"Dulu, sekte pedang surgawi sangatlah besar, bahkan sampai menjadi satu satunya sekte terkuat di provinsi pegunungan naga ini" ucap Wei Ji membuat Ye Fan terdiam. Sebab cerita yang dia dengar saat ini tidak pernah ada dalam catatan sejarah, dan saat ini Ye Fan tahu betul jika sekte pedang surgawi kali ini tidak sekuat yang diceritakan Wei Ji. "Ada dua orang yang selalu bersaing didalam sekte tersebut, dan satu diantaranya yang paling menonjol, dia memiliki julukan kaisar pedang" ucap Wei Ji membuat Ye Fan terdiam. "Apa dia Qian Long sang kaisar pedang?" tanya Ye Fan dengan rasa ingin tahu. "Ya, Dia adalah Qian Long. Kehancuran sekte pedang juga berkaitan dengan Qian Long sendiri, Karena dia memancing semua musuh kuat yang berasal dari provinsi yang lain" ucap Wei Ji membuat Ye Fan terdiam membisu. Dia tidak menyangka jika sekte terkuat di provinsi pegunungan naga hancur karena Qian Long, bahkan tidak disebutkan didalam sejarah Qian Long yang dia baca. "Pada suatu malam, sekte pe
"Kuharap aku juga bisa melihat sejauh apa kau bisa melangkah anak muda" ucap Wei Ji yang juga berharap pada Ye Fan. Sedangkan Ye Fan sendiri terus melangkah keluar dari hutan kematian, dan Ye Fan sama sekali tidak ragu untuk meninggalkan hutan itu, sebab suatu sat nanti, dia juga bisa kembali lagi kedalam hutan itu kapan saja dia mau. Ye Fan terus berjalan keluar dari hutan kematian, disana pakaian yang dikenakan Ye Fan sama sekali tidak diganti, bahkan Ye Fan sendiri tidak memiliki pakaian untuk ganti, sebab pakaian yang dia bawa sudah lama hilang karena dikejar srigala sebelumnya. Sampai saat Ye Fan kembali ke rumah yang dia tempati, dia segera mengganti baju yang dia gunakan, sebab bajunya sudah berlumuran dengan darah beruang sebelumnya. "Maafkan aku senior" ucap Ye Fan mengeluarkan semua isi dari cincin penyimpanan Qian Long yang dia gunakan. Saat itu Ye Fan benar benar terperangah melihat semua harta yang dimiliki Qian Long, dan saat itu juga Ye Fan tersenyum puas melihat b
"Jangan sentuh putraku" ucap sosok pria paruh baya yang berdiri dihadapan seorang pemuda yang sedang berlutut dengan tangan terikat. "Ye Song, apa kau akan terus melindungi putramu yang tidak berguna itu?" tanya sosok lelaki paruh baya yang duduk disalah satu tempat duduk didalam ruangan tersebut. "Meskipun dia tidak bisa lagi berkultivasi, dia tetap putraku" balas Ye Song dengan tanpa ragu berdiri didepan putranya yang sudah tidak berdaya. Ye Song berbalik dan membantu putranya berdiri, sebagai seorang ayah, dia tidak akan membiarkan putranya dalam masalah. saat itu juga sosok wanita cantik masuk dan membantu pemuda tersebut untuk bangkit. "Bawa kakakmu pergi dari keluarga tercela ini, mulai sekarang kita bukan lagi anggota keluarga Ye ini" ucap Ye Song memberi perintah pada putrinya yang dijawab dengan anggukan kepala. "Ayo kita pergi, kak" ucap wanita tersebut mengajak Ye Fan untuk pergi dari tempat itu. Ye Fan hanya mengangguk dengan lemah, dia sudah pasrah dengan takd
