Beranda / Pendekar / Pendekar Sembilan Matahari / 1 Pengelana Tanpa Tanding

Share

Pendekar Sembilan Matahari
Pendekar Sembilan Matahari
Penulis: Bengcu

1 Pengelana Tanpa Tanding

Penulis: Bengcu
last update Terakhir Diperbarui: 2023-05-30 15:51:28

Di atas sebuah gunung yang memiliki daratan yang cukup luas, seorang pria berumur 30 tahunan berdiri dengan gagahnya di tengah-tengah kerumunan hampir 200 orang jago.

Pria berumur 30 tahunan itu tidak tampak gentar meski harus menghadapi banyak musuh. Dia masih menunggu dengan seluruh kekuatannya.

Pria itu dijuluki orang-orang sebagai si Pengelana Tanpa tanding. Kedigjayaannya menjadi fenomena di dunia persilatan.

"Tunggu apa lagi? Kalian 7 partai besar golongan putih dan 4 perkumpulan golongan hitam, sudah ada semua di sini. Apalagi yang kalian tunggu, hah?" kata si Pengelana Tanpa Tanding.

Mendengar kata-kata dari si Pengelana Tanpa Tanding ini, maka mulai terjadi seruan-seruan di antara sesama orang-orang yang sejak tadi mengelilingi si Pengelana Tanpa Tanding untuk menyerang si Pengelana Tanpa Tanding.

"Bunuh! Serbu! Hancurkan dia!" Itulah teriakan-teriakan dari para jago yang kemudian langsung menyerang ke arah si Pengelana Tanpa Tanding itu.

Untuk beberapa saat, walaupun dikeroyok, si Pengelana Tanpa Tanding masih berhasil melayani lawan-lawannya walaupun dia harus dikeroyok oleh 100 orang lebih.

Si Pengelana Tanpa Tanding, bahkan berhasil mendaratkan beberapa tendangannya ke arah beberapa penjuru. Ada belasan orang yang terkena pukulan dan tendangannya ini.

Tapi sayangnya musuh terus berdatangan dan tidak pernah putus terus menyerang si Pengelana Tanpa Tanding yang harus sendirian menghadapi kalapnya seratusan orang ini.

Hingga akhirnya si Pengelana Tanpa Tanding mulai keteteran. Dia memang membunuh puluhan orang, tapi dia juga terkena beberapa tendangan dan tebasan.

Si Pengelana Tanpa Tanding terus mundur karena diserang dari tiga penjuru. Dari depan, kiri dan kanan oleh musuh yang begitu banyak.

Kalau saja pertarungan ini dilakukan satu lawan satu atau setidaknya satu lawan 30 atau 1 lawan 50 sekalian, maka keadaan pasti akan berbeda.

Si Pengelana Tanpa Tanding bisa memenangkan pertarungan satu lawan satu, lawan 20 atau 1 lawan 50. Tetapi dia tidak bisa menang saat menghadapi pengeroyokan hampir 200 orang jago ini.

Karena itu, beberapa saat kemudian, sudah ada tendangan yang berhasil mengenai si Pengelana Tanpa Tanding, juga pukulan yang mengenai dia sehingga dia menyemburkan darah segar dari mulutnya, tanda dia mulai terluka dalam.

Walaupun begitu, si Pengelana Tanpa Tanding masih berhasil mendaratkan pukulan pukulan keras dan tendangan kerasnya ke arah orang-orang yang berhasil memukul dan menendangnya.

Hanya saja gelombang serangan dari musuhnya terus berdatangan hingga dia terus-terusan mundur dan sebuah tendangan keras dari seorang Hwesio yang bernama Kong Beng Hosiang dari Shaolin Pai, berhasil membuat si Pengelana Tanpa Tanding jatuh ke jurang yang berada di belakangnya.

Semua orang terkejut melihat jatuhnya si Pengelana Tanpa Tanding karena memang mereka ingin memburu si Pengelana Tanpa Tanding, memastikan kematiannya di tempat ini dan mereka ingin menemukan barang yang berada di tubuh si Pengelana Tanpa Tanding itu.

