Beranda / Historical / Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk / Chapter 2 - Aku Juga Ingin ….

Share

Chapter 2 - Aku Juga Ingin ….

Penulis: Aerina No 7
last update Terakhir Diperbarui: 2022-03-24 15:02:05

Ini sangat kejam.

“Aku ingin dicintai. Aku ingin diberi banyak limpahan kasih sayang.” 

Melihat sang adik perempuan yang memiliki usia tiga tahun lebih muda darinya, disayang juga dimanja oleh ayah beserta ibunya, bahkan sampai dicintai oleh semua para pekerja di kediaman Duchy mereka pula, … membuat Qilistaria, mau tak mau terjatuh dan terperosok ke dalam sebuah kubangan kotor, yang dipenuhi oleh perasaan iri dan dengki.

“Cinta dan kasih sayang, mereka semua merasakannya, … mereka semua memilikinya. Akan tetapi … kenapa? Kenapa hanya aku saja yang tak mampu mendapatkannya?”

Menjambak rambut panjangnya kuat-kuat, dan ratap tangis yang disertai oleh derasnya aliran air mata, Qilistaria pun, … kembali meracau.

“Aku tak mau hidup sengsara, atau pun mati dalam keadaan tak bahagia.”

Sudah genap delapan belas tahun ia hidup di dunia, … sudah belasan kali pula ia mencoba mengakhiri hidupnya. 

Mulai dari menenggelamkan diri ke danau, menegak racun, membesutkan pisau untuk menggores urat nadi di pergelangan tangannya sampai memancarkan darah yang menggelontor, … dan juga hal lain sebagainya, yang tampaknya berhasil digagalkan oleh para pekerja kediaman mereka, … atas titahan dari sang Duke.

Padahal, Duke Yoargi sendiri, … tak pernah sekali pun menganggapnya hidup, juga tak akan mungkin membiarkannya untuk tidak hidup. 

Alasan kenapa sang Duke itu bersikeras untuk mencegah Qilistaria dari membunuh dirinya sendiri ialah, karena untuk memanfaatkan otak cerdasnya, … dalam membantunya menangani urusan politik dalam berbagai wilayah Dukedom yang ia kelola. 

Pada awalnya, Qilistaria mencoba berpikiran positif. Tak apa jika penampilannya buruk seperti itu, asalkan ia memiliki otak yang sangat baik, untuk bisa diakui … maupun diperhatikan oleh Duke Yoargi.

Namun, malang yang tak di sangka, … kemampuan unggul Qilistaria ini, justru hanya dimanfaatkan saja. 

Dia tak kunjung diberi perhatian atau juga kekhawatiran, yang sedikitnya dapat membuat Qilistaria merasakan sebuah perasaan yang kerap kali dikait-kaitkan dengan rasa kasih sayang, … kepada dirinya, yang benar-benar merasa sendirian di dunia terasing ini.

Lalu, apa tadi katanya …? 

Ayahnya itu, akan mengusirnya dari rumah dengan cara menikahkannya, atau bahkan sampai mau menjadikannya sebagai budak seksnya orang lain, bukan?

Apa dunia ini, betul-betul telah berlaku adil kepada semua orang? 

Kenapa, … kenapa, … dan kenapa, dunia hanya berlaku kejam kepadanya saja? 

Tidak adakah seorang pun yang mau menyelam untuknya, … demi mengangkatnya yang sedang tenggelam, di dalam lautan yang telah banyak terpenuhi oleh rasa kepedihan ini?

“Aku takut, aku cemas.”

Hidup sendirian itu sangat kesepian. Mati sendirian pun, akan terasa sangat menyedihkan.

“Aku hanya berharap, … kalau aku mati, segera setelah merasakan yang namanya kebahagiaan.”

•••

“Hei, apa kau sudah baca pamflet yang tersebar di jalanan, dengan cap stempel Duke Yoargi?”

“Hah? Pamflet apaan? Memangnya, isi dari pamflet itu apa sih?”

“Ini, katanya, … Duke secara terang-terangan akan memberikan anak gadisnya, kepada siapa pun orang yang bersedia menampungnya.”

“Anak gadisnya yang mana? Yang kedua?”

“Bukan! Yang pertama.”

“Gah! Tolol. Mana ada orang yang mau hidup bersama dengan anak gadis pertamanya, yang seperti monster itu? Orang gila pun, mana mungkin mau.”

