Share

2. Amalfi Coast

Author: Lucy
last update Last Updated: 2024-07-03 21:27:17

Waktu baru menunjukkan menjelang siang ketika Felix, Susie, Hvitserk beserta beberapa pengawal tiba di salah satu hotel terbaik berpemandangan lautan biru mediterania. 

"Ambu suka di sini?" tanya Felix sambil membuka tutup botol air mineral yang segera ia tenggak dan memberikannya satu botol minuman lainnya pada Susie. 

Belum sempat Susie menjawab jika pemandangan lautan mediterania ini mengingatkannya pada Marcella, Mommynya Felix dan anak-anak Salvatore, Felix sudah menambahkan, "Nanti kita akan mencari rumah untuk tinggal sementara di sini. Udaranya meskipun sama-sama panas dengan di Cape Town, Amalfi cukup menyenangkan." 

"Bagaimana dengan pekerjaanmu?" 

Selama ini Felix menolak berkumpul bersama keluarga besarnya di Palermo dengan alasan pekerjaannya sangat sibuk. Alasan yang sama juga dia selalu utarakan ketika ada yang bertanya mengenai pasangan hidupnya. 

"Ada Billy yang akan mengontrol di Cape Town sekaligus turun ke lapangan. aku bisa memantau secara online dari sini." jawab Felix sambil berjalan ke arah sofa besar yang bisa di buka menjadi ranjang empuk untuk ia tiduri. 

Selama perjalanan dari Cape Town, Felix hampir tidak memejamkan mata. Ia memeriksa semua laporan, membuat koordinasi dengan semua para staff serta orang-orang kepercayaannya untuk didelegasikan pekerjaan serta tanggungjawab di Cape Town serta Somalia.

Sangat wajar begitu tiba di Amalfi, Felix sangat ingin meluruskan tulang punggungnya dan memejamkan mata sejenak. 

Namun, baru saja mata Felix terpejam, rahangnya tiba-tiba menggemeretak kaku, "Aku akan menemukanmu, Veronica! Kau akan membayar kehilangan kami dan aku akan membuatmu menyesal seumur hidup!" 

"Fells ...bangun. Berbaringlah di ranjang. Ambu mau pergi jalan-jalan berkeliling sebentar." Susie duduk pada pinggiran sofa, membelai rambut yang menjuntai di kening Felix begitu menyadari putranya itu sepertinya sedang bermimpi karena wajahnya terlihat sangat tersiksa. 

"Ambu?! Ma-maaf ..." Felix terbangun menyadari jika tangannya sedang mencengkeram kuat pergelangan tangan Susie, hingga membuat Ibunya tersebut sedikit meringis, 

"Berbaring di ranjang. Nanti akan Ambu bangunkan jika makan siang telah siap." ucap Susie lembut dengan pandangan teduh menatap Felix yang langsung bangkit bangun berjalan menuju ranjang. 

Susie menahan desahan lirih yang terasa berat keluar dari rongga dadanya, memandangi punggung rapuh Felix yang segera menjatuhkan diri berbaring di atas ranjang.

Diantara semua anak-anak Michael Salvatore, Felix adalah orang yang paling tertutup meskipun dahulunya dia sangat ceria, penyayang juga peduli, sangat tidak tega jika apa yang ia lakukan bisa menyakiti orang lain. 

Tapi kini, semuanya berubah. Sejak kematian tragis Marcella bersama Joko, Felix seperti menumpulkan sisi kemanusiaannya dimana dirinya hanya terbuka tersenyum pada keluarganya saja, tetapi tidak pernah lagi bercerita apa yang ada di hati serta pikirannya pada siapapun. 

Sikap Felix sangat dingin, bahkan pada para pengawal serta pekerjanya yang selalu ia temukan cara agar mereka tidak bisa membantah perkataannya. 

Felix menyimpan trauma kehilangannya akan sosok Marcella seorang diri. 

--

"Apakah dia ada di sini?" Felix berbicara melalui earphone yang terpasang di telinganya dengan Simon, keponakannya. 

