All Chapters of Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan : Chapter 91 - Chapter 100

144 Chapters

Bab 91 Terlalu Berharap

Dewa beranjak dari tempat duduknya, Laura yang baru saja keluar dari ruangan ganti kini dia pun menghampiri dan melontarkan beberapa pertanyaan untuk mendapatkan pendapat pria idamannya. "Mas Dewa, lihatlah menurut mu bagaimana dengan gaun ini? cocok tudak dengan ku?" Tanya Laura seraya memutar tubuhnya dengan balutan gaun yang sangat seksi. Pikiran Dewa kalang kabut, dia pun perlahan melepaskan tangan Laura yang memegang erat lengannya. "Laura! aku harus pergi sekarang, Rudi nanti akan mengantar mu pulang," Kata Dewa yang bergegas pergi dari sana dengan langkah tergesa-gesa. "Mas Dewa! jangan pergi!" Laura marah dan tak terima, tapi Dewa yang seolah menuli dan terus melanjutkan langkahnya dengan perasaan yang sangat kecewa pada Arumi, karena menurutnya sangat ceroboh dalam menjaga dirinya. Laura melemparkan beberapa benda yang ada di sekitarnya. Ketika melihat Dewa untuk pertama kalinya malah pergi tanpa mengatakan alasan yang jelas untuknya. "Sial! ini pasti karena ja-l
last updateLast Updated : 2025-02-07
Read more

Bab 92 Perasaan Yang Aneh

Beberapa jam kemudian, ketika Arumi sedang menunggu di depan ruangan UGD, dia terlihat tengah duduk menunggu dengan perasaan cemas dan khawatiir yang saat ini tengah menyelimuti dirinya. Bi Tini yang ikut menunggu Arumi, dia berusaha menenangkan putri dari majikannya itu. "Nona muda, tenanglah. Tuan pasti akan baik-baik saja jangan sampai nona banyak pikiran apa lagi saat hamil seperti ini," imbuh bi Tini sembari memegang erat tangan Arumi. "Iya bi, tapi aku tak tahan dengan perlakukan ibu dan juga Rania yang begitu tega pada ayah. Padahal ayah sangat menyayangi mereka," Arumi kecewa bahkan sekarang dia sangat bingung dengan semua uang ayahnya sudah di pegang oleh Ibu dan adik tirinya membuat Arumi terlihat kebingungan. Namun meskipun Arumi ragu, mengingat Oma Rima yang sangat baik padanya. Membuat ia mencoba untuk meminta bantuan. Tapi baru saja Arumi akan menelpon Dewa yang baru saja tiba di rumah sakit membuat dia sangat kaget "Tuan Dewa!" pekik Arumi dengan kedua bola mata
last updateLast Updated : 2025-02-08
Read more

Bab 93 Mencari Partner

Setelah mendapatkan laporan dari para pengawalnya, nyonya Rima bernafas lega karena akhirnya cucunya berhasil membawa Arumi untuk pulang kembali ke kediaman Wijaya. Bagi wanita tua itu Arumi tidak cocok jika harus tinggal bersama ibu dan kakak tirinya, yang sewaktu-waktu bisa membahayakan calon pewaris yang sudah dia tunggu dan dia idamkan. "Bagus Dewa, oma bangga pada mu karena kamu paham dengan maksud Oma," gumamnya dengan penuh semangat. Nyonya Rima bahkan menyuruh para pelayan dan kokinya untuk segera menyiapkan beberapa menu makanan kesukaan Dewa dan juga Arumi, dengan sangat jeli dan teliti apa lagi cucu mantunya harus mendapatkan asupan gizi demi cicit yang sudah tidak sabar lagi dia tunggu kelahirannya. Baru saja nyonya Rima akan bergegas menyambut kepulangan Dewa dan Arumi, tiba-tiba saja dia menerima satu pesan Margaretha, wanita yang tak lain adalah ibu kandung Dewangga dan putri kandungnya sendiri. "Retha!" Nyonya Rima terkejut, dia tidak tahu harus sedih atau sen
last updateLast Updated : 2025-02-09
Read more

