Share

4 Jurus Membuat Mie

Author: Bengcu
last update Last Updated: 2023-05-30 15:57:40

Chen Long sangat kaget melihat dia tiba-tiba saja sudah berada di atas bukit yang jaraknya cukup jauh dari dapur restoran Perguruan Tong Lam Pay.

"Nampaknya Paman Kam adalah seorang tokoh berilmu tinggi."

Chen Long langsung merasakan harapan yang tinggi kepada Paman Kam. Dia kemudian bertanya, "paman, apakah paman yang melakukan ini kepadaku? Itu berarti Paman Kam betul-betul sangat jago. Paman Kam. Paman di mana?"

Chen Long celingukan mencari Paman Kam tapi Paman Kam tidak berada di sekitar sini. Kemudian Chen Long berjalan beberapa langkah untuk melihat ke arah dapur perguruan Tong Lam Pai yang berada jauh di bawah sana.

Chen Long sangat kaget karena dia melihat Paman Kam berjalan tertatih-tatih dari bawah sana untuk naik menuju ke arah Chen Long berada saat ini.

"Kalau Paman Kam berada di bawah sana, jadi siapa yang tadi membawaku ke atas sini?" Harapan Chen Long yang sudah sangat tinggi kepada Paman Kam ternyata jatuh ke bawah lagi.

Dengan langkah gontai, Chen Long berjalan ke arah bawah untuk menghampiri Paman Kam yang baru berjalan ke atas.

Saat Paman Kam melihat Chen Long, dia langsung berkata, "kenapa kamu meninggalkan aku, hah?"

"Hah? Jadi bukan bukan Paman Kam yang tadi membawaku naik ke atas?"

Paman Kam langsung tertawa. "Mana bisa? Lihat aja jalanku ini. Untuk naik ke atas sini saja, aku sudah tidak kuat, tahu."

Mendengar itu, Chen Long langsung ngeloyor pergi meninggalkan Paman Kam.

"Hey, kamu mau ke mana? Bukankah kamu akan belajar k****u padaku?"

"Nggak. Aku tidak jadi belajar k****u di Tom Lam Pai sini. Aku akan langsung turun gunung dan mencari perguruan yang lain," kata Chen Long sambil meneruskan langkah kakinya.

"Kamu tidak bisa kemana-mana."

"Kenapa begitu?"

"Karena ada beberapa pohon yang berada di depanmu yang akan menghalangi jalanmu."

Mendengar itu, Chen Long langsung membalikkan tubuhnya menatap Paman Kam. Dia merasa aneh dengan perkataan Paman Kam itu. "Tidak ada pohon yang menghadang di depanku."

Tapi baru saja Chen Long berkata seperti itu, tiba-tiba dia mendengar suara benda-benda jatuh di belakangnya.

Saat Chen Long membalikkan tubuhnya ke arah belakang, ke arah jalan menuju Tong Lam Pai, dia melihat beberapa pohon yang sebelumnya masih berdiri tegak, kini sudah roboh di depannya sehingga menutup jalan dari atas sini untuk menuju ke arah Perguruan Tong Lam Pai di bawah sana.

Chen Long merasa sangat aneh dengan kejadian ini. Sudah dua kali kejadian aneh seperti ini terjadi.

Matanya terbelalak. Chen Long kembali membalikkan tubuhnya untuk menatap ke arah Paman Kam.

Tapi entah bagaimana caranya, Paman Kam sudah tidak lagi berada lagi depannya tetapi Paman Kam sudah melambai-lambaikan tangannya di puncak gunung sana, tempat tadi Chen Long berada.

Padahal beberapa detik yang lalu sebelum Chen Long membalikkan tubuhnya, Paman Kam masih berada di dekatnya, di belakangnya, bahkan suara Paman Kam masih terdengar.

Tetapi hanya dalam satu detik saja, Paman Kam sudah berada di atas sana.