"Ya. Dia ada di dalam." Simon sang ahli hacker selain pekerjaannya sebagai Dokter menjawab pertanyaan Felix. 

"Paman belum menjawab pertanyaanku sebelumnya. Apakah Paman jatuh cinta pada Veronica?" Simon mengingatkan dirinya untuk bertanya kembali pada Felix yang mengabaikan pertanyaannya sebelumnya. 

"Jatuh cinta hanyalah untuk orang yang bodoh!" cetus Felix dengan nada sedikit dingin, memperhatikan restoran The Grill dari dalam mobilnya. "Aku bukan pria bodoh!"

Simon tidak bisa menahan kerutan senyum pada sudut bibir hingga matanya menyipit begitu telinganya mendengar perkataan Felix. Seandainya Zeze, adik perempuannya yang memiliki insting tajam mendengar perkataan Felix, niscaya adiknya itu pasti akan tertawa terpingkal-pingkal guling-guling menggoda Paman tampan mereka. 

"Lalu untuk apa Paman sampai mencarinya hingga datang ke Amalfi? Bagaimana jika benar dia telah menikah ..." 

"Akan ku rampas dia dari suaminya!" 

Lagi, Simon tertawa hingga menggigit jemari telunjuknya sendiri, namun telinga Felix dapat menangkap kata "Oh ...!" dari keponakannya tersebut. 

"Ingat, jangan katakan pada siapapun jika aku meminta tolong padamu!" Felix kembali memperingatkan Simon untuk tidak membocorkan rahasianya pada siapapun anggota keluarga besar mereka. 

"Jangan kuatir, Paman. Baiklah, Veronica ada dalam ruangan kerjanya di lantai dua. Detail lokasinya sudah ku kirimkan ke ponsel Paman. Selamat bersenang-senang!" 

Belum sempat Felix membantah godaan Simon, sambungan telponnya telah terputus berganti notifikasi tata letak ruang restoran The Grill juga menampilkan ruangan kerja yang diberikan tulisan oleh Simon, 'Veronica berada di sini!' 

Senja sudah semakin merayap turun berganti gelap. Restoran The Grill memiliki lokasi yang sangat strategis. Banyak turis lokal serta pelancong yang selalu ramai mendatangi restoran The Grill di waktu jam makan malam. 

Veronica sangat jarang turun langsung melayani pelanggan. Bagian pelayanan serta pegawai restoran dikoordinasi oleh Selena, adik perempuannya bersama suaminya Keanu. 

Veronica mengurus resep masakan di bagian dapur atau bartender serta penanggung jawab utama mengontrol pembelian bahan stok makanan. 

Felix mematut dirinya di depan cermin kecil di bagian atas kap mobilnya, membetulkan dasi kupu-kupu serta mengancingkan pergelangan lengan kemeja putih yang ia pakai. 

Felix membelai rambutnya yang ia olesi gel agar terlihat rapi juga sangat licin, membuat penampilannya terlihat seperti tenaga staff marketing lapangan yang culun. 

Sebelum turun dari mobil, Felix menyandang tas selempang berwarna hitam yang isinya terdapat berkas-berkas penawaran kerjasama dan nantinya akan ia tawarkan pada Veronica. 

"Selamat datang ...Anda sendiri atau akan ada rekan yang menyusul?" Selena kebetulan berada di bagian depan, tiba-tiba merasa familiar begitu ia melihat Felix melangkahkan kaki masuk ke dalam restoran The Grill. 

Felix mengangguk seperti seorang pegawai yang patuh, menggetarkan sudut bibir untuk berpura-pura tersenyum canggung menatap Selena sekilas, "Saya sendiri. Tapi mau bertemu dengan Nyonya Veronica. Apakah Anda ...Nyonya Veronica?" Felix berkata gagap, memegangi tas selempangnya gugup dipandangi tatapan selidik Selena. 