"Hahaha... aku benar benar tidak menyangka jika bocah yang sudah cacat sepertimu akan berani berdiri disini. "Ye Chong, akar permasalahan semua ini karena dirimu, aku bersumpah akan membalas semua yang terjadi disini" raung Ye Fan dipenuhi amarah saat melihat sosok yang sangat dia benci. "Hahaha... aku benar benar tidak tahu dari mana datangnya kesombongan bocah sepertimu, namun tidak ada lagi hari esok untukmu" ucap Ye Chong Memberi perintah agar semua bawahannya menyerang Ye Fan. Praaang... Dentuman suara pedang saling beradu, dimana kelompok yang mengikuti Ye Fan pergi untuk membantu Ye Fan dan keluarganya. "Tuan Qin, anda kah itu?" tanya Ye Song yang sadar jika pakaian yang dikenakan kelompok tersebut adalah simbol paviliun obat. "Tenanglah Ye Song, aku berhutang satu nyawa padamu. Biarkan aku membalas kebaikanmu dulu" ucap orang tua yang disebut tuan Qin oleh Ye Song. "Apa paviliun obat Qintian akan ikut campur dalam masalah ini?" tanya tetua aging yang menatap kearah Qin
Esok paginya, Ye Fan terbangun dan mendapati jika Ye Yun sudah ada disampingnya, wajah sang adik menunjukkan kesedihan yang mendalam. "Baghaimana kondisi ayah?" Tanya Ye Fan yang masih memikirkan keadaan sang ayah. Ye Yun hanya diam saja tanpa mengatakan sepatah katapun, namun dari ekspresi wajahnya menunjukkan kesedihan yang teramat dalam. Dari ekspresi yang ditunjukkan Ye Yun membuat Ye Fan faham, dimana sang ayah telah gugur demi melindungi dirinya, dan hal itu jelas membuat Ye Fan dipenuhi dengan rasa bersalah. "Minumlah, tidak ada yang bisa kau lakukan untuk saat ini, lebih baik segera berikan penghormatan untuk ayahmu" ucap Qin Tian membuat Ye Fan mengepalkan tangannya dengan sangat erat. Tatapan matanya dipenuhi dengan kebencian yang teramat dalam, bahkan niat membunuh Ye Fan semakin terasa dengan jelas, meskipun Ye Fan tidak memiliki kultivasi. "Bantu kakakmu untuk berjalan" ucap Qin Tian yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Ye Yun yang masih dipenuhi kesedih
Ye Fan diberikan sebuah tempat untuk beristirahat oleh Qin Tian, sebab Ye Fan harus memulihkan luka yang dia alami saat ini. "Apa kau tahu mengapa orang bodoh itu sangat menginginkan herbal itu?" tanya Qin Tian menatap Ye Fan yang baru duduk diatas tempat tidur. Ye Fan hanya menggeleng kepala dengan pelan, dia benar benar tidak tahu alasan tuan kota naga sangat mengharapkan herbal tersebut, bahkan dia rela meminjamkan kekuatan untuk membalas dendam pada keluarga Lin. "Semua itu demi kesembuhan istrinya, aku berharap kau tidak memaksakan dirimu untuk mencari semua herbal itu" ucap Qin Tian melangkah keluar dari kamar yang ditempati Ye Fan. Ye Fan hanya bisa terdiam, dia benar benar tidak menyangka jika sang tuan kota naga masih memikirkan istrinya, dan Ye Fan sendiri tidak tahu apa yang terjadi pada istri dari tuan kota naga. "Setidaknya aku harus pulih dari luka yang kudapat dari pertarungan sebelumnya, sangat menyebalkan tidak memiliki kultivasi seperti ini" gerutu Ye Fan yang
"Saudara Ye, sudah diranah apa sebelum kultivasimu hancur?" tanya Lu Han menatap Ye Fan yang berjalan disampingnya. Ye Fan diam sejenak sebelum menoleh kearah Lu Han yang sedang bertanya padanya, Ye Fan teringat pada masa lalunya, dimana dia hampir menerobos ranah grand master sebelum dentiannya hancur. "Aku berada diranah master puncak, saat dentianku dihancurkan, aku sudah berada diujung trobosan keranah grand master" ucap Ye Fan membuat Lu Han terdiam. Dia benar benar tidak menyangka jika ranah kultivasi Ye Fan akan setinggi itu, bahkan dia sendiri yang sudah dua puluh tahun baru menvapai puncak ranah master. Sedangkan Ye Fan yang baru enam belas tahun hampir mencapai ranah grand master, dan hal itu jelas bukan sesuatu yang bisa dicapai bocah biasa, pastilah Ye Fan merupakan bocah yang sangat jenius. Ranah kultivasi dibagi menjadi dua belas tingkatan, dimulai dari penempaan tubuh, dimana itu adalah tingkat awal bagi seorang kultivator, setelahnya baru tingkatan kondensasi
