All Chapters of Pelukan Bos Cantik, Membuatku Kembali Menjadi Raja Mafia: Chapter 241 - Chapter 250

320 Chapters

Kenapa Semuanya Sama?

Di sisi lain kota, Lucas melangkah masuk ke dalam gedung perusahaan Liquid dengan ekspresi dingin. Langkahnya mantap, setiap jejak yang dia tinggalkan membawa aura ketegasan yang tidak bisa diabaikan oleh siapapun yang melihatnya.Para karyawan yang masih sibuk dengan pekerjaan mereka di lantai utama segera melirik ke arahnya, sebagian besar memilih untuk menundukkan kepala dan menghindari tatapan pria itu. Lucas bukan tipe orang yang suka berbasa-basi, dan setiap kehadirannya di kantor ini selalu membawa dampak yang tidak bisa diremehkan.Dia telah menyelesaikan beberapa urusan sebelumnya, tetapi ada satu hal yang terus mengganjal pikirannya sejak pagi.Saat dia menaiki anak tangga menuju lantai tempat ruangan Angeline berada, firasatnya semakin kuat. Ada sesuatu yang mengganggunya, sesuatu yang membuatnya merasa harus segera berada di sini.Langkahnya melambat ketika mendekati ruangan Angeline. Pintu tidak tertutup rapat, dan dari celah kecil itu, dia bisa mendengar suara percakapan
last updateLast Updated : 2025-02-02
Read more

Bertemu Dario

Lucas melangkah menuju meja, mengambil ponselnya dengan gerakan cepat dan pasti. Angeline menatapnya dengan rasa cemas yang semakin mendalam. Dia tahu Lucas sedang marah, dan kali ini, kemarahan itu mungkin akan membawa akibat yang jauh lebih besar dari yang dia bayangkan.Lucas menatap Angeline sekilas, kemudian pergi meninggalkan ruangan itu dan menuju ke kamar mandi.Lucas membuka kontak Jack Will dengan tangan yang gemetar sedikit karena amarah yang semakin membara. Setelah beberapa detik, dia mulai mengetik pesan, setiap kata yang dia ketik penuh dengan ancaman dan kekuatan.‘Jack, pastikan Lisa, Presdir perusahaan Liquid, mendapatkan apa yang pantas dia terima. Jika dia tidak memberikan posisi wakil direktur kepada Angeline, aku akan menarik investasi yang sudah kami rencanakan untuk perusahaan Liquid. Jangan ada pengecualian.’Dia menekan tombol kirim dan menunggu sejenak. Beberapa detik kemudian, pesan balasan masuk dari Jack Will.‘Pesan sudah diterima, The Obsidian Blade. Ka
last updateLast Updated : 2025-02-03
Read more

Penggrebekan

Beberapa tamu tampak tegang. Angeline bingung dengan penggrebekan tiba-tiba ini. Cahaya lampu gantung di langit-langit kafe memancarkan kesan hangat, berpadu dengan alunan musik jazz pelan yang mengalir di udara. Meja-meja kayu tertata rapi, dihiasi lilin-lilin kecil yang berkelip samar. Ini bukan tempat sembarangan. Kafe ini hanya dikunjungi oleh mereka yang berkantong tebal dan memiliki koneksi kuat.Namun, suasana tenang itu mendadak berubah ketika suara gaduh dari luar menyusup ke dalam. Angeline mengangkat kepalanya, matanya menangkap bayangan beberapa orang berseragam yang baru saja memasuki tempat itu dengan langkah tegas.Dia menoleh ke arah Dario, pria yang duduk tenang di hadapannya dengan segelas espresso yang masih mengepul di tangan. "Kenapa di tempat seperti ini ada penggerebekan?" tanyanya tanpa basa-basi. Dia tak paham, biasanya pengrebekan adanya di klub, di diskotek, tapi ini kafe, tempat orang makan dan nongkrong.Dario mengangkat bahu, matanya yang tajam tetap te
last updateLast Updated : 2025-02-03
Read more

Aku Tidak Bersalah!