"Silakan duduk dulu. Anda tidak keberatan duduk di depan meja bartender?" Selena mengarahkan lengannya, berjalan membawa Felix menuju kursi tinggi di depan meja bartender karena restoran sedang ramai para lelaki muda berpesta. 

"Anda mau pesan minuman apa?" Selena bertanya setelah Felix mendudukkan bokongnya dengan nyaman di atas kursi tinggi. 

"Air mineral." 

Selena mengangguk, meminta sebotol air mineral pada Keanu, suaminya yang kebetulan sedang berada di balik meja bartender. 

"Ada keperluan apa Anda ingin bertemu dengan Veronica, bos kami?" Selena menyodorkan botol air mineral ke depan Felix seraya bertanya tujuan dari customernya itu yang masih ia merasa sangat familiar, tetapi tidak ingat pernah bertemu dimana. 

"Bos di tempat kerja meminta saya menawarkan kerjasama dengan Nyonya Veronica,"

Setelah menyesap air mineral di botol, Felix segera membuka tas selempangnya dengan jemari putih lentiknya terlihat bergetar seolah dirinya sangat gugup untuk mengeluarkan berkas penawaran kerjasama penyediaan stok bahan pokok untuk restoran The Grill. 

Semua tingkah dan gerakan Felix tidak luput dari pandangan Selena yang kembali tersenyum manis. 

"Silakan Anda mencicipi daging steak kami terlebih dahulu, saya akan memberikan harga diskon." tawar Selena terdengar manis. "Untuk penawaran kerjasamanya, mohon datang lagi esok siang. Jika memungkinkan, bawakan kami sampel produk yang kalian punya sebagai pertimbangan kerjasama." 

Felix menganggukkan kepalanya cepat menanggapi perkataan Selena, seiring pekikan pemujaan para pria muda di tengah ruangan restoran meneriakkan nama "Veronica ...! We love you!"

Sudut mata Felix memperhatikan wanita yang masih terlihat muda, baru saja menuruni tangga ke lantai bawah, tersenyum tipis menganggukkan kepala ke arah kumpulan anak-anak muda yang sedang berpesta. 

Veronica melangkahkan kakinya menuju ke arah Selena yang masih berdiri di samping Felix duduk pada kursi bar. 

"Tolong sampaikan pada Keanu, perintahkan pegawai menutup restoran kita lebih awal malam ini. Mereka, jika dibiarkan akan terus mengacau minum sampai mabuk hingga dinihari." 

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Ulyana
Putrinya Efka Reager
goodnovel comment avatar
Indriyani Kayla rizkia
siapa veronica
goodnovel comment avatar
Ulyana
Iya, Keanu anak buah rahasia Luca
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   3. Dalam Perjalanan

    Suara deru motor yang bergaung bergema sedang melaju kencang itu tiba-tiba terhenti mendadak. Jalanan sedikit menanjak pada bagian depannya di tutup oleh tiga buah mobil mewah. "Apa maunya kalian?!" Veronica mendengkuskan napas kesal seraya melepaskan help penutup kepalanya, bertanya pada sekelompok anak muda yang sebelumnya berpesta di The Grill. Ada tiga orang pemuda sedang duduk pada atas mobil yang dibiarkan melintang menghalangi jalan. Jarak mereka sekitar tiga meter dari posisi Veronica menghentikan laju motor sportnya. Lima orang pemuda muncul di belakang Veronica, mulai berjalan pelan mendekati wanita muda yang masih tetap duduk di jok motor sportnya tersebut. Beruntung tadi, Selena pulang bersama Keanu, suaminya menggunakan mobil di jalur lain. Jika tidak, adik perempuan Veronica tersebut akan lepas kontrol jika perjalanan pulangnya dihadang sekelompok pemuda mabuk. "Veronica!"Salah satu pemuda berperawakan urakan dengan rambut panjang di ikat ke belakang kepalanya, mer

    Last Updated : 2024-07-06
  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   4. Terluka

