Share

Bab 84 Diam-Diam Mengagumi

Penulis: Zia Ivy
last update Terakhir Diperbarui: 2025-02-03 20:24:27
Marisa mengerutkan kening saat melihat asisten rumah tangganya, terlihat sudah menghubungi seseorang yang membuatnya penasaran lalu mencecar beberapa pertanyaan. "Bi, kamu ini nelepon siapa malam-malam seperti ini?" Tanya Marisa sembari menatap tajam dan berkacak pinggang.

Bi Tini tersontak kaget, saat melihat majikannya yang tiba-tiba saja ada di belakangnya. "Nyonya, bibi pikir siapa tadi bibi hanya menelpon Hera menghampiri dan mencecar putra bibi saja di kampung," Jawab bi Tini berbohong karena dia tidak ingin majikan wanita yang jahat dan licik itu mengetahui jika dirinya sudah menghubungi putri dari pak Harun.

Beruntung tadi Marisa tidak mendengar pembicaraan nya dan Arumi, dengan penuh emosi Marisa pun menyuruhnya untuk segera pergi untuk mengurus pak Harun. Wanita paruh baya itu pun mengangguk patuh. "Baik nyonya, bibi urus tuan dulu." Bi Ratih pergi ke arah kamar pak Harun yang saat ini sedang sakit struk ringan

Marisa terlihat asik membawa seorang berondong ke dalam r
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan Ā Ā Ā Bab 85 Sepucuk Surat

    Arumi menelan saliva karena sedikit kaget, saat melihat Dewa yang sudah ada di depannya yang terus membidik dengan tatapan tajamnya. "A-Aku tadi sangat haus tuan, jadi ke dapur minum dulu. Kenapa anda malah bangun?" jawab Arumi terpaksa berbohong karena ia tidak mau berdebat dengan Dewa. Mendengar penjelasan Arumi, entah kenapa Dewa belum percaya sepenuhnya karena tidak biasanya sang istri keluar kamar malam-malam. "Kenapa tidak menyuruh pelayan untuk mengantarkannya," kata Dewa mengingatkan. Arumi sudah menduga, jika Dewa tidak akan mudah percaya. Tapi ia berusaha untuk tetap tenang agar tidak membuat lelaki yang ada di depannya curiga. "Para pelayan sudah tidur, kasian kalau harus di ganggu, lagi pula jalan-jalan ke dapur sebentar tidak papa kan." Arumi berusaha untuk meyakinkan. Dewa terdiam, dia sebenarnya tidak ingin berdebat lagi hanya karena hal sepele. Dengan raut wajah yang datar ia akhirnya menerima alasan Arumi. "Sudah, cepat tidurlah. Besok ada beberapa dokum

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-04
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan Ā Ā Ā Bab 86 Menggoda Pria Lain

    Kening nyonya Rima berkerut saat Dewa bertanya padanya, lalu dia mengiyakan jika semalam Arumi memang menemuinya dan meminta ijin untuk pulang menjenguk ayahnya lebih dulu, bahkan wanita berusia enam puluh tahunan itu juga yang menyuruh supir pribadi mereka untuk mengantarkan Arumi. Dewa menghela nafas kasar, dia tidak habis pikir kenapa istri kontraknya itu sudah mulai berani berbohong padanya. Padahal selama ini Arumi selalu ijin padanya. "Dewa! jawab oma dengan jujur, apa kamu masih berhubungan dengan mantan kekasih mu sepertinya semalam Arumi terlihat sangat sedih sekali," Oma Rima menatap penuh selidik. Wajah Dewa seketika berubah menjadi muram, hatinya pun menjadi ciut, lidahnya seolah terkunci saat akan menjawab. Melihat ekspresi Dewa yang malah mematung, memperkuat pemikiran Oma Rima sampai membuatnya sedikit kesal dan marah. "Oma sudah menduganya, sudah berapa kali di ingatkan sudah lupakan saja wanita itu dan fokus pada istri mu Dewa, Arumi jauh lebih baik dar

