All Chapters of Pelukan Bos Cantik, Membuatku Kembali Menjadi Raja Mafia: Chapter 261 - Chapter 270

320 Chapters

Jangan Berpisah

Julian baru saja hendak pergi ketika suara langkah halus terdengar dari arah dalam rumah. Dia menoleh dan langsung mengenali sosok yang muncul di ambang pintu.Rose.Wanita paruh baya itu masih memancarkan aura ketenangan dan wibawa, meski kerutan di wajahnya semakin dalam. Matanya yang teduh menyapu halaman, lalu tertuju pada Lucas yang masih duduk santai di kursi.Julian segera menundukkan kepala dengan hormat. "Ibu Rose."Rose tersenyum kecil. "Namamu Julian, ya? Sudah lama berteman dengan Lucas?”Julian mengangguk sopan. Lalu dia menjawab, "Sudah cukup lama, Bu. Semenjak Lucas tinggal di Ibu Kota.”Rose mengangguk pelan, lalu melirik Lucas. "Jika sudah selesai, aku ingin berbicara dengan putraku."Julian segera memahami isyarat itu. "Aku pamit dulu, Lucas."Lucas memberi anggukan singkat, dan Julian melangkah pergi dengan cepat, meninggalkan ibu dan anak itu dalam keheningan yang nyaman.Rose berjalan mendekat dan duduk di kursi di samping Lucas. Dia merapatkan kedua tangannya di
last updateLast Updated : 2025-02-08
Read more

Satu Fakta Terungkap

Peter kembali menatap layar laptopnya dengan penuh konsentrasi, tidak melanjutkan percakapannya dengan Magdalena.Tangan Peter bergerak cepat di atas keyboard, membuka berbagai situs berita, forum, dan media sosial yang berpotensi menyimpan informasi tentang Lucas dan Angeline.Matanya menyipit tatkala dia menemukan sesuatu yang menarik. Foto seorang pria bertubuh tegap dengan sorot mata tajam yang kemarin dia temui di kantor polisi bersama dengan Lucas.Julian.Peter mengeklik gambar itu dan membaca keterangannya. Wajahnya berubah tegang.Magdalena, yang duduk di seberang meja, memperhatikan perubahan ekspresi Peter."Ada apa?" tanya Magdalena curiga.Peter menunjuk layar laptop. "Orang yang bersama Lucas kemarin … dia bukan orang biasa."Magdalena mengernyit dan mendekat, membaca artikel yang terbuka di layar. Saat ia melihat namanya, matanya membesar."Julian, Ketua organisasi mafia Veleno di kota Verdansk?" Magdalena menatap Peter dengan ngeri.“Itu artinya Lucas bukan hanya seora
last updateLast Updated : 2025-02-08
Read more

Langit Runtuh

Setelah lama diam, Lucas kemudian menatap Gigio tanpa berkedip. Lalu dia bertanya, "Kapan aku bisa bertemu dengan Dario?"Nada suaranya tegas, hampir seperti perintah. Dia tidak suka menunggu. Apalagi untuk sesuatu yang bisa mengancam orang dekatnya.Gigio menarik napas panjang. Sebagai seorang ayah, instingnya ingin melindungi Dario. Tapi dia juga tahu, semakin lama ia menunda, semakin Lucas akan menganggapnya sebagai bagian dari masalah.Selain dia memiliki hutang budi dan hutang nyawa, dia juga sangat segan kepada Lucas karena kemampuan ilmu beladirinya yang hebat serta kepribadiannya yang luar biasa."Kalau begitu, sekarang juga kita temui Dario. Dia ada di rumahku. Jam segini, biasanya dia masih tidur," jawab Gigio akhirnya.Lucas mengangguk. "Bagus. Ayo kita pergi.”Tanpa banyak bicara lagi, mereka bersiap-siap dan meninggalkan rumah. Jarak antara rumah mereka hanya terpaut satu blok. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk tiba di kediaman Gigio.Saat mereka memasuki ruangan u
last updateLast Updated : 2025-02-08
Read more

Bawa Dia Hidup-hidup!

