Setelah Reina pulang, dokter membutuhkan waktu beberapa jam untuk menyelamatkan Treya dari ambang kematian.Begitu Treya membuka mata, dia melihat ke sekeliling dan mendapati tidak ada seorang pun anggota keluarga menemaninya, kecuali si suster.Treya membuka bibirnya yang pecah-pecah, "Mana ... dia?"Si suster langsung menyahut, "Siapa?""Reina."Suster tahu kalau sebenarnya masih ada Reina di hati Treya, jadi dia menjelaskan, "Kayaknya ada urusan, dia pamit duluan."Treya hendak mengejek.Si suster mengeluarkan kartu nama Reina dan berkata, "Lihat, tadi dia kasih ini ke aku.""Dia bilang kalau nanti Nyonya kenapa-kenapa, aku boleh meneleponnya dan dia akan bantu mengurus."Treya pun tidak jadi mengejeknya.Si suster menyimpan kartu nama itu, lalu berkata, "Aku mau cerita sesuatu. Aku punya kerabat yang juga punya dua orang putri, dia juga pilih kasih dan cuma sayang sama putri bungsunya.""Waktu dia sudah tua, putri bungsunya sama sekali nggak peduli sama dia. Bahkan dia diusir putri
Baca selengkapnya