"Mungkinkah koki itu memiliki ilmu hebat tapi dia sengaja merahasiakannya? Baiklah aku akan menjadi muridnya. Aku akan selalu mencari tahu rahasia."

Setelah berpikir seperti itu, Chen Long langsung melangkah naik ke atas dan menemui Paman Kam yang terlihat ngos-ngosan di atas sana.

"Hhhh. Capek juga naik ke atas sini," kata Paman Kam di sela-sela nafasnya yang ngos-ngosan.

"Jangan pura-pura lagi, paman. Ajarkan aku apa yang kamu bisa, paman dan aku berjanji belum akan turun dan belum akan keluar dari perguruan Tong Lam Pai ini."

Paman Kam menunjukkan jempolnya kepada Chen Long. Setelah itu dia berkata, "kalau begitu, ayo. Kita akan memulai latihan kita."

"Aku yakin Anda adalah seorang yang sakti yang sengaja menyembunyikan kekuatannya karena itu aku akan mempelajari ilmu-ilmu," kata Chen Long penuh semangat.

**

Tapi beberapa jam kemudian, Chen Long kembali mengeluh karena bukannya mendapatkan pelajaran dari si koki yang bernama Paman Kam ini, dia malah disuruh Paman Kam untuk memotong pohon-pohon untuk dijadikan kayu bakar.

Setelah sempat sabar selama beberapa jam, akhirnya Chen Long bertanya, "Lalu kapan aku mendapatkan pelajaran ilmu kungf darimu guru? Kenapa aku cuma diajarkan cara menebang pohon ini, seperti yang biasa aku lakukan?"

"Sabar. Sabar. Memang sebelumnya kamu biasa menebang pohon dengan menggunakan golok. Iya kan? Nah, kan sekarang aku mengajarkan kamu dengan menggunakan tangan. Beda. Iya kan?"

"Tapi itu bukan ajaran yang baru, Paman, karena kadangkala aku juga menggunakan tangan. Cuma, untuk menghemat tenaga, aku menggunakan golok. Begitu, paman."

"Iya, tapi dengan ajaranku, kamu pasti akan melihat hasil yang lebih baik."

Mendengar itu, Chen Long hanya bisa manyun tapi dia meneruskan juga kegiatannya mencari kayu bakar dan menebang pohon dengan tangan.

"Mungkin dia masih mengujiku. Baiklah. Aku akan ikuti maunya," batin Chen Long.

"Lagi pula kayu bakar yang kamu cari selalu kurang, karena itu, aku mengajarkan kamu untuk kamu lebih giat mencari kayu bakar."

"Baik, guru."

**

Tapi hingga 5 hari kemudian, selama 2 jam per hari, waktu dihabiskan oleh Chen Long untuk memotong pohon dengan tangan dan itu saja yang terus diajarkan oleh Paman Kam kepadanya.

Sesudah 5 hari, Chen Long telah habiskan dengan tidak mendapatkan hasil apa-apa, maka dia semakin cemas.

Apalagi Chen Long tahu kalau dalam 5 hari, kemungkinan besar Ge Fei dan kawan-kawannya sudah mendapatkan hasil yang bagus karena mendapatkan ajaran dari para sesepuh Tong Lam Pai di tempat rahasia.

"Saat mereka keluar nanti, mereka pasti akan memukuliku lebih hebat dari sebelumnya." Chen Long meratapi nasibnya. "Mungkin sudah nasibku seperti ini."

**

Beberapa waktu kemudian, saat Chen Long dan Paman Kam tiba di dapur, tiba-tiba Paman Kam berkata, "mulai hari ini kamu tidak perlu lagi mencari kayu bakar atau memotong kayu, karena sekarang, kamu akan masuk ke dalam pelajaran yang lebih dalam lagi."

Mendengar itu, wajah Chen Long yang sebelumnya muram kini langsung ceria. "Benarkah? Berarti aku akan segera diajarkan ilmu silat. Iya kan?"