Tapi nasi sudah menjadi bubur. Si Pengelana Tanpa Tanding sudah jatuh ke jurang yang dalam sehingga sesudah itu para pengeroyok mulai mengobati teman-teman yang terluka, mengangkat jenazah yang tewas dan mulai meninggalkan tempat ini dengan hati yang kecewa.

**

Beberapa waktu kemudian, di sebuah perguruan yang bernama Tong Lam Pai, terlihat ada 4 orang pemuda yang sedang mengeroyok seorang anak pemuda kurus berumur 17 tahun.

Ada banyak yang menyaksikan pengeroyokan ini sambil bersorak-sorai.

Saat ini, pemuda ini terus dikeroyok, dipukul, ditendang oleh empat orang pemuda yang rata-rata berusia 1 tahun lebih tua darinya.

Sementara ada banyak orang yang menyoraki keadaan ini. Mereka nampak sangat antusias melihat pengeroyokan atau lebih tepatnya penganiayaan yang dilakukan kepada pemuda itu.

Seorang wanita berumur 20 tahun langsung menyeruak di antara kerumunan orang dan berteriak-teriak untuk menghentikan pengeroyokan yang sekarang sedang terjadi. "BERHENTI SEMUA!"

4 orang pengeroyok itu, nampak langsung menghentikan pengeroyokan mereka tapi mereka menatap tidak puas kepada wanita yang baru datang ini.

"Ge Fei, aku kan laporkan kepada ketua kalau kamu masih juga mengeroyok Chen Long," kata wanita itu kepada si pemimpin pengeroyok.

"Bibi Liong, Bibi Liong, kami hanya bermain-main dengan Chen Long," kata si pemimpin pengeroyok yang bernama Ge Fei sambil memeluk pundak Chen Long. "Iya kan, Chen Long?"

Chen Long langsung mengangguk. "Bibi Liong, kami hanya bermain, kok."

Ge Fei yang merasa ancamannya kepada Chen Long berhasil, langsung tertawa-tawa dan langsung mengajak tiga temannya untuk pergi.

Kerumunan orang-orang yang sebelumnya bersorak-sorai menyaksikan pengeroyokan kepada Chen Long tadi, kini langsung bubar.

Bibi Liong mendekati Chen Long dan berkata, "sudah saatnya kamu melaporkan apa yang terjadi padamu ini, kalau tidak mereka akan terus-terusan seperti itu kepadamu."

"Mereka memang suka bermain denganku, bibi. Sudah, aku mau menyapu dulu." Chen Long langsung meninggalkan Bibi Liong.

Sebenarnya usia Chen Long dan Bibi Liong ini cuma berbeda 3 tahun saja tetapi karena Bibi Liong adalah murid dari ibu guru di perguruan Tong Lam Pai ini yang bernama Rahib murah senyum dan merupakan tokoh tingkat satu.

Dan ini membuat Bibi Liong yang bernama asli Xiao Liong Li ini menjadi tokoh tingkat kedua di perguruan ini, sementara Chen Long, Ge Fei dan yang lainnya adalah murid angkatan ketiga di perguruan ini. Karena itu, mereka semua harus memanggil Bibi kepada Xiao Liong Li.

Xiao Liong Li hanya bisa menghela nafas karena Chen Long, murid yang selalu dibelanya tidak mau dibela.

Selalu saja begitu, Chen Long tidak mau melaporkan kelakuan Ge Fei dan kawan-kawannya karena Ge Fei adalah keponakan kesayangan dari ketua perguruan Tong Lam Pai saat ini.

Tengah Chen Long termenung, tiba-tiba dia mendengar suara Gong berbunyi.

Suara Gong ini jarang sekali terdengar dan jarang sekali dibunyikan, harus ada acara khusus di perguruan Tong Lam Pai ini yang membuat gong itu berbunyi.

Chen Long langsung melepas sapu di tangannya dan langsung menuju ke arah Aula utama dari perguruan Tong Lam Pai ini.

Hari ini adalah sebuah acara khusus yaitu penerimaan murid secara resmi bagi para murid pemula di perguruan Tong Lam Pai.

Setelah selama bertahun-tahun bertapa di ruang rahasia di perguruan Tong Lam Pai, maka pada hari ini, para sesepuh akan keluar dan memilih murid baru dari para murid pemula untuk mereka latih.