    "Kau terluka!"Veronica berseru begitu Felix melepaskan pelukan lengan pada pinggangnya, lalu mencabut picau cukur yang menempel pada perut bagian kanannya. "Minggir!" Felix mengibaskan tangan agar Veronica tidak mendekatinya seraya menggulung tali di tangannya semakin memendek. Felix membantu mendirikan motor sport Veronica yang jatuh ke atas jalanan. Entah apa yang dilakukan oleh pria itu, nyatanya kini motor Veronica sudah berbunyi bergaung dengan suara nyaring di suasana yang hampir tengah malam tersebut. Veronica datang mendekat, ia ingat pemuda tampan berpenampilan culun yang membantunya ini tadi berbincang dengan Selena di depan meja bartender restorannya. "Kemari, pegangi motormu!" Felix memanggil dengan suara baritonnya yang terdengar serak serta sangat seksi di telinga Veronica. "Terima ka--" "Lain kali jangan membuat masalah jika kau tak bisa menghadapinya seorang diri!" tegur Felix dingin seraya pergi berlalu setelah Veronica memegangi motor sportnya. Veronica meng

    Last Updated : 2024-07-07
  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   5. Diculik

    "Kakak ..." Selena mengerutkan kening saat melihat Veronica berjalan ke pantry dalam rumah tinggal mereka bersama. "Wajah kakak pucat, kakak baik-baik aja?" Selena menempelkan punggung tangan ke kening, pipi dan leher Veronica. "Tadi malam kakak pulang jam berapa? Aku tidak mendengar kakak pulang ..." "Motormu lecet, apakah kau jatuh semalam, Veronica?" Keanu masuk dari pintu depan, langsung bertanya yang menghentikan pertanyaan Selena semakin meneliti penampilan saudari perempuan di depannya. "Aku tidak apa-apa. Motorku memang jatuh, tapi aku tidak terluka." Veronica menjawab sambil menjawil ujung hidung Selena yang mulutnya masih terbuka memandanginya. "Sungguh, Selena ...aku tidak apa-apa!" Veronica terkekeh rendah karena Selena memutar tubuhnya dan memindai dari atas sampai ke kaki yang membuat Keanu, suami adik perempuannya itu turut memperhatikannya. "Gelang tali apa ini? Kakak pergi kemana sebenarnya semalam?" Selena melihat ada gelang tali terpasang pada pergelangan tanga

    Last Updated : 2024-07-08
  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   6. Wanita Tangguh

    Felix baru selesai mandi dan melilitkan perban ke perutnya sendiri tanpa meminta bantuan Susie atau Hvitserk. Sejak sore, Felix sibuk memeriksa pekerjaan yang dikirimkan oleh Billy ke surelnya. "Namanya Edward Suter, dia ingin bertemu dengan Anda, Mister." terngiang dalam kepala Felix akan perkataan Billy, penanggung jawab perusahaannya di Cape Town dan Somalia, yang menyampaikan melalui sambungan videocall jika ada seseorang ingin mengajukan kerjasama untuk project pertambangan di Somalia dengan Felix. Baru saja Felix hendak menyalakan laptopnya untuk mencari tahu tentang Edward Suter, ponselnya sudah berdering panggilan telpon dari Hvitserk. "Veronica di culik. Orang kita tidak bisa bertindak di sini ..." "Tawarkan uang besar untuk para berandal jalanan!" potong Felix cepat dengan nada sangat dingin memberikan perintah. "Jika sampai Veronica terluka karena keengganan mereka bertindak, maka esok aku sendiri yang akan menghabisi mereka semuanya!" tambah Felix sambil memakai pakaia

    Last Updated : 2024-07-24
  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   7. Diselamatkan

    John Dantes, anak buah Hvitserk asal Rusia memandang Arkada dengan seringai kejam, meraih pistol pada balik pinggangnya yang langsung ia arahkan ke kaki serta paha anak buah Arkada di lantai. Dor ...dor ...dorrr!! "Aow!!" Anak buah Arkada terkejut langsung menjerit mengaduh pilu. "Lepaskan wanita itu, dia milik kami!" tegas John memberikan perintah seraya menggerakkan dagunya pada Arkada yang melotot murka. Melihat Arkada bergeming menurutinya, John kembali mengangkat lengan untuk membidik pria itu dengan moncong pistolnya. "Kami tidak suka bernegosiasi dengan bocah labil Mussolini! Kau lepaskan wanita itu sekarang atau bapak tercintamu akan menemukan mayatmu di depan pintu rumahnya esok pagi!" "Dia milikku!" tegas Arkada sambil menarik pistol yang juga tersampir di sisi pinggangnya, memberikan tembakan yang berhasil dielakkan oleh John. Veronica berusaha menggoyangkan bangku ia duduki untuk menghindari dua orang pria yang kini saling balas menembak dalam ruangan, seakan tidak

    Last Updated : 2024-07-24
  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   8. Sama-sama Terluka

    Sekejam dan semanipulatif apapun Felix di luar rumah, ia akan selalu lembut juga terlihat sangat patuh jika berhadapan dengan Susie. "Ambu belum tidur?" Felix berbalik menghampiri Susie yang menatap lurus ke luka pada perutnya. "Lukamu berdarah lagi. Atau apakah adakah luka baru?" Susie menarik pelan pundak Felix untuk ia bawa duduk pada salah satu kursi. "Bisnis apa yang sebenarnya kau lakukan di sini, sampai kau tidak mempedulikan cidera tubuhmu sendiri?" Susie bertanya sambil mengambil kotak obat dari dalam ruangan kamar tidur Felix. "Apa kau ingin aku memanggil Zetha kemari untuk menasehatimu?" tanya Susie sambil menatap lekat ke dalam netra Felix yang membalasnya dengan senyuman lembut. "Aku tidak apa-apa, Ambu. Hanya luka kecil, tidak membahayakan nyawa ..." "Ku dengar dari Hvitserk, kau mengincar bisnis restoran di sini. Restoran apa?" Susie memotong perkataan Felix untuk bertanya to the point ke putranya itu yang pastinya tidak ingin memberitahunya. Felix menarik napas

    Last Updated : 2024-07-26
  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   9. Rencana Felix

    Felix kembali sibuk dengan pekerjaannya, duduk di balkon hotel tempat ia dan Susie menginap. Hvitserk sudah berhasil berbicara langsung dengan pimilik rumah mewah pada tepi pantai Amalfi dan tentu saja tidak ada orang yang berani menolak uang besar dari keluarga Salvatore. Sebagai Ibu, dimana Susie akan selalu memilih perabotan, gorden serta seprai juga tetek bengek lainnya, sudah sangat antusias akan pergi bersama John beserta anak buah Hvitserk untuk berbelanja keperluan rumah baru yang telah menjadi milik Felix tersebut. Felix pun terlihat tersenyum cerah melihat antusias Susie yang sudah heboh bersiap-siap inigin pergi berbelanja sejak pagi.Sebenarnya mudah bagi Felix untuk meminta orang mendatangkan perabotan serta hal lainnya ke rumah baru mereka. Tapi ia tak akan melihat wajah antusias Susie yang bisa membuatnya geleng-geleng kepala tersenyum. "Ingat, jangan keluyuran kemana-mana! Perutmu bisa benar-benar infeksi jika kau banyak bergerak ..." Susie menyeduh sendiri kopi hita

    Last Updated : 2024-07-28
  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   10. Tawaran Kerjasama

    Felix menyadari jika 'cakar' Mussolini cukup tajam mencengkeram di Amalfi. Keluarga Mussolini bahkan lebih dihormati dari pemimpin Amalfi yang sebenarnya, dimana Mussolini hanyalah seorang wakil pemimpin. Keluarga Mussolini sudah dianggap kaya raya sejak turun temurun, memiliki bisnis infotainment dan surat kabar terbesar yang bisa mengendalikan pemberitaan di Amalfi juga daerah sekitarnya. Tidak ada yang menduga jika Mussolini melakukan cara licik untuk memeras perusahaan-perusahaan kecil yang memiliki progres bagus agar ia dan keluarganya tetap menjadi manusia terkaya di Amalfi Coast. Karena itu pula, nama Mussolini hanya ada sebagai penanggung jawab di belakang layar untuk berbagai jenis serta sektor perusahaan-perusahaan yang tentu saja ia meraup keuntungan besar dari tindakannya tersebut. "Bagaimana dengan restoran The Grill?" Felix mendapatkan laporan dari anak buahnya jika restoran milik Veronica sedang kewalahan mencocokkan harga jual untuk semua menu karena bahan baku ma

    Last Updated : 2024-07-29

Latest chapter

  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   28. Titipan Jonathan

    Mike yang baru tiba, meskipun tahu jika Jonathan telah pergi untuk selamanya, melihat Lucy yang histeris, tak bisa mengendalikan diri untuk ikut menangis pilu berpelukan bersama Mawar.Fernando bangkit menyambut dan memeluk Mike juga Mawar, menangis bersama. Kedua anak Mike dan Mawar juga anak-anak Lucy dan Ibrahim tidak satupun yang bisa menahan diri dari tangisan sedih.Semuanya mencintai dan menyayangi Jonathan yang memang selalu berusaha 'hadir' membersamai semua anak cucu keturunan Salvatore tanpa membedakan satu dengan yang lainnya.Rayya masuk ke pelukan Ibrahim, memberikan kecupan ke kening Jonathan, "Papa, aku janji akan jadi anak baik, tidak marah-marah lagi pada adik-adik. tolong ...adakah keajaiban, please hidup kembali, Papa Jona ..."Ibrahim merengkuh putrinya dan memeluk erat-erat, "Ikhlaskan, Papa pergi, Sayang." bisiknya serak.Ariana muncul di belakang punggung Felix yang masih terisak di sisi Jonatha

  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   27. Kedatangan Lucy

    Lutut Effren lemas dan jatuh terduduk pada lantai di ujung lorong ke arah ruangan operasi setelah melihat Zetha di pelukan Gerardo, Luca membingkai Freyaa depan dada dan Michele melabuhkan wajah ke pundaknya, Aghna bersandar pada pundak Susie yang kedua orang itu dipeluk oleh Sandi serta Simon berbaring depan dada Luciano, memeluk putranya itu erat-erat.Pintu ruangan operasi di depan mereka masih tertutup rapat dengan lampu menyala merah menandakan operasi masih berlangsung di dalam sana dan sudah dua jam waktu berlalu. "Ayah ..." Massimo dan Megan memapah Effren yang telapak kakinya terasa sangat berat untuk melangkah. Gerardo menoleh pada Dominic yang juga datang bersama Effren, Deristi dan tiga M, "Beritahu Felix, Mike dan Ibrahim. Papa kalian sudah tiada, ditunggu kedatangan mereka secepatnya juga perhatikan keselamatan."Dominic menganggukkan kepala, menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, segera mundur untuk menghubungi Felix dan Mike juga Ibrahim, seraya ia menekan dalam-dalam p

  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   26. Bukan Pilihan Tapi Wasiat Terakhir

    Luca sudah meluncur turun menggunakan tali bersama pasukan khusus yang datang bersamanya ke bawah jurang. "Hubungi ambulance cepat, turunkan alat bantuan!" titah Luca tegas melalui sambungan radio di telinganya, begitu ia tiba di jurang dan telah menaik paksa pintu mobil yang macet sulit dibuka dari luar. "Papa ...please ...ini tidak lucu, aku tidak suka! Bertahanlah!" jerit Luca tertahan melihat Jonathan yang terjepit dasbor mobil sedang memeluk melindungi kepala Zeze. Samping kepala Jonathan tertusuk pecahan kaca juga lengannya yang melindungi kepala Zeze, pun punggungnya tertancap pecahan kaca tebal sedikit lebih besar, sedangkan dasbor mobil menghimpit hingga melewati lutut Jonathan dan Zeze. Di pelukan Jonathan, keadaan Zeze juga tidak lebih baik, ada batang besi menghunjam sisi samping perutnya sehingga gadis itu kehilangan kesadaran. Darah kental hangat masih merembas keluar dari tubuh Jonathan dan Zeze. "Lu-ca ..." Jonathan yang ternyata masih sadar, berbisik sangat pel

