangat bahagia, tentang Arumi yang berhasil mereka singkirkan tanpa harus membuat mereka menyentuh dengan tangannya sendiri. "Heh! bagus sekali jika Arumi jatuh ke laut maka dia akan hanyut dan Dewa tidak akan pernah lagi menemukannya," Laura tertawa besar. Rani yang baru saja membuatkan jus untuk majikannya, membuat dia sedikit penasaran tentang hal apa yang membuat sang majikan bahagia. "Wah, sepertinya nona Laura sedang bahagia, katakan pada ku apa tuan Dewa akan benar-benar melamar anda?" cecar Rani sembari menyodorkan satu gelas jus strawberry yang di inginkan Laura. Dengan penuh kesombongan, Laura meraih dan meneguk habis. Dan kembali memperlihatkan chat para preman sewaannya. "Lihat, Arumi sepertinya sudah mati di telan ombak," Laura begitu yakin. Rini ikut senang, bahkan dia mengajak untuk merayakan kemenangan majikanya itu. "Nona, gimana kalau kita party untuk merayakan kemenangan anda," celetuk Rini. Laura san
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more

Bab 123 Pura-Pura Simpati

Beberapa hari kemudian, Dewa masih mencari Arumi di pesisir pantai, tidak ada tanda-tanda keberadaan istrinya di sana padahal semua pengawal dan tim sar yang ikut membantunya. "Arumi! kamu di mana?" teriak Dewa yang terlihat sudah mulai putus asa, setelah beberapa malam dan beberapa hari dia terus mencari Arumi, sampai mereka terlihat kelelahan. Tapi Dewa tidak peduli, yang dia inginkan hanyalah para pengawal dan orang kepercayaannya harus tetap mencari Arumi sampai dapat. Meskipun ragu salah satu dari mereka mencoba mengingatkan jika cuaca hari ini cukup tidak mendukung saat akan melanjutkan pencarian. "Tuan, maafkan kami jika sudah lancang berbicara seperti ini, tapi kami mengingatkan tidak baik jika kita terus memaksakan pencairan di saat kondisi hujan seperti ini," jelas Doni. Kedua bola mata Dewa memerah, saat sang asisten menasehatinya. Bahkan dia tidak terima. "Apa maksud ku? kau meminta ku untuk tidak mencarinya kagu?" Geram Dewa menarik kerah Doni, sampai Doni sesak
last updateLast Updated : 2025-03-08
Read more

Bab 123 Rencana Pak Harun

"Mas Dewa! aku tidak suka kamu membentak aku seperti ini hanya karena wanita itu, bukankah bagus jika dia pergi dengan sendirinya, dengan begitu kita bisa menikah," Peringat Laura seraya meraih dan memegang erat lengan lelaki yang sangat dia cintai. Dewa terkejut dengan perkataan Laura yang begitu enteng berbicara tentang dirinya dan Arumi. "Maksud mu apa Laura? jangan bilang kehilangan Arumi ada hubungannya dengan mu?" Dewa mendelik dan menatap tajam pada Laura. Laura tersentak kaget, saat Dewa bertanya dengan tatapan penuh kecurigaan, tentu saja dia tidak ingin jika sampai semua rencananya ketahuan. "Ya ampun mas, kamu ini bicara apa? aku ini sudah pernah menyelamatkan kamu dan mana mungkin aku sembarang berbuat hal seperti itu," sanggah Laura menangis. Meskipun Dewa sangat angkuh dan dingin, melihat seorang wanita menangis rasanya membuatnya tidak tega. Bahkan dia berperang dalam batin bagaimana bisa dia memiliki prasangka buruk pada Laura yang dulu pernah menyelamatkan
last updateLast Updated : 2025-03-09
Read more

Bab 124 Kecewa

Di sebuah rumah sakit, Dewa berjalan menuju ke dalam ruang rawat terlihat Oma Rima yang sedang duduk bersandar di atas brankar menatap penuh kecewa. "Oma, bagaimana keadaannya apakah sudah membaik?" tanya Dewa dengan nyali yang sedikit menciut dan tak berani mengangkat wajahnya. Wajah Oma Rima terlihat sangat muram dan penuh kekecewaan saat melihat wajah Dewa, setelah mengetahui apa yang telah terjadi pada Arumi. "Dewa! katakan pada oma, apakah Arumi sudah kamu temukan?" Satu pertanyaan dari Oma Rima membuat Dewa terhenyak kaget, dan bibirnya terasa sangat berat ketika akan menjawab. Tapi dia berusaha untuk tetap tenang. "Belum Oma, semua orang ku sedang masih mencarinya." Oma Rima terlihat sangat murka, dia bahkan menegur sang cucu bahwa sebagai seorang suami tidak sigap. Bahkan wanita berusia enam puluh lebih itu terlihat sangat ragu dengan apa yang akan dia katakan pada besannya. Dewa sangat menyesal dan meminta maaf, karena dia memang saat itu malah mengantar Laura da
last updateLast Updated : 2025-03-10
Read more

Bab 125 Tidak Mungkin Dia

Sesampainya di rumah, Dewa berjalan menaiki tangga dengan langkah lebarnya. Dia berusaha berpikir positif dan masih berharap para pengawal dan orang-orangnya bisa menemukan keberadaannya. "Arumi!" panggil Dewa yang membuka pintu kamar, terlihat suasana di dalam ruangan terasa hening. Ranjang pun terlihat masih rapih tidak ada tanda-tanda keberadaan Arumi di sana membuat Dewa semakin cemas dan panik. Beberapa kali memanggil dan memeriksa setiap ruangan, tetap saja tidak ada. Terlebih lagi Doni yang baru saja mendapatkan kabar jika beberapa tim sar telah menemukan robekan kain yang menurut mereka miliki Arumi. Sontak wajah Dewa berubah menjadi muram, rasanya dia tak percaya dan sangat marah ketika Doni mengatakan kabar yang tidak dia inginkan, sampai dia kehilangan kendali meraih dan menarik kerah kemeja asistennya. "Kau bicara apa Doni?!" Daren mengeram kesal, dia tidak ingin menerima alasan yang di katakan oleh Doni, yang dia inginkan adalah Arumi di temukan apa pun carany
last updateLast Updated : 2025-03-12
Read more