Selama ini, Chen Long maupun Ge Fei dan kawan-kawannya cuma mendapatkan pelatihan dari murid-murid tingkat 2 di Tom Lam Pai ini.

Siapa saja yang memiliki bakat bagus maka akan diambil oleh para sesepuh ini untuk menjadi murid para sesepuh dan setiap dari para sesepuh hanya akan mengambil satu murid saja.

Karena yang bisa menjadi murid inti, hanyalah para murid yang sudah melewati umur 17 tahun ataupun prestasinya bagus sejak awal digembleng di perguruan ini.

Chen Long yang ingin menjadi murid resmi dari perguruan Tong Lam Pai ini, setelah sejak 2 tahun lalu berada di perguruan ini, memutuskan untuk mengikuti acara.

Sebagai calon murid tingkat ke 3 yang belum resmi, maka Chen Long baru akan resmi menjadi murid Chen Long sampai di hari pengangkatan ini.

Selain Chen Long, Ge Fei dan kawan-kawannya juga baru akan mengikuti acara ini.

Walaupun paman dari Ge Fei adalah ketua partai di perguruan ini tapi pamannya itu, ingin supaya Ge Fei bisa diambil murid oleh salah satu dari para sesepuh.

Dengan harapan yang tinggi, Chen Long sudah menunggu di pelataran di aula perguruan Tong Lam Pai ini.

Saat itulah Ge Fei melewati Chen Long dan tertawa sinis ke arah Chen Long. "Para sesepuh pasti tidak akan mau mengambilmu menjadi murid mereka. Jadi, kamu jangan bermimpi tinggi, Chen long. Hehehe."

Mendengar itu, Chen Long cuma bisa terdiam. Dia tidak membantah tapi masih ada harapan yang kuat dalam dirinya supaya dia bisa dipilih oleh salah satu dari sesepuh Tong Lam Pai untuk menjadi murid dari sesepuh itu.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Ellan
ceritanya bagus kk
goodnovel comment avatar
Jujun Junaedi
uuuuui ini jjjjjjjjjjkhhh
goodnovel comment avatar
Teguh Maulana
Mantap ,masih adalah lanjutan nya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Pendekar Sembilan Matahari   2 Empat Sesepuh

    Ada 4 orang sesepuh yang berada di Tong Lam Pai ini yang berusia 70 tahun ke atas dan setiap 10 tahun sekali, mereka diizinkan untuk mengambil murid dari murid tingkat kedua ataupun murid tingkat ketiga di Tom Lam Pai ini.Murid-murid tingkat pertama, beberapa di antaranya adalah bekas murid dari 4 orang sesepuh ini pada 20 tahun yang lalu dan itu termasuk ketua Tom Lam Pai pada saat ini.Pada saat ini, para sesepuh yang ilmunya semakin tinggi itu, diperkenankan untuk mengambil satu murid dari murid tingkat kedua maupun murid tingkat ketiga yang ada pada saat ini.Chen Long sangat mengimpikan untuk menjadi salah satu murid dari 4 orang sesepuh ini. Itu adalah impiannya sejak dua tahun lalu, sejak dia melangkah masuk dalam perguruan Tong Lam Pai ini.Hal itu sudah ditanamkan kepada Chen Long oleh Pamannya Chen Long yang bernama Chen Hok.Pamannya Chen Long lah yang memasukkan Chen Long ke perguruan Tong Lam Pai ini.Paman Chen Long yang tinggal di desa di kaki gunung Tong Lam San ini i

    Terakhir Diperbarui : 2023-05-30
  • Pendekar Sembilan Matahari   3 Diambil Murid oleh Koki Tua