"Hampir tepat."

"Hah? Hampir tepat bagaimana maksudnya?" Chen Long mengerutkan alisnys

"Begini. Aku akan mengajarkanmu cara untuk membuat mie."

"Membuat mie?" Ceng Long tersentak kaget karena harapannya untuk segera mendapatkan pelajaran k****u dari guru barunya ini ternyata tidak menjadi kenyataan.

"Kamu jangan memandang enteng. Membuat mie itu bisa membuat tubuhmu menjadi lebih kuat lebih bugar dan lebih sehat."

Akhirnya sambil menghela nafas berat, Chen Long mulai mengaduk-aduk Abu Cina untuk pembuatan mie.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Ling Qhinzhu
cerita oke.tapi sayang dari segi jurusnya gk masuk dalam rimba persilatan
goodnovel comment avatar
Silalahi Sabam
mantap bah
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Pendekar Sembilan Matahari   5 Biar Aku yang Berhadapan Dengannya

    Hari ini adalah hari ke-20 sejak pemilihan murid untuk 4 sesepuh Tong Lam Pai dan dengan demikian hari ini adalah hari pertama bagi keempat murid baru dari empat sesepuh untuk menunjukkan diri mereka keluar dari gua tempat mereka digembleng dengan ilmu silat oleh guru mereka masing-masing.Xiao Liong Li, Ge Fei dan dua lainnya bisa keluar bergabung dengan para murid yang lainnyaSemua orang memuji-muji akan empat orang ini yang dipilih oleh Guru mereka masing-masing.Ge Fei yang sangat gila pujian itu sudah langsung mendemonstrasikan kekuatan barunya yang baru dia dapat dari guru barunya itu.Sementara itu, Xiao Liong Li sudah langsung mencari sosok yang dia rindukan selama dia digembleng di tempat pelatihan di goa di perut gunung Tong Lam San ini.Xiao Liong Li sempat kecewa karena orang yang dicari tidak dia temukan selama beberapa saat. "Mungkinkah Chen Long sudah turun gunung untuk mencari guru yang lain?"Teringat kalau Chen Long pernah bilang kalau impiannya adalah menjadi murid

    Last Updated : 2023-05-30
  • Pendekar Sembilan Matahari   6 Tendangan Seribu Kati

    Xiao Long Li menjadi sangat cemas dengan perkembangan yang terjadi ini. Sebelumnya Xiao Long Li memang menantang Ge Fei untuk bertarung satu lawan satu dengan Chen Long. Tapi itu karena dia pikir Ge Fei yang terbiasa mengeroyok itu tidak akan berani untuk melakukan pertarungan satu lawan satu.Tapi ternyata, Ge Fei malah terlihat semakin percaya diri saat akan melakukan pertarungan satu lawan satu itu. Ge Fei melewati Xiao Long Li dan berbisik, "sebelum ini, aku sengaja mempermainkan dia dengan cara mengeroyok dia bersama teman-temanku. Tapi itu bukan berarti karena aku takut kepadanya. Tapi itu karena aku ingin mempermainkannya. Tapi saat aku bertarung satu lawan satu dengannya, maka, aku tidak akan main-main lagi. Aku tidak akan memberi ampun kepadanya."Ge Fei mengakhiri kata-katanya dengan menatap Xiao Long Li tajam. Ini berarti Ge Fei akan mewujudkan kata-katanya ituHal ini membuat Xiao Long Li semakin menyesal karena kata-katanya tadi yang menantang Ge Fei hingga membuat Ge F

    Last Updated : 2023-06-01
  • Pendekar Sembilan Matahari   7 Bertarung di Bawah Petunjuk