“Namun, ini gratis loh! Tanpa perlu memberikan mahar untuk membawanya keluar dari Duchy, sebagai istri sahmu.”

“Anying! Kalau begitu, kau saja yang memperistri dia.”

“Wah, aku sih … tidak mau.”

“Terus kenapa membicarakan ini padaku? Mau memaksaku untuk menikahi monster sepertinya, hah?”

“Bruh, santai saja kali. Aku kan, hanya ingin mengobrolkan sesuatu yang tengah ramai diperbincangkan semua kalangan masyarakat kerajaan ini.”

Mendengarkan percakapan, dari dua orang yang sedang berjalan melewati pematang ladangnya, … seorang laki-laki muda yang tengah asyik mencangkul lahan untuk ia tanami dengan bibit tanaman gandum nanti, kini memberhentikan aktivitas bertaninya sejenak, … hanya karena untuk membaca selebaran pamflet yang dijatuhkan oleh satu dari dua orang yang berjalan sembari berbincang-bincang sedikit tadi, dengan raut muka yang begitu serius.

“Princess of Yoargi, Qilistaria La Yoargi … ya?”

Dituliskan di dalam pamflet sana, sebuah pengumuman sayembara terbuka yang akan diselenggarakan di kediaman Duke Yoargi. 

Pesta besar untuk khalayak ramai dari berbagai kalangan jenis tingkatan masyarakat, tengah dipersiapkan untuk acara memberikan anak sulungnya besok, … kepada siapa pun yang akan menerima putri terkutuk semacamnya itu, dengan hati yang penuh akan kesenangan, … selayaknya akan membeli sebuah barang yang dilelang.

Si laki-laki itu, yang memiliki penampilan sederhana dengan rambut dan mata berwarna merah terang menyala, dan juga memiliki latar keluarga yang bukan siapa-siapa, dengan kondisi keuangan juga yang hanya dapat berpenghasilan pas-pasan saja, … tampak menyinggungkan sebuah senyuman samar, di bawah silaunya terik sinar mentari siang.

“Sepertinya, Saya ….”

Entah karena memang kepanasan, atau karena timbul rasa tersipu dari lubuk hatinya yang terdalam, … si laki-laki itu memiliki ekspresi wajah yang begitu terlihat senang, … dengan rona merah terang, seterang warna merah pada rambut dan matanya, yang sudah merona merah menutupi seluruh bagian pipi dan cuping telinga.

“… Begitu beruntung, dapat bertemu dengan Anda kembali, ….”

Menjatuhkan cangkul ke tanah yang sedari tadi masih ia genggam di tangan kanannya, si laki-laki itu pun lekas memegangi pamflet tersebut, dengan ekstrak hati-hati menggunakan kedua telapak tangannya, … yang terasa sangat kasar akibat dipenuhi oleh kapalan.

“… My Princess.”

Mungkin, karena ia sudah gila, atau mungkin entah karena apa, … dengan malu-malu, si laki-laki itu pun mengecup pamflet tersebut, beserta diiringi oleh manisnya senyuman simpul yang terpancar dari wajahnya, yang semanis madu.

“Pesta beserta sayembaranya, akan diberlakukan pada esok hari.”

Melipat pamflet dan memasukkannya ke dalam saku celana, si laki-laki itu pun, … bergegas mengambil cangkul dan memangkunya di bahu, untuk kemudian ia bawa ke rumah kecil tempat di mana ia beristirahat … bersama dengan satu-satunya anggota keluarga, yang masih hidup bersamanya sampai saat ini. 

“Ada banyak yang harus Saya siapkan. Bahkan, itu mungkin saja akan membuat Saya menjadi terjaga selama semalaman suntuk.”

Meskipun, tidak ada orang yang akan mendengarkan semua ucapan-ucapan yang ia katakan dalam aksi berbicara sendiri, di tengah perjalanan pulangnya ini, … tetap saja, si laki-laki itu lanjut bergumam.

“Namun, tidak apa-apa. Jika Saya melakukan hal tersebut, dalam tujuan memiliki Anda, Saya rasa … itu semua bukanlah sebuah masalah. Saya justru malah merasa sangat bersenang hati, dalam melakukannya.”

Tersenyum penuh kehangatan, dikala dirinya tiba-tiba teringat sebuah kilas balik singkat di masa kecilnya, … si laki-laki itu pun kembali berkata.

“Karena itu semua demi Anda, ….”

