Semua Bab Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit: Bab 731 - Bab 740

2303 Bab

Bab 731

Semua orang menoleh ke arah sumber suara dan melihat Maxime dan Ekki berdiri di depan pintu.Wajah Maxime tidak enak dilihat.Reina agak terkejut, dia tidak menyangka Maxime akan pulang."Ada apa?"Tanpa perlu pikir panjang, Maxime pasti akan membantu Joanna.Tidak disangka, kalimat yang keluar dari mulutnya adalah, "Kucing dan anjing liar mana yang sembarangan masuk rumahku?"Kucing? Anjing?Wajah Syena pucat pasi.Ekspresi Joanna malah makin jelek, "Apa katamu Max? Aku ini ibumu!"Maxime tetap terlihat tenang."Bu, masalahku dan Reina adalah masalah pribadi kami berdua. Sebaiknya mulai sekarang Ibu nggak ikut campur."Mendengar perkataan Maxime, Reina pikir ingatan Maxime sudah pulih.Tenggorokan Joanna tercekat oleh omelan putranya, "Oke, mulai sekarang aku nggak bakal ikut campur urusan kalian. Terserah kalian mau jadi apa."Joanna menatap Maxime dengan saksama dan mendapati sepertinya dia tidak terluka. Joanna pun berujar pada Syena, "Ayo pergi."Syena juga melirik Maxime beberapa
Baca selengkapnya

Bab 732

Tiba-tiba Maxime meraih tangan Reina dan berkata, "Kasih tahu aku, kenapa kamu pulang?"Maxime sekarang tidak ingat kenapa Reina pulang. Dia bahkan tidak ingat kalau dua hari yang lalu dia lupa ingatan.Reina tidak punya pilihan selain memberi tahu Maxime lagi alasan kepulangannya."Jadi kamu bawa anakku pergi dan menghilang selama lima tahun?"Lagi-lagi kalimat ini, Reina sungguh tidak ingin melanjutkan penjelasannya."Kita sudah bahas hal ini, aku nggak mau ngulang pembahasan itu."Maxime masih tidak melepaskan Reina dan malah memeluknya erat-erat. "Reina."Reina ingin melepaskan diri, tapi tidak bisa."Lepasin."Maxime bukan melepaskannya dan malah memeluknya.Tubuh Reina melayang di udara."Kamu ngapain? Turunin aku."Maxime mencengkeram lembut lengan Maxime dengan rasa takut, "Jalannya hati-hati, di depanmu ada meja, jangan sampai nabrak."Maxime pun berjalan ke sisi lain."Kalau mau ke kamar, jalannya ke kiri atau ke kanan?"Ke kamar? Reina langsung teringat dengan perbuatan Maxi
Baca selengkapnya

Bab 733

Maxime 'kan nggak bisa melihat, dia bisa kabur ke mana?Reina meminta para pelayan dan pengasuh di vila berkeliling mencari Maxime.Sepuluh menit kemudian, seorang pelayan akhirnya menemukan Maxime dan langsung memanggil Reina, "Nyonya, Tuan Maxime ada di dekat kolam teratai.""Oke."Reina menutup telepon dan langsung berlari tergesa-gesa ke taman. Benar saja, dia melihat Maxime berdiri di bawah pohon besar di samping kolam teratai.Reina menghela napas lega dan berjalan dengan hati-hati menghampirinya sambil berteriak, "Maxime!"Karena tidak yakin bagaimana kondisi ingatan Maxime sekarang, Reina tidak berani terlalu mendekat.Tatapan Maxime terlihat agak tidak fokus, "Ada apa?""Kamu ... kamu masih ingat siapa aku, 'kan?""Jangan khawatir, aku masih sama kayak kemarin." Maxime menghilangkan kekhawatiran Reina.Reina menghela napas lega, "Bagus.""Terus kamu ngapain berdiri di sini?""Nggak apa-apa, cuma mau sendirian aja."Setelah itu, Maxime berjalan menghampiri Reina, "Ekki mana?"R
Baca selengkapnya