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-05
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan Ā Ā Ā Bab 87 Terbakar Api Cemburu

    Setelah mengambil beberapa potret Arumi dan Adrian, Laura tanpa sungkan mengirimkannya pada Dewa. Dia begitu puas apa lagi saat mengambil fose Adrian yang menahan Arumi yang hampir jatuh. "Heh, Arumi rasakan kamu kamu pikir Dewa akan menyukai mu, jangan mimpi," Geram Laura lalu kembali masuk ke dalam mobil. Melihat sang majikan yang terlihat begitu senang, Rini sangat penasaran dengan apa yang sudah di lakukan oleh Laura. Dia pun tak pernah absen untuk mencari tahu. "Nona Laura, seperti anda sangat senang sekali?" Dengan penuh kesombongan Laura memperlihatkan beberapa hasil foto Arumi dan Adrian. Membuat kedua mata Rini membeliak saat mendengar hal yang menurutnya sangat menarik. "Bagus sekali nona Laura, aku yakin tuan Dewa pasti langsung membenci wanita ja-lang itu," kata Rini yang sengaja memprovokasi. "Tentu saja aku juga yakin, tinggal menunggu waktunya saja," Laura menyeringai penuh kesombongan. Dia berharap pernikahan kontrak mereka berdua cepat berakhir sebelum batas w

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-05
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan Ā Ā Ā Bab 88 Playing Victim

    Sesampainya di rumah sang ayah, Arumi di sambut hangat oleh asisten rumahnya dengan sangat antusias. "Nona muda akhirnya nona ke sini juga," ujar Bi Tini terlihat senang saat membuka pintu. Arumi memancarkan senyum tipis, lalu dia bertanya tentang kondisi sang ayah, seraya mengedarkan pandanganya di semua ruangan. Tanpa membuang waktu lagi wanita paruh baya itu pun segera membukakan pintu lalu mempersilahkan putri dari majikannya untuk masuk. "Nona Arumi, ayo masuk. Ini rumah Nona sendiri jangan sungkan dan tuan sudah menunggu anda di dalam," ajak bi Tini yang memegang erat tangan Arumi agar segera masuk ke dalam. Arumi yang sudah tak sabar ingin memastikan kondisi sang ayah, kini ia pun berjalan menaiki tangga menuju lantai atas. Namun baru saja Arumi sampai lantai atas, terlihat ibu tirinya yang baru keluar kamar menatap tajam penuh ke kebencian padanya. "Arumi! untuk apa kamu ke sini?" tanya Marisa dengan nada meninggi sembari mengikat rambutnya. Membuat Arumi terkejut s

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-06
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan Ā Ā Ā Bab 89 Karena Aku Yang Pantas

    Daniel dan Rania saling menatap, mereka tidak menyangka jika Arumi yang mereka kenal dulu, selalu patuh dan mengalah, kini seolah telah berubah. "Owh, sekarang kamu sudah berani meneriaki aku," Daniel meraih dan menyangkup kasar dagu lancip Arumi, sampai membuat Arumi sesak untuk bernafas. Bi Tini dan pak Harun tercengang, saat melihat Daniel yang begitu berani pada Arumi. Pria paruh baya itu berusaha berteriak tapi apalah daya bibirnya sulit untuk berkata. Sampai membuatnya terjatuh ke bawah lantai. Membuat semua orang di sana sangat panik, terutama Arumi. "Ayah!" Arumi menginjak keras kaki Daniel sampai membuat pria itu terhenyak dan kesakitan. "Ck, sial! kurang ajar kamu Arumi!" Hardik Daniel. Arumi dan bi Tini segera membantu ayahnya untuk berdiri dan bersandar kembali di atas tempat tidur. "Mas Daniel! kamu keterluan, membuatku hampir saja tidak bisa bernafas," Maki Arumi. Rania sangat tidak suka saat Arumi membentak Daniel yang sebentar lagi akan menjadi suamin

