Accueil / Rumah Tangga / Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya / Bab. 11. Meninggalnya Mbak Fatin. Goodbye, Mbak

Share

Bab. 11. Meninggalnya Mbak Fatin. Goodbye, Mbak

Auteur: Kurnia
last update Dernière mise à jour: 2024-07-14 18:37:54

Mbak Fatin mengungkapkan rasa malunya pada Cani. Karena hanya Cani yang bersedia menemaninya di rumah sakit.

Bahkan, dengan senang Hati Cani merawat anak Mbak Fatin, tanpa diminta.

“Kenapa kamu tidak menertawakan kondisiku?” ucap Mbak Fatin. Suaranya terdengar lirih.

Kini Mbak Fatin tengah berbaring lemas, di atas ranjang rumah sakit.

Cani tersenyum lembut sambil mengelus kening Mbak Fatin.

“Orang lagi kena musibah, kok diketawain?” balas Cani. “Apa yang terjadi, Mbak? Kenapa, Mbak bisa seperti ini? Terus, suamimu ada di mana?” cecar Cani ingin tahu.

“Aku memergoki suamiku bercinta dengan wanita lain,” lirih Mbak Fatin.

Mbak Fatin terdiam cukup lama. Cani sengaja tak memaksa Mbak Fatin untuk langsung bercerita. Toh, kondisi Mbak Fatin belum sepenuhnya pulih.

“Kami bertengkar hebat. Lalu dia pergi entah ke mana. Setelah kepergiannya. Banyak debt collector datang untuk menagih hutang suamiku. Aku sangat tertekan,” urai Mbak Fatin.

“Dadakku sesak setiap kali aku mengingat kelak
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Related chapter

  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 12. Mister X, Si Penagih Hutang Dadakan

    “Astagfirullah ... Nggak perlu sampai ngatain anak orang idiot!” murka Cani. “Aku yang bakal merawat Roni!” Cani paling tidak bisa melihat anak kecil ditindas atau dihina. “Oh ... Mbak Cani mau merawat Roni? Bagus lah ... Sekalian, bayarin biaya anak pertama Mbak Fatin yang lagi mondok. Biar tambah miskin,” ledek Victory. “Merawat seorang anak nggak bakal mungkin bisa bikin makin miskin,” tandas Cani. “Malah enak. Hidupku bakal dipenuhi keberkahan,” tambahnya. “Halah!! Banyak omong! Yaudah sana! Pungut tuh anak! Palingan juga bakal jadi beban doang,” komentar Bu Helena sinis. Cani terus beristigfar setiap kali Bu Helena berbicara. Karena semua yang keluar dari mulut wanita setengah baya itu, tak patut untuk didengar. “Sekarang kalian pulang gih! Rumah ini mau aku kosongin,” usir Victory. “Kita juga mau pulang. Setelah mengambil baju-baju, dan surat penting anak-anak Mbak Fatin,” sosor Cani. “Yaudah! Buruan! Ambil semua kain lusuh itu!” dengus Bu Helena. Cani bergegas mengambi

    Dernière mise à jour : 2024-07-14
  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 13. Ancaman Mematikan Untuk Mister X

    “Apa maksudmu, Sayang?” Han sungguh tidak mengerti. Cani tak menjawab. Ia justru mengalihkan perhatiannya pada Roni yang masih digendong Han. “Roni, ayo kita makan siang bersama,” ajak Cani. Roni menggelengkan kepala. “Loh, kenapa?” tanya Cani. “Maci ngantuk,” jawab Roni setelah menguap. “Yaudah, ayo balik tidur. Sini ... Bulek temani.”Dalam budaya jawa, Bulek merupakan sebutan untuk tante. Roni meminta turun dari gendongan. Han pun menuruti. Han membiarkan Cani dan Roni menuju ke kasur lantai yang berada di belakang etalase. “Mas Han, tolong jaga toko sebentar. Aku mau menemani Roni tidur,” pesan Cani. “Iya, Sayang. Kamu juga, sekalian tidur siang. Yang tadi, bisa kita lanjut omongin nanti,” balas Han mengerti. Cani mengangguk. “Terima kasih, Mas,” ucap Cani berbaring di atas kasur. Beberapa menit berlalu. Tak butuh waktu lama bagi Roni, untuk kembali terlelap. Anak kecil itu pasti sering tidur siang. “Sayang,” panggil Han lirih. Cani menoleh ke belakang. Menyaksikan ka