    Xiao Liong Li sangat bahagia saat dia melihat tangan dari Hok Bun Tosu itu tertuju ke arah Chen Long."Aku sudah tahu kalau kamu mampu. Aku tahu kalau kamu memiliki bakat yang hebat. Aku tahu kamu bisa, Chen Long," gumam Xiao Liong Li.Chen Long sudah sangat bahagia melihat tangan Hok Bun Tosu itu tertuju ke arahnya. Dia langsung menunjuk hidungnya sendiri dan berkata dengan , "aku? Apakah aku yang dipilih?" Matanya melotot bahagia.Tapi Hok Bun Tosu berkata, "bukan kamu. Tapi yang di sebelah kamu itu.""Aku yang dipilih?" tanya Ge Fei yang memang sekarang ini sudah berada di samping Chen Long. Sebelumnya, Ge Fei berada di belakang dari Chen Long tapi karena dia ingin mengintip Chen Long. Dia mendekati Chen Long. Pada saat itulah ternyata dia ditunjuk oleh Hok Bun Tosu.Hok Bun Tosu langsung mendelik. "Iya kamu. Ayo ikut aku." Setelah itu, Hok Bun Tosu membalikkan tubuhnya.Ge Fei langsung tertawa mengejek ke arah Chen Long. "Hahaha. Kau kira kamu yang dipilih, kan? Hahaha. Jangan mi

    Terakhir Diperbarui : 2023-05-30
  • Pendekar Sembilan Matahari   4 Jurus Membuat Mie

    Chen Long sangat kaget melihat dia tiba-tiba saja sudah berada di atas bukit yang jaraknya cukup jauh dari dapur restoran Perguruan Tong Lam Pay."Nampaknya Paman Kam adalah seorang tokoh berilmu tinggi."Chen Long langsung merasakan harapan yang tinggi kepada Paman Kam. Dia kemudian bertanya, "paman, apakah paman yang melakukan ini kepadaku? Itu berarti Paman Kam betul-betul sangat jago. Paman Kam. Paman di mana?"Chen Long celingukan mencari Paman Kam tapi Paman Kam tidak berada di sekitar sini. Kemudian Chen Long berjalan beberapa langkah untuk melihat ke arah dapur perguruan Tong Lam Pai yang berada jauh di bawah sana.Chen Long sangat kaget karena dia melihat Paman Kam berjalan tertatih-tatih dari bawah sana untuk naik menuju ke arah Chen Long berada saat ini."Kalau Paman Kam berada di bawah sana, jadi siapa yang tadi membawaku ke atas sini?" Harapan Chen Long yang sudah sangat tinggi kepada Paman Kam ternyata jatuh ke bawah lagi.Dengan langkah gontai, Chen Long berjalan ke ara

    Terakhir Diperbarui : 2023-05-30
  • Pendekar Sembilan Matahari   5 Biar Aku yang Berhadapan Dengannya

    Hari ini adalah hari ke-20 sejak pemilihan murid untuk 4 sesepuh Tong Lam Pai dan dengan demikian hari ini adalah hari pertama bagi keempat murid baru dari empat sesepuh untuk menunjukkan diri mereka keluar dari gua tempat mereka digembleng dengan ilmu silat oleh guru mereka masing-masing.Xiao Liong Li, Ge Fei dan dua lainnya bisa keluar bergabung dengan para murid yang lainnyaSemua orang memuji-muji akan empat orang ini yang dipilih oleh Guru mereka masing-masing.Ge Fei yang sangat gila pujian itu sudah langsung mendemonstrasikan kekuatan barunya yang baru dia dapat dari guru barunya itu.Sementara itu, Xiao Liong Li sudah langsung mencari sosok yang dia rindukan selama dia digembleng di tempat pelatihan di goa di perut gunung Tong Lam San ini.Xiao Liong Li sempat kecewa karena orang yang dicari tidak dia temukan selama beberapa saat. "Mungkinkah Chen Long sudah turun gunung untuk mencari guru yang lain?"Teringat kalau Chen Long pernah bilang kalau impiannya adalah menjadi murid

    Terakhir Diperbarui : 2023-05-30
  • Pendekar Sembilan Matahari   6 Tendangan Seribu Kati

