Home / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Chapter 1981 - Chapter 1990

All Chapters of Menantu Pahlawan Negara: Chapter 1981 - Chapter 1990

2047 Chapters

Bab 1981 Memblokade dari Segala Aspek

Namun, hal ini juga membuat Mikues meneguhkan ketetapan hatinya.Kalau dia ingin memperluas pengaruhnya di Kota Banyuli dan meraih pencapaian, dia harus menekan aura mengintimidasi Ardika yang berapi-api itu. Kalau tidak, dia hanya akan menghadapi hambatan dan tidak bisa melakukan apa pun.Ini sudah tidak ada hubungannya lagi dengan dendam pribadi, melainkan berkaitan dengan kariernya dan masa depannya!Setelah berpikir demikian, Mikues sudah sepenuhnya tenang kembali. Dia melirik seluruh tempat itu dengan sorot pada dingin, lalu pada akhirnya pandangannya tertuju pada Ardika."Ardika, dua hari lagi, Hongkem di bawah naungan Grup Susanto Raya akan didaftarkan, bukan?""Sekarang, dengar baik-baik.""Keluarga Bangsawan Basagita Suraba memblokade Grup Susanto Raya dari segala aspek, juga memblokade kamu, Ardika!""Hari di mana Hongkem didaftarkan, siapa yang berani mendukungmu, itu artinya melawan Keluarga Bangsawan Basagita Suraba! Keluarga Bangsawan Basagita Suraba akan menekan orang te
Read more

Bab 1982 Menjadi Target Makian Semua Orang

"Ardika, lihatlah apa yang telah kamu lakukan!""Kini, Keluarga Bangsawan Basagita Suraba sudah memblokade kita dari segala aspek, apa yang harus kita sekeluarga lakukan?!"Saking emosinya, Desi menunjuk Ardika dengan jari bergetar. Dia benar-benar sudah panik setengah mati menghadapi situasi ini.Ardika berkata dengan tenang, "Ibu, kalian nggak perlu memedulikan hal ini, aku akan menanganinya dengan baik.""Sudah kubilang, tempat ini adalah Kota Banyuli, nggak ada pengaruhnya ucapan Keluarga Bangsawan Basagita Suraba di sini.""Omong kosong!""Sebenarnya kamu tahu nggak seberapa besar pengaruh Keluarga Bangsawan Basagita?!"...Sore hari itu juga.Situasi di Kota Banyuli mulai terbentuk.Beberapa informasi sudah tersebar luas ke seluruh pelosok Kota Banyuli.Ardika adalah presdir Grup Susanto Raya!Tentu saja semua orang Kota Banyuli mengenal Ardika.Menantu benalu Keluarga Basagita, juga disebut sebagai orang yang paling bisa mengandalkan wanita.Namun, beberapa waktu yang lalu, peni
Read more

Bab 1983 Kakoi

"Maaf, Tuan Muda Wirhan, agak memalukan, ya. Hanya menghadapi seorang Ardika saja, perlu menggunakan trik-trik gelap seperti ini.""Sebelum datang ke Kota Banyuli, aku benar-benar nggak menyangka Ardika begitu sulit dihadapi."Mikues melontarkan kata-kata itu tanpa adanya gejolak emosi di wajahnya. Dia tidak merasa bangga karena disanjung oleh Wirhan.Wirhan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. "Pak Mikues terlalu merendah. Terlepas dari apakah itu trik gelap atau bukan, yang terpenting adalah efektif.""Setelah kejadian kali ini, Ardika nggak akan bisa bertahan lagi di Kota Banyuli.""Pak Mikues belum menjabat saja, sudah menyingkirkan 'hama besar' di Kota Banyuli!"Menghadapi sanjungan dari Wirhan, Mikues hanya tersenyum.Ada bocah keras kepala seperti Ardika di Kota Banyuli, Keluarga Rewind ingin campur tangan dalam kota baru Sungai Banyuli, memang sangat sulit.Terlebih lagi, mengenai situasi ke depannya, Mikues juga tidak berpandangan positif tanpa sebab."Dalam kunjunganku k
Read more