Ruangan itu masih dipenuhi ketegangan. Gigio berdiri dengan ekspresi penuh amarah, tangannya mengepal di sisi tubuhnya. Lucas tetap diam, hanya menatapnya dengan mata tajam yang penuh arti."Albin," kata Gigio akhirnya, suaranya berat dan berbahaya. "panggil penjaga rumah."Albin mengangguk dan segera bergegas keluar rumah. Beberapa menit kemudian, seorang pria berseragam masuk, wajahnya menunjukkan rasa gugup.Gigio menatapnya dengan dingin. Lalu dia bertanya, "Kapan terakhir kali kau melihat Dario?"Satpam itu menelan ludah, jelas tidak nyaman berada di bawah tatapan pria-pria berbahaya ini."Sekitar satu jam yang lalu, Pak,” terang Satpam itu.Lucas menyipitkan mata. "Dia pergi sendiri?""Ya, Tuan," jawab satpam itu, suara gemetar. "dia terlihat tergesa-gesa, tapi saya tidak mengira dia akan kabur. Saya pikir dia hanya pergi sebentar saja. Aku juga tidak tahu kalau tuan Dario tidak boleh keluar."Boom.Gigio menghantam meja di depannya dengan kepalan tangan."Brengsek!" pekik Gigio
last updateLast Updated : 2025-02-08
Read more

Bukti Yang Dicari

Julian hampir berbalik pergi ketika sesuatu terlintas dalam pikirannya. Dia berhenti sejenak, lalu menoleh ke Lucas."Bos," kata Julian, suaranya lebih rendah. "bagaimana dengan pembicaraan semalam?"Lucas menatap Julian tanpa ekspresi. Selama beberapa detik, hanya suara angin yang terdengar, menggoyangkan permukaan danau.Pikiran Lucas langsung tertuju padanya. Wanita itu sedang terpuruk, dihancurkan oleh fitnah dan dijauhi oleh keluarganya sendiri. Dia butuh seseorang di sisinya.Namun, Lucas tahu satu hal, jika dia kembali ke rumah Angeline sekarang, tanpa membawa apa-apa, tanpa memberikan solusi, dia hanya akan menjadi sasaran amarah mertuanya.Lucas akhirnya menghela napas. Lali dia berkata, "Siapkan semuanya. Aku akan melimpahkan perusahaan keluarga Benedict kepada Angeline.""Aku hanya ingin memberinya jalan. Angeline harus berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang-orang yang hanya ingin menghancurkannya. Dia memiliki cita-cita yang baik dan sudah seharusnya aku mendukungnya,
last updateLast Updated : 2025-02-09
Read more

Aku Minta Nomor Ponsel Angeline!

Magdalena kini duduk di tepi kasur, jari-jarinya mengetuk layar ponselnya dengan ritme tak sabar. Dia berpikir keras, mencari cara untuk mendapatkan nomor ponsel Angeline.Tidak ada jalur langsung untuk menemui Angeline. Wanita itu bukan tipe orang yang mudah dihubungi, apalagi oleh seseorang sepertinya. Namun, ada satu orang yang pasti memiliki kontaknya, yaitu Albin.Kakaknya itu mungkin bisa menjadi pintu masuknya.Tapi ini berarti dia harus berhadapan dengannya lagi, dan itu adalah sesuatu yang lebih dia hindari daripada Lucas sendiri.Setelah menimbang beberapa saat, akhirnya Magdalena memutuskan untuk pergi ke rumah kakaknya.Dari sofa, Peter menatapnya dengan malas."Kamu mau ke mana?" tanya Peter, melihat Magdalena bangkit dari tempat tidur dan meraih jaketnya."Ke rumah kakakku," jawab Magdalena singkat.Peter menyipitkan mata. Lalu dia bertanya, "Kenapa tiba-tiba?"Magdalena mengangkat bahu. "Ada urusan keluarga."Peter menyeringai kecil dan berjalan mendekatinya. Tangannya
last updateLast Updated : 2025-02-09
Read more

Menjalankan Rencana

Albin tetap diam. Dia tahu jika dia menolak, Magdalena akan menemukan cara lain, cara yang mungkin lebih berbahaya.Akhirnya, dia mengambil ponselnya dan menyalin nomor Angeline."Tapi dengar," katanya sebelum menyerahkan catatan itu. "Jangan pernah melibatkan aku dalam rencanamu. Aku sudah cukup menanggung akibat perbuatanmu yang terakhir. Dan ingat juga, jika kamu berbuat buruk kepadanya, aku tidak akan pernah bisa menolongmu.”Magdalena mengambil catatan itu dan tersenyum manis. "Jangan khawatir, Kak. Aku selalu tahu cara keluar dari masalah. Lagipula, aku yakin dia akan senang denganku kali ini.”Albin mengerutkan keningnya. “Apa maksudmu?”“Lihat saja nanti!” ucap Magdalena.Setelah itu, Magdalena pun pergi meninggalkan rumah Albin.Magdalena mengemudi mobil sambil jemarinya mengetuk layar ponsel dengan cepat. Setelah mendapatkan nomor Angeline dari Albin, dia tidak ingin membuang waktu.Nomor itu terasa seperti kunci yang bisa membuka pintu ke arah yang lebih besar. Keuntungan,
last updateLast Updated : 2025-02-09
Read more

