Share

122. Cerita yang Sebenarnya 2

Daffa menatap serius Abila. Rahangnya mengeras menahan amarah. "Bersumpahlah kalau aku memang melakukan itu padamu."

"Ya, aku berani bersumpah," jawab Abila. Gadis itu berkata dengan suara penuh penekanan.

"Bersumpah demi Tuhan."

"Jangan bawa Tuhan dalam perbuatan nista kita," sergah Abila.

"Jika demi kehormatanmu, pasti kamu berani menyebutnya, Abila. Kalau kamu tidak berani, apa yang kamu ucapkan hanyalah omong kosong."

Gadis itu terduduk, menangis, dan membekap wajah dengan kedua telapak tangannya. Beberapa saat kemudian mengelap pipi dengan tisu yang diambilnya dari dalam tas. "Lelaki di mana-mana sama saja. Br*ngsek semuanya. Papaku, kamu, simpanannya mamaku, dan mereka-mereka itu, semua sialan. Hanya mau enaknya saja." Abila melempar kotak tisu di atas meja pada Daffa. Dan lelaki itu bergeming meski benda persegi mengenai lengannya.

"Mereka siapa? Katakan! Siapa orang yang merusakmu lantas kau limpahkan kesalahan itu padaku?" Daffa mulai mencerna kalau ada sesuatu yang tidak ber
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (5)
goodnovel comment avatar
desi retno wulandr
kok seakan akan abila ini gk pernah ketemu Rin y, kok pakai istilah perempuan yg dilihat dr profil akun medsos Daffa, bukannya sdh pernah ketemu terus dicakar sama Rin, akhirnya Rin masuk penjara, di awal kn gt mbk Lis, sekedar koreksi aja ini mbk Lis
goodnovel comment avatar
Bunda Ernii
knp Bila takut nyebut nama Tuhan? udah jelas banget klo dia tuh cuma nipu... hufttt untung Rin sekarang punya sabar yg luas.. gk langsung esmosi kek dulu..
goodnovel comment avatar
Nurmila Karyadi
dasar binal,dikerjain m siapa mnt tanggung jwb m siapa
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status