Bab 1984 Sikap Keluarga Rewind Kota Gamiga

Dia memang tidak tahu jelas bagaimana kekuatan orang bernama Kakoi ini sebenarnya.Namun, melihat Wirhan mengatakannya dengan begitu percaya diri, Mikues juga mulai yakin dan tenang."Kalau begitu, kali ini Ardika benar-benar sudah pasti akan mati." Sambil tersenyum, Mikues berkata, "Selamat Tuan Muda Wirhan, kamu sudah bisa mendapatkan kembali kehormatanmu."Kilatan melintas di mata Wirhan.Tentu saja dia bisa menangkap sindiran dalam ucapan Mikues. Berawal dengan menghasut Mikues untuk menekan Ardika, sekarang ada seorang ninja luar biasa Negara Jepara yang datang ke Kota Banyuli.Dia sendiri tidak melakukan apa-apa, bagaimana bisa disebut dengan mendapat kembali kehormatan?Wirhan tertawa santai dan berkata, "Pak Mikues, agak memalukan, ya? Tapi, karena kalian sudah mengambil tindakan, bagaimana aku bisa diam saja?""Bagaimana kalau membuat kematian Ardika sedikit lebih menghebohkan?""Nanti aku akan mengeluarkan pernyataan mendukung Pak Mikues atas nama Keluarga Rewind Kota Gamiga,
Read more

Bab 1985 Luar Biasa Serakah

"Ya, benar. Kami yang berhak mengambil keputusan di Keluarga Rewind selamanya! Orang lain nggak berhak untuk bicara!""Hadiman, kalian kira kalian sudah menjalin hubungan dengan Ardika, maka sudah bisa berlagak hebat di hadapan Keluarga Rewind? Kalian benar-benar naif!"Satu per satu dari orang-orang Keluarga Rewind lainnya juga buka suara, melontarkan kata-kata sindiran.Sepanjang proses itu, Revina menerima dua tamparan lagi. Wajahnya yang lembut dan mulus itu, ditampar hingga sedikit membengkak."Klito, kalian jangan keterlaluan!"Melihat putrinya ditindas, mata Hadiman sudah memerah. Sambil menutupi lututnya yang terasa sakit luar biasa, dia berusaha untuk bangkit dan memelototi Klito dan yang lainnya dengan marah."Sebelumnya, kalau bukan karena Tuan Ardika berbesar hati, nggak mempermasalahkan tindakan kalian, atas tindakan-tindakan kejahatan yang telah kalian lakukan itu, Keluarga Rewind sudah lama musnah!""Kalian bukan hanya nggak berterima kasih, malah makin menjadi-jadi!""S
Read more

Bab 1986 Didaftarkan

"Bawa satu keluarga ini pergi dan kurung mereka, jangan sampai mereka berhubungan dengan dunia luar!"Klito melambaikan tangannya, memberi instruksi.Dengan dikawal oleh beberapa orang pria kekar, Hadiman sekeluarga dibawa pergi begitu saja tanpa bisa memberikan perlawanan sama sekali.Kemudian, Klito mengalihkan pandangannya ke arah anggota Keluarga Rewind, lalu mencibir dan berkata, "Lusa, kita semua pergi ke Grup Susanto Raya, bukan untuk tujuan lain, melainkan untuk menyaksikan Ardika sebagai tontonan!""Kita harus melihat dengan jelas bagaimana dia mati!"Sekelompok anggota Keluarga Rewind itu tertawa dingin, seolah-olah sudah bisa melihat adegan Ardika diinjak-injak hingga mati....Pemandangan di Kediaman Keluarga Rewind juga terlihat di tempat lain.Tanggapan pihak luar terhadap Grup Susanto Raya dan Ardika, ada yang senang, ada yang menyindir, ada pula yang menyayangkan situasi ini. Intinya, semuanya ada.Namun, di mata kebanyakan orang, kali ini menantu benalu Keluarga Basagi
Read more

Bab 1987 Kedatangan Penonton

"Pada akhirnya, harga saham Hongkem dimulai dengan 110 ribu."Sambil tersenyum, Jesika berkata, "Kalau saat transaksi berakhir harganya mencapai lebih dari 200 ribu, aset Hongkem akan berlipat ganda.""Dengan saham Hongkem di tangan Grup Susanto Raya, nilai aset akan meningkat menjadi 40 triliun begitu saja!""Kamu begitu optimis, ya?"Ardika tersenyum tipis dan berkata, "Bagaimana kalau harga saham anjlok? Kalian semua akan ikut makan angin bersamaku."Mendengar ucapannya, sekelompok orang di sekeliling Ardika tertawa.Kalau orang lain, menghadapi tekanan dari dua keberadaan luar biasa, yaitu Keluarga Bangsawan Basagita Suraba dan Keluarga Rewind Kota Gamiga, maka sudah pasti akan berakhir dengan kegagalan.Sama sekali tidak mungkin ada kesempatan untuk membalikkan keadaan.Namun, sosok yang mereka ikuti saat ini adalah Ardika.Hanya mereka baru mengerti betapa ahlinya Ardika dalam menciptakan keajaiban.Jadi, sejak awal mereka menaruh kepercayaan penuh pada Ardika. Mereka yakin kali
Read more