Pagi harinya, Ye Fan dan Lu Han mulai masuk lebih lebih jauh kedalam hutan, dimana akan lebih banyak binatang spiritual yang muncul disana, tidak sama seperti diwilayah hutan yang sebelumnya. "Didekat sini ada wilayah hutan yang sangat dihindari" ucap Lu Han membuat Ye Fan menoleh kearah Lu Han yang masih diam tanpa mengucapkan sepatah katapun. "Apa itu hutan kematian yang sering disebutkan orang orang?" tanya Ye Fan yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Lu Han. Ye Fan terdiam mendapat jawaban dari Lu Han, sebab dikatakan jika kultivator ranah transformasi jiwa saja tidak akan bisa keluar dari sana, apa lagi dengan mereka berdua. Banyak cerita yang beredar tentang hutan kematian tersebut, dimana tidak satupun kultivator yang berani memasukinya. namun Ye Fan jelas berbeda, sebab Ye Fan yakin jika herbal yang dia cari mungkin ada disana. "Saudara Lu, aku akan memasuki hutan kematian itu" ucap Ye Fan terhenti saat melihat ekspresi Lu Han yang tidak enak dipandang. "Lebih baik jan
"Kuharap aku juga bisa melihat sejauh apa kau bisa melangkah anak muda" ucap Wei Ji yang juga berharap pada Ye Fan. Sedangkan Ye Fan sendiri terus melangkah keluar dari hutan kematian, dan Ye Fan sama sekali tidak ragu untuk meninggalkan hutan itu, sebab suatu sat nanti, dia juga bisa kembali lagi kedalam hutan itu kapan saja dia mau. Ye Fan terus berjalan keluar dari hutan kematian, disana pakaian yang dikenakan Ye Fan sama sekali tidak diganti, bahkan Ye Fan sendiri tidak memiliki pakaian untuk ganti, sebab pakaian yang dia bawa sudah lama hilang karena dikejar srigala sebelumnya. Sampai saat Ye Fan kembali ke rumah yang dia tempati, dia segera mengganti baju yang dia gunakan, sebab bajunya sudah berlumuran dengan darah beruang sebelumnya. "Maafkan aku senior" ucap Ye Fan mengeluarkan semua isi dari cincin penyimpanan Qian Long yang dia gunakan. Saat itu Ye Fan benar benar terperangah melihat semua harta yang dimiliki Qian Long, dan saat itu juga Ye Fan tersenyum puas melihat b
"Dulu, sekte pedang surgawi sangatlah besar, bahkan sampai menjadi satu satunya sekte terkuat di provinsi pegunungan naga ini" ucap Wei Ji membuat Ye Fan terdiam. Sebab cerita yang dia dengar saat ini tidak pernah ada dalam catatan sejarah, dan saat ini Ye Fan tahu betul jika sekte pedang surgawi kali ini tidak sekuat yang diceritakan Wei Ji. "Ada dua orang yang selalu bersaing didalam sekte tersebut, dan satu diantaranya yang paling menonjol, dia memiliki julukan kaisar pedang" ucap Wei Ji membuat Ye Fan terdiam. "Apa dia Qian Long sang kaisar pedang?" tanya Ye Fan dengan rasa ingin tahu. "Ya, Dia adalah Qian Long. Kehancuran sekte pedang juga berkaitan dengan Qian Long sendiri, Karena dia memancing semua musuh kuat yang berasal dari provinsi yang lain" ucap Wei Ji membuat Ye Fan terdiam membisu. Dia tidak menyangka jika sekte terkuat di provinsi pegunungan naga hancur karena Qian Long, bahkan tidak disebutkan didalam sejarah Qian Long yang dia baca. "Pada suatu malam, sekte pe