    Tapi tiba-tiba tubuh Chen Long sudah didorong oleh Paman Kam sehingga tubuh Chen Long langsung keluar dari persembunyiannya dan kini sudah berada hanya 10 meter saja, berhadapan dengan si tendangan seribu kati. Tendangan Seribu Kati langsung melotot ke arah Chen Long. "Siapa kamu? Apa kamu orang Tong Lam Pai?"Chen Long celingukan mencari Paman Kam yang mendorongnya keluar. "CEPAT JAWAB PERTANYAANKU!" teriak si Tendangan Seribu Kati. Chen Long yang memang pada dasarnya itu tidak biasa berbohong dan karena dia memang anggota Tong Lam Pai, terpaksa mengangguk. "Apa kamu orang yang dibilang akan datang untuk melawanku, heh?" tanya si Tendangan Seribu Kati lagi. Tentu saja Chen Long tidak mau membenarkan pertanyaan si Tendangan 1000 Kati itu, karena memang bukan dia yang dimaksud To Kek Jing itu. Karena itu, dia terus diam tapi kemudian ada angin yang memaksa kepalanya untuk mengangguk. Chen Long langsung melotot karena ketakutan setelah menyadari akan apa yang dia lakukan ini. Apal

    Last Updated : 2023-06-01
  • Pendekar Sembilan Matahari   8 Terasa Mustahil

    Saat ini, Paman Kam terus memberikan petunjuk kepada Chen Long tapi Chen Long yang merasa kalau sebelumnya dia berhasil menjatuhkan si Tendangan Seribu Kati ini, hanya karena keberuntungan semata, kini merasa dia akan dihabisi oleh si Tendangan Seribu Kati.Karena itu, walaupun Chen Long mengikuti semua petunjuk yang dikatakan oleh Paman Kam kepadanya dan melakukan gerakan-gerakan memotong pohon seperti yang pernah diajarkan oleh Paman Kam kepadanya dengan baik, tapi sebenarnya dia tidak memiliki keyakinan untuk bisa terhindar dari tendangan keras dari musuhnya ini.Bahkan saat Chen Long melakukan gerakannya dia bahkan harus sampai menutup matanya karena dia pikir sebentar lagi dia akan menjadi korban tendangan keras dari musuhnya yang sudah dia lihat kehebatannya itu.Karena sedang menutup mata itu, Chen Long tidak tahu kalau gerakan-gerakan memotong pohon yang dia lakukan sekarang ini melahirkan angin badai yang sangat hebat.Angin badai yang bahkan membuat si Tendangan 1000 Kati ha

    Last Updated : 2023-06-03
  • Pendekar Sembilan Matahari   9 Bunyi Lonceng

    Chen Long berpikir sejenak. Dia baru saja melihat demonstrasi kehebatan Paman Kam yang dalam sekali melejit bisa bergerak seperti terbang melewati pepohonan bambu dan kemudian kembali lagi dengan sangat cepat. Karena itu, Chen Long berkata, "nampaknya aku telah salah selama ini.""Apa maksudmu, Chen Long?" tanya Paman Kam. "Aku pikir Paman cuma seorang koki biasa. Tapi nampaknya Paman benar-benar memiliki kepandaian tinggi dan ilmuku benar-benar sudah meningkat sejak dilatih olehmu, paman.""Kalau begitu, aku tanya sekali lagi, apa kamu masih mau berguru kepadaku atau tidak?"Chen Long langsung mengangguk. "Aku mau, paman. Aku mau berguru padamu.""Bagus. Sebelumnya aku tidak pernah menanyakan ini tapi sekarang aku harus menanyakan ini kepadamu.""Apa itu, Suhu (guru)" Chen Long sengaja merubah panggilannya kepada Paman Kam. kalau sebelumnya dia memanggil paman atau Paman Kam, sekarang ini dia memanggil dengan sebutan guru kepada Paman Kam. Paman Kam nampak tersenyum mendengar pang

    Last Updated : 2023-06-04
  • Pendekar Sembilan Matahari   10 Si Jelita Rase Terbang