Bab 94 Harus Dihukum

"Sepertinya tuan Adrian sangat mengenal Arumi ya? sampai segitu ingat masa lalu kalian," sindir Laura menyeringai dia menjeda minumnya sejenak. Adrian yang sudah mulai sedikit mulai mabuk pun hanya menggelengkan kepala, dan mulai terpancing dengan sikap manis Laura."Itu hanya kebetulan ingat saja tidak di sangka, sekarang dia sudah menikah dengan rekan bisnis ku sendiri," balas Adrian tersenyum getir. Melihat sikap Adrian yang begitu bersemangat saat membahas tentang Arumi, membuat Laura semakin memiliki peluang untuk mengajak bekerja sama dengan lelaki yang ada di depannya itu. Tanpa ragu lagi, Laura mengatakan pada Adrian jika dia tidak perlu kecewa, bahkan Laura sengaja mengatakan jika pernikahan kekasihnya dan Arumi hanya karena terpaksa saja. Seketika Adrian tersedak, saat mendengar kabar yang cukup mengejutkan untuknya. "Nona Laura! Apa maksud anda? Kenapa bicara seperti itu? Apa anda tidak bisa menerima Dewa sudah menikah dengan Arumi?" Adrian tidak mengerti dengan maksud
last updateLast Updated : 2025-02-09
Read more

Bab 95 Candu Baru

Arumi terlihat sangat kesal, ketika dia tengah berendam air hangat di dalam bathub yang di bantu oleh beberapa pelayan. Ia tidak habis pikir dengan sikap Dewa yang terkadang sulit untuk di pahami. "Dasar pria tidak punya hati, bisa-bisanya dia memaksa ku pulang sementara ayah masih di rumah sakit," Umpat Arumi dalam hati. Ketika Arumi tengah larut dalam pemikirannya, tiba-tiba saja kepala pelayan memberitahukan jika tuannya akan segera masuk ke dalam, sontak Arumi mendengar Dewa yang akan datang membuat ia terkejut, sampai Ia bertanya-tanya ada apa lagi pria itu kembali datang menemuinya. Para pelayan pun segera berdiri dan menyambut tuannya dengan penuh hormat. Dengan raut wajah datar dan muram kini Dewangga pun meminta semua pelayan wanita yang ada di sana segera pergi meninggalkan mereka berdua. Suasana kamar mandi yang hening itu hanya di hiasi suara sahutan para pelayan mereka dengan sigap segera undur diri sesuai perintah. Perasaan Arumi saat ini tak karuan, dengan cep
last updateLast Updated : 2025-02-10
Read more

Bab 96 Egois

Disebuah Bar. Cahaya lampu kerlap-kerlip dan music disco menusuk telinga, membuat Laura masih setia menunggu Dewa yang masih dalam perjalanan menuju ke tempat mereka janjian. "Mas Dewa tumben sekali belum datang juga, padahal biasanya dia datang lebih awal," Laura kembali meneguk anggur merah yang sudah dia habiskan beberapa gelas. Baru saja wanita berpakaian sexy itu pun kembali berdiri untuk menari kembali bersama teman-temannya. Namun langkahnya seketika terhenti saat melihat Dewa yang sudah datang. "Mas Dewa, akhirnya kamu datang juga," Laura berlari kecil lalu memeluk Dewa dengan sangat erat. Dewa menghela nafas kasar, lalu perlahan ia melepaskan kedua tangan Laura, lalu memastikan apa yang ingin dia ketahui. "Jawab aku dengan jujur, apakah kamu yang mengirimkan semua foto Arumi dan Adrian?" Tekan Dewa menatap tajam kekasih lamanya itu. Laura memutar kedua bola mata malasnya, saat mendengarkan Dewa yang selalu saja membuat Arumi di depannya. "Iya mas, aku yang men
last updateLast Updated : 2025-02-11
Read more

Bab 97 Apa Artinya Semua itu?

Beberapa jam kemudian, Oma Rima bernafas lega karena akhirnya Dokter mengatakan jika kondisi kandungan Arumi baik-baik saja. Begitu juga dengan Arumi rasanya ia sangat bersyukur karena dari tadi rasa takut dan cemas terus menyelimuti dirinya mengingat Dewa yang terus memaksanya. "Kondisi kandungan nona Arumi baik-baik saja dan tidak ada yang perlu di cemaskan, hanya perlu menambah vitamin dan di jaga pola makanya yang terpenting jangan banyak pikiran karena itu bisa mempengaruhi kesehatan ibu dan calon baby-nya," imbuh sang Dokter lalu memberikan beberapa resep Vitamin. Nyonya Rima menyuruh pengawal pribadinya untuk segera ke apotik mengambil beberapa vitamin untuk Arumi, wanita tua itu tak lupa juga untuk mengingatkan Arumi untuk menerapkan semua saran Dokter. Malam semakin larut, nyonya Rima menyuruh cucu menantu kesayangannya itu untuk kembali beristirahat, Arumi mengangguk patuh ia membaringkan diri di atas ranjang setelah oma Rima dan Dokter Desy pergi. Pikiran Arumi
last updateLast Updated : 2025-02-12
Read more