    Xiao Long Li menjadi sangat cemas dengan perkembangan yang terjadi ini. Sebelumnya Xiao Long Li memang menantang Ge Fei untuk bertarung satu lawan satu dengan Chen Long. Tapi itu karena dia pikir Ge Fei yang terbiasa mengeroyok itu tidak akan berani untuk melakukan pertarungan satu lawan satu.Tapi ternyata, Ge Fei malah terlihat semakin percaya diri saat akan melakukan pertarungan satu lawan satu itu. Ge Fei melewati Xiao Long Li dan berbisik, "sebelum ini, aku sengaja mempermainkan dia dengan cara mengeroyok dia bersama teman-temanku. Tapi itu bukan berarti karena aku takut kepadanya. Tapi itu karena aku ingin mempermainkannya. Tapi saat aku bertarung satu lawan satu dengannya, maka, aku tidak akan main-main lagi. Aku tidak akan memberi ampun kepadanya."Ge Fei mengakhiri kata-katanya dengan menatap Xiao Long Li tajam. Ini berarti Ge Fei akan mewujudkan kata-katanya ituHal ini membuat Xiao Long Li semakin menyesal karena kata-katanya tadi yang menantang Ge Fei hingga membuat Ge F

    Terakhir Diperbarui : 2023-06-01
  • Pendekar Sembilan Matahari   7 Bertarung di Bawah Petunjuk

    Tapi tiba-tiba tubuh Chen Long sudah didorong oleh Paman Kam sehingga tubuh Chen Long langsung keluar dari persembunyiannya dan kini sudah berada hanya 10 meter saja, berhadapan dengan si tendangan seribu kati. Tendangan Seribu Kati langsung melotot ke arah Chen Long. "Siapa kamu? Apa kamu orang Tong Lam Pai?"Chen Long celingukan mencari Paman Kam yang mendorongnya keluar. "CEPAT JAWAB PERTANYAANKU!" teriak si Tendangan Seribu Kati. Chen Long yang memang pada dasarnya itu tidak biasa berbohong dan karena dia memang anggota Tong Lam Pai, terpaksa mengangguk. "Apa kamu orang yang dibilang akan datang untuk melawanku, heh?" tanya si Tendangan Seribu Kati lagi. Tentu saja Chen Long tidak mau membenarkan pertanyaan si Tendangan 1000 Kati itu, karena memang bukan dia yang dimaksud To Kek Jing itu. Karena itu, dia terus diam tapi kemudian ada angin yang memaksa kepalanya untuk mengangguk. Chen Long langsung melotot karena ketakutan setelah menyadari akan apa yang dia lakukan ini. Apal

    Terakhir Diperbarui : 2023-06-01
  • Pendekar Sembilan Matahari   8 Terasa Mustahil

    Saat ini, Paman Kam terus memberikan petunjuk kepada Chen Long tapi Chen Long yang merasa kalau sebelumnya dia berhasil menjatuhkan si Tendangan Seribu Kati ini, hanya karena keberuntungan semata, kini merasa dia akan dihabisi oleh si Tendangan Seribu Kati.Karena itu, walaupun Chen Long mengikuti semua petunjuk yang dikatakan oleh Paman Kam kepadanya dan melakukan gerakan-gerakan memotong pohon seperti yang pernah diajarkan oleh Paman Kam kepadanya dengan baik, tapi sebenarnya dia tidak memiliki keyakinan untuk bisa terhindar dari tendangan keras dari musuhnya ini.Bahkan saat Chen Long melakukan gerakannya dia bahkan harus sampai menutup matanya karena dia pikir sebentar lagi dia akan menjadi korban tendangan keras dari musuhnya yang sudah dia lihat kehebatannya itu.Karena sedang menutup mata itu, Chen Long tidak tahu kalau gerakan-gerakan memotong pohon yang dia lakukan sekarang ini melahirkan angin badai yang sangat hebat.Angin badai yang bahkan membuat si Tendangan 1000 Kati ha

    Terakhir Diperbarui : 2023-06-03
  • Pendekar Sembilan Matahari   9 Bunyi Lonceng