    Chen Long langsung menghentikan latihannya dan segera menuju ke arah ruang latihan perguruan Tong Lam Pai. Saat Chen Long melewati para murid Tong Lam Pai, sekilas Chen Long Mendengar pembicaraan dari para murid Tong Lam Pai ini. "Yang datang adalah para rampok yang mengganas di desa-desa di kaki gunung. Beberapa teman mereka baru dihabisi oleh ketua partai kita dan nampaknya mereka datang dengan kekuatan lebih untuk menuntut balas."Setelah mendengar sekilas berita itu, Chen Long mulai mengarahkan pandangannya ke tengah ruang latihan ini. Nampak seorang pria berumur 50 tahunan dengan memakai jubah hijau yang bergambar naga putih kini berkata, "aku ingin bertemu dengan Ketua Tong Lam Pai. Kalau dia berani, keluarlah karena aku akan menentangnya bertarung hingga tewas!"Seorang tosu bernama To Kek Bung langsung maju dan berkata, "kamu tidak pantas untuk berhadapan dengan ketua kami. Jadi, hadapi aku dulu. Buktikan kalau kamu pantas untuk berhadapan dengan ketua kami."Orang berjubah

    Last Updated : 2023-06-05
  • Pendekar Sembilan Matahari   11 Hati Kecil Memindahkan Gunung

    Wakil ketua Tong Lam Pai ini sangat percaya kalau gelombang serangan yang dia lakukan dengan tingkat tertinggi dari ilmu andalannya Hati Kecil Memindahkan Gunung ini, akan bisa mengalahkan gadis muda belia itu.Tapi ternyata apa yang dipikirkan oleh wakil ketua Tong Lam Pai itu tidak menjadi kenyataan.Hanya sesaat saja si Jelita Rase Terbang nampak terdesak ke belakang tapi kemudian dia langsung meningkatkan serangannya untuk menghadapi gelombang serangan dari wakil ketua Tong Lam Pai itu.Akibatnya terdengar suara benturan yang amat keras ketika angin pukulan yang berasal dari tingkat tertinggi ilmu hati kecil memindahkan gunung saling bentur dengan gelombang serangan yang dilakukan gadis belia nan cantik ini.Akibatnya tubuh si Jelita Rase Terbang nampak terguyung-hyung hingga 10 langkah ke arah belakang sementara tubuh wakil ketua Tong Lam Pai hanya undur 2 langkah ke belakang.Melihat apa yang terjadi itu, murid-murid Tong Lam Pai langsung bersorak gembira. Mereka langsung bertep

    Last Updated : 2023-06-07
  • Pendekar Sembilan Matahari   12 Pek I Liong Ong

    Kini semua mata menatap ke arah si Jelita Rase Terbang yang masih diobati oleh perempuan berumur 40 tahunan itu.Gadis belia itu sempat terluka namun terlihat berangsur-angsur membaik.Ketua Tong Lam Pai langsung menyuruh adik seperguruannya yang lain untuk mengangkat tubuh sang wakil ketua Tong Lam Pai yang sudah tewas itu.Setelah itu, si pria berjubah hijau dengan gambar naga putih maju ke depan dan berkata, "ini saatnya bagiku untuk menghadapimu, ketua.""Siapa namamu?" tanya ketua Tong Lam Pai Di dunia persilatan bagian Utara ini, aku tidak terlalu bernama. Apalagi aku termasuk jarang keluar dari perguruanku. Karena itu, walaupun aku mengatakan namaku, pasti kalian tidak pernah mendengarnya."Jangan muter-muter! Sebutkan namamu karena aku tidak ingin membunuh orang yang tidak bernama!" tegas ketua Tong Lam Pai ini, Pria berjubah naga putih itu kemudian berkata, "namaku tidak dikenal, sementara julukanku adalah Pek I Liong Ong (Raja Naga Jubah Putih) pasti kalian tidak pernah me