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-06
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan Ā Ā Ā Bab 90 Cinta Tapi Gengsi

    "Mas Kamu ngusir aku? aku ini wanita yang sudah memberi segalanya, apa kamu lupa hanya karena gadis cupu itu kamu rela membentak ku!" proses Laura tak terima. Dewa menghela nafas kasar, dia rasanya kehabisan energi untuk menjelaskan tentang keadaan dan situasi saat ini. "Bukan begitu, skandal aku dan Arumi sudah tersebar Jika aku tidak menikahinya, maka status dan image ku sebagai pimpinan akan jelek di mata semua orang, apa lagi oma dia pasti akan marah jika aku tidak bertanggung jawab," Dewa memberikan penjelasan berharap Laura mengerutu keadaannya. Tak ingin Dewa lebih jauh darinya, Laura pun berusaha untuk bersikap manis dan membujuknya agar memprioritaskan dirinya. "Baiklah mas, aku akan memberikan mu waktu setelah Bayi itu lahir kamu harus segera ceraikan dia, besok ada ada pesta perjamuan dan aku akan hadir, tapi aku belum mempunyai gaun yang cocok, bagaimana kalau mas antar aku ya?" Pinta Laura menatap nanar dengan penuh harap. Mengingat Laura pernah menjadi penyelamat

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-07
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan Ā Ā Ā Bab 91 Terlalu Berharap

    Dewa beranjak dari tempat duduknya, Laura yang baru saja keluar dari ruangan ganti kini dia pun menghampiri dan melontarkan beberapa pertanyaan untuk mendapatkan pendapat pria idamannya. "Mas Dewa, lihatlah menurut mu bagaimana dengan gaun ini? cocok tudak dengan ku?" Tanya Laura seraya memutar tubuhnya dengan balutan gaun yang sangat seksi. Pikiran Dewa kalang kabut, dia pun perlahan melepaskan tangan Laura yang memegang erat lengannya. "Laura! aku harus pergi sekarang, Rudi nanti akan mengantar mu pulang," Kata Dewa yang bergegas pergi dari sana dengan langkah tergesa-gesa. "Mas Dewa! jangan pergi!" Laura marah dan tak terima, tapi Dewa yang seolah menuli dan terus melanjutkan langkahnya dengan perasaan yang sangat kecewa pada Arumi, karena menurutnya sangat ceroboh dalam menjaga dirinya. Laura melemparkan beberapa benda yang ada di sekitarnya. Ketika melihat Dewa untuk pertama kalinya malah pergi tanpa mengatakan alasan yang jelas untuknya. "Sial! ini pasti karena ja-l

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-07
  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan Ā Ā Ā Bab 92 Perasaan Yang Aneh

    Beberapa jam kemudian, ketika Arumi sedang menunggu di depan ruangan UGD, dia terlihat tengah duduk menunggu dengan perasaan cemas dan khawatiir yang saat ini tengah menyelimuti dirinya. Bi Tini yang ikut menunggu Arumi, dia berusaha menenangkan putri dari majikannya itu. "Nona muda, tenanglah. Tuan pasti akan baik-baik saja jangan sampai nona banyak pikiran apa lagi saat hamil seperti ini," imbuh bi Tini sembari memegang erat tangan Arumi. "Iya bi, tapi aku tak tahan dengan perlakukan ibu dan juga Rania yang begitu tega pada ayah. Padahal ayah sangat menyayangi mereka," Arumi kecewa bahkan sekarang dia sangat bingung dengan semua uang ayahnya sudah di pegang oleh Ibu dan adik tirinya membuat Arumi terlihat kebingungan. Namun meskipun Arumi ragu, mengingat Oma Rima yang sangat baik padanya. Membuat ia mencoba untuk meminta bantuan. Tapi baru saja Arumi akan menelpon Dewa yang baru saja tiba di rumah sakit membuat dia sangat kaget "Tuan Dewa!" pekik Arumi dengan kedua bola mata