    Chen Long berpikir sejenak. Dia baru saja melihat demonstrasi kehebatan Paman Kam yang dalam sekali melejit bisa bergerak seperti terbang melewati pepohonan bambu dan kemudian kembali lagi dengan sangat cepat. Karena itu, Chen Long berkata, "nampaknya aku telah salah selama ini.""Apa maksudmu, Chen Long?" tanya Paman Kam. "Aku pikir Paman cuma seorang koki biasa. Tapi nampaknya Paman benar-benar memiliki kepandaian tinggi dan ilmuku benar-benar sudah meningkat sejak dilatih olehmu, paman.""Kalau begitu, aku tanya sekali lagi, apa kamu masih mau berguru kepadaku atau tidak?"Chen Long langsung mengangguk. "Aku mau, paman. Aku mau berguru padamu.""Bagus. Sebelumnya aku tidak pernah menanyakan ini tapi sekarang aku harus menanyakan ini kepadamu.""Apa itu, Suhu (guru)" Chen Long sengaja merubah panggilannya kepada Paman Kam. kalau sebelumnya dia memanggil paman atau Paman Kam, sekarang ini dia memanggil dengan sebutan guru kepada Paman Kam. Paman Kam nampak tersenyum mendengar pang

    Terakhir Diperbarui : 2023-06-04

Bab terbaru

  • Pendekar Sembilan Matahari   1435 Pembalikan dan Pembalikan

    Bunga darah mekar di udara, sungguh cantik."Apa!""Aku tidak melihat apa-apa, Lin Heng terluka. Jika dia tidak segera mundur, tubuhnya akan terkoyak dan terbelah dua.""Keajaiban! Sungguh keajaiban! Lin Heng telah menggunakan teknik abadi tingkat rendahnya, tetapi dia masih tidak dapat melakukan apa pun pada Chen Long. Ini luar biasa.""Kecepatan Chen Long tadi begitu cepat, bagaikan cahaya keemasan, dia langsung berada di depan Lin Heng, begitu cepatnya hingga orang-orang tidak bisa bereaksi."Semua orang di sekitar juga terkejut.Meskipun Lin Heng menghindar pada saat kritis, dia tidak menghindar sepenuhnya dan masih terluka oleh pedang Chen Long, meninggalkan luka berdarah di dadanya.Lin Heng menundukkan kepalanya untuk melihat luka di dadanya, dan lapisan keringat dingin muncul di dahinya.Jika dia tidak segera mundur, bukan hanya luka berdarah yang akan terjadi, tetapi seluruh tubuhnya akan terbelah dua. Dapat dikatakan bahwa dia baru saja berjalan melewati gerbang neraka.Buka

  • Pendekar Sembilan Matahari   1434 Cedera pada Lin Heng

    Pada saat ini, pertarungan disertai dengan energi pedang yang melesat keluar, Chen Long tampaknya telah berubah menjadi seorang kaisar yang sangat kuat, mengendalikan segala serangan lawannya antara langit dan bumi, dan semua serangan dihancurkan di bawah niat pedangnya.Lin Heng dipenuhi dengan aura pembunuh, dan energi sejatinya yang mengerikan melonjak keluar seperti gelombang besar, melilit tombak, membuatnya tampak seperti seorang dewa dengan tombak dewa yang dapat menghancurkan segalanya antara langit dan bumi.Ledakan!Terdengar suara gemuruh yang besar.Pedang panjang dan tombak saling bertabrakan secara langsung, ruang terkoyak, energi kekacauan muncul, dan badai dahsyat melanda mana-mana seperti gelombang besar.Keduanya meledak dengan kekuatan bertarung yang luar biasa, dan semangat juang merasuki seluruh alam semesta.Aliran darah berceceran keluar. Dalam tabrakan yang mengejutkan ini, Chen Long dan Lin Heng memuntahkan darah. Darah dan qi dalam tubuh mereka bergetar hebat

  • Pendekar Sembilan Matahari   1433 Pertempuran dengan Lin Heng

    "Anda......"Lin Heng tidak menyangka Chen Long begitu tegas dan kejam. Chen Long langsung langsung datang ke hadapannya kemudian langsung membunuh begitu dia mengatakannya, tanpa ragu-ragu.Namun, reaksi Lin Heng juga tidak lambat. Dia mengepalkan kelima jarinya dan menyerang Chen Long juga."Tinju Singa Gila!" Niat tinju itu berubah menjadi seekor singa yang sangat besar, lalu menerkam ke arah tinju Chen Long.Ledakan!Tabrakan dahsyat tersebut langsung memicu badai besar yang melanda ke segala arah.Di tengah badai, dua sosok terus mundur."Mereka bertarung!""Ya Tuhan, orang itu, Lin Heng, bahkan tidak mendapat kesempatan untuk menang.""Ini baru permulaan. Masih terlalu dini. Kenapa harus terburu-buru menang?""Bahkan di awal, ini sudah cukup untuk mengejutkan orang-orang. Bagaimanapun, ada kesenjangan besar antara kultivasi kedua orang itu. Secara logika, dengan kekuatan Lin Heng, gerakan tadi sudah cukup untuk sepenuhnya menekan seorang master legendaris tingkat menengah yang t