    Dernière mise à jour : 2024-07-15
  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 14. Mister X Memilih Pilihan Tepat

    Mister X mengeluarkan air mata. Dirinya sangat ketakutan ketika melihat anak buah Han mengeluarkan tali tambang. Saking takutnya, sampai pipis di celana. “Bukankah, uang bisa melakukan segalanya? Kalau kamu mati. Aku bisa mengambil anakmu. Dan menjualnya,” dalih Han sengaja. “Anak yang malang ... Indra tidak mungkin merawat anakmu. Memangnya siapa dirimu? Hanya pesuruh,” lanjut Han. Mister X makin tertekan. Ditambah, rematan di bahunya belum terlepas. Mister X bisa merasakan jika tulangnya mungkin saja remuk. Han sedikit melonggarkan cengkeramannya. Namun, Han segera mengentak tangannya. Hingga tubuh Mister X berubah posisi menjadi berlutut. Tenaga Han sungguh luar biasa. Han berjongkok guna menyejajarkan posisi dengan Mister X. “Urusan kita selesai,” tandas HanHan kembali berdiri. Dia melempar tatapan kepada anak buahnya. “Sisanya aku serahkan ke kalian. Selamat bersenang-senang ... Tapi, jangan ada pertumpahan darah,” pesan Han pada mereka. Sebelum benar-benar pergi. Han se

    Dernière mise à jour : 2024-07-15
  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 15. Acara Makan Malam Berujung Tawuran

    “Sekali lagi aku minta maaf atas nama perusahaan. Karena telah membuat anda tidak nyaman,” lanjut Putri menegaskan. “Iya, nggak masalah kok. Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Manusiawi,” timpal Cani mengerti. Han sudah menduga jika Cani tak mungkin marah. “Kalau begitu, saya pamit undur diri. Masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan,” ucap Putri berpamitan. Putri sempat melirik Han. Kemudian berlalu pergi. “Mas sadar nggak? Wanita barusan rambutnya pirang. Hidung mancung. Terus matanya biru. Tapi, namanya Putri. Aneh banget ....” komentar Cani heran. Han sedikit gelagapan. “Apanya yang aneh, Sayang? Jaman makin maju. Aku rasa, sekarang tidak ada wanita muda yang tidak pandai merias wajah,” kilah Han memberi pandangan pada Cani. Namun, sepertinya Cani enggan menelan penjelasan Han. Dia memiliki pemikirannya sendiri. “Masak sih? Berarti Mbak Putri jago banget merias. Sampai-sampai wajahnya mirip banget sama bule,” ujar Cani. Han tersenyum hambar. Dia tak tahu har

    Dernière mise à jour : 2024-07-16
  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 16. FAKE Or REAL?? Apa Hanya Rumor?

    Seorang wanita berusia enam puluh tiga tahun itu datang dengan kehebohan. Namanya Mak Ti. Beliau merupakan juragan sembako.“Sesama saudara kok saling adu argumen. Hidup itu harus menjaga kerukunan,” tutur Mak Ti memberi nasihat kepada Victory dan Cani. “Mak Ti bawa apa?” tanya Cani senang. Hubungan Cani dan Mak Ti memang baik. Cani sering berbelanja kebutuhan pokok di toko Mak Ti. “Bawa badan doang!” jawab Mak Ti santai. “Tamu nggak perlu bawa apa-apa,” tambah Mak Ti. Setiap kali Mak Ti bergerak. Badannya mengeluarkan suara merdu dari gesekan perhiasan yang dia kenakan. “Oh ... Ada Nak Indra. Suaminya Cani. Eh ... Suaminya Victory. Aduh, maaf. Aku salah. Ya, soalnya dulu katanya Nak Indra naksir Cani. Aku pikir, nikahnya sama Cani. Ups! Enggak ya?” cerocos Mak Ti. Meskipun sudah tidak berusia muda. Mak Ti cukup endel. Suka sekali menggoda orang lain dengan gosip-gosip yang dia tahu. “Habisnya, Cani cantik sih. Kembang desa,” lanjut Mak Ti ceriwis. Victory memandang jijik Mak

    Dernière mise à jour : 2024-07-17
  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 17. Naksir Biasa Kok!! Malah Cani Dilabrak!

