Semua Bab Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan: Bab 551 - Bab 560

671 Bab

Bab 551

Aditya juga pernah kuliah, secara logika, hal-hal mendasar seperti ini seharusnya tidak mungkin tidak dia ketahui! Terutama sesuatu yang sepenting kontrak."Akhir-akhir ini aku terlalu sibuk, ditambah ini proyek baru, jadi nggak ada template kontrak yang bisa dijadikan referensi. Waktu menyusun kontrak, aku lupa memasukkan klausul pelanggaran kontrak ...."Setelah ditipu, dia bahkan tidak langsung menyadarinya. Hal pertama yang terlintas dalam pikirannya justru "pihak lain tidak punya etika kontrak" dan "tidak menghormati hasil kerja orang lain". Ini benar-benar ... bodoh.Atau lebih tepatnya, terlalu polos.Bagaimanapun juga, hal pertama yang terlintas di benak Nadine adalah berapa banyak uang yang bisa dikompensasikan.Namun ...."Susun kontrak juga harus kamu lakukan sendiri?"Ekspresi Aditya semakin canggung. "Sebenarnya nggak perlu .... Sebelumnya, semua ini ditangani sama rekan bisnis. Aku cuma ngurus pekerjaan di lapangan. Tapi setengah bulan yang lalu, dia mengajukan pembubaran
Baca selengkapnya

Bab 552

"Tapi, Nad, kenapa kamu tanya itu?"Mata Nadine berbinar. "Kebetulan aku ada proyek nih, Kak! Kamu mau ambil?"Aditya masih kebingungan."Pro ... proyek apa?""Laboratorium pintar. Tapi ada satu syarat, kalian juga harus menangani konstruksi dasarnya."Ya. Nadine tidak menginginkan laboratorium biasa, melainkan laboratorium yang sepenuhnya cerdas dan otomatis!Mereka berdua sampai makan dengan tergesa-gesa. Setelah mendengar detail permintaan Nadine, Aditya langsung bergegas kembali ke kantornya untuk menyusun proposal proyek.Sementara itu, begitu Aditya pergi, Nadine segera menghubungi grup telepon dan menjelaskan rencana ini kepada dua "rekan" lainnya.Setelah mendengar penjelasannya, Mikha dan Darius langsung menyetujuinya tanpa ragu. Saat ini, sepertinya tidak ada solusi yang lebih baik dari ini.Malam itu, Nadine kembali ke rumah dan menyusun dokumen dengan rincian lebih lengkap, lalu mengirimkannya ke e-mail Aditya. Awalnya, dia mengira akan menunggu beberapa hari sebelum mendap
Baca selengkapnya

Bab 553

Lingkaran hitam di bawah matanya terlihat jelas, janggutnya berantakan, seolah dia menua sepuluh tahun dalam semalam. Dia bahkan tidak sabar untuk makan dulu. Sebaliknya, dia langsung mendorong sebuah dokumen ke arah Nadine."Nadine, ini rancangan awal untuk pembangunan laboratorium pintar! Aku sudah menyesuaikannya dengan kebutuhan yang kamu kirimkan semalam, lalu melengkapinya dengan beberapa perbaikan ....""Di beberapa bagian ini, menurutku masih bisa ditingkatkan .... Misalnya pintu utama. Karena ini laboratorium biologi, ada kemungkinan kalian akan berurusan dengan mikroorganisme berbahaya atau patogen berisiko tinggi. Jadi, menurutku pemilihan material untuk pintu utama harus dipertimbangkan dengan cermat. Aku sarankan beberapa opsi ini ....""Aku sudah membandingkannya dari berbagai aspek dan melakukan analisis. Secara keseluruhan, material GFRT ini adalah yang terbaik. Selain memiliki tingkat kedap udara yang tinggi, material ini juga sangat fleksibel dalam penggunaannya ...."
Baca selengkapnya

Bab 554

Nadine terdiam sejenak sebelum berkata, "Bagian yang melebihi anggaran, akan segera kuatasi. Kak, kamu fokus saja bangun dengan rencana terbaik!"Setelah selesai berdiskusi dengan Aditya dan sekaligus menyelesaikan makan malam, Nadine langsung menghubungi Mikha dan Darius untuk memberi mereka kabar terbaru.Mikha segera merespons, "Kak Nadine, jangan khawatir soal uang. Aku bisa minta tambahan ke papaku ...."Sementara itu, di Provinsi Kanto, Mino sedang santai menonton TV di rumahnya sambil menyeruput teh dan memainkan batu kenari. "Hachoo! Hachoo!"Orang di sebelahnya bertanya, "Kamu kena flu?"Mino langsung mendengus, "Omong kosong! Pasti anakku yang lagi kangen aku!"Orang itu kehabisan kata-kata.Nadine menghela napas sebelum Mikha sempat melanjutkan, "Papamu tahu nggak kalau kamu langsung setuju tanpa tanya dia dulu? Jangan sampai dia ngamuk sampai muntah darah."Mikha tertawa, "Tenang saja! Dia nggak akan marah. Buat dia, uang itu cuma angka. Anggaran yang kita butuhkan ini bahk
Baca selengkapnya

Bab 555

Nella juga takut terkena hantaman. Dia mulai memandang Mikha dengan ketakutan.Badannya besar, pasti tenaganya juga kuat. Kalau kena pukul, pasti sakit sekali!Tanpa berpikir panjang, dia mendorong Kaeso ke depan. "Malu-maluin! Masa cowok berlindung di belakang cewek!"Kaeso terdiam.Sementara itu, Clarine berdiri di samping dengan tangan menyilang di dada. "Cukup. Jangan lupa tujuan kita ke sini. Selesaikan urusan ini dulu."Lalu, dia menoleh ke arah Nadine dan mengulurkan tangannya. "Nggak usah bertele-tele. Serahkan kunci laboratorium sekarang. Toh, kunci itu nggak ada gunanya lagi di tanganmu."Nadine tersenyum kecil. "Maaf, tapi kunci ini nggak bisa aku kasih ke kamu."Clarine langsung mengernyitkan dahi. "Sepertinya kamu nggak ngerti situasi. Ini bukan soal kamu mau atau nggak mau. Ini soal kamu harus menyerahkannya.Sesuai aturan renovasi, selama laboratorium dalam masa perbaikan, mahasiswa dilarang memegang kuncinya. Harus diserahkan ke dosen pembimbing atau dikembalikan ke bag
Baca selengkapnya

Bab 556

Plak!Sorot mata Nadine sangat dingin. Tamparan ini membuat suasana hening seketika.Bahkan Clarine sendiri juga tercengang. "Kamu ... kamu mukul aku? Berani-beraninya kamu nampar aku?!"Nadine menghardik, "Kenapa nggak berani? Kamu yang duluan ngomong nggak sopan, aku cuma menjaga harga diriku. Kita ini di kampus, bukan rumahmu. Kalau kamu mau berlagak jadi nona, boleh saja. Tapi, aku nggak wajib menuruti kemauanmu."Ternyata, kebaikan Nadine padanya dulu, dianggap Clarine sebagai penjilat? Sungguh ironis ....Mata Nella menjadi muram, sebelum tiba-tiba berkata, "Meskipun kata-kata Clarine memang agak pedas, kamu tetap saja nggak boleh main tangan. Peraturan kampus jelas-jelas menyebutkan bahwa perkelahian atau membuat keributan bisa berujung pada pemecatan."Kaeso langsung menyambung dengan semangat, "Ayo, kita laporkan dia ke bagian akademik! Kita semua jadi saksi!"Mendengar hal itu, Marvin buru-buru melangkah ke depan dan mencoba menengahi, "Kita ini teman sekampus, nggak perlu sa
Baca selengkapnya

Bab 557

Nadine menjawab, "Perkelahian dan provokasi itu dua hal yang berbeda. Iya, kami memang menampar kalian. Tapi, siapa yang mulai duluan? Fakultas mungkin akan berpihak sama Bu Diana, tapi universitas? Belum tentu.""Sesuai prosedur investigasi normal, setiap kejadian akan ditelusuri dari awal sampai akhir. Kalau kamu pergi ke akademik dan mengadu bahwa kamu ditampar, pertanyaan pertama mereka adalah, 'Kenapa kamu ditampar?'""Apa jawabanmu?""Karena kalian nggak mengikuti aturan, menekan orang lain, mulut kalian kotor, dan kalian menghina harga diri orang lain?""Atau mungkin karena kalian sengaja mempermalukan orang, menunggu di sini hanya untuk mentertawakan kami, karena terlalu bajingan, jadi kena tampar?""Kalau kita melihat dari sisi regulasi, itu cukup untuk mengklasifikasikan tindakan kalian sebagai provokasi dan perbuatan yang mengganggu ketertiban! Kalau sudah begitu, kalau ada yang harus dikeluarkan, ya sekalian saja kita semua keluar! Beres, 'kan?"Nadine menjelaskan semuanya
Baca selengkapnya

Bab 558

Nadine benar-benar yakin Arnold akan membelanya. "Kunci laboratorium kalian sudah diserahkan. Tapi yang satu ini, nggak mungkin aku kasih.""Kenapa?""Mikha, kamu pikir kalau kita kasih kunci ini, terus nanti gimana pas mau pindahin CPRT? Mau dobrak pintu masuk?"Mikha langsung membelalak. "Tunggu, CPRT ini bisa kita pindahin?!""Tentu saja. Itu alat yang kita beli pakai uang sendiri. Kenapa nggak bisa?""Benar! Ini barang kita, ya suka-suka kita mau angkut atau nggak.""Jadi, kita harus pegang kuncinya sendiri. Kalau nggak, nanti malah ribet pas eksekusi."Darius tersenyum kecil. "Bu Diana jelas mau ngusir kita demi alat itu. Sayang sekali, rencananya gagal total."Setelah menyelesaikan proses pemindahan barang, mereka pun menutup pintu dan pergi. Sebenarnya, barang bawaan mereka juga tidak banyak. Hanya masing-masing satu kotak.Kotak Mikha yang paling besar. Isinya penuh dengan makanan ringan. Ada keripik, kacang, stik pedas, biskuit, susu, soda ....Saat mereka melewati lapangan ka
Baca selengkapnya

Bab 559

Bukan hanya sudah menemukan solusi, mereka bahkan sudah mulai mengeksekusinya. Tentu saja, Nadine tidak akan mengatakannya langsung. Dia hanya berkata, "Kalau ada masalah, selalu ada jalan keluarnya.""Kalau begitu ... semoga sukses." Usai bicara, Eden berbalik untuk pergi.Namun, tiba-tiba, Nadine memanggilnya. "Eden!""Kadang, seseorang harus agak egois. Harus lebih banyak memikirkan dirinya sendiri. Bagaimanapun, kamu nggak bisa terus berada di bawah bayang-bayang orang lain selamanya dan nggak bisa bangkit. Benar, nggak?"Eden tersenyum tipis. "Terima kasih sudah mengingatkan. Aku punya rencana sendiri."...."Apa? Nggak dapat kuncinya?" Diana mengernyit tajam, menatap Clarine dengan ekspresi kesal. "Kamu ini gimana kerjanya?""Nadine bilang kuncinya sudah diserahkan. Dia bahkan pakai alasan peraturan kampus. Aku bisa apa? Mau aku rebut paksa?" Nada bicaranya sudah penuh kejengkelan.Sikap Diana yang menyalahkannya, benar-benar membuatnya muak. Memangnya ini salahnya? Dari awal, me
Baca selengkapnya

Bab 560

"Apa-apaan?!"....Begitu Clarine pulang ke rumah dan baru saja masuk pintu .... "Bibi Julia! Cepat ambilkan aku kantong es!"Rebecca menceletuk, "Kenapa tiba-tiba butuh kantong es? Cuaca saja sudah cukup dingin ....""Ibu, kamu tahu nggak? Aku dipukul orang!""Apa?!" Rebecca langsung terperanjat mendengarnya. "Siapa? Siapa yang berani mukul kamu?!"Clarine mencibir. "Nadine.""Besar sekali nyalinya? Berani-beraninya dia mukul kamu?!""Aku cuma negur dia sedikit, tapi dia langsung menamparku ... huhu ... di depan banyak orang lagi. Lihat, pipiku sampai bengkak!"Rebecca segera menyentuh pipinya."Shh! Aduh ....""Apa-apaan si Nadine itu?! Ponsel, mana ponselku?!" Rebecca berbalik mencari ponselnya sambil menggerutu, "Tunggu saja ... pasti akan kumaki dia habis-habisan ...."Pada saat ini, seorang pembantu maju ke arahnya. "Nyonya, ini ponsel Anda."Rebecca menyambar ponsel itu dan menelepon Nadine."Jalang sialan! Berani-beraninya kamu ...."Ugh!"Maaf, nomor yang Anda hubungi sedang s
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
5455565758
...
68
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status