  • Pendekar Sembilan Matahari   1432 Hukuman Surgawi Dipakai

    "Wah, akhirnya kamu keluar juga."Sebuah suara terdengar, benar-benar menghancurkan suasana hati Chen Long yang baik."Siapa kamu?"Chen Long mengalihkan pandangannya dan melihat seorang laki-laki beberapa puluh meter jauhnya dengan tangan terlipat, punggungnya menghadap ke arahnya, tampak malas.Sekte Yuhua memiliki peraturan bahwa sesama pengikut tidak diperbolehkan untuk secara paksa masuk ke gua orang lain atau membuat keributan di luar.Lagipula, banyak orang yang suka berlatih di dalam gua, dan jika diganggu secara gegabah akan berakibat fatal, maka aturan ini sangat ketat dan tidak ada seorang pun yang berani melanggarnya.Pemuda itu berbalik, menatap Chen Long dengan sepasang mata elang, dan berkata, "Lin Heng.""TIDAK!"Chen Long menanggapi dengan acuh tak acuh."Lancang!"Mendengar perkataan Chen Long, wajah Lin Heng tiba-tiba menjadi gelap, dan hawa dingin membunuh terpancar dari tubuhnya, langsung menyelimuti Chen Long, dan berkata dengan dingin, "Kau adalah orang desa dar

  • Pendekar Sembilan Matahari   1431 Platform Hukuman Surgawi

    "Wah, akhirnya kamu keluar juga."Sebuah suara terdengar, benar-benar menghancurkan suasana hati Chen Long yang baik."Siapa kamu?"Chen Long mengalihkan pandangannya dan melihat seorang laki-laki beberapa puluh meter jauhnya dengan tangan terlipat, punggungnya menghadap ke arahnya, tampak malas.Sekte Yuhua memiliki peraturan bahwa sesama pengikut tidak diperbolehkan untuk secara paksa masuk ke gua orang lain atau membuat keributan di luar.Lagipula, banyak orang yang suka berlatih di dalam gua, dan jika diganggu secara gegabah akan berakibat fatal, maka aturan ini sangat ketat dan tidak ada seorang pun yang berani melanggarnya.Pemuda itu berbalik, menatap Chen Long dengan sepasang mata elang, dan berkata, "Lin Heng.""TIDAK!"Chen Long menanggapi dengan acuh tak acuh."Lancang!"Mendengar perkataan Chen Long, wajah Lin Heng tiba-tiba menjadi gelap, dan hawa dingin membunuh terpancar dari tubuhnya, langsung menyelimuti Chen Long, dan berkata dengan dingin, "Kau adalah orang desa dar

  • Pendekar Sembilan Matahari   1430 Setengah Tahun Pengasingan

    "Tulang berharga ini sudah ada di tanganku, aku tidak menginginkannya lagi," kata Duanmu Lingxing.Mereka sangat jelas tentang nilai senjata abadi. Dapat dikatakan bahwa semua senjata abadi ini diperoleh oleh Chen Long dengan susah payah di Mansion Qimen Abadi.Mereka semua telah mendengar tentang beberapa hal yang terjadi di Istana Abadi Qimen, dan mereka juga tahu bahwa Chen Long pernah lolos dari kematian."Kakak Senior, sebaiknya kau pilih satu. Kita masih belum tahu apa tulang berharga itu, dan itu hanya bisa digunakan untuk pertahanan. Sebaiknya kau pilih senjata sihir ofensif, seperti Tombak Emei. Kurasa itu cukup cocok untukmu," Kata Chen Long."Ini......""Kakak, kita ini keluarga, kenapa kau bersikap begitu sopan padaku? Lagipula, aku tidak bisa menggunakan semua senjata ajaib ini, jadi akan sia-sia saja. Kita tidak punya latar belakang dan kekuatan di sini, jadi kita hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Semakin kuat kita, semakin aman kita. Jangan menolak."Huang Wuji berk