    Malam hari, setelah Indra dan Victory memutuskan untuk pergi, sebelum acara makan malam usai. Victory terlihat sangat kesal dengan suaminya. Dari tadi pun, dia hanya diam hingga sampai di kediaman megah Indra. “Mau sampai kapan kamu tidak menghiraukanku, Dek?” tanya Indra begitu mereka berada di dalam kamar. “Mas nggak jujur. Katanya nggak kenal Mbak Cani. Eh ... Nggak taunya pernah naksir,” sindir Victory mengungkapkan isi hati. “Jangan-jangan, Mas sengaja menikahiku, hanya untuk membuat Mbak Cani cemburu,” tuduh Victory. “Astaga! Untuk apa aku melakukan hal tersebut, Dek? Kamu pikir aku nggak punya harga diri?” sanggah Indra. “Terus? Kenyataannya, Mas pernah menyukai Mbak Cani!” sosor Victory menunjukkan kekesalannya. “Itu dulu. Sebelum aku bertemu denganku, Dek,” jawab Indra. Indra berusaha menenangkan Victory. “Oh ... Jadi benar? Mas dulu suka sama Mbak Cani! Akhirnya ngaku sendiri ‘kan!” sungut Victory makin menjadi. Indra menghela napas. Sepertinya, Indra akan selalu s

    Dernière mise à jour : 2024-07-17
  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 18. Kakak Pertama Muncul, Mas Irawan

    “Pernah pukul Roni?” tanya Cani sekali lagi. Ingin memastikan. “Bapak pelnah dolong Roni. Ibu pelnah pukul Roni. Coalnya Roni nakal,” terang Roni sambil berusaha mengingat. Cani tersenyum tipis lalu berkata, “Mulai sekarang. Selama Bulek masih hidup. Nggak akan ada yang bisa pukul kamu lagi.”“Bulek janji?” Roni mengangkat jari kelingkingnya. Menunjukkannya tepat di depan wajah Cani. “Janji.” Cani menaut jari kelingking Roni sembari terus melempar senyuman manis.“Udah kayak anak sendiri, Ni.”Otomatis Cani menoleh ke arah seseorang yang berbicara. Senyuman di wajah Cani luntur seketika. “Mas Irawan? Tumben ke sini? Ada apa, Mas?” tanya Cani tak berniat untuk basa-basi.“Galak bener, Ni. Kayak sama siapa aja,” sindir Mas Irawan.Mas Irawan merupakan Kakak Pertama Cani. Salah satu orang yang menjadi saksi, ketika ayah Cani mengatakan jika rumah Keprabon jatuh ke tangan Cani.“Aku hanya galak kok, Mas. Enggak jahat,” tandas Cani.Mas Irawan tersenyum tipis. Perhatiannya tertuju pada

    Dernière mise à jour : 2024-07-18
  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 19. Keinginan Tidak Tahu Diri Mas Irawan