    Last Updated : 2023-06-08

Latest chapter

  • Pendekar Sembilan Matahari   1435 Pembalikan dan Pembalikan

    Bunga darah mekar di udara, sungguh cantik."Apa!""Aku tidak melihat apa-apa, Lin Heng terluka. Jika dia tidak segera mundur, tubuhnya akan terkoyak dan terbelah dua.""Keajaiban! Sungguh keajaiban! Lin Heng telah menggunakan teknik abadi tingkat rendahnya, tetapi dia masih tidak dapat melakukan apa pun pada Chen Long. Ini luar biasa.""Kecepatan Chen Long tadi begitu cepat, bagaikan cahaya keemasan, dia langsung berada di depan Lin Heng, begitu cepatnya hingga orang-orang tidak bisa bereaksi."Semua orang di sekitar juga terkejut.Meskipun Lin Heng menghindar pada saat kritis, dia tidak menghindar sepenuhnya dan masih terluka oleh pedang Chen Long, meninggalkan luka berdarah di dadanya.Lin Heng menundukkan kepalanya untuk melihat luka di dadanya, dan lapisan keringat dingin muncul di dahinya.Jika dia tidak segera mundur, bukan hanya luka berdarah yang akan terjadi, tetapi seluruh tubuhnya akan terbelah dua. Dapat dikatakan bahwa dia baru saja berjalan melewati gerbang neraka.Buka

  • Pendekar Sembilan Matahari   1434 Cedera pada Lin Heng

    Pada saat ini, pertarungan disertai dengan energi pedang yang melesat keluar, Chen Long tampaknya telah berubah menjadi seorang kaisar yang sangat kuat, mengendalikan segala serangan lawannya antara langit dan bumi, dan semua serangan dihancurkan di bawah niat pedangnya.Lin Heng dipenuhi dengan aura pembunuh, dan energi sejatinya yang mengerikan melonjak keluar seperti gelombang besar, melilit tombak, membuatnya tampak seperti seorang dewa dengan tombak dewa yang dapat menghancurkan segalanya antara langit dan bumi.Ledakan!Terdengar suara gemuruh yang besar.Pedang panjang dan tombak saling bertabrakan secara langsung, ruang terkoyak, energi kekacauan muncul, dan badai dahsyat melanda mana-mana seperti gelombang besar.Keduanya meledak dengan kekuatan bertarung yang luar biasa, dan semangat juang merasuki seluruh alam semesta.Aliran darah berceceran keluar. Dalam tabrakan yang mengejutkan ini, Chen Long dan Lin Heng memuntahkan darah. Darah dan qi dalam tubuh mereka bergetar hebat

  • Pendekar Sembilan Matahari   1433 Pertempuran dengan Lin Heng

    "Anda......"Lin Heng tidak menyangka Chen Long begitu tegas dan kejam. Chen Long langsung langsung datang ke hadapannya kemudian langsung membunuh begitu dia mengatakannya, tanpa ragu-ragu.Namun, reaksi Lin Heng juga tidak lambat. Dia mengepalkan kelima jarinya dan menyerang Chen Long juga."Tinju Singa Gila!" Niat tinju itu berubah menjadi seekor singa yang sangat besar, lalu menerkam ke arah tinju Chen Long.Ledakan!Tabrakan dahsyat tersebut langsung memicu badai besar yang melanda ke segala arah.Di tengah badai, dua sosok terus mundur."Mereka bertarung!""Ya Tuhan, orang itu, Lin Heng, bahkan tidak mendapat kesempatan untuk menang.""Ini baru permulaan. Masih terlalu dini. Kenapa harus terburu-buru menang?""Bahkan di awal, ini sudah cukup untuk mengejutkan orang-orang. Bagaimanapun, ada kesenjangan besar antara kultivasi kedua orang itu. Secara logika, dengan kekuatan Lin Heng, gerakan tadi sudah cukup untuk sepenuhnya menekan seorang master legendaris tingkat menengah yang t