  • Pendekar Sembilan Matahari   1429 Kembali ke Sekte

    Setengah tahun berlalu dalam sekejap mata.Beberapa bulan yang lalu, berita tentang penemuan reruntuhan Mansion Qimen Abadi di tepi barat Gurun Setan Tulang telah menyebar.Banyak orang yang memperoleh harta karun di reruntuhan keluar satu demi satu dan kembali ke sekte masing-masing.Meskipun Mansion Qimen Abadi hanya sebuah gerbang abadi kecil di zaman surgawi kuno, namun di reruntuhannya masih terdapat banyak sekali senjata ajaib, perkakas abadi, serta banyak sekali material pemurnian yang berharga.Terutama Lonceng Sembilan Dewa Abadi , harta karun dari Mansion Qimen Abadi, yang merupakan harta karun yang dapat memungkinkan orang dengan tingkat kultivasi di bawah negeri dongeng untuk naik ke surga dalam satu langkah.Belum lagi orang-orang di bawah Alam Abadi yang ingin mendapatkannya, bahkan para master di Alam Abadi pun akan memperebutkannya.Namun, tidak diketahui siapa yang akhirnya mendapatkan Lonceng Sembilan Dewa Abadi , yang telah menjadi kasus aneh.Lagi pula, banyak oran

  • Pendekar Sembilan Matahari   1428 Akhir dan Panen

    “Ahhhh!”Menghadapi serangan mematikan Chen Long, tidak peduli apakah mereka Legenda Besar atau Legenda Tak Terkalahkan, mereka tidak memiliki kekuatan untuk melawan dan membunuh Chen Long dalam sekejap. Hanya master di level Kekosongan Abadi yang bisa menahan sedikit."Ah, tidak, jangan bunuh aku. Aku salah. Aku salah. Aku tidak menginginkan Lonceng Sembilan Abadi lagi. Tolong ampuni nyawaku!""Lari! Lari cepat! Sebarkan berita bahwa dia mendapatkan Lonceng Sembilan Abadi, dan biarkan para penguasa Alam Abadi datang dan membunuhnya!""Dasar binatang, sekalipun aku mati, aku akan membawamu bersamaku!"Di bawah pembunuhan kejam Chen Long, orang-orang ini langsung runtuh.Namun, Chen Long sama sekali tidak punya belas kasihan. Bersikap baik kepada orang-orang ini sama saja dengan bersikap kejam terhadap dirinya sendiri."Tidak, aku juga murid Sekte Yuhua. Kita berasal dari sekte yang sama. Bagaimana kau bisa membunuhku?"Beberapa pengikut Sekte Yuhua menangis dan memohon belas kasihan,

  • Pendekar Sembilan Matahari   1427 Kekuatan Lonceng Abadi

    "Bagaimana ini mungkin?"Pemuda berpakaian Tionghoa dan yang lainnya tampak ngeri, menatap pemandangan di depan mereka dengan mata kosong.Jiwa abadi muncul dan memblokir serangan dari mereka semua.Ini berarti bahwa Chen Long telah berkomunikasi dengan Lonceng Sembilan Dewa Abadi Abadi dan memperoleh pengakuan dari jiwa-jiwa abadi.Pada saat yang sama, Chen Long perlahan membuka matanya.Ia berdiri, dan aura dunia lain terpancar dari tubuhnya. Bahkan cahaya peri samar muncul dari tubuhnya, membuatnya tampak seperti makhluk abadi."Kalian ingin membunuhku?" Chen Long menatap pemuda berpakaian mewah dan yang lainnya dengan tatapan tenang.Meskipun dia baru saja berkomunikasi dengan Lonceng Sembilan Dewa Abadi, dia tahu segalanya dengan jelas.Orang-orang itu, yang dihasut oleh pemuda berpakaian mewah, ingin membunuhnya dan tidak ingin melihatnya dikenali oleh Lonceng Sembilan Dewa Abadi."Sialan! Dasar bajingan, kau benar-benar mencuri Lonceng Sembilan Dewa Abadi milikku, kau pantas ma

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status