Semua Bab Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan: Bab 441 - Bab 450

506 Bab

Bab 441

Arnold keluar dari kamar mandi. Pintu kamar mandi itu tepat menghadap rak baju di ruang tamu, sehingga tidak ada cara bagi keduanya untuk menghindar.Mereka langsung bertatapan.Arnold memegang setumpuk pakaian bersih yang dia bawa. Rambutnya masih basah dengan tetesan air yang mengalir turun dan membasahi kaus yang dia kenakan.Leher dan pipinya juga basah, terlihat seperti campuran air dan keringat. Saat pandangannya jatuh pada Nadine, kepalanya seolah-olah meledak.Gadis itu mengenakan tank top hitam yang pas, menonjolkan lekukan tubuhnya yang anggun. Tank top itu agak pendek, memperlihatkan sebagian kecil pinggangnya yang ramping, dengan pusar yang terlihat jelas.Lengan yang ramping, tulang selangka yang terlihat, kulit yang putih bersih semakin mencolok dengan kontras dari warna pakaiannya. Pemandangan itu persis seperti sosok Nadine yang muncul dalam mimpinya ....Nadine terpaku di tempat, bahkan kaus oversized yang dia pegang di tangan, terlupakan begitu saja."Pak ... Arnold .
Baca selengkapnya

Bab 442

Mereka sudah beberapa kali bekerja sama sebelumnya, jadi semuanya berjalan lancar. Arnold bertugas mencuci sayuran dan membantu pekerjaan kecil lainnya sembari mengikuti instruksi Nadine dengan patuh.Sementara itu, Nadine fokus memotong bahan-bahan dan memasaknya.Tak butuh waktu lama, dua hidangan daging, dua sayuran, dan semangkuk sup sudah terhidang di meja makan. Mereka duduk berhadapan. Arnold mengambilkan sepiring nasi dan menyerahkannya kepada Nadine terlebih dahulu.Nadine menerimanya dengan senyum. "Terima kasih." Suasana kembali tenang dan normal, seolah-olah insiden canggung sebelumnya tidak pernah terjadi.Setelah selesai makan, Arnold masuk ke dapur untuk membantu membersihkan seperti biasanya. Nadine mengambil piring yang dia serahkan, mengelapnya hingga kering dengan handuk, lalu menyusun satu per satu.Keduanya bekerja sama dengan sinkron, rapi, dan tanpa kendala. Namun, saat mereka mengurus sampah ....Ketika Nadine dan Arnold membungkuk secara bersamaan untuk mengika
Baca selengkapnya

Bab 443

"Ya," jawab Arnold singkat.Nadine tersenyum kecil. "Jadi, malam ini masih jogging?"Arnold menjawab, "Masih. Mau ikut?""Tentu!"Mereka berdua kembali ke apartemen masing-masing untuk berganti pakaian olahraga. Setelah siap, mereka bertemu lagi di depan pintu, lalu turun bersama dan mulai jogging.Matahari sudah tenggelam dan langit mulai gelap. Malam perlahan menyelimuti, menggantikan sisa-sisa cahaya senja. Ketika mereka menyelesaikan putaran pertama, bulan mulai bersinar terang dan bintang-bintang kecil mulai bermunculan di langit.Namun, di putaran ketiga, Nadine mulai menyerah."Pak Arnold ... kamu lari saja, aku istirahat sebentar," ujarnya dengan napas terengah-engah.Arnold berhenti bersamanya. "Kamu baik-baik saja?"Nadine yang seluruh tubuhnya basah oleh keringat dan pipinya memerah, menjawab, "Bukan karena capek, sih, tapi ... rasanya panas sekali."Rambutnya sudah basah kuyup dan keringat mengalir di sepanjang wajahnya hingga menyerap ke dalam kaus olahraganya. Arnold berp
Baca selengkapnya