Memori indah dalam benaknya, yang menampilkan sesosok bocah perempuan kecil sedang tertawa lebar, dengan sebagian besar mulut yang tertutup oleh telapak tangan bersarung tangan hitam sepanjang pergelangan, … membuat rona wajah yang terdapat di muka si laki-laki ini pula, dua kali lipat bertambah pekat.

Sebuah kejadian lampau, yang memang telah terjadi pada waktu sembilan tahun lalu di hidupnya itu, masih terekam begitu jelas, … di ingatan tajam milik si laki-laki muda ini.

Mungkin, karena itu adalah kejadian langka. Atau mungkin juga karena kejadian itu adalah suatu hal yang tidak dapat disangka-sangka oleh pikiran labilnya, sudah membuat si laki-laki itu, … menganggap si putri terkutuk, anaknya Duke Yoargi, yakini Qilistaria ….

“… Qilia.”

… Sebagai orang yang dinilai, … cinta pertamanya.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk   Chapter 3 - Menyedihkan

    “Your Highness. Apakah Anda mau, … membawanya ke istana sebagai seorang selir, atau juga hal yang lainnya?” “Duke! Kau gila!? Kenapa aku mau membawa monster sepertinya pulang ke istanaku? Kalau putrimu yang kedua sih, … tidak apa-apa. Tetapi ini? Si monster? Kau ingin aku ketularan kutukan monsternya ya?” “Ehei, Saya kan, … hanya sekadar bertanya saja.” “Bertanya pun, harus berotak sedikitlah.” Atas gurauan yang diujarkan oleh sang putra mahkota kerajaan Gupenhileum, Felaise Zevaron Gupenhileum, yang berambut putih keperakan, dan juga bermata biru kedalaman laut, … semua bangsawan laki-laki yang mengerubunginya di pesta dadakan sang Duke Yoargi itu pun, secara serentak pada tertawa dengan terbahak-bahak. Hari ini, adalah hari di mana pesta sekaligus sayembara memungut Qilistaria … yang dianggap sebagai sebuah barang oleh ayahnya, resmi dimulai. Qilistaria

    Terakhir Diperbarui : 2022-03-24
  • Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk   Chapter 4 - Izin Dan Restu

    “Oh my, Duchess. Jujur saja, Saya benar-benar merasa kasihan dengan Anda. Bagaimana mungkin, Anda bisa tahan dengan kesabaran yang begitu tinggi, dalam kurun waktu delapan belas tahun lamanya, tinggal bersama dengan si putri jelmaan iblis itu?”“Benar juga ya. Bagaimana bisa, … Saya tidak menyadari akan hal semacam itu, sampai selama ini?”“Ya ampun, Your Grace. Hal itu tampaknya, karena disebabkan oleh sikap Anda yang terlalu berbaik hati kepadanya! Anda seharusnya tidak perlu memperlakukannya dengan baik semacam itu! Dikarenakan, hal tersebut malah akan membuat si siluman tak tahu malu tersebut, … menjadi orang yang berkulit tebal.”Menyebalkan.Qilistaria dapat dengan jelas, menyimak sedikit demi sedikit semua bisikan omongan menyakitkan terkait dirinya, … yang sedang heboh di obrolkan oleh teman-teman sosialita ibunya.Sepertinya, mere

    Terakhir Diperbarui : 2022-04-03
  • Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk   Chapter 5 - Bajingan

    “Pffft! Buhahaha!”“Hahaha!”“Lihat, lihat! Apa katanya tadi? Dia ingin menikahi si monster yang mengerikan itu? Bahkan, sampai mau membawakannya barang-barang murahan, … yang ia anggap sebagai mahar pernikahan? Lelucon macam apa ini?”“Hahaha, gila sekali dia! Bisa-bisanya, orang rendahan semacamnya, berkelakuan dengan sangat sok belagu begitu?”Dimulai dari sang putra mahkota yang tergelak di dalam tawa terbahak-bahaknya, … semua orang yang di sana–kecuali si laki-laki itu dan Qilistaria tentunya–berlarut-larut dalam aksi menertawakan.Tidak sakit hati atau pula tersinggung oleh semua perlakuan itu, si laki-laki berambut merah ini justru, … malah terus-menerus menampilkan senyuman terbaiknya kepada sang Duke.Memang benar, terkait hal penting apa yang barusan orang-orang itu bicarakan.