Pertemuan Dengan Magdalena

Taksi yang membawa Sabrina terus mengikuti mobil Angeline dari kejauhan.Setelah hampir dua puluh menit, kendaraan yang ditumpangi Angeline berhenti di depan sebuah bar kecil di pusat kota.“Apa yang dia lakukan di tempat seperti ini?" gumam Sabrina sembari menyipitkan mata.Saat Angeline turun dari mobil dan masuk ke dalam bar, Sabrina langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Lucas."Dia berhenti di sebuah bar," kata Sabrina cepat.Lucas menggeram. "Kamu yakin dia sendirian?"Sabrina menatap pintu bar yang baru saja tertutup di belakang Angeline."Aku belum tahu," jawabnya.Lucas terdiam sejenak sebelum berkata, "Tunggu di luar. Aku akan ke sana sekarang. Kirimkan alamatnya."Sabrina mengangguk. "Baik."Tepat ketika Sabrina ingin menutup telepon, sesuatu membuatnya menahan napas.Dari seberang jalan, dua sosok muncul dari kegelapan dan memasuki bar yang sama. Dan dia mengenal pria itu, Peter.Sabrina menggigit bibirnya saat melihat Peter melangkah masuk ke dalam bar.Dia sudah me
last updateLast Updated : 2025-02-09
Read more

500 Juta

Angeline menimbang apakah dia akan tetap di sana atau tidak. Dia tahu Magdalena adalah wanita yang licik. Ditambah kini dia bersama dengan Peter, bisa dipastikan kelicikan yang akan mereka perbuat padanya.Namun, ketakutannya kalah dengan rasa penasaran.Angeline menatap tajam Magdalena, sorot matanya penuh kecurigaan. "Apa yang sebenarnya kamu miliki?"Magdalena tersenyum tipis, memainkan gelas di depannya sebelum menjawab. "Sesuatu yang bisa menyelamatkanmu."Angeline semakin gelisah.Sebelum dia sempat bertanya lebih lanjut, Peter menyela. "Kamu tahu, seharusnya saat ini kamu masih berada di dalam penjara.""Apa maksudmu?” tanya Angeline seraya menoleh dengan tajam. Peter tertawa kecil, nada suaranya ringan tetapi penuh ancaman terselubung."Bayangkan saja, jika aku menulis satu berita lagi, menyajikan fakta-fakta yang tepat…" Peter mencondongkan tubuhnya ke depan, matanya mengunci Angeline. "aku bisa membuatmu kembali masuk ke dalam sel kapan saja."Angeline merasakan dadanya men
last updateLast Updated : 2025-02-10
Read more

Lucas Tiba

Peter bangkit dari kursinya dan berjalan perlahan ke arah Angeline. Dengan gerakan santai, dia menarik kursinya lebih dekat dan mempersilakan Angeline untuk duduk kembali."Tenanglah," kata Peter dengan suara meyakinkan. "ini bukan pemerasan. Ini adalah sebuah keuntungan bagimu. Kamu pasti akan senang dengan hasilnya.”Angeline masih berdiri, menatap Peter dengan penuh kebencian."Keuntungan?" kata Angeline sinis.Peter mengangkat bahu. Lalu dia berkata, “Nama baik itu lebih berharga daripada uang, bukan?"Angeline terdiam.Mau tidak mau, dia harus mengakui bahwa ucapan Peter ada benarnya. Jika namanya tetap tercemar, tidak ada yang akan mempercayainya lagi.Yang dipikirkannya sekarang ini bukanlah jalan kembali ke perusahaan Liquid, tetapi sesuatu yang lebih jauh dan berani. Yaitu, memulai bisnis sendiri.Tentu saja, dengan nama yang tercoreng, akan sulit baginya untuk menarik investor.Dengan napas berat, Angeline akhirnya kembali duduk.Magdalena tersenyum penuh kemenangan. "Nah, i
last updateLast Updated : 2025-02-10
Read more
PREV
1
...
2526272829
...
32
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status