  • Pendekar Sembilan Matahari   1432 Hukuman Surgawi Dipakai

    "Wah, akhirnya kamu keluar juga."Sebuah suara terdengar, benar-benar menghancurkan suasana hati Chen Long yang baik."Siapa kamu?"Chen Long mengalihkan pandangannya dan melihat seorang laki-laki beberapa puluh meter jauhnya dengan tangan terlipat, punggungnya menghadap ke arahnya, tampak malas.Sekte Yuhua memiliki peraturan bahwa sesama pengikut tidak diperbolehkan untuk secara paksa masuk ke gua orang lain atau membuat keributan di luar.Lagipula, banyak orang yang suka berlatih di dalam gua, dan jika diganggu secara gegabah akan berakibat fatal, maka aturan ini sangat ketat dan tidak ada seorang pun yang berani melanggarnya.Pemuda itu berbalik, menatap Chen Long dengan sepasang mata elang, dan berkata, "Lin Heng.""TIDAK!"Chen Long menanggapi dengan acuh tak acuh."Lancang!"Mendengar perkataan Chen Long, wajah Lin Heng tiba-tiba menjadi gelap, dan hawa dingin membunuh terpancar dari tubuhnya, langsung menyelimuti Chen Long, dan berkata dengan dingin, "Kau adalah orang desa dar

  • Pendekar Sembilan Matahari   1431 Platform Hukuman Surgawi

    "Wah, akhirnya kamu keluar juga."Sebuah suara terdengar, benar-benar menghancurkan suasana hati Chen Long yang baik."Siapa kamu?"Chen Long mengalihkan pandangannya dan melihat seorang laki-laki beberapa puluh meter jauhnya dengan tangan terlipat, punggungnya menghadap ke arahnya, tampak malas.Sekte Yuhua memiliki peraturan bahwa sesama pengikut tidak diperbolehkan untuk secara paksa masuk ke gua orang lain atau membuat keributan di luar.Lagipula, banyak orang yang suka berlatih di dalam gua, dan jika diganggu secara gegabah akan berakibat fatal, maka aturan ini sangat ketat dan tidak ada seorang pun yang berani melanggarnya.Pemuda itu berbalik, menatap Chen Long dengan sepasang mata elang, dan berkata, "Lin Heng.""TIDAK!"Chen Long menanggapi dengan acuh tak acuh."Lancang!"Mendengar perkataan Chen Long, wajah Lin Heng tiba-tiba menjadi gelap, dan hawa dingin membunuh terpancar dari tubuhnya, langsung menyelimuti Chen Long, dan berkata dengan dingin, "Kau adalah orang desa dar

  • Pendekar Sembilan Matahari   1430 Setengah Tahun Pengasingan

    "Tulang berharga ini sudah ada di tanganku, aku tidak menginginkannya lagi," kata Duanmu Lingxing.Mereka sangat jelas tentang nilai senjata abadi. Dapat dikatakan bahwa semua senjata abadi ini diperoleh oleh Chen Long dengan susah payah di Mansion Qimen Abadi.Mereka semua telah mendengar tentang beberapa hal yang terjadi di Istana Abadi Qimen, dan mereka juga tahu bahwa Chen Long pernah lolos dari kematian."Kakak Senior, sebaiknya kau pilih satu. Kita masih belum tahu apa tulang berharga itu, dan itu hanya bisa digunakan untuk pertahanan. Sebaiknya kau pilih senjata sihir ofensif, seperti Tombak Emei. Kurasa itu cukup cocok untukmu," Kata Chen Long."Ini......""Kakak, kita ini keluarga, kenapa kau bersikap begitu sopan padaku? Lagipula, aku tidak bisa menggunakan semua senjata ajaib ini, jadi akan sia-sia saja. Kita tidak punya latar belakang dan kekuatan di sini, jadi kita hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Semakin kuat kita, semakin aman kita. Jangan menolak."Huang Wuji berk