    Terakhir Diperbarui : 2022-04-04
  • Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk   Chapter 6 - Suami … Istri

    Segala perasaan yang terkurung di dada semacam keraguan, ketakutan, kecemasan, beserta kekhawatiran, … telah bercampur aduk dan berkecamuk, sampai membuat semuanya terasa remuk, menjadi sebuah serbuk-serbuk yang bubuk.Bagaimana jika, tangan itu menepisnya, … tatkala ia balik membalas uluran tangan dari lelaki tersebut?Bagaimana jika, tangan besar itu digunakan untuk menamparnya, memukulnya, atau menyiksanya, … dikala ia nanti ikut pergi bersama dengannya, meninggalkan kediamannya yang tak lebih dari sekadar tempat penangkaran kehidupannya selama ini?“Rumahnya memang tidak semewah dan sebesar mansion di Duchy sini, dan juga, … penghasilan Saya dalam usaha untuk mencukupi kebutuhan hidup pun, tidak akan sebanyak yang diberikan oleh orang tua Anda. Akan tetapi, satu hal yang pasti, ….”Ah, Qilistaria takut. Qilistaria bingung.Banyak sekali

    Terakhir Diperbarui : 2022-04-07
  • Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk   Chapter 7 - Nama

    “Nama Saya, Derian Aesundarishta. Istri bisa memanggil Saya, dengan sebutan yang Istri suka.”Berjalan secara berdampingan, bersama dengan suaminya yang telah disahkan oleh banyak saksi di pesta perjamuan sayembara tadi, … Qilistaria merasa kikuk.Ia tidak terlalu tahu harus bereaksi bagaimana, terhadap orang asing yang baru dikenalnya ini. Terlebih lagi, … karena dia adalah seorang laki-laki.“Saya lebih tua dari Anda dua tahun. Jadi, di tahun ini, Saya telah memasuki usia 20 tahunan.”Atas ancaman dari Duke Yoargi yang katanya akan membuang semua hasil panen kerja kerasnya, dalam beberapa bulan ke belakang ini dengan perasaan enteng, … secara terpaksa, Derian pun mau tak mau membawanya kembali bersamanya, menuju ke rumah miliknya yang sederhana.Mengikuti ke mana Derian akan mengajaknya pergi, Qilistaria hanya mengemasi sedikit barang-barang

    Terakhir Diperbarui : 2022-04-07
  • Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk   Chapter 8 - Ayo Pulang

    “Ma-maaf! Sa-saya, telah menjatuhkannya sampai-sampai menimpa kaki Anda. Sa-saya … Sa-saya,”Berujar dengan tidak karuan, akibat dari merasa sangat bersalah, … Qilistaria langsung membungkukkan badannya berkali-kali, untuk meminta permohonan maaf dari Derian, … dengan tangan gemetarnya yang tak bisa berhenti mencengkeram erat rok gaun.Bagaimana jika Derian menjadi kesal padanya, lalu mengayunkan tangan ke arahnya, … untuk seterusnya memberikan sebuah pukulan, atau pula tamparan, sebagai bentuk dari hukuman?Apa yang harus ia lakukan, jika Derian terlampau marah terhadapnya, dan berakhir dengan membuang atau meninggalkannya di sini?Apa …? Bagaimana …? Dan, dan, … siapa yang, …? Argh! Pokoknya, pertama-tama, … Qilistaria merasa harus meminta maaf kepada Derian, dengan sangat bersungguh-sungguh.Derian yang tidak nyaman dikala d

    Terakhir Diperbarui : 2022-04-07
  • Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk   Chapter 9 - Rumah

    Rumah yang ditinggali oleh Derian, adalah rumah panggung yang luasnya dapat ditinggali oleh tiga, sampai lima orang sekaligus. Cukup luas memang, namun, … rumahnya, hanya memiliki interior-interior yang sangat sederhana.Tiga kamar tidur, satu dapur, dan juga satu ruang tengah yang dapat digunakan sebagai ruang untuk makan, … adalah isi keseluruhan bagian dalam rumah panggung.Di bagian luar rumah, ada halaman luas yang dipenuhi oleh tanaman bunga. Sedangkan, untuk di bagian belakangnya, … ada bilik kamar mandi kecil yang bersebelahan langsung dengan sumur air timba.“Maaf, rumahnya … begitu sederhana untuk Anda.”Menggelengkan kepalanya dengan pelan, yang kemudian diselingi oleh gumaman, “Ehm,” Qilistaria mulai melangkahkan kakinya, untuk segera memasuki tangga rumah panggung berlantai papan kayu tersebut, dengan langkah yang begitu diperhatikan.&nbs

    Terakhir Diperbarui : 2022-04-07
  • Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk   Chapter 10 - Karena Anda Adalah ….