Bab 734

Maxime terkejut, "Aku belum pernah ketemu gurumu?"Riki memasang tampang sedih. "Ya, abis Papa sama Mama selalu sibuk. Om Deron yang selalu antar jemput aku ke sekolah."Om Deron ....Karena Maxime kehilangan sebagian besar ingatannya, meski Ekki sudah menjelaskan cukup detail, tetap saja ada yang luput.Dan kali ini, Ekki lupa menjelaskan tentang Deron."Kenapa Om Deron yang nganterin kamu ke sekolah?" tanya Maxime.Riki tidak takut membesarkan masalah kecil, dia menjawab, "Soalnya Om Deron itu hebat! Mama bilang cuma Om Deron yang bisa melindungiku.""Lagian, Om Deron itu populer banget di kalangan teman-teman dan guruku. Jadi kalau nanti mereka kecewa lihat Papa, Papa jangan sedih ya."Riki sengaja membuat Maxime kesal. Benar saja, Maxime mengernyit dan menelepon Ekki.Ekki ada di mobil satunya, di belakang Maxime. Dia langsung mengangkat telepon itu karena tidak tahu perintah apa yang akan diberikan bosnya, "Bos.""Siapa Deron?" Maxime merendahkan suaranya."Pengawal. Pengawal prib
Baca selengkapnya

Bab 735

"Nana, pengadilan sudah membekukan semua aset Treya, tapi kabar yang kuterima katanya saldo di rekeningnya kurang dari 20 miliar."Setelah sarapan, Reina menerima telepon dari Mandy, pengacaranya.Sebenarnya mereka sudah tahu kabar ini.Karena Reina sudah mengutus orang untuk memantau Treya secara diam-diam, jadi dia tahu kalau Treya diam-diam memberikan semua hartanya pada Syena."Anehnya, sisa uang di Keluarga Yunandar juga nggak banyak. Cuma sekitar 400 miliar." Hal ini agak di luar perkiraan Mandy.Masa iya perusahaan sebesar Grup Yunandar hanya punya likuiditas sebanyak ini?"Apa sudah mereka transfer lagi ke akun lain?" Reina bertanya."Sepertinya nggak. Kita 'kan selalu mengawasi mereka, kita juga punya mata-mata orang dalam," jawab Mandy."Berarti memang bisnis mereka lagi bermasalah."Reina melihat ke luar jendela dan berkata, "Nggak masalah. Ambil uang sebanyak yang bisa kita, daripada nggak sama sekali.""Baik."Mandy menutup telepon.Sudah hampir seminggu Reina tidak bertem
Baca selengkapnya

Bab 736

Begitu dia sendiri yang dihina Treya, akhirnya dia paham kenapa suster tadi bicara seperti itu."Nyonya, tolong jaga ucapanmu."Treya tidak mengindahkan perkataan wanita itu. Treya mendengus dingin dan mengabaikannya.Menurut Treya, orang berlevel rendah seperti wanita ini sama sekali tidak layak bicara dengannya.Melihat Treya tidak menyahut, wanita itu pun tidak berkata apa-apa lagi.Saat makan siang, suster datang kembali untuk mengantarkan makanan untuk Treya.Kalau bukan karena keluarganya butuh uang, suster ini juga tidak sudi melayani Treya yang tidak bermoral ini."Ayo, makan."Suster sudah menyiapkan makanan Treya.Treya melihat makanannya dan mendapati makanan itu tidak ada bedanya dengan apa yang dia makan sebelumnya, barulah Treya mau mengangkat sendoknya.Wanita di sebelahnya belum dianterin makanan. Treya pun mengejek, "Suster aja nggak punya."Wanita itu tidak marah dan hanya memainkan ponselnya.Tidak lama kemudian, pintu kamar mereka dibuka."Bu, maaf ya hari ini aku t
Baca selengkapnya

Bab 737

Treya mengambil ponselnya dan menelepon Reina.Setelah Reina selesai makan malam, dia memang mau mencari tahu tentang kabar Treya sekarang. Eh tidak disangka, Treya sendiri meneleponnya."Ada apa?"Reina mengangkat telepon itu dan bertanya."Aku minta uang. Sekarang aku nggak punya uang buat berobat. Kamu itu putriku, nggak perlu aku tuntut buat minta uang, 'kan?"Treya sudah memutuskan kalau Reina tidak mau memberinya uang, dia akan menuntut Reina.Bukannya Reina suka menuntut?Dituntut oleh ibu kandung pasti rasanya tidak enak bukan?Treya tahu Reina paling tidak suka pengkhianatan keluarga.Tidak disangka, Reina tidak menolaknya dan berkata, "Nyonya Treya, nanti aku akan datang menjengukmu. Kalau kamu sungguh nggak punya uang buat berobat, aku akan memberimu uang untuk memenuhi tanggung jawabku."Setelah bicara, Reina langsung menutup telepon tanpa menunggu Treya bilang hal lain.Di rumah sakit, si suster bertanya pada Treya, "Gimana? Putrimu yang ini mau ngasih kamu uang, 'kan?"Su
Baca selengkapnya