  • Pendekar Sembilan Matahari   1429 Kembali ke Sekte

    Setengah tahun berlalu dalam sekejap mata.Beberapa bulan yang lalu, berita tentang penemuan reruntuhan Mansion Qimen Abadi di tepi barat Gurun Setan Tulang telah menyebar.Banyak orang yang memperoleh harta karun di reruntuhan keluar satu demi satu dan kembali ke sekte masing-masing.Meskipun Mansion Qimen Abadi hanya sebuah gerbang abadi kecil di zaman surgawi kuno, namun di reruntuhannya masih terdapat banyak sekali senjata ajaib, perkakas abadi, serta banyak sekali material pemurnian yang berharga.Terutama Lonceng Sembilan Dewa Abadi , harta karun dari Mansion Qimen Abadi, yang merupakan harta karun yang dapat memungkinkan orang dengan tingkat kultivasi di bawah negeri dongeng untuk naik ke surga dalam satu langkah.Belum lagi orang-orang di bawah Alam Abadi yang ingin mendapatkannya, bahkan para master di Alam Abadi pun akan memperebutkannya.Namun, tidak diketahui siapa yang akhirnya mendapatkan Lonceng Sembilan Dewa Abadi , yang telah menjadi kasus aneh.Lagi pula, banyak oran

  • Pendekar Sembilan Matahari   1428 Akhir dan Panen

    “Ahhhh!”Menghadapi serangan mematikan Chen Long, tidak peduli apakah mereka Legenda Besar atau Legenda Tak Terkalahkan, mereka tidak memiliki kekuatan untuk melawan dan membunuh Chen Long dalam sekejap. Hanya master di level Kekosongan Abadi yang bisa menahan sedikit."Ah, tidak, jangan bunuh aku. Aku salah. Aku salah. Aku tidak menginginkan Lonceng Sembilan Abadi lagi. Tolong ampuni nyawaku!""Lari! Lari cepat! Sebarkan berita bahwa dia mendapatkan Lonceng Sembilan Abadi, dan biarkan para penguasa Alam Abadi datang dan membunuhnya!""Dasar binatang, sekalipun aku mati, aku akan membawamu bersamaku!"Di bawah pembunuhan kejam Chen Long, orang-orang ini langsung runtuh.Namun, Chen Long sama sekali tidak punya belas kasihan. Bersikap baik kepada orang-orang ini sama saja dengan bersikap kejam terhadap dirinya sendiri."Tidak, aku juga murid Sekte Yuhua. Kita berasal dari sekte yang sama. Bagaimana kau bisa membunuhku?"Beberapa pengikut Sekte Yuhua menangis dan memohon belas kasihan,

  • Pendekar Sembilan Matahari   1427 Kekuatan Lonceng Abadi

    "Bagaimana ini mungkin?"Pemuda berpakaian Tionghoa dan yang lainnya tampak ngeri, menatap pemandangan di depan mereka dengan mata kosong.Jiwa abadi muncul dan memblokir serangan dari mereka semua.Ini berarti bahwa Chen Long telah berkomunikasi dengan Lonceng Sembilan Dewa Abadi Abadi dan memperoleh pengakuan dari jiwa-jiwa abadi.Pada saat yang sama, Chen Long perlahan membuka matanya.Ia berdiri, dan aura dunia lain terpancar dari tubuhnya. Bahkan cahaya peri samar muncul dari tubuhnya, membuatnya tampak seperti makhluk abadi."Kalian ingin membunuhku?" Chen Long menatap pemuda berpakaian mewah dan yang lainnya dengan tatapan tenang.Meskipun dia baru saja berkomunikasi dengan Lonceng Sembilan Dewa Abadi, dia tahu segalanya dengan jelas.Orang-orang itu, yang dihasut oleh pemuda berpakaian mewah, ingin membunuhnya dan tidak ingin melihatnya dikenali oleh Lonceng Sembilan Dewa Abadi."Sialan! Dasar bajingan, kau benar-benar mencuri Lonceng Sembilan Dewa Abadi milikku, kau pantas ma

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status