Bab 1988 Hadiah Hanko

Pintu mobil terbuka, sosok Mikues dalam balutan jas yang memancarkan aura wibawa, melangkah keluar.Di belakangnya, ada Rehan yang kedua lengannya dalam kondisi terbalut tebal.Saat ayah dan anak itu mendongak dan melihat papan nama Grup Susanto Raya, sorot mata mereka tampak sangat tajam dan dingin."Hormat kepada Pak Mikues!"Melihat kemunculan Mikues, baik para perwakilan dari keluarga-keluarga yang berasal dari luar, perwakilan perusahaan, maupun para investor ternama, satu per satu dari mereka menyapa Mikues dengan penuh hormat.Pertama, Mikues adalah perwakilan Keluarga Bangsawan Basagita Suraba.Kedua, setelah Mikues resmi menjabat sebagai wali kota, mereka bisa meraih keuntungan dari Kota Banyuli atau tidak tergantung sikap pria paruh baya yang satu ini.Jadi, bahkan orang-orang yang memiliki identitas dan kedudukan tinggi pun, juga memperlakukan Mikues dengan hormat.Tidak ada orang yang akan menolak uang."Haha, ada begitu banyak teman-teman yang datang untuk meramaikan suasa
Read more

Bab 1989 Mengeluarkan Kartu Kehancuranmu

"Pak Mikues sangat bijak!""Ya, benar, aku datang untuk mengantarkan hadiah!"Hanko melirik Ardika sekilas, lalu berkata sambil tersenyum, "Perusahaan teman lama akan segera memasuki pasar. Sebagai tamu yang datang untuk meramaikan suasana, bagaimana mungkin aku datang dengan tangan kosong.""Lihatlah, aku secara khusus mengantarkan beberapa karangan bunga ini.""Mungkin saja setelah hari ini, hadiahku ini dibutuhkan.""Ardika, menurutmu benar, 'kan?"Mendengar Hanko mengucapkan kata-kata ini dengan nada bicara bercanda, ekspresi semua orang di tempat itu berubah menjadi makin aneh.Sangat jelas dia sedang memberi tahu semua orang, kemungkinan hari ini Ardika akan mati.Saat ini, orang-orang di pihak Grup Susanto Raya memelototi Hanko dengan marah, sedangkan Henry, ekspresinya tampak sangat muram, ingin buka suara untuk mengusir pemuda sialan itu.Namun, Ardika malah melambaikan tangan untuk menghentikan Henry. Pada akhirnya, pandangannya beralih dari layar lebar, melirik Hanko dengan
Read more

Bab 1990 Memprovokasi Sejadi-Jadinya

Hanko benar-benar sangat senang.Membuat harga saham Hongkem jatuh tepat di hadapan Ardika, membuat Ardika merasakan rasa sakit yang menyayat-nyayat setiap detiknya, lebih pentingnya lagi lawannya itu tidak bisa melakukan apa pun terhadapnya.Sensasi seperti ini, membayangkannya saja sudah membuat jiwa dan raganya diliputi kebahagiaan yang tiada taranya.Ardika menatap Hanko dengan sorot mata seperti melihat pasir. "Mencari beberapa orang dengan sembarang untuk menjatuhkan harga sahamku? Hanko, takutnya otakmu itu sudah bermasalah."Hanko mendengus dingin, lalu melambaikan tangannya dan berkata, "Masukkan 60 miliar, perlihatkan pada Pak Ardika kemampuan kalian!"Karena ingin mengeluarkan kartu kehancuran lawan, tentu saja Hanko sudah melakukan persiapan yang matang.Dana di rekening transaksi sudah disiapkan. Seiring dengan perintahnya, beberapa orang tersebut langsung mulai bekerja.Seolah-olah hampir pada saat bersamaan dengan perintah itu dikeluarkan, garis merah di layar besar yang
Read more
PREV
1
...
197198199200201
...
205
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status