"Kakak, apa yang terjadi padamu? mengapa kakak bisa memulihkan dentian dan kembali berkultivasi?" tanya Ye Yun menatap sang kakak yang duduk dengan tenang. Ye Fan hanya bisa terdiam mendengar pertanyaan sang adik, sebab dia tidak bisa mengatakan jika dia menggunakan tehnik pemberian dua master sekaligus, sebab dia akan diburu seluruh dunia jika ada yang mengetahuinya. "Aku tidak bisa mengatakannya sekarang, suatu saat nanti kau juga akan tahu Yun'er" ucap Ye Fan dengan kepala tertunduk tanpa mau menatap Ye Yun dan Bai Yu. "Tolong jangan katakan apapun tentang pedang yang aku gunakan, aku juga berharap padamu untuk menjaga rahasia ini" imbuh Ye Fan menatap kearah Ye Yun dan Bai Yu yang masih menatap dirinya. "Tenanglah kakak, senior Bai bukan orang yang akan membongkar rahasia orang lain" ucap Ye Yun mencoba meyakinkan sang kakak. Ye Yan menghela nafas panjang, dia bangkit dari tempat duduknya dan menatap sang adik dan seniornya. "Aku akan mengantar kalian keluar dari hutan ini"
Ye Yun dan Bai Yu benar benar semakin ketakutan saat lorong mereka lewat telah hancur, bahkan beruang tersebut sama sekali tidak mau berhenti, seolah beruang tersebut memang menargetkan mereka.Sedangkan Ye Fan masih mencari keberadaan mereka berdua, sebab hutan kematian itu sangatlah luas. Luasnya hutan kematian membentang dari barat ke timur, bahkan seperempat hutan di pegunungan naga merupakan bagian dari hutan kematian.Sampai pada akhirnya beruang tersebut berhasil mencapai ruangan tempat Ye Yun dan Bai Yu berada, bahkan mereka berdua sangat ketakutan saat berhadapan langsung dengan beruang tersebut."Lewat sini" ajak Bai Yu saat melihat sebuah lorong keluar, dia menarik lengan Ye Yun kembali agar segera berlari."Kemana kita akan pergi senior?" tanya Ye Yun yang terus berlari mengikuti kemana Bai Yu membawanya."Aku tidak tahu, hanya saja aku berharap beruang itu tidak akan mengikuti kita" ucap Bai Yu yang seketika berhenti.Dia berhenti bukan tanpa alasan, dimana dia mendengar
Ye Yun sama sekali tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan Bai Yi, sebab dia jauh lebih khawatir pada sang kakak, sebab dia mendengar jelas jika itu adalah suara dari kakaknya."Kakak, bertahanlah sebentar lagi" gumam Ye Yun dengan kesal karena tidak bisa melindungi sang kakak.Bai Yu hanya bisa diam dan terus mengejar Ye Yun, sebab masternya akan sangat marah jika dia kembali tanpa membawa Ye Yun, dan Ye Yun sendiri justru semakin dalam memasuki hutan kematian itu.Semakin lama Ye Yun berlari, semakin mencekam pula hutan yang dia masuki, bahkan Bai Yu sendiri merasa ketakutan saat merasakan aura mencekam tersebut."Junior Ye" teriak Bai Yu melesat dan segera menarik Ye Yun menghindar dari tempat dia berada saat ini.Booom...Sebuah cakar besar menghantam tanah, dan saat itu juga Ye Yun terperangah melihat sosok yang muncul dihadapan mereka.Sosok yang muncul dan menyerang mereka bukan sosok biasa, sebab sosok tersebut adalah beruang besar yang sangat kuat, bahkan beruang itu merupa
"Kau mempraktekkan tehnik sutra hati pedang, namun kau sama sekali tidak tahu jika tehnik itu belum sempurna bukan?" tanya sosok tersebut membuat Ye Fan terdiam. Ye Fan benar benar tidak mengerti mengapa sosok tersebut tiba tiba mengatakan hal itu, Ye Fan juga sangat terkejut saat sosok tersebut tahu jika dia menggunakan tehnik sutra hati pedang. Sosok pria paruh baya itu hanya bisa menghela nafas panjang saat Ye Fan tidak menjawab, namun dia tahu jika Ye Fan hanya diberikan tehnik itu tanpa diberitahu kenyataan tentang tehnik tersebut. "Dengarkan aku baik baik, tehnik sutra hati pedang bukan sesuatu yang bisa begitu saja kau gunakan, meskipun saat ini kau sudah bisa berkultivasi, namun kultivasimu akan menghancurkan dirimu sendiri" ucap sosok tersebut melangkah masuk kedalam rumah. "Senior Qian Long sama sekali tidak mengatakan hal itu padaku" ucap Ye Fan spontan saat terkejut mendengar tentang tehnik yang dia gunakan. "Bahkan Qian Long mati karena tehnik itu, dan kau akan m