  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   25. Kegelisahan Lucy

    Ibrahim mengundang Felix dan Veronica datang ke istana karena Lucy terlihat sedikit uring-uringan setelah melakukan panggilan video dengan Jonathan yang jika menurut Rayya mereka berbincang hangat. "Ada apa? Apakah perasaanmu terganggu oleh gosip lagi? Singkirkan ponselmu, tak perlu melihat berita apapun di luar, Ibrahim sudah bersumpah padaku jika ia tak akan pernah menikah ataupun menyentuh wanita lain selain dirimu." Felix duduk di sandaran tangan tempat Lucy sedang menyusui Lula. Lucy memang menyusui sendiri semua bayinya, menolak menggunakan ibu susu. Ibrahim juga rela berjaga di tengah malam, bergantian mengurus bayi ketika Lucy terlelap kelelahan menyusui anaknya. Lula sudah melepaskan hisapannya pada puncak buah dada Lucy, sehingga istrinya Ibrahim tersebut memberikan bayinya ke tangan Veronica yang menerima dengan tatapan mata berbinar. "Perasaanku tak tenang. Bagaimana sebenarnya keadaan Zee? Aku juga kuatir serta rindu dengan Papa." Lucy berkata sambl menatap lekat waja

  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   24. Perasaan Lucy

    Sudah dua hari keluarga Salvatore tiba di kediaman Palermo. Kesibukan pekerjaan kembali menyapa kehidupan masing-masing, namun mereka akan bertemu berkumpul bersama pada saat makan malam. Massimo tidak bisa libur dalam waktu dekat tetapi berjanji sebelum pertengahan tahun akan mengajak Megan pergi berbulan madu. Sementara Megan tetap mendampingi Michele yang kehamilannya semakin besar, merawat tanaman beracun juga herbal di samping kediaman serta membuat sampel-sampel racikan racun bersama Bonnie dan Zetha untuk dikonsumsi Zeze. Racun untuk mengobati racun.Jonathan sedang membuat penganan di pantry ketika ponselnya tiba-tiba berdering, panggilan video dari Lucy. "Hai, Young Lady. Bagaimana keadaanmu? Apakah Lula menyusu dengan baik? ASI-mu lancar?" sapa Jonathan sembari menyusun roti yang baru ia keluarkan dari oven dan menghiasinya dengan selai buah segar, juga buatannya. "Aku rindu papa." Lucy hanya menjawab pendek menyuarakan perasaan terdalamnya yang akhir-akhir ini sedikit t

  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   23.

    Gerardo masih syok mendengar hidup Zeze dalam bahaya antara hidup dan mati yang bisa datang kapan saja ke gadis itu. "Kak Dimi ...kak Dimi pasti punya caranya 'kan? Ada banyak pasien di rumah sakit kak Dimi, apakah tidak ada yang cocok organnya untuk didonorkan pada Zee?" Kali ini Luciano yang menjawab pertanyaan Gerardo, "Bukan tak ada yang cocok. Tapi kita juga harus memikirkan psikologi serta kebiasaan pola pikir dan gaya hidup pendonor apakah benar-benar cocok untuk Zee. Karena, organ tubuh turut mewarisi karakter bawaan dari pendonor." Gerardo mendesah, membuang napas besarnya ke samping. "Selalu ada keajaiban bagi orang yang mempercayainya. Kita bukan orang yang akan mudah menyerah mempasrahkan tanpa berusaha. Anne akan membuat serum, Zetha bersama Simon, Michele dan Veronica juga Bonnie akan terus mengusahakan pengobatan guna membuat kita bisa terus melihat senyum ceria Zee." Jonathan berkata seraya tersenyum dianggukkan Gerardo pelan. Gerardo menatap Marcio lalu ke Anne,

  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   22.

