Home / Rumah Tangga / DINIKAHI PRIA PLAYBOY / 013 - Kondangan Yang Bikin Pusing

Share

013 - Kondangan Yang Bikin Pusing

Author: Jezlyn
last update Last Updated: 2024-09-13 11:00:11

Jujur aja aku nggak nyangka banget bakalan bisa ketemu sama Kak Doni diacara kondangan seperti ini. Lagian terakhir ketemu pas dia main ke rumah habis itu nggak ada kontekan sama sekali.

“Kok, kamu di sini, Ki?”

“Lagi kondangan. Kak Doni ngapain di sini?”

“Ya, aku juga kondangan.”

Aku mengangguk paham. Mungkin Kak Doni itu temannya Surya, mempelai laki-laki. Tapi, ada hal yang bikin aku terkejut saat Kak Doni menyapa Ryan.

“Hai, bro, kenapa di sini? Bukannya di sana sama keluarga.”

“Males ah. Entar ditanya sama Ibu kapan nikah.”

“Whoa, cocok nih,” seru Doni yang justru langsung menarik lenganku dan menghadapkan ke arah Ryan. Sumpah aku masih nggak paham dengan semua ini. “Kiki juga jomlo.”

“Kak, apaan sih,” ketusku sewot sama Kak Doni.

“Hahaha, ini lho, Ki. Teman yang aku ceritain sama kamu itu.”

“Hah, maksudnya? Cowok bangsad yang suka gangguin istri sahabat Kak Doni?”

Aku mendengar R
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   014 - Skenarionya Nggak Gini Harusnya

    Aku melihat Panji berjalan mendekat ke arahku. Namun, tampak dia tak membawa anaknya. Entah ke siapa Panji menitipkan anaknya itu. “Ki.”“Ya.”“Bisa bicara sebentar?”“Bicara aja.”“Nyari tempat yang enak, mau?”Hah, nyari tempat yang enak? Apa nih maksudnya? Kenapa ambigu begini ucapannya.“Di depan sana ada kafe, mau?”Reflek kepalaku menatap ke arah kafe di seberang jalan gedung. Entah kenapa aku langsung mengangguk setuju.Dan di sinilah aku dan Panji saat ini, duduk berdua di dalam kