Share

Bab 122 Penyesalan Dewa

Author: Zia Ivy
last update Last Updated: 2025-03-07 23:45:44

Laura menyeringai puas saat mendengar kabar membuatnya sangat bahagia, tentang Arumi yang berhasil mereka singkirkan tanpa harus membuat mereka menyentuh dengan tangannya sendiri. "Heh! bagus sekali jika Arumi jatuh ke laut maka dia akan hanyut dan Dewa tidak akan pernah lagi menemukannya," Laura tertawa besar.

Rani yang baru saja membuatkan jus untuk majikannya, membuat dia sedikit penasaran tentang hal apa yang membuat sang majikan bahagia. "Wah, sepertinya nona Laura sedang bahagia, katakan pada ku apa tuan Dewa akan benar-benar melamar anda?" cecar Rani sembari menyodorkan satu gelas jus strawberry yang di inginkan Laura.

Dengan penuh kesombongan, Laura meraih dan meneguk habis. Dan kembali memperlihatkan chat para preman sewaannya. "Lihat, Arumi sepertinya sudah mati di telan ombak," Laura begitu yakin.

Rini ikut senang, bahkan dia mengajak untuk merayakan kemenangan majikanya itu. "Nona, gimana kalau kita party untuk merayakan kemenangan anda," celetuk Rini.

Laura san
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 123 Pura-Pura Simpati

    Beberapa hari kemudian, Dewa masih mencari Arumi di pesisir pantai, tidak ada tanda-tanda keberadaan istrinya di sana padahal semua pengawal dan tim sar yang ikut membantunya. "Arumi! kamu di mana?" teriak Dewa yang terlihat sudah mulai putus asa, setelah beberapa malam dan beberapa hari dia terus mencari Arumi, sampai mereka terlihat kelelahan. Tapi Dewa tidak peduli, yang dia inginkan hanyalah para pengawal dan orang kepercayaannya harus tetap mencari Arumi sampai dapat. Meskipun ragu salah satu dari mereka mencoba mengingatkan jika cuaca hari ini cukup tidak mendukung saat akan melanjutkan pencarian. "Tuan, maafkan kami jika sudah lancang berbicara seperti ini, tapi kami mengingatkan tidak baik jika kita terus memaksakan pencairan di saat kondisi hujan seperti ini," jelas Doni. Kedua bola mata Dewa memerah, saat sang asisten menasehatinya. Bahkan dia tidak terima. "Apa maksud ku? kau meminta ku untuk tidak mencarinya kagu?" Geram Dewa menarik kerah Doni, sampai Doni sesak

    Last Updated : 2025-03-08
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 123 Rencana Pak Harun

    "Mas Dewa! aku tidak suka kamu membentak aku seperti ini hanya karena wanita itu, bukankah bagus jika dia pergi dengan sendirinya, dengan begitu kita bisa menikah," Peringat Laura seraya meraih dan memegang erat lengan lelaki yang sangat dia cintai. Dewa terkejut dengan perkataan Laura yang begitu enteng berbicara tentang dirinya dan Arumi. "Maksud mu apa Laura? jangan bilang kehilangan Arumi ada hubungannya dengan mu?" Dewa mendelik dan menatap tajam pada Laura. Laura tersentak kaget, saat Dewa bertanya dengan tatapan penuh kecurigaan, tentu saja dia tidak ingin jika sampai semua rencananya ketahuan. "Ya ampun mas, kamu ini bicara apa? aku ini sudah pernah menyelamatkan kamu dan mana mungkin aku sembarang berbuat hal seperti itu," sanggah Laura menangis. Meskipun Dewa sangat angkuh dan dingin, melihat seorang wanita menangis rasanya membuatnya tidak tega. Bahkan dia berperang dalam batin bagaimana bisa dia memiliki prasangka buruk pada Laura yang dulu pernah menyelamatkan

    Last Updated : 2025-03-09
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 124 Kecewa

    Di sebuah rumah sakit, Dewa berjalan menuju ke dalam ruang rawat terlihat Oma Rima yang sedang duduk bersandar di atas brankar menatap penuh kecewa. "Oma, bagaimana keadaannya apakah sudah membaik?" tanya Dewa dengan nyali yang sedikit menciut dan tak berani mengangkat wajahnya. Wajah Oma Rima terlihat sangat muram dan penuh kekecewaan saat melihat wajah Dewa, setelah mengetahui apa yang telah terjadi pada Arumi. "Dewa! katakan pada oma, apakah Arumi sudah kamu temukan?" Satu pertanyaan dari Oma Rima membuat Dewa terhenyak kaget, dan bibirnya terasa sangat berat ketika akan menjawab. Tapi dia berusaha untuk tetap tenang. "Belum Oma, semua orang ku sedang masih mencarinya." Oma Rima terlihat sangat murka, dia bahkan menegur sang cucu bahwa sebagai seorang suami tidak sigap. Bahkan wanita berusia enam puluh lebih itu terlihat sangat ragu dengan apa yang akan dia katakan pada besannya. Dewa sangat menyesal dan meminta maaf, karena dia memang saat itu malah mengantar Laura da

    Last Updated : 2025-03-10
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 125 Tidak Mungkin Dia

    Sesampainya di rumah, Dewa berjalan menaiki tangga dengan langkah lebarnya. Dia berusaha berpikir positif dan masih berharap para pengawal dan orang-orangnya bisa menemukan keberadaannya. "Arumi!" panggil Dewa yang membuka pintu kamar, terlihat suasana di dalam ruangan terasa hening. Ranjang pun terlihat masih rapih tidak ada tanda-tanda keberadaan Arumi di sana membuat Dewa semakin cemas dan panik. Beberapa kali memanggil dan memeriksa setiap ruangan, tetap saja tidak ada. Terlebih lagi Doni yang baru saja mendapatkan kabar jika beberapa tim sar telah menemukan robekan kain yang menurut mereka miliki Arumi. Sontak wajah Dewa berubah menjadi muram, rasanya dia tak percaya dan sangat marah ketika Doni mengatakan kabar yang tidak dia inginkan, sampai dia kehilangan kendali meraih dan menarik kerah kemeja asistennya. "Kau bicara apa Doni?!" Daren mengeram kesal, dia tidak ingin menerima alasan yang di katakan oleh Doni, yang dia inginkan adalah Arumi di temukan apa pun carany

    Last Updated : 2025-03-12
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 126 Jagoan Kecil (Excel)

    Setelah Dewa melihat robekan kain yang di perlihatkan oleh salah satu orang kepercayaannya, dia sangat terkejut karena masih ingat jelas jika itu memang pakaian terakhir yang di gunakan oleh istrinya. "Tidak mungkin! ini pasti keliru, katakan pada ku kalian pasti menemukannya kan?" Dewa meraih dan menarik kerah para pengawalnya yang hanya bisa tertunduk tidak berani untuk menatap wajahnya. Namun sebagai asisten kepercayaannya, Doni berusaha menenangkan bosnya. Agar bisa menerima kabar buruk yang telah mereka dapatkan dari beberapa tim sar yang sudah membantu mereka untuk mencari di mana keberadaan istri bosnya itu. "Tuan saya mohon anda tenanglah, jika memang itu milik nyonya maka sepertinya tuan harus belajar mengikhlaskan jika sepertinya nyonya tidak bisa di selamatkan," celetuk Doni, memberanikan mengutarakan pendapatnya dan berusaha menghibur. Bukanya mereda, kemarahan Dewa malah semakin tersulut, karena melihat Doni yang begitu enteng mengatakan hal itu. "Diam kau! aku

    Last Updated : 2025-03-13
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 127 Ingin Tahu Dady

    "Tentu saja sayang mommy bawakan Excel mainan pesawat, lihatlah suka tidak?" Arumi memberikan sebuah kado yang berukuran cukup besar. Excel begitu antusias saat sang mommy memberikan apa yang dia inginkan. Bahkan jagoan kecil itu tak sabar dan segera membuka isi dari kotak itu. Arumi dan Adrian saling menatap mereka berharap jika Excel menyukainya. Kedua bola mata jagoan kecil berpipi chuby itu pun membulat kagum, saat melihat mainan pesawat terbang dengan ukuran yang cukup besar. "Waw, mommy ini bagus sekali," celotehnya. Senyuman sumringah terpancar di wajah cantik Arumi, saat melihat buah hati yang sangat dia sayangi terlihat sangat bahagia. "Syukurlah jika jagoan mommy suka, sekarang cepat katakan apa ini yang pilihkan Adrian loh?" tanya Arumi membelai lembut puncak kepala Excel. Excel yang begitu polos menatap Adrian, lalu jagoan kecil yang begitu menggemaskan itu pun mengucapakan beberapa patah kata pada Adrian. "Om, makacih kalena udah pilihkan pesawat mainan yang san

    Last Updated : 2025-03-14
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 128 Kapan Kamu Akan Menikahi Aku?

    Siang berganti malam, Arumi yang baru saja menemani Excel tidur. Perlahan dia berjalan menuruni tangga dan menghampiri Adrian yang masih menunggu di ruang makan. Adrian yang melihat Arumi datang, lelaki berparas maskulin itu memberanikan diri untuk melontarkan satu pertanyaan meskipun sebenarnya dia sangat ragu. "Mas Adrian, maaf ya kalau aku sudah repotin kamu," sesal Arumi lalu duduk dan memberikan satu gelas kopi panas. Wajah Adrian sedikit muram saat mengingat Jani Arumi pada jagoan kecilnya. "Apakah kamu benar akan mempertemukan Excel dengan Dewangga?" Adrian penasaran. Arumi menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya pelan, dengan hati yang berat dia pun menjawab. "Aku hanya menghibur Excel saja, mendengar namanya saja sudah membuat aku sesak," Lirih Arumi dengan netra yang berkaca-kaca. Adrian bernafas lega, saat mendengar Arumi hanya mengatakan untuk menghibur saja, karena sebenarnya dia sama sekali belum siap mengatakan tentang Dewa di depan Excel. "Jadi a

    Last Updated : 2025-03-15
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 129 Tidak Pantas

    Dewa masih tergugu, saat Laura melontarkan satu pertanyaan yang sulit untuk dia jawab. Membuat Laura semakin kesal setelah beberapa tahun menunggu kepastian. Hingga membuatnya terus menekan. "Kenapa masih diam? sudah hampir lima tahun kamu tidak kasih kepastian pada ku mas Dewa?" Laura menatap tajam dengan nada meninggi, menuntut janji yang Dewa katakan. Dewa terlihat semakin gundah, pikirannya sangat kacau seolah lupa dengan janji manis yang pernah dia katakan dulu saat mereka masih menjadi sepasang kekasih. "Please Laura, hari ini aku sedang tidak bisa menjawab pertanyaan mu. Masih banyak urusan yang harus aku atasi jadi mengertilah," Dewa menegur namun dia tak berani menatap wajah lawan bicaranya itu. Mendengar dan melihat reaksi Dewa, membuat Laura semakin cemas dan gelisah, akan cinta lelaki yang selama ini selalu memprioritaskan dirinya yang perlahan terlihat sudah berubah. "Mas Dewa! cukup, aku tidak ingin kamu beralasan lagi. Jangan bilang kamu sudah jatuh hati d

    Last Updated : 2025-03-17

Latest chapter

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 143 Kecurigaan Arumi

    "Arumi! aku tahu kamu masih belum bisa melupakan Dewa, tapi lebih baik kamu mencoba untuk membuka hati bagi pria lain yang lebih menghargai mu, termasuk aku. Aku sudah lama menyukai mu jadi maukah kamu menerima cinta ku," Adrian mengungkapkan perasaannya untuk yang kesekian kalinya. Arumi menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkanya pelan. Sebenarnya dia merasa sangat risih setiap kali Adrian mengungkapkan perasaannya. Karena bagi Arumi kepercayaan bagi seorang pria untuk saat ini sangatlah sulit. "Arumi! bagaimana apakah kamu mau menjadi pacar ku. Aku tidak peduli jika kamu hanya memanfaatkan aku demi menghindari Dewa jika kalian bertemu suatu hari nanti," Celetuk Adrian yang berusaha meyakinkan Arumi agar mau menerima cintanya. Arumi terdiam merenung sejenak, saat mendengar Adrian yang terus memohon agar mau menerima ungkapan cintanya. "Kamu setuju kan?" Adrian memastikan lagi, Arumi merasa tidak enak hati padahal sudah beberapa kali dia menjelaskan jika dirinya tidak in

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 142 Dinner Spesial

    Disebuah kafe, Adrian mengajak Arumi masuk ke sana, setelah singgah ke restoran tempat favoritnya sudah tutup membuat mereka terpaksa memilih kafe yang masih buka di pusat kota. "Arumi, gimana kalau kita makan di sini saja apa tidak apa-apa?" tanya Adrian memastikan lebih dulu. Arumi yang masih mengedarkan pandangan di area luar kafe, dia merasa sedikit tidak enak hati berharap jika dirinya tidak akan bertemu Dengan orang-orang yang telah menjadi bagian dari masa lalunya. Melihat Arumi yang masih berdiri mematung seolah terlihat bimbang, membuat kedua alis Adrian terangkat penuh keheranan. Lalu memberanikan diri bertanya apa yang wanita cantik yang ada di depannya itu terlihat resah Arumi pun menyahut dan menyanggah pertanyaan Adrian. "Aku tidak apa hanya saja tempat ini amankan?" Arumi memastikan lagi. Adrian hanya menarik nafas dalam-dalam, lalu dia berusaha meyakinkan pada Arumi, jika dia tidak perlu sungkan lagi selama masih ada dirinya di samping. "Arumi! selama aku

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 141 Terlalu Gengsi

    Setelah menunggu sekitaran dua puluhan menitan, Adrian sangat terkejut saat Arumi mulai membuka pintu dan terlihat sudah siap untuk berangkat. "Mas Adrian! maafkan aku, pasti sudah menunggu lama ya?" Arumi merasa tidak enak hati. Tentu saja Adrian menjawab jika dia tidak keberatan sama sekali. Tak ingin rencananya gagal Adrian tanpa ragu segera mengajak Arumi pergi ke Resto yang sudah dia booking. "Sudah siap kan? sekarang lebih baik kita pergi keburu malam." "Iya, mas. Tapi aku tidak bisa lama-lama karena beberapa contoh desain untuk besok belum selesai," Arumi sengaja mewanti-wanti lebih dulu. Sebagai teman dan bos pun Adrian setuju, dan berjanji jika mereka tidak akan lama berada di luar. Setelah sepakat mereka berdua bergegas masuk ke dalam mobil saat supir pribadi Adrian membukakan pintu untuk sang tuan. "Tuan, nona silahkan," ujar sang supir sembari membungkukkan badan dengan penuh hormat. Adrian dan Arumi duduk di jok belakang. Suasana di antara mereka terlihat sa

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 140 Obsesi Adrian

    Nyonya Retha menatap tajam Dewa, dia tidak pernah menyangka jika putranya begitu lancang melawan dirinya. Padahal selama ini selalu patuh dan selalu memprioritaskan dirinya. "Dewa! jangan membantah ibu, apa yang ibu pilihkan itu yang terbaik untuk mu," Bentaknya. Dewa yang saat ini tengah merasakan kekacauan di dalam hatinya, kini dia memilih untuk pergi keluar tanpa menghiraukan lagi perintah yang sudah membuatnya sangat muak. "Dewa! tunggu, ibu belum selesai berbicara," panggil nyonya Retha dengan nada tinggi dan menatap tajam pada putra sulungnya. Saat perkataan tidak di gubris. Nyonya Rima yang baru keluar dari kamarnya, wanita tua itu di dampingi kedua pelayan lalu menghampiri Margaretha dan menegurnya karena menurutnya sikapnya terlalu berlebihan. "Retha! lebih baik kamu jangan selalu menekan Dewa, bagaimana pun juga dia sudah dewasa dan tahu kebahagiaan untuk dirinya sendiri," Protes Nyonya Rima menatap kesal putrinya. Margaretha mendelik, dia merasa jika dirinya

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 139 Seribu Kali Lebih Baik

    Suster Rini mencoba untuk melihat sosok pria yang ada di dalam foto yang di pegang oleh Excel, terlihat sangat tampan dan gagah. "Pria ini kenapa terasa tidak asing ya?" gumam Suster Rini sembari memutar kedua bola matanya. Excel menatap suster Rini, lalu jagoan kecil itu bertanya karena penasaran. "Suster!" panggil Excel dengan nada gemasnya. Seketika suster Rini terbuyar dari lamunannya, lalu duduk dan jongkok. "Iya ada apa Excel?" sahut suster Rini sembari mengelus kepala jagoan kecil itu. "Suster kenal tidak sama om tampan ini? ko bisa ada di lemari mommy ya?" tanya Excel penasaran. Suster Rini tersenyum lalu dia menjawab, jika tidak mengenal pria itu akan tetapi wanita itu sedikit mulai menatap jelas foto sang pria dengan wajah Excel yang memiliki kemiripan. "Suster gak tahu anak manis, tapi nanti akan coba suster cari tahu ya, sekarang makan dulu biar cepat besar dan nanti bisa cari dady gimana?" bujuk suster Rini sembari menyodorkan makanan di atas sendok. Excel

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 138 Rasa Penasaran Excel

    "Cukup Laura! berhenti berteriak di depan ku!" Dewa menghardik Laura, di saat kekasih di masa kecilnya itu terus menuntut untuk menikah membuatnya semakin emosi sampai memegang kepala yang masih terasa sakit dan pusing karena pengaruh alkohol yang belum sepenuhnya hilang. Laura tergugu, baru kali ini dia melihat ekspresi Dewa yang sangat marah. Padahal selama mereka pacaran dulu tidak pernah membentak membuat wanita berprofesi sebagai model itu semakin tidak tenang. "Tidak bisa! jangan menyuruh aku untuk diam, kesabaran aku sudah habis mas. Aku kembali hanya untuk kami demi meneruskan impian masa depan kita," Ungkap Laura dengan keinginannya. Semakin di desak Dewa semakin emosi, apa lagi dia yang tidak suka di atur oleh seorang wanita membuatnya terpaksa mengucapkan peringatan untuk uang kedua kalinya di saat mereka berdua beradu argument. "Berhenti! atau aku tidak akan mengijinkan mu menemui ku di mana pun berada," Ancam Dewa terlihat serius. Seketika Laura terdiam dan

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 137 Rindu Yang Menyiksa

    Arumi tercengang, saat melihat dan mendengar pertanyaan cinta Adrian yang membuatnya tak habis pikir dan sulit untuk di percaya, karena selama ini sosok lelaki yang ada di depannya itu telah ia anggap sebagai Kaka senior tidak lebih dari itu. "Arumi! apa kamu mendengar ku?" Adrian memegang erat tangan Arumi, sembari menatap dalam tanpa berkedip sedikit pun. Keduanya saling menatap satu sama lain, terutama Adrian, seolah tak ingin melepaskan pandanganya walaupun sebentar saja. Berbeda hal dengan Arumi. Wanita cantik itu berusaha memalingkan wajah ke samping. Rasanya begitu berat untuk menjawab tapi ia memberanikan diri walaupun tidak tahu jawabannya akan di terima atau tidak oleh Adrian. Setelah menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya pelan, Arumi memberikan sebuah jawaban. "Mas Adrian! kamu adalah pria baik, rasanya sangat cocok jika mencari seorang gadis di luar sana yang masih single, tidak seperti aku." Lirih Arumi yang merasa sangat insecure. Namun yang jelas dalam

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 136 Jadilah Pacar Ku

    Adrian tidak yakin saat mendengar perkataan Arumi, yang sudah tidak peduli lagi pada Dewa. Karena terdengar dari nada suaranya yang penuh dengan keterpaksaan. "Benarkah seperti itu? apa kamu tidak marah melihat berita skandal tentang mereka?" Adrian memastikan kembali. Arumi rasanya sangat sesak setiap kali ada orang yang membahas tentang Dewa, yang sudah pelan dia lupakan meskipun ada luka hati yang sangat sulit untuk dia sembuhkan. "Cukup tuan, tolong jangan bahas tentang mereka lagi," Pinta Arumi dengan nada sedikit tinggi. Untuk yang pertama kalinya, Adrian sangat terkejut saat melihat Arumi sampai marah dan terlihat sangat serius. "Baiklah, maafkan aku. Aku tidak akan membahas tentang dia lagi," Sesal Adrian. Arumi tidak banyak bicara lagi, satu panggilan dari baby sisternya membuat dia begitu antusias, karena pasti jagoan kecilnya yang ingin menelpon. Setelah menjaga jarak di saat mengangkat telepon dari Excel, Arumi terlihat sangat senang mengingat beberapa jam y

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan    Bab 135 Aku Tidak Mau Peduli Lagi

    Dewa menghela nafas jengah, saat Laura terus menuntut agar segera menikahinya. Tak ingin banyak bicara lelaki tampan itu pun keluar dari kamar tanpa bicara lagi. "Mas Dewa! tunggu," Laura tidak terima di tinggal begitu saja. Dia berjalan mengikuti Dewangga. Hingga terlihat beberapa kelompok paparazi yang sudah sigap mencari bahan berita terutama seorang Dewa, selain di kenal sebagai CEO muda yang tengah jadi perbincangan hangat di khalayak umum. Terutama sejak berita sang istri pergi. Dewa terkejut, saat melihat para wartawan itu menghadang dirinya dengan beberapa bidik kamera, dan mereka juga melontarkan beberapa pertanyaan padanya. "Tuan Dewa! kenapa anda dan nona keluar dari ruangan kamar yang sama? jangan bilang kalian berdua sudah merajut tali kasih kembali?" celetuk salah satu wartawan tanpa ragu. "Iya benar, apa kalian sudah bersama lagi? lalu bagaimana dengan nona Arumi?" sambung karyawan lainnya. Dewa semakin kesal saat melihat dan mendengar pertanyaan para war

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status