    Walaupun ada pertanyaan besar dalam benak Gerardo, ia menahan diri untuk tidak bertanya apapun pada Zeze ataupun Zetha juga Luciano. Kini, Gerardo berhadapan dengan Pierre yang sudah disetujui oleh Jonathan, Luciano serta Luca untuk bertunangan dengan Zeze, gadis kesayangan mereka. Marcio Lamparska duduk tegak di sebelah Pierre, satu maju dengan Gerardo, Luciano, Jonathan, Timothy dan Markus. "Mulai sekarang, aku dan Anne adalah keluargamu. Ku harap kau tidak mengecewakan kami. Karena bagaimanapun Zee adalah putri angkat kami." tutur Marcio dengan suaranya yang terdengar berat sangat berwibawa. Gerardo menatap lekat ke arah Pierre yang mengangguk mantap menanggapi perkataan Marcio. "Meskipun kami baru bertemu di sini, rasanya hati ini telah lama mengenalnya. Aku berjanji dengan nyawaku, tak akan membuatnya kecewa sedikitpun." "Akan ku ingat perkataanmu, Pie! Sekali kau membuat keponakanku kecewa, maka akan ku minum darah dari jantungmu!" Luca berkata ketus, baru saja datang lang

  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   21.

    Tatapan mata Pierre sesekali masih memperhatikan punggung Zeze dan Luca yang berjalan semakin menjauh. "Hubungan mereka sangat dekat." Jonathan berkata di sebelah PIerre yang mengangguk dan pria itu bisa melihat sendiri keakraban Zeze dengan Luca."Luca bisa di sebut orang yang paling memanjakan Zeze sejak kecil. Meskipun Luca sebenarnya cemburu, ku harap kau tak masukkan hati." tambah Jonathan yang percaya pada pilihan Zeze dan bisa merasakan jika cucu perempuannya itu tidak sedang bersandiwara menyukai Pierre. Pierre memberikan tanggapan senyuman tipis akan perkataan Jonathan. Ia hanya merasa sedikit tidak percaya diri setelah kini mengetahui Zeze adalah keponakan kandung Luca Salvatore. Siapa yang berani mencari masalah dengan keluarga Salvatore? Terutama Luca si jenius hacker yang akan bersukacita melenyapkan siapapun yang menyakiti orang-orang kesayangannya. Terlebih lagi, ada ancaman tersembunyi yang diucapkan Luca sewaktu di penginapan Anne pada Pierre sebelum ini. Jonatha

  • Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore   20. Membalas Keisengan Luca

    Setelah beberapa hari tubuh Knox dibuat 'tertidur' di laboratorium, kini pria itu terbangun dalam kamar berpemandangan pohon cemara yang pucuk-pucuknya masih diselimuti salju memutih. "Kau sudah bangun?" seorang wanita berpenampilan modis, cantik dan berambut pirang sebahu masuk ke dalam ruangan, menyapa Knox, lembut. Bola mata Knox berpendar tak berkedip menatap wanita yang kini melangkah semakin mendekat ke arahnya. Knox sudah duduk pada tepi ranjang dan pandangan matanya masih terus mengunci pada sang wanita yang terlihat kedua matanya berlinang, kemudian melingkarkan kedua lengan ke lehernya. "Aku merindukanmu, Knox. Syukurlah, akhirnya kau bangun." Knox menghirup aroma tubuh dan mencoba mencari memori familiar dalam benaknya akan wanita yang sedang memeluknya ini, tiba-tiba telapak tangan Knox mencengkeram tengkuk sang wanita dan menariknya agar berjarak dari depan wajahnya. "Siapa kau?" Knox menatap lekat ke netra sang wanita yang hanya berjarak beberapa inchi saja di depa

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status