    “Masmu yang menusukmu dari belakang?” tanya Han melempar senyuman ke arah Cani. “Jangan ngomong gitu, Mas. Mungkin Mas Irawan sudah berubah,” tukas Cani seakan membela kakaknya. “Seseorang tidak mungkin bisa berubah dalam waktu singkat,” timpal Han.“Bukan hanya mengkhianatimu. Mas Irawan juga pernah menghinamu. Karena kamu hanya meminta sepuluh ribu rupiah untuk maharmu,” tambah Han. Kenyataan di masa lalu yang dibeberkan Han, tak bisa Cani hempaskan dari ingatannya. “Emh, Mas Han tidak mengizinkan Mas Irawan bekerja di sini ya?” Cani menyimpulkan berdasarkan respons yang diberikan oleh Han. “Aku khawatir dengan keselamatanmu, Sayang,” ungkap Han. Bukannya tidak ingin memberi izin. Han hanya takut jika istrinya dilukai lagi. Sesuatu paling menyakitkan bagi Han adalah, ketika melihat Cani mengeluarkan air mata. “Aku baik-baik saja kok, Mas. ‘Kan ada, Mas yang selalu berada di sisiku. Jadi, aku nggak takut bakal dilukai oleh orang lain,” tutur Cani meyakinkan. Cani berusaha me

    Dernière mise à jour : 2024-07-19

Latest chapter

  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 156. Kenyataan Pahit Dari Hime

    Senja menyelimuti kediaman keluarga Albert. Di ruang kerjanya yang luas, Albert, kepala keluarga yang disegani, duduk termenung dengan ditemani secangkir kopi yang masih hangat di tangannya. Pikiran Albert dipenuhi oleh cerita Eila, pelayan pribadi sekaligus sahabat Nyonya Ditmer, tentang kecurigaan Eila terhadap sikap aneh Hime.Setelah beberapa saat berpikir, Albert mengambil keputusan. Ia bangkit dari kursinya, wajahnya dipenuhi dengan keraguan. Ia memanggil anak buahnya yang berada tak jauh darinya. "Ya, Tuan?"“Aku perlu kau melakukan sesuatu. Awasi Hime. Laporkan setiap gerak-geriknya kepadaku. Lakukan dengan hati-hati, jangan sampai ia menyadari hal ini.” Suara Albert terdengar tegas. Pria tinggi tegap itu mengangguk hormat, menerima perintah tanpa bantahan.***Di sisi lain, angin yang berhembus sepoi-sepoi, membawa aroma tanah basah dan sedikit bau anyir dari kandang buaya raksasa.Hime memandang Han yang berdiri sambil memperhatikan buaya peliharaannya, beberapa ekor buay

  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 155. Kehamilan Yang Disembunyikan

    Cani terbangun dengan kepala yang terasa pusing. Cahaya redup menyinari wajahnya. Bau disinfektan klinik memenuhi hidungnya. Ia mengerjapkan mata, pandangannya masih kabur. Sebuah tangan hangat menggenggam tangan Cani. Ia menoleh dan melihat Hime duduk di sampingnya, wajah Hime tampak lelah namun dihiasi senyum lembut.“Cani ... Kamu sudah sadar,” bisik Hime, suaranya lembut seperti sutra.Cani mengerjapkan mata beberapa kali, mencoba mengingat kejadian sebelum ia pingsan. Kenangan samar-samar berkelebat, perkebunan yang luas, aroma tanah basah, lalu gelap.“Mbak Hime ... Aku dimana? Apa yang terjadi?” tanya Cani, suaranya masih lemah.“Kamu pingsan di perkebunan,” jawab Hime, “Untungnya, tidak terjadi apa-apa yang serius.”Hime meraih tangan Cani, matanya berkaca-kaca. Ia memiliki raut wajah yang serius."Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu, Cani,” lirih Hime, suaranya sedikit gemetar. Ia menggenggam tangan Cani lebih erat. “Dokter sudah memeriksakanmu tadi ....” Ia berhenti s