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-08

Bab terbaru

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan Ā Ā Ā Bab 144 Bukan Khayalan

    Bibir Adrian terasa terkunci saat Arumi melontarkan pertanyaan padanya. Tapi dia tidak ingin jika sampai Dewa melihat keberadaannya saat ini. "Sudah ikut saja, ceritanya panjang nanti saja aku ceritakan," Adrian meraih dan memegang erat tangan Arumi dengan langkah yang tergesa menuju ke arah mobil. Dewangga yang tak sengaja melirik ke arah samping, lelaki tampan yang tengah mabuk itu terkejut saat melihat sosok wanita yang mirip sekali dengan istrinya. Hingga membuat dirinya beranjak dari tempat duduk dan berusaha untuk mengejarnya. "Arumi!" Panggil Dewangga, dengan pandangan buram dan kepala yang terasa pusing dan sakit karena pengaruh alkohol. Tommy dan Rian terkejut, mereka sedikit cemas saat melihat sahabatnya tiba-tiba saja berjalan ke arah pintu keluar sembari memanggil nama mantan istrinya. "Arumi! itu kamu kan? tolong jangan pergi," Teriak Dewangga sembari berjalan dengan langkah yang sempoyongan dan hampir terjatuh. Beruntung Tommy dan Rian segera menghampiri d

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan Ā Ā Ā Bab 143 Kecurigaan Arumi

    "Arumi! aku tahu kamu masih belum bisa melupakan Dewa, tapi lebih baik kamu mencoba untuk membuka hati bagi pria lain yang lebih menghargai mu, termasuk aku. Aku sudah lama menyukai mu jadi maukah kamu menerima cinta ku," Adrian mengungkapkan perasaannya untuk yang kesekian kalinya. Arumi menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkanya pelan. Sebenarnya dia merasa sangat risih setiap kali Adrian mengungkapkan perasaannya. Karena bagi Arumi kepercayaan bagi seorang pria untuk saat ini sangatlah sulit. "Arumi! bagaimana apakah kamu mau menjadi pacar ku. Aku tidak peduli jika kamu hanya memanfaatkan aku demi menghindari Dewa jika kalian bertemu suatu hari nanti," Celetuk Adrian yang berusaha meyakinkan Arumi agar mau menerima cintanya. Arumi terdiam merenung sejenak, saat mendengar Adrian yang terus memohon agar mau menerima ungkapan cintanya. "Kamu setuju kan?" Adrian memastikan lagi, Arumi merasa tidak enak hati padahal sudah beberapa kali dia menjelaskan jika dirinya tidak in

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan Ā Ā Ā Bab 142 Dinner Spesial

    Disebuah kafe, Adrian mengajak Arumi masuk ke sana, setelah singgah ke restoran tempat favoritnya sudah tutup membuat mereka terpaksa memilih kafe yang masih buka di pusat kota. "Arumi, gimana kalau kita makan di sini saja apa tidak apa-apa?" tanya Adrian memastikan lebih dulu. Arumi yang masih mengedarkan pandangan di area luar kafe, dia merasa sedikit tidak enak hati berharap jika dirinya tidak akan bertemu Dengan orang-orang yang telah menjadi bagian dari masa lalunya. Melihat Arumi yang masih berdiri mematung seolah terlihat bimbang, membuat kedua alis Adrian terangkat penuh keheranan. Lalu memberanikan diri bertanya apa yang wanita cantik yang ada di depannya itu terlihat resah Arumi pun menyahut dan menyanggah pertanyaan Adrian. "Aku tidak apa hanya saja tempat ini amankan?" Arumi memastikan lagi. Adrian hanya menarik nafas dalam-dalam, lalu dia berusaha meyakinkan pada Arumi, jika dia tidak perlu sungkan lagi selama masih ada dirinya di samping. "Arumi! selama aku