Di antara hiruk-pikuk itu, matanya menangkap sosok Dario yang berdiri di sudut ruangan. "Dario!" teriaknya, suaranya mengandung kemarahan sekaligus pengharapan. "Kamu tahu aku tidak bersalah! Lakukan sesuatu!" Namun, Dario hanya tersenyum tipis. Ekspresinya tetap tenang. “Aku tidak tahu dan maaf, aku tidak boleh terlibat dengan hukum. Nama keluargaku bisa tercoreng,” kata Dario. “jika kamu tidak bersalah, kamu jangan takut.” Setelah itu Dario pun melanjutkan langkah kakinya, pergi meninggalkan tempat itu. Polisi kembali menarik Angeline dengan lebih kuat. "Lepaskan aku! Aku bilang aku tidak bersalah!" Dia berusaha melawan, tetapi cengkeraman di lengannya terlalu erat. Kamera kembali menyala. Wartawan semakin bersemangat meliput kejadian ini. Di luar, mobil polisi sudah menunggu dengan pintu belakang terbuka. Salah satu petugas mendorongnya masuk dengan kasar. Sebelum pintu tertutup, Angeline masih sempat melihat Dario berdiri di depan kafe dengan ekspresi penuh arti. "Pak, sa
last updateLast Updated : 2025-02-03
Read more

Kabar Dari Mirko

Yang diketahui oleh polisi di sana, Angeline adalah salah satu dari keluarga Jordan. Mereka sama sekali tidak melihat ada sesuatu yang berbahaya jika mereka menangkap Angeline. Malah, sebaliknyaIni akan menjadi prestasi besar bagi mereka.Namun, Mirko berkata lain, membuat para polisi yang lain menjadi menahan diri dan penasaran.Namun sebelum Angeline dipindahkan, pintu ruangan terbuka. Seorang pria berseragam polisi masuk, membawa tablet di tangannya. Dia menyerahkannya kepada polisi yang menginterogasi Angeline.“Rekaman CCTV sudah diperiksa, Pak.”Angeline menajamkan tatapannya.Polisi itu memberikan tablet itu kepada Mirko. Lalu dia langsung memutarnya.Di layar, terlihat Angeline memasuki kafe. Dia duduk di sudut ruangan, memesan kopi, dan saat sedang asyik, datang seorang pria.Mirko menghentikan video itu. Dia langsung memperbesar layar untuk melihat siapa pria itu.“Apa? Dia Dario Moratta?” tanya Mirko. Kemudian Ryan menoleh ke arah Angeline. “benar, dia Dario?”Angeline men
last updateLast Updated : 2025-02-04
Read more

Tidak Mau Berbicara

"Lucas, aku tidak pernah mengkonsumsi barang itu. Kamu percaya sama aku kan?" Angeline bersuara, meski lelaki di depannya hanya menatap tajam dan tidak berbicara sama sekali.Angeline mengigit bibirnya risau. Bagaimana kalau Lucas tidak percaya kepadanya? Bagaimana kalau nanti Lucas meninggalkannya. Dan masih banyak ketakutan yang dia sendiri tidak bisa menjelaskan."Lucas, kamu percaya sama aku kan?"Ruangan itu sunyi. Hanya ada suara napas tertahan dan detak jam di dinding yang semakin memperjelas suasana tegang yang menggantung di antara mereka. Lampu neon di atas kepala memancarkan cahaya putih pucat, menciptakan bayangan samar di wajah Angeline yang terlihat lelah dan frustrasi.Lucas masih diam, sama sekali tidak menjawab pertanyaan Angeline."Lucas!" panggil Angeline risau.Lucas duduk di hadapannya dengan sikap santai yang justru membuat Angeline semakin gelisah. Sejak tadi, pria itu tidak mengatakan apa pun. Tidak ada pertanyaan, tidak ada tuduhan, bahkan tidak ada pembelaan.
last updateLast Updated : 2025-02-04
Read more

Wartawan Ikut Campur

Angeline menyilangkan tangan di dada, sorot matanya tajam menusuk ke arah Lucas yang berdiri di hadapannya. Napasnya masih teratur, tapi nada bicaranya dingin, nyaris seperti pisau yang siap mengiris."Bukankah kamu mengenalnya?" Angeline bertanya balik alih-alih menjawab pertanyaan Lucas.Lucas menatapnya tanpa ekspresi. Ada sesuatu dalam tatapan itu yang sulit diterjemahkan, bukan keterkejutan, bukan juga ketidaktahuan, tetapi lebih kepada kehati-hatian yang disengaja. Dia ingin memastikan, sekaligus mencari kebenaran atas apa yang akan dikatakan oleh Angeline."Aku tidak melihatnya dengan jelas." Lucas menjawab singkat.Angeline menyeringai kecil, lalu menggelengkan kepala dengan tawa tipis yang tidak mengandung kehangatan sedikit pun. "Jangan berpura-pura dan mencari masalah, Lucas. Kamu jelas-jelas tahu siapa dia."Lucas tetap diam. Dia hanya menatap Angeline dengan mata yang seakan menimbang sesuatu. "Siapa memang?""Namanya Dario." Angeline akhirnya berkata. "Aku baru pertama k
last updateLast Updated : 2025-02-04
Read more