  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 154. Kehamilan Cani

    Semakin Hime mendekati Han, semakin Hime tahu bahwa yang ada di otak dan pikiran Han hanyalah Cani seorang. Hime seperti tidak ada celah untuk merebut hati Han. "Jika aku tidak bisa merebut Han, maka akan aku buat hubungan mereka berdua berantakan." Janji telah meluncur dari bibir Hime. Membangkitkan gairah amarah pada diri Hime. Seiring berjalannya waktu, Hime berhasil mengambil hati Cani, dan menjadikannya sebagai orang paling dipercaya Cani, menggeser posisi Eila. Hime juga memutuskan untuk membantu Cani mengurus segala keperluan dan masalah di kediaman Keluarga Ditmer. Hal tersebut membuat Hime mengetahui seluk beluk kegiatan di rumah. Termasuk sektor perkebunan yang nilainya fantastis. Hime begitu takjub, selama ini ia hanya membantu pekerjaan Han tanpa mengetahui kegiatan sesungguhnya di rumah Keluarga Ditmer. "Hasil perkebunan langsung dijual ke pemerintah?" tanya Hime pada Cani. Cani yang sedang membawa catatan menoleh ke arah Hime. "Iya, Mbak. Katanya untuk membantu ra

  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 153. Usaha Hime

    Rio menatap tajam Xander yang sudah ketakutan melihat Rio mengayunkan katana. "Tuan Rio! Tolong ampuni saya!" mohon Xander bersujud di kaki Rio. Rio mendesis, "Orang sepertomu, yang mengkhianati kartelmu."Xander mendongak guna melihat wajah Rio. "Terlebih kelakuanmu, yang membuat Kania bersedih, tak akan pernah termaafkan!" tandas Rio penuh penekanan di nada bicaranya. Ketika Rio hendak menebas leher Xander, kedatangan Mizu membuatnya berhenti. Mizu meminta agar Xander tak dilenyapkan, sebab, Xander masih bisa digunakan untuk kepentingan Kartel. Karena Rio sangat percaya pada Mizu, dan mempertimbangkan perkataan Mizu, akhirnya Rio lebih memilih menurut pada Mizu. Ia menyerahkan Xander pada Mizu.Rio juga menegaskan jika Xander melakukan hal-hal yang berhubungan dengan Cani, maka Mizu harus menyerahkan nyawa Xander padanya. "Baik, Tuan. Aku pastikan, Xander berada di bawah kendaliku," tegas Mizu mantap. Rio menyembunyikan katanya, lalu bergegas keluar dari ruang bawah tanah, m

  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 152. Penyelamatan Hime

    Pencarian Rio membuahkan hasil, ia benar-benar terjebak ke dalam skenario yang telah diciptakan oleh Albert. Rio menangkap anak buahnya Mizu dalam kasus pelenyapan Haily. Tentu Mizu tak mengakui sesuatu yang memang tidak ia perbuat. Bahkan Mizu siap mati demi itu. Karena melihat kesungguhan yang ditampilkan Mizu, Rio lebih memilih untuk mempercayai Mizu dan mengarang cerita mengenai kematian Haily. Lagi pula, bagian tubuh Haily yang lain tidak ditemukan, maka Rio melapor kepada Pemimpin Kartel jika Haily telah meninggal karena sebuah kecelakaan. Untungnya, Pemimpin Katel percaya pada Rio, dan memutuskan untuk menghapus nama Haily dari daftar keanggotaan elit. “Pembunuh yang sebenarnya sengaja menjadikanku sebagai kambing hitam. Sialan! Aku tidak akan memaafkannya,” geram Mizu mengepalkan kedua tangannya. “Tutup kasus ini. Semua sudah dilaporkan kepada Pemimpin, tidak perlu diungkit lagi,”

  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 151. Hime Disekap?

    Ketika mereka bertiga sedang menyusuri dermaga, Eila tak sengaja menemukan sebuah chip yang tergeletak di kabin dengan darah kering yang menghiasi. Albert meraih benda kecil tersebut, bibirnya berdecap, menyadari jika benda itu merupakan alat pelacak milik Hime yang telah dikeluarkan dari punggung Hime. "Xander sengaja ...." gumam Albert. "Pantas saja, Hime tidak bisa dilacak," gerutunya membalut chip di sapu tangannya. Han mengendus, ia memperhatikan Eila yang terlihat tidak nyaman. Ia pun menghentikan pencarian, dan mengajak Eila untuk pulang. Sampainya di rumah, Eila tidak diperbolehkan untuk bernapas lega, karena Albert memintan Eila untuk menemuinya di paviliun pribadi milik Albert. Tentu saja Eila tidak bisa menolak. Jadi, setelah membersihkan tubuh, serta berganti pakaian yang layak dan sopan, Eila segera menemui Albert. "Tuan ... Maaf," ucap Eila lirih. Eila duduk di depan Albert setelah dipersilahkan oleh lelaki muda itu. "Bayangmu yang dicium oleh Rio masih terngiang