Bab 444

Arnold tersenyum tipis. "Belum.""Oh ... paham-paham! Lagi PDKT, ya?"Arnold tidak menanggapi. Beberapa pria itu menganggap keheningannya sebagai jawaban."Kalian sudah kenal berapa lama?"Arnold berpikir sejenak. "Lebih dari setahun.""Wah, lama juga! Sudah setahun lebih, tapi belum berhasil? Ini nggak benar, Kak. Tinggi, ganteng, tapi begini? Sayang banget!"Arnold hanya menghela napas pelan dan memilih untuk diam."Dengar nih, kukasih tips jitu. Hampir semua wanita nggak bakal tahan kalau pakai cara ini ...."Arnold tampak acuh. Namun, begitu pria itu mulai bicara serius, Arnold tanpa sadar mendengarkan dengan lebih saksama.Dalam perjalanan pulang, Nadine terus berbicara. Semangatnya masih tinggi setelah melihat permainan Arnold. "Pak Arnold, tadi waktu kamu slam dunk itu keren sekali! Gayamu waktu ...." Dia berbicara sambil menirukan gerakan Arnold, seolah-olah menghidupkan kembali momen di lapangan.Arnold berjalan di sampingnya, sesekali menanggapi dengan singkat. Namun, senyum
Baca selengkapnya

Bab 445

"Begitulah caranya! Kalau kamu bisa bikin dia merasa bahwa kamu itu pria yang bisa diandalkan, dia pasti akan merasa aman untuk membuka hatinya dan akhirnya jatuh ke pelukanmu!""Sudah paham, 'kan?"Arnold merasa masuk akal. Hanya saja, ada satu bagian yang tidak disetujuinya. Pura-pura tersandung dan menciumnya, lalu memeluknya dengan erat untuk memperdalam ciuman ....Pertama, itu terlalu berbahaya. Kedua, itu bukan tindakan seorang pria sejati. Itu bukan cinta. Sebaliknya, itu bentuk dari ketidakhormatan terhadap wanita.Namun, dirinya yang berada dalam mimpi, malah melakukan hal yang "tidak menghormati" wanita. Bahkan, dia bertanya tanpa sadar, "Nadine ... enak nggak?"Arnold terbangun karena kaget. Dia langsung terduduk di tempat tidur sambil memeluk kepalanya dengan frustrasi bagaikan seorang anak yang melakukan kesalahan.Entah berapa lama kemudian, suasana hatinya baru kembali tenang. Dia pun turun dari tempat tidur dan berjalan ke depan lemari untuk mengambil sebuah celana dal
Baca selengkapnya

Bab 446

Karena saat ini Nadine sudah naik kereta cepat menuju Kota Linong, Vera akan merayakan ulang tahunnya yang ke-80, jadi tiga bersaudara Keluarga Wicaksono memutuskan untuk mengadakan pesta besar untuknya. Tentu saja, Nadine sebagai generasi muda juga diminta untuk pulang.Tanggal acara sudah ditentukan jauh-jauh hari dan akan berlangsung selama tiga hari. Karena bukan di hari libur, jadi dia harus mengambil cuti.Freya masih berada di luar negeri untuk menghadiri konferensi akademik. Kali ini perjalanannya akan cukup lama. Karena perbedaan waktu, Nadine tidak meneleponnya, melainkan mengirim email izin cuti lebih awal.Untungnya, Freya mudah diajak bicara. Bukan hanya memberikan izin, tetapi juga meminta Nadine menyampaikan beberapa pesan ucapan selamat.Pukul 2 siang, kereta cepat tiba di stasiun. Irene datang menjemputnya dengan mobil."Di mana Ayah?" tanya Nadine langsung setelah naik mobil. Dia menoleh ke kiri dan kanan, tetapi tidak melihat ayahnya dan merasa agak aneh.Irene punya
Baca selengkapnya

Bab 447

"Aku sih nggak takut malu. Tapi, yang aku khawatirkan itu kalau para kerabat nanti nanya, kok tinggal di apartemen sebagus ini, tapi mesin cuci saja nggak punya? Aku nggak mungkin jawab nggak punya uang, 'kan? Orang tuaku sudah bantu beli rumah, nggak ada sisa lagi. Mertua juga nggak bantu apa-apa ....""Setelah mereka pergi pulang nanti, mereka pasti bakal kasih tahu semua orang. Aku sama Herman sih nggak masalah, soalnya setahun sekali juga jarang balik kampung. Tapi, aku takutnya malah Ibu yang malu.""Tapi kalau Ibu merasa nggak masalah, aku bakal menyambut kerabat-kerabat di rumahku dengan senang hati. Soalnya aku memang suka suasana ramai!"Chyntia tersenyum ramah sambil menyelesaikan ucapannya, menunggu Vera untuk memberikan keputusan. Namun, di dalam hati, dia sudah memaki habis-habisan.'Yang benar saja. Aku sendiri belum menikmati rumah baruku, masa iya aku izinin kerabat-kerabat dari desa tinggal di sana? Hanya orang bodoh yang bakal setuju!'Tatapan Vera agak berubah. "Kare
Baca selengkapnya