    “Rambutnya berwarna merah sama seperti milik Saya, dengan ujung helaian yang sedikit bergelombang, juga memiliki kepanjangan yang sepanjang dada. Matanya pula, memiliki manik merah sama seperti milik Saya juga! Dia memiliki kelopak mata ganda alami, sehingga membuat matanya tampak lebih besar dan bulat, dari kebanyakan gadis seusianya!”Berjalan ke dapur mengambil satu buah pir, beserta piring pisin dan pisau buahnya, kemudian kembali ke tempat di mana ia duduk, … Derian lanjut bercerita seraya memotong buah pir tersebut sampai berbentuk potongan-potongan kelinci, untuk kemudian ditata olehnya di atas piring, … lalu mengasongkannya kepada Qilistaria.“Kedua orang tua kami telah meninggal lama. Ayah yang merupakan seorang petani dan juga peternak ulung di desa ini, meninggal sewaktu Saya masih berusia belia. Sementara, Ibu kami, … seorang pedagang pasar tradisional yang menjajakan hasil panen Ayah, menin

    Terakhir Diperbarui : 2022-04-07

Bab terbaru

  • Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk   Epilog

    -“Bagaimana? Adikmu lucu sekali bukan?”--“….”-Derian kecil melongo lebar.Manik mata merahnya yang bulat itu memandang lamat-lamat akan bayi di dekapan sang ibu, dengan sorot berkilaunya yang kini didominasi oleh rasa penasaran.-“Unggaa~!”-Bayi berambut merah serupa seperti milik Derian yang tengah menggolekkan tubuhnya di dekapan sang ibu itu, menggeliat pelan dan juga menguap membukakan mulutnya yang kecil.Sangat menggemaskan sekali, sampai-sampai itu membuat pipi Derian menghangat akibat disapu oleh semburat merah.-“Mungil~!”- tukas Derian terkagum-kagum, seraya merundukkan wajahnya supaya lebih dekat lagi dengan wajah bayi merah tersebut.-“Bu, memangnya ada ya … makhluk semungil ini? Dia sepelti boneka, bukan manusia~!”--“Hoho, tentu saja ada. Bahkan, di mata Ibu, kamu juga masih sama kecilnya … Ian.”--“Mana mungkin! Ian sudah besal tahu!”--“Pfft! Begitu ya?”-Ibu Derian terkekeh pelan mendengarnya.Dia merasa senang sekali, kalau anak pertamanya … ternyata menerima keha

  • Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk   Chapter 95 - Lamaran Pernikahan

    “….”Hening mendera, membuat mereka berlima seolah-olah memeragakan patung yang membisu.Bagaimana tidak? Mereka ini tidak salah mendengarnya lo, kalau gadis itu baru saja memanggil nama lengkap dari Ryuuki di kawasan yang baru anak itu jelajahi!?Orang macam apa gadis ini? Latar belakangnya, sama misteriusnya dengan senyuman yang masih ia pamerkan.SRUK~!Gadis asing itu melepaskan genggaman tangan dari Ryuuki, tanpa sedikit pun melepaskan arah pandangnya.Akan tetapi, … tunggu sebentar.Apakah mungkin, gadis itu benar-benar orang asing?“….”Tidak.Rasanya, Qilistaria pernah melihatnya pada suatu waktu, dan suatu tempat.Namun, entah kapan dan di mana ia merasa pernah bertemu dengan gadis berpenampilan kurang lebih serupa dengan gadis di hadapan Ryuuki tersebut.Yang jelas, ingatannya membesitkan sesuatu, kalau Qilistaria sungguh pernah mengalami pertemuan itu.“Sebenarnya, siapa k—!”—QUOONG~!Suara trompet besar yang memekakkan telinga, memotong pertanyaan yang hendak Ryuuki ajuka

  • Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk   Chapter 94 - Gadis Misterius