  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 150. Petunjuk Dari Hilangnya Hime

    Karena keteledoran Han, Albert yang dulu diam-diam membantu Hime untuk meninggalkan jejak kejahatan pun, harus turun tangan lagi untuk membuat skenario kematian Haily supaya orang yang disuruh Rio tidak merujuk ke Hime. Kendati menambah pekerjaan, Albert tetap senang, dengan ini, ia bisa menjadikan seseorang sebagai kambing hitam, dan Albert memilih anggota Kartel nomor satu. Albert tidak bermaksud jahat, ia hanya ingin mereka sedikit berselisih. Dalam waktu singkat, Albert berhasil mengurus segalanya. Kini, ia hanya cukup menunggu pihak Rio tertipu olehnya.***Hari ini Cani diajak pelayan pribadi Albert berkeliling melihat perkebunan, dan segala fasilitas yang dimiliki oleh keluarga Ditmer, untuk pertama kalinya. Mengingat, Cani yang sekarang memiliki gelar ‘Nyonya Ditmer’. Itu artinya, Cani merupakan wanita utama di Keluarga Ditmer, statusnya bisa dikatakan sebagai pendamping Albert, yang merupakan Kepala Keluarga Ditmer.

  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 149. Karena Han Lupa

    “Sebenarnya siapa kau?” Albert mendesak Eila supaya lekas menjawab pertanyaannya. Eila yang gelagapan pun menjelaskan bahwa ia tidak memiliki hubungan khusus dengan Rio. Soal dirinya dan Rio yang berciuman mesra, itu hanya sekedar keisengan yang dilakukan Rio untuk mempermainkan harga diri dan memberinya tekanan. “Aku adalah mantan pelayan di rumah Tuan Rio, sebelumnya aku pernah membuatnya ingin membunuhku. Untungnya, aku diselamatkan oleh Nyonya Cani,” imbuh Eila menundukkan kepala. Albert memandang Eila dengan menyipitkan mata. “Jadi, kamu bukan mata-mata yang dikirim Rio?” tanyanya. “Mata-mata? Saya tidak berani macam-macam, Tuna ....” Eila menyanggah dengan cepat. “Hidup saya, saya dedikasikan seluruh hidup saya untuk mengabdi pada Nyonya Cani,” tandasnya menggebu sambil menepuk dadanya. Tak mendapati gelagat kebohongan dari Eila, Mau tak mau Albert melepaskan cengkeram

  • Suami Miskinku Ternyata Mafia Kaya   Bab. 148. Rio Ikut Turun Tangan

    Sebelumnya, Rio sudah menyerahkan sempel DNA Haily yang dimiliki pihak Kartel, agar dokter bisa mencocokkan apakah kepala yang ditemukan benar Haily atau bukan.Dan ... Setelah menunggu berjam-jam, akhirnya penantian mereka membuahkan hasil yang mengejutkan. Dokter penyatakan jika kepala tersebut milik Haily, terbukti dengan hasil DNA yang 100 persen cocok. Data tersebut juga membuktikan bahwa asumsi Han bukan hanya bualan. Kini, tak ada alasan bagi Rip untuk tidak memercayai Han. "Jadi, Haily benar-benar sudah tewas? Pantas ia sulit dihubungi pemimpin," gerutu Rio menyentuh dagunya. "Sekarang yang menjadi teka-teki, siapa pelakunya?" sambung Han setelah menghembuskan napas lelah. Berhunung Haily berada di bawah kendali dan tanggung jawab Kartel nomor satu, di mana Rio menjadi petinggi di sana, Rio tak mungkin tinggal diam, dan membiarkan masalah ini sampai ke tangan pemimpin Kartel sebelum berhasil dipecahkan. "Ak

Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status