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan Ā Ā Ā Bab 141 Terlalu Gengsi

    Setelah menunggu sekitaran dua puluhan menitan, Adrian sangat terkejut saat Arumi mulai membuka pintu dan terlihat sudah siap untuk berangkat. "Mas Adrian! maafkan aku, pasti sudah menunggu lama ya?" Arumi merasa tidak enak hati. Tentu saja Adrian menjawab jika dia tidak keberatan sama sekali. Tak ingin rencananya gagal Adrian tanpa ragu segera mengajak Arumi pergi ke Resto yang sudah dia booking. "Sudah siap kan? sekarang lebih baik kita pergi keburu malam." "Iya, mas. Tapi aku tidak bisa lama-lama karena beberapa contoh desain untuk besok belum selesai," Arumi sengaja mewanti-wanti lebih dulu. Sebagai teman dan bos pun Adrian setuju, dan berjanji jika mereka tidak akan lama berada di luar. Setelah sepakat mereka berdua bergegas masuk ke dalam mobil saat supir pribadi Adrian membukakan pintu untuk sang tuan. "Tuan, nona silahkan," ujar sang supir sembari membungkukkan badan dengan penuh hormat. Adrian dan Arumi duduk di jok belakang. Suasana di antara mereka terlihat sa

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan Ā Ā Ā Bab 140 Obsesi Adrian

    Nyonya Retha menatap tajam Dewa, dia tidak pernah menyangka jika putranya begitu lancang melawan dirinya. Padahal selama ini selalu patuh dan selalu memprioritaskan dirinya. "Dewa! jangan membantah ibu, apa yang ibu pilihkan itu yang terbaik untuk mu," Bentaknya. Dewa yang saat ini tengah merasakan kekacauan di dalam hatinya, kini dia memilih untuk pergi keluar tanpa menghiraukan lagi perintah yang sudah membuatnya sangat muak. "Dewa! tunggu, ibu belum selesai berbicara," panggil nyonya Retha dengan nada tinggi dan menatap tajam pada putra sulungnya. Saat perkataan tidak di gubris. Nyonya Rima yang baru keluar dari kamarnya, wanita tua itu di dampingi kedua pelayan lalu menghampiri Margaretha dan menegurnya karena menurutnya sikapnya terlalu berlebihan. "Retha! lebih baik kamu jangan selalu menekan Dewa, bagaimana pun juga dia sudah dewasa dan tahu kebahagiaan untuk dirinya sendiri," Protes Nyonya Rima menatap kesal putrinya. Margaretha mendelik, dia merasa jika dirinya

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan Ā Ā Ā Bab 139 Seribu Kali Lebih Baik

    Suster Rini mencoba untuk melihat sosok pria yang ada di dalam foto yang di pegang oleh Excel, terlihat sangat tampan dan gagah. "Pria ini kenapa terasa tidak asing ya?" gumam Suster Rini sembari memutar kedua bola matanya. Excel menatap suster Rini, lalu jagoan kecil itu bertanya karena penasaran. "Suster!" panggil Excel dengan nada gemasnya. Seketika suster Rini terbuyar dari lamunannya, lalu duduk dan jongkok. "Iya ada apa Excel?" sahut suster Rini sembari mengelus kepala jagoan kecil itu. "Suster kenal tidak sama om tampan ini? ko bisa ada di lemari mommy ya?" tanya Excel penasaran. Suster Rini tersenyum lalu dia menjawab, jika tidak mengenal pria itu akan tetapi wanita itu sedikit mulai menatap jelas foto sang pria dengan wajah Excel yang memiliki kemiripan. "Suster gak tahu anak manis, tapi nanti akan coba suster cari tahu ya, sekarang makan dulu biar cepat besar dan nanti bisa cari dady gimana?" bujuk suster Rini sembari menyodorkan makanan di atas sendok. Excel