Bab 98 Pintar Bersandiwara

Keesokan harinya, pagi hari yang cerah. Arumi bersiap ke kantor seperti biasanya dengan penampilan yang modis dengan dress yang terlihat sangat anggun mengingat usia kandungannya menuju ke empat bulan. Dewa yang baru saja keluar kamar mandi dia terkejut, saat melihat Arumi yang masih saja nekad pergi kerja membuatnya tak habis pikir. "Arumi! kamu mau ke mana pagi-pagi sudah rapih?" cecar Dewa menatap penuh selidik. Arumi sejenak menghentikan aktifitasnya menyisir rambut panjangnya lalu menjawab. "Tentu saja pergi bekerja tuan, kenapa anda malah bertanya?" jawab Arumi berbalik tanya. Tak ingin melihat Adrian yang terus mencoba mendekati Arumi, Dewa menegur Arumi agar berhenti dari pekerjaannya. Sontak hal itu membuat wanita cantik itu kaget karena secara tiba-tiba. "Berhenti! maksud tuan Dewa apa? aku tidak bisa berhenti bekerja sekarang selain Jenuh harus di rumah terus aku juga masih membutuhkan uang untuk biaya perawatan Ayah," Tegas Arumi dengan bibir yang mengerucut.
last updateLast Updated : 2025-02-12
Read more

Bab 99 Berbeda Dengan Yang Lain

"Iya benar Oma apa yang di katakan oleh mas Dewa, kami tadi hanya sedang berdiskusi saja," sanggah Arumi yang berusaha mengikuti perintah suami kontraknya itu. Nyonya Rima menghela nafas kasar sembari menggelengkan kepala. Tak ingin memperdebatkan pemikiran negatif yang melintas di kepalanya. Wanita berusia enam puluh tahunan lebih itu pun kini segera mengajak cucu dan cucu mantu kesayangan agar segera sarapan bersama. Dia terlihat sangat bersemangat setelah menyiapkan beberapa menu untuk wanita hami. Arumi tidak tega saat melihat oma Rima yang begitu mengharapkan kehadiran cicitnya, dia berusaha bersikap seolah tidak ada apa-apa terhadap Dewa, padahal jauh dari lubuk hatinya dia merasa tidak nyaman. Tanpa membuang waktu lagi, Dewa mengenggam tangan Arumi dan mengajaknya ke meja makan bersama. Jantung Arumi berdegup sangat kencang saat merasakan tangan besar lelaki yang bergelar suaminya itu yang terasa sangat hangat. Sekilas Arumi sempat terpikat oleh ketampanan Dewa, akan
last updateLast Updated : 2025-02-13
Read more

Bab 100 Hanya Pelampiasan Saja

Beberapa jam kemudian, Laura telah sampai lebih dulu di tempat parkiran perusahan Dewa. Dia sengaja menunggu untuk memastikan kedatangan Arumi, yang sudah membuatnya sangat kesal. "Kemana dia kenapa belum kelihatan batang hidungnya juga," Laura sudah tak sabar, baru saja dia ingin mencoba mengirim chat pada Dewa untuk mengetahui keberadaan mereka. Tiba-tiba saja terlihat sebuah mobil Bentley mewah yang berwarna hitam terparkir tepat di depannya, membuat Laura pun mengurungkan niatnya untuk mengirim pesan, lalu memastikan lebih dulu apakah itu mobil pria yang sangat dia cintai. Dan benar saja, terlihat sang asisten yang baru turun dari mobil lalu segera membukakan pintu mobil untuk Arumi. "Nona muda silahkan," Ujar Rudi sembari membungkukkan badannya sebagai rasa hormatnya. Arumi pun segera menginjakkan kaki lalu segera keluar, dia tak lupa mengucapkan terima kasih pada Rudi, tapi Rudi pun mengingatkan pada istri bosnya agar tidak sungkan padanya. Dewa yang masih duduk d
last updateLast Updated : 2025-02-13
Read more
PREV
1
...
89101112
...
15
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status