Daniel dan Rania saling menatap, mereka tidak menyangka jika Arumi yang mereka kenal dulu, selalu patuh dan mengalah, kini seolah telah berubah. "Owh, sekarang kamu sudah berani meneriaki aku," Daniel meraih dan menyangkup kasar dagu lancip Arumi, sampai membuat Arumi sesak untuk bernafas. Bi Tini dan pak Harun tercengang, saat melihat Daniel yang begitu berani pada Arumi. Pria paruh baya itu berusaha berteriak tapi apalah daya bibirnya sulit untuk berkata. Sampai membuatnya terjatuh ke bawah lantai. Membuat semua orang di sana sangat panik, terutama Arumi. "Ayah!" Arumi menginjak keras kaki Daniel sampai membuat pria itu terhenyak dan kesakitan. "Ck, sial! kurang ajar kamu Arumi!" Hardik Daniel. Arumi dan bi Tini segera membantu ayahnya untuk berdiri dan bersandar kembali di atas tempat tidur. "Mas Daniel! kamu keterluan, membuatku hampir saja tidak bisa bernafas," Maki Arumi. Rania sangat tidak suka saat Arumi membentak Daniel yang sebentar lagi akan menjadi suamin
Last Updated : 2025-02-06 Read more