Tutup Mulut

Julian menatap wartawan itu tanpa berkedip. Rahangnya mengeras, napasnya teratur, tetapi jelas dia sudah muak. Dia bukan tipe orang yang suka berbicara panjang lebar, apalagi menghadapi seseorang yang keras kepala seperti ini.Namun, sebelum dia bisa melakukan sesuatu, Lucas menyentuh lengannya, memberi isyarat untuk mundur."Biarkan saja," kata Lucas dengan suara rendah namun tegas.Julian menoleh ke arahnya. Sekilas terlihat keengganan di wajahnya, tetapi dia tidak membantah. Lucas bukan hanya atasannya dalam urusan bisnis, tetapi juga seseorang yang dia hormati.Jika Lucas sudah berbicara, itu artinya perintah.Lucas melangkah maju, menatap wartawan itu dengan tenang."Aku yang menjamin Angeline untuk menangguhkan penahanan," ucap Lucas langsung.Peter, wartawan yang sejak tadi bersikeras menggali lebih dalam, menyipitkan matanya. "Jaminan?" ulangnya, nadanya sinis. "Lalu bagaimana dengan keadilan? Kalau seseorang kedapatan membawa narkoba, bukankah dia seharusnya ditahan?"Julian
last updateLast Updated : 2025-02-05
Read more

Dipecat

Peter menghempaskan dirinya ke sofa dengan senyum puas. Pikirannya masih dipenuhi angka-angka di layar ponselnya. Dua puluh juta bukan jumlah kecil. Dengan uang itu, ia bisa bersantai selama beberapa minggu tanpa perlu mengkhawatirkan tagihan atau pekerjaan berikutnya.Namun, Magdalena tetap berdiri di depannya, kedua tangannya terlipat di dada. Matanya menatap Peter tajam, penuh selidik.“Dari mana uang itu?” ulangnya, kali ini dengan suara lebih dingin.Peter mendengus, lalu menggelengkan kepala. “Bukan urusanmu. Sudahlah, kamu nikmati saja uang itu. Tidak perlu bertanya-tanya.”Magdalena menyipitkan mata. “Bukan urusanku?” Ia berjalan ke meja, meraih ponsel Peter yang tergeletak di sana, dan menatap angka di layar. “Dua puluh juta dalam sehari? Aku tahu kamu bukan tipe pekerja keras, Peter.”Peter menyeringai. Lalu dia berkata, “Mungkin aku baru saja memenangkan lotre.”Magdalena mendekat, mencondongkan tubuhnya hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter. “Atau mungkin,
last updateLast Updated : 2025-02-05
Read more

Mencari Titik Terang

Suasana di ruang tamu masih terasa tegang. Lisa berdiri tegak dengan tangan terlipat di dada, ekspresi wajahnya menunjukkan bahwa dia tidak akan mengubah keputusannya.“Golden Star tidak akan tinggal diam. Mereka ingin Angeline tetap berada di perusahaan. Jika dia dipecat atau dikeluarkan, investasi mereka bisa batal,” kata Lucas sambil menatap nenek mertuanya dengan sorot mata tajam.Lisa mengangkat alisnya, sama sekali tidak terpengaruh oleh ancaman itu. “Mereka tidak akan melakukan itu. Bahkan mereka akan berterima kasih dan mendukungku dalam keputusan ini.”“Aku tidak yakin. Mereka sudah menyusun rencana jangka panjang dengan Angeline sebagai pemimpinnya. Jika dia keluar, mereka akan menganggap ini sebagai pertanda visi dan misi perusahaan Liquid tidak berjalan baik,” kata Lucas.Jeremy, yang sejak tadi bersandar di sofa, tertawa kecil. “Kau terlalu banyak bicara buruk, Lucas. Kamu pikir mereka akan mempertaruhkan nama baik mereka hanya untuk seorang Angeline?”Lucas menatap Jerem
last updateLast Updated : 2025-02-05
Read more
PREV
1
...
2324252627
...
32
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status