Ye Fan melangkah kearah tengkorak Qian Long, dimana dia hendak menguburkan tengkorak milik sang kaisar pedang. "Aku akan mengambil ini senior, maafkan aku karena merampok mayat anda" ucap Ye Fan mengambil cincin penyimpanan milik tengkorak Qian Long. Setelahnya dia baru menguburkan tengkorak milik Qian Long, Ye Fan juga memberikan penghormatan untuk Qian Long yang sudah mewariskan banyak hal untuk dirinya. Ye Fan mencabut pedang milik Qian Long, namun tidak mudah menarik pedang yang tertancap pada batu tersebut, hal itu membuat Ye Fan harus mengerahkan seluruh kemampuannya. "Tercabut Lah" Teriak Ye Fan berusaha sekuat tenaga mencabut pedang tersebut, sampai pada akhirnya pedang itu mampu dicabut oleh Ye Fan. Seketika gua tersebut bergetar dengan hebat, hingga terbukalah sebuah jalan dari ruangan tersebut yang entah menuju kemana, dan bahkan Ye Fan sendiri menjadi heran dengan jalan tersebut. Seketika gua tersebut menjadi gelap gulita, bahkan Ye Fan tidak bisa melihat apa apa kem
"Pelajarilah tehnik yang sudah kuberikan padamu, kau aku akan memberi tahu dirimu segelanya nanti" ucap Qian Long yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Ye Fan. Ye Fan mulai mempraktekkan tehnik sutra hati teratai, dia juga diarahkan langsung oleh pemilik tehnik tersebut, bahkan Qian Long sendiri yang terus mengawasi latihannya. Waktu demi waktu terus berlalu, dimana sudah satu minggu kepergian Ye Fan memasuki hutan terlarang itu, bahkan kabar tersebut menyebar luas sampai ke telinga Ye Yun. "Jangan menghentikan ku senior" ucap Ye Yun menatap senior wanitanya yang selama ini membimbing latihannya. "Master akan marah jika kau pergi dari puncak tanpa seizin darinya" ucap Bai Yu masih berusaha menghentikan Ye Yun yang ingin pergi mencari sang kakak. "Gadis nakal, apa kau tidak puas membuat orang tua ini susah?" tanya master puncak suanming yang sudah ada dibelakang Ye Yun. "Maafkan aku master, aku harus mencari kakakku" ucap Ye Yin masih bersikeras ingin mencari sang kakak. "Suda
Esok paginya, Ye Fan yang sudah mengantuk tidak bisa lagi mempertahankan kesadarannya, hingga pada akhirnya dia tertidur ditempat dia berdiri sebelumnya. "Bangunlah anak muda" ucap sebuah suara yang membuat Ye Fan terbangun, dia merasa ada seseorang yang sedang berbicara padanya. Namun saat Ye Fan membuka kedua matanya, gua tempat dia berada masih gelap sama seperti sebelumnya, bahkan tidak sedikitpun cahaya matahari masuk kedalam ruangan itu. "Apa ada orang disini?" tanya Ye Fan mulai bertanya tanya tentang siapa yang memanggilnya. Sebab dia merasa tidak ada orang yang ada disana, dan tidak mungkin akan ada orang yang akan memanggilnya didalam gua tersebut, sebab hanya dia seorang yang ada didalam ruangan itu. Ye Fan berusaha meraba raba apa yang ada disekitarnya, namun dia sangat terkejut saat mendapati sebilah pedang tertancap didekat tempat dia tidur. Saat Ye Fan menyentuh bilang pedang tersebut, saat itu pula ruangan tempat dia berada menjadi terang benderang. bahkan seolah