Bab 126 Jagoan Kecil (Excel)

Setelah Dewa melihat robekan kain yang di perlihatkan oleh salah satu orang kepercayaannya, dia sangat terkejut karena masih ingat jelas jika itu memang pakaian terakhir yang di gunakan oleh istrinya. "Tidak mungkin! ini pasti keliru, katakan pada ku kalian pasti menemukannya kan?" Dewa meraih dan menarik kerah para pengawalnya yang hanya bisa tertunduk tidak berani untuk menatap wajahnya. Namun sebagai asisten kepercayaannya, Doni berusaha menenangkan bosnya. Agar bisa menerima kabar buruk yang telah mereka dapatkan dari beberapa tim sar yang sudah membantu mereka untuk mencari di mana keberadaan istri bosnya itu. "Tuan saya mohon anda tenanglah, jika memang itu milik nyonya maka sepertinya tuan harus belajar mengikhlaskan jika sepertinya nyonya tidak bisa di selamatkan," celetuk Doni, memberanikan mengutarakan pendapatnya dan berusaha menghibur. Bukanya mereda, kemarahan Dewa malah semakin tersulut, karena melihat Doni yang begitu enteng mengatakan hal itu. "Diam kau! aku
last updateLast Updated : 2025-03-13
Read more

Bab 127 Ingin Tahu Dady

"Tentu saja sayang mommy bawakan Excel mainan pesawat, lihatlah suka tidak?" Arumi memberikan sebuah kado yang berukuran cukup besar. Excel begitu antusias saat sang mommy memberikan apa yang dia inginkan. Bahkan jagoan kecil itu tak sabar dan segera membuka isi dari kotak itu. Arumi dan Adrian saling menatap mereka berharap jika Excel menyukainya. Kedua bola mata jagoan kecil berpipi chuby itu pun membulat kagum, saat melihat mainan pesawat terbang dengan ukuran yang cukup besar. "Waw, mommy ini bagus sekali," celotehnya. Senyuman sumringah terpancar di wajah cantik Arumi, saat melihat buah hati yang sangat dia sayangi terlihat sangat bahagia. "Syukurlah jika jagoan mommy suka, sekarang cepat katakan apa ini yang pilihkan Adrian loh?" tanya Arumi membelai lembut puncak kepala Excel. Excel yang begitu polos menatap Adrian, lalu jagoan kecil yang begitu menggemaskan itu pun mengucapakan beberapa patah kata pada Adrian. "Om, makacih kalena udah pilihkan pesawat mainan yang san
last updateLast Updated : 2025-03-14
Read more

Bab 128 Kapan Kamu Akan Menikahi Aku?

Siang berganti malam, Arumi yang baru saja menemani Excel tidur. Perlahan dia berjalan menuruni tangga dan menghampiri Adrian yang masih menunggu di ruang makan. Adrian yang melihat Arumi datang, lelaki berparas maskulin itu memberanikan diri untuk melontarkan satu pertanyaan meskipun sebenarnya dia sangat ragu. "Mas Adrian, maaf ya kalau aku sudah repotin kamu," sesal Arumi lalu duduk dan memberikan satu gelas kopi panas. Wajah Adrian sedikit muram saat mengingat Jani Arumi pada jagoan kecilnya. "Apakah kamu benar akan mempertemukan Excel dengan Dewangga?" Adrian penasaran. Arumi menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya pelan, dengan hati yang berat dia pun menjawab. "Aku hanya menghibur Excel saja, mendengar namanya saja sudah membuat aku sesak," Lirih Arumi dengan netra yang berkaca-kaca. Adrian bernafas lega, saat mendengar Arumi hanya mengatakan untuk menghibur saja, karena sebenarnya dia sama sekali belum siap mengatakan tentang Dewa di depan Excel. "Jadi a
last updateLast Updated : 2025-03-15
Read more

Bab 129 Tidak Pantas

Dewa masih tergugu, saat Laura melontarkan satu pertanyaan yang sulit untuk dia jawab. Membuat Laura semakin kesal setelah beberapa tahun menunggu kepastian. Hingga membuatnya terus menekan. "Kenapa masih diam? sudah hampir lima tahun kamu tidak kasih kepastian pada ku mas Dewa?" Laura menatap tajam dengan nada meninggi, menuntut janji yang Dewa katakan. Dewa terlihat semakin gundah, pikirannya sangat kacau seolah lupa dengan janji manis yang pernah dia katakan dulu saat mereka masih menjadi sepasang kekasih. "Please Laura, hari ini aku sedang tidak bisa menjawab pertanyaan mu. Masih banyak urusan yang harus aku atasi jadi mengertilah," Dewa menegur namun dia tak berani menatap wajah lawan bicaranya itu. Mendengar dan melihat reaksi Dewa, membuat Laura semakin cemas dan gelisah, akan cinta lelaki yang selama ini selalu memprioritaskan dirinya yang perlahan terlihat sudah berubah. "Mas Dewa! cukup, aku tidak ingin kamu beralasan lagi. Jangan bilang kamu sudah jatuh hati d
last updateLast Updated : 2025-03-17
Read more
PREV
1
...
101112131415
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status