“Bi, tolong buatkan saya kopi hitam, nanti bawa ke teras belakang ya!” titah Haidar pada pelayan di rumah itu. “Iya, Den,” jawab Bi Icih dengan sopan. Haidar pergi ke teras belakang, duduk bersantai untuk menenangkan emosi atas semua penolakan sang istri. Entah kenapa istrinya seperti itu, padahal ia tidak merasa melakukan kesalahan apa pun. Bi Icih datang membawa kopi pesanan Haidar. “Ini, Den, kopinya.” Bi Icih menaruhnya di meja persegi yang terbuat dari kayu yang berada di samping kursi tempat Haidar duduk. “Terima kasih, Bi,” ucap Haidar dengan sopan. “Bi, tolong buatin sarapan untuk Andin, coba tanya dulu, dia mau makan apa!” imbuhnya. “Iya, Den.” Bi Icih segera berlalu dari hadapan Haidar. Haidar tiak habis pikir, kenapa sang istri begitu membencinya, padahal sebelum ke Bandung ia bersikap biasa saja. “Apa salahku?” gumam Haid
Terakhir Diperbarui : 2021-05-03 Baca selengkapnya