    “Ladang? Kita akan pergi ke sana? Sungguh?”“Ya.”“Ayah yakin, kau bisa mengurus ladang? Bukankah para bangsawan seperti kita tidak pernah mengurusi sesuatu semacam itu secara langsung?”“Harusnya sih begitu. Tapi kan, Ayah rindu dengan masa-masa saat menjadi petani dulu.”“Ayah pernah menjadi seorang petani?!”Perjalanan menuju ladang yang sering kali digarap oleh Derian untuk menghasilkan hasil alam, ternyata tidak terlalu membosankan akibat diisi oleh obrolan yang berpusat dari pertanyaan-pertanyaan Ryuuki.“Apa salahnya dengan menjadi petani? Kan menyenangkan bisa melihat tumbuhan tumbuh dan menghasilkan manfaat bagi kita?”“Hanya … kaget saja. Aku tak menyangka kalau Ibu mau menikah dengan orang seperti Ayah.”“Hei, kamu ini …!”Derian tertawa kecil.Dia kemudian mencubit cuping hidung Ryuuki, dan membuat anak itu tersentak sebentar karena jalur pernapasannya disabotase.Sambil mengusap-usap hidungnya yang kena cubit gemas barusan, Ryuuki kembali berceloteh.“Aku bicara apa adany

  • Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk   Chapter 93 - Kencan Singkat (3)

    “…!?”Yurish memegangi pipinya heboh. Matanya terbelalak tidak percaya, dan wajahnya dipenuhi oleh keringat dingin.Meski gerakannya sangat signifikan seperti itu, kendati demikian, mulutnya tetap setia untuk terus terkatup.Jangan lupakan pula dengan kehadiran rona merah yang mulai menjalar menghiasi parasnya yang indah itu.Semua gerak-gerik aktifnya dalam merespons perbuatan Rifa barusan, telah berhasil membuat satu orang lagi di dekat mereka, yakni si penjaga lapak permainan, menghela nafasnya dengan ogah.“Duh, nasib~ nasib. Dunia hanya milik pasangan kekasih saja. Sedangkan yang jomblo, kami cuma menumpang,” gerutunya pelan.Tak menghiraukan orang yang seperti menjadi seekor nyamuk pengganggu di dekat mereka, Rifa mengulaskan senyuman paling manis yang pernah ia singgungkan.“Ayo kita pergi lagi,” ajaknya, dilanjutkan dengan membalikkan tubuh dan mulai berjalan meninggalkan Yurish di belakang, sembari asyik memeluk dan mengelus-elus boneka kucing putih itu.“T-tunggu!”Sebelum p

  • Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk   Chapter 92 - Kencan Singkat (2)

    “Dibeli~! Dibeli~!”“Sotongnya kak? Sotongnya dek~!”“Suvenir cantik~! Siapa yang mau suvenir cantik~? Hanya empat keping perak saja, kalian sudah bisa membawa pulang suvenir yang cantik~!”Hiruk pikuk keramaian pasar malam ini membawa pengalaman baru bagi Yurish.Dia yang anteng berjalan sembari bersebelahan serta bergandengan tangan dengan Rifa itu, tak bisa menolong sepasang bola mata miliknya supaya berhenti jelalatan.Mulutnya pula, sesekali terlihat menganga, menunjukkan ekspresi jujurnya yang memang terkagum-kagum dengan indahnya pasar malam.“Pak, beli sosis bakarnya dua ya.”“Siap, Nona muda!”Yurish mengalihkan kekagumannya, tuk digantikan dengan tatapan penuh rasa ingin tahu.Dia menatap Rifa di sampingnya dan tukang sosis bakar yang tengah sibuk menyiapkan pesanan barusan, secara bergantian dalam beberapa kali.Si pria yang mewarnai rambutnya menjadi hitam kembali, namun, kali ini ia mewarnainya bukan secara manual melainkan menggunakan sihir hitam, merasa sangat gugup.Di

  • Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk   Chapter 91 - Kencan Singkat

    “Dia sudah tidur?” Derian bertanya pelan sekali, seakan-akan ia tengah berbisik.Menghampiri kekasih tambatan hati yang tengah memandangi putra mereka dari ambang pintu kamar, Duke berambut merah menyala itu memeluk Qilistaria dari belakang, dan melabuhkan dagunya pada bahu sang istri.“Eh-hm. Begitulah,” balas Qilistaria sama pelannya, menutup rapat pintu kamar anak mereka secara hati-hati.“Bagaimana dengan Rifa?” Tanya Qilistaria balik, selagi menimpali tangan Derian yang melingkari perutnya itu dengan jari-jemarinya yang mengusap lembut.CHUP~!Derian melayangkan kecupan singkat pada pipi Qilistaria sejenak, seterusnya menjawab, “Dia pergi keluar. Katanya ingin melihat-lihat sekeliling tempat ini setelah lama tidak berkunjung ke sini.”“Begitu ya?”“Kalau sudah begini, Qilia ….”“Hm? Kenapa, Ian?”“… Pindah ke kamar, yuk?”~•••~“Woah~! Semuanya tidak banyak berubah ya?”Rifa merasa nostalgia.Dia yang sedang berjalan-jalan santai menyusuri perkampungan tempatnya menghabiskan masa

  • Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk   Chapter 90 - Ulang Tahun (2)

    “Huhhh? Apa ini?!” Ryuuki memekik histeris. Setelah menghabiskan waktu beberapa jam tuk menahan rasa pegal sewaktu mengendarai kereta kuda, hal yang dihadapi oleh Ryuuki saat ini adalah … pedesaan?! Apa maksudnya ini?! Apakah mereka akan melakukan piknik di tempat yang kumuh?! Kalau benar begitu, mendingan Ryuuki tinggal di Duchy saja! “Ini adalah tempat yang bersejarah untuk Ibu, Ryuuki.” “Ehh?!” Yang benar saja?! Tempat ini?! Sebuah rumah kecil yang sepi bertempat di tengah-tengah hutan, jauh ke pemukiman penduduk?! “Ini adalah rumah tempat ayah dan bibimu menghabiskan masa kecilnya, dan juga tempat pertama di mana Ibu merasa diterima.” Benar, itu adalah rumah yang sempat ditinggali oleh Qilistaria, sebuah rumah panggung yang luasnya dapat ditinggali oleh tiga, sampai lima orang sekaligus. Rumah yang ditinggalkan karena dijual, untuk menambah biaya pindah tempat tinggal ke kawasan yang lebih tenang, selepas kejadian tak mengenakan menimpa Qilistaria dulu. Derian kembali

  • Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk   Chapter 89 - Ulang Tahun

    “Humm~!” Ryuuki merajuk. Dia mengerutkan keningnya dan menekuk bibir akibat merasa sebal. Anak itu berlaku cemberut untuk sekarang, dikarenakan sudah seminggu lamanya, … ia tak dapat berdekatan dengan sang ibu. Di mana, ia sudah dilarang untuk tidur bersama, dimandikan oleh ibunya, dan belajar di ruang kerja … secara tegas. “Ada apa, Tuan muda?” Berdiri di samping meja belajarnya yang kali ini kembali ke tempat asalnya ia biasa belajar, … adalah sang ajudan dari Duke, Estevan. Estevan yang berwajah cerah, bersikap riang, dan berhati lapang, … karena gajinya dinaikkan sebanyak dua kali lipat akibat sarannya terhadap sang Duke sangat efektif dan juga begitu membantu. Buktinya, Estevan bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri saat ini. Yakni, sang Duchess kembali menaruh perhatian baru terhadap majikan utamanya. “Apa Anda kesulitan dengan sesuatu? Beritahu Saya!” seru Estevan sembari tersenyum lebar, yang entah mengapa terasa begitu mengesalkan di mata Ryuuki. “Kau tak perlu

  • Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk   Chapter 88 - Lelah

    “…?” Qilistaria memberanikan diri tuk sedikit menolehkan kepalanya ke belakang. Begitu ia menoleh seperti itu, dirinya pun langsung dipertemukan dengan wajah suaminya, Derian, yang menyorotkan netra merah menyala miliknya supaya memandang Qilistaria lamat-lamat. Manik mata yang seindah batu rubi itu berkontak mata dengan milik Qilistaria secara intens, seolah-olah … dirinya tengah memancarkan segenap perasaannya, hanya lewat lirikkan mata. “… H-hp!” Qilistaria mengulum bibir. Dia membelalakkan mata, dan spontan menahan nafas sewaktu menyadari kalau wajah Derian semakin mendekat. Bahkan, pangkal hidung mereka saja sempat bersinggungan untuk sebentar. Tak kuat dengan aksi yang membuat wajahnya jauh semakin memerah lagi, wanita berstatus ibu satu anak itu pun memejamkan matanya pasrah. Dia akan menerima apa pun yang hendak Derian berikan saat ini secara senang hati, dan dengan dada yang menggebu-gebu akibat jantung berdebar kencang. Namun, …. “Ughh! Minggir~!” SRUAK

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status