Bab 738

Treya tidak menyangka Reina datang hanya untuk memberinya uang 600 juta. Dulu, uang 600 juta saja tidak cukup untuknya pergi judi sekali atau beli tas baru."Kamu bercanda? 600 juta itu cukup buat apaan?"Reina menatapnya dengan tenang, "Buat keluarga biasa, uang 600 juta itu cukup buat uang muka rumah. Masa nggak cukup buat hidupmu sebulan?""Aku nggak punya banyak uang."Sebelum pergi, Reina kembali berkata, "Nggak usah capek-capek menuntut. Aku sudah konsultasi sama pengacara. Uang 600 juta sebulan itu sudah bisa dianggap sebagai tanggung jawabku sebagai anak. Kamu mau nuntut juga, nggak ada gunanya.""Dasar berengsek!"Treya hendak bangun dari ranjang rumah sakit dan memukul Reina.Suster langsung menghentikannya dan berujar dengan nada rendah, "Nyonya, sudah cukup.""Barusan aku terima telepon dari Nona Syena, dia minta aku mengundurkan diri dan bilang nggak akan kasih aku gaji lagi."Otak Treya rasanya meledak. "Maksudnya?"Ekspresi suster itu tidak enak dilihat, "Nyonya masih ng
Baca selengkapnya

Bab 739

Setelah Reina pulang, dokter membutuhkan waktu beberapa jam untuk menyelamatkan Treya dari ambang kematian.Begitu Treya membuka mata, dia melihat ke sekeliling dan mendapati tidak ada seorang pun anggota keluarga menemaninya, kecuali si suster.Treya membuka bibirnya yang pecah-pecah, "Mana ... dia?"Si suster langsung menyahut, "Siapa?""Reina."Suster tahu kalau sebenarnya masih ada Reina di hati Treya, jadi dia menjelaskan, "Kayaknya ada urusan, dia pamit duluan."Treya hendak mengejek.Si suster mengeluarkan kartu nama Reina dan berkata, "Lihat, tadi dia kasih ini ke aku.""Dia bilang kalau nanti Nyonya kenapa-kenapa, aku boleh meneleponnya dan dia akan bantu mengurus."Treya pun tidak jadi mengejeknya.Si suster menyimpan kartu nama itu, lalu berkata, "Aku mau cerita sesuatu. Aku punya kerabat yang juga punya dua orang putri, dia juga pilih kasih dan cuma sayang sama putri bungsunya.""Waktu dia sudah tua, putri bungsunya sama sekali nggak peduli sama dia. Bahkan dia diusir putri
Baca selengkapnya

Bab 740

Treya menunggu cukup lama di luar sampai akhirnya dia dapat taksi dan pulang ke rumah Keluarga Yunandar.Sesampainya di sana, langit masih gelap.Rumah Keluarga Yunandar sangat sunyi, hanya satpam yang sudah terjaga. Bahkan para pelayan belum bangun.Treya kembali sendirian, mengambil sidik jarinya dan tiba di rumah. Ketika dia pergi ke kamar tidur utama untuk mencari Tanu, dia mendengar suara seorang wanita di kamarnya."Ya ampun, Pak Tanu ... masih pagi ini, mau ngapain?""Ih, nakal deh."Suara manja seorang wanita terdengar seperti sambaran petir di telinga Treya."Pak Tanu, si Treya harimau betina itu beneran kena kanker dan hidupnya beneran nggak lama lagi?""Ya iyalah. Kalau nggak, mana mungkin aku bisa bawa kamu pulang ke sini?" Kali ini, terdengar suara Tanu.Treya sungguh tidak menyangka. Tanu, cinta pertamanya, pria yang sudah dia beri semua harta Keluarga Andara, ternyata akan mengkhianatinya di saat tersulit hidupnya!Treya bukan wanita yang bisa menahan diri. Dia langsung
Baca selengkapnya
Sebelumnya
1
...
7273747576
...
231
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status