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan Ā Ā Ā Bab 138 Rasa Penasaran Excel

    "Cukup Laura! berhenti berteriak di depan ku!" Dewa menghardik Laura, di saat kekasih di masa kecilnya itu terus menuntut untuk menikah membuatnya semakin emosi sampai memegang kepala yang masih terasa sakit dan pusing karena pengaruh alkohol yang belum sepenuhnya hilang. Laura tergugu, baru kali ini dia melihat ekspresi Dewa yang sangat marah. Padahal selama mereka pacaran dulu tidak pernah membentak membuat wanita berprofesi sebagai model itu semakin tidak tenang. "Tidak bisa! jangan menyuruh aku untuk diam, kesabaran aku sudah habis mas. Aku kembali hanya untuk kami demi meneruskan impian masa depan kita," Ungkap Laura dengan keinginannya. Semakin di desak Dewa semakin emosi, apa lagi dia yang tidak suka di atur oleh seorang wanita membuatnya terpaksa mengucapkan peringatan untuk uang kedua kalinya di saat mereka berdua beradu argument. "Berhenti! atau aku tidak akan mengijinkan mu menemui ku di mana pun berada," Ancam Dewa terlihat serius. Seketika Laura terdiam dan

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan Ā Ā Ā Bab 137 Rindu Yang Menyiksa

    Arumi tercengang, saat melihat dan mendengar pertanyaan cinta Adrian yang membuatnya tak habis pikir dan sulit untuk di percaya, karena selama ini sosok lelaki yang ada di depannya itu telah ia anggap sebagai Kaka senior tidak lebih dari itu. "Arumi! apa kamu mendengar ku?" Adrian memegang erat tangan Arumi, sembari menatap dalam tanpa berkedip sedikit pun. Keduanya saling menatap satu sama lain, terutama Adrian, seolah tak ingin melepaskan pandanganya walaupun sebentar saja. Berbeda hal dengan Arumi. Wanita cantik itu berusaha memalingkan wajah ke samping. Rasanya begitu berat untuk menjawab tapi ia memberanikan diri walaupun tidak tahu jawabannya akan di terima atau tidak oleh Adrian. Setelah menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya pelan, Arumi memberikan sebuah jawaban. "Mas Adrian! kamu adalah pria baik, rasanya sangat cocok jika mencari seorang gadis di luar sana yang masih single, tidak seperti aku." Lirih Arumi yang merasa sangat insecure. Namun yang jelas dalam

  • Istri Kontrak CEO: Malam Tak Terlupakan Ā Ā Ā Bab 136 Jadilah Pacar Ku

    Adrian tidak yakin saat mendengar perkataan Arumi, yang sudah tidak peduli lagi pada Dewa. Karena terdengar dari nada suaranya yang penuh dengan keterpaksaan. "Benarkah seperti itu? apa kamu tidak marah melihat berita skandal tentang mereka?" Adrian memastikan kembali. Arumi rasanya sangat sesak setiap kali ada orang yang membahas tentang Dewa, yang sudah pelan dia lupakan meskipun ada luka hati yang sangat sulit untuk dia sembuhkan. "Cukup tuan, tolong jangan bahas tentang mereka lagi," Pinta Arumi dengan nada sedikit tinggi. Untuk yang pertama kalinya, Adrian sangat terkejut saat melihat Arumi sampai marah dan terlihat sangat serius. "Baiklah, maafkan aku. Aku tidak akan membahas tentang dia lagi," Sesal Adrian. Arumi tidak banyak bicara lagi, satu panggilan dari baby sisternya membuat dia begitu antusias, karena pasti jagoan kecilnya yang ingin menelpon. Setelah menjaga jarak di saat mengangkat telepon dari Excel, Arumi terlihat sangat senang mengingat beberapa jam y

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status