Bab 448

Chyntia tersenyum lebar dan melanjutkan, "Jeremy dan Irene tinggal di vila besar. Kerabat-kerabat dari kampung bisa tinggal di rumah mereka! Rumahnya luas, bertingkat, mewah, dan canggih. Bahkan kalau cuma tidur di lantai pun nggak bakal terasa nggak nyaman!""Jangankan belasan orang, puluhan orang juga bisa ditampung! Apalagi vila Red Pearl mereka dekat banget sama hotel tempat pesta diadakan. Tinggal jalan kaki saja, jadi nggak perlu repot-repot antar jemput!"Semakin Chyntia bicara, semakin dia merasa rencananya masuk akal. Dia mengangguk dengan yakin hingga lupa bahwa rumahnya sendiri juga berada di kompleks yang sama, bahkan sama-sama memenuhi kriteria itu.Jeremy akhirnya menemukan kesempatan untuk berbicara. Beberapa kali dia ingin menyela, tetapi selalu tidak kebagian giliran."Sebenarnya, aku juga berpikir begitu. Kalau rumah Kak Herman dan Kak Chyntia nggak bisa, aku sudah berdiskusi dengan Irene. Kami bisa menampung para kerabat di rumah kami."Lagian, cuma tiga hari. Vera s
Baca selengkapnya

Bab 449

Hanya si bungsu, Jeremy, yang sedikit kurang beruntung. Katanya lulusan universitas ternama, tetapi ujung-ujungnya jadi guru. Pofesi ini memang terdengar bagus, tetapi penghasilannya kecil!Wanita tua itu berkali-kali berpikir dalam hati, 'Ternyata anak Vera nggak semuanya hebat! Kukira semuanya sangat beruntung.'Namun, kenyataannya ... ternyata Jeremy juga bisa sukses! Vera benar-benar wanita yang sangat beruntung ....Semakin dipikirkan, wanita tua itu semakin merasa iri dan terus menyuruh cucunya makan lebih banyak. Sudah sampai di sini, tentu harus puas-puasin!Selain delapan orang dari keluarga wanita tua ini, ada satu keluarga lagi yang Jeremy panggil bibi. Mereka juga membawa seluruh anggota keluarga kemari.Saat wanita itu masuk ke rumah, reaksinya hampir sama seperti wanita tua itu. Sambil melihat-lihat, dia tak henti-hentinya terkagum. "Jeremy, kamu sudah sukses besar ya?""Sekarang jadi guru bisa dapat penghasilan sebesar ini?" Dia menurunkan suaranya, bertanya dengan nada
Baca selengkapnya

Bab 450

Nadine bahkan sengaja melangkah keluar, melihat ke sekeliling dua kali, memastikan bahwa ini benar-benar rumahnya.Di lantai berwarna abu muda, terlihat jejak kaki dan sampah berserakan di mana-mana. Beberapa orang asyik mengobrol sambil makan, membuang kulit kuaci, kulit buah, dan bungkusan makanan langsung ke lantai.Sementara itu, dinding yang tadinya bersih entah bagaimana sudah terkena tendangan salah satu anak nakal, meninggalkan dua jejak kaki hitam.Ditambah dengan suara bising percakapan yang berdengung, suasana di rumah ini nyaris seperti sarang lebah.Nadine menoleh pada Irene. Irene membalas dengan senyuman lelah yang dipaksakan. 'Ya seperti yang kamu lihat.''Apa aku bisa pergi saja?' batin Nadine. Tentu saja tidak, karena salah satu kerabat sudah melihat Nadine dan langsung menyambut dengan penuh antusiasme."Wah! Ini anak perempuan Jeremy ya? Sudah besar, cantik sekali! Kudengar sekarang kamu kuliah pascasarjana di Universitas Brata? Hebat sekali!""Ini benaran Nadine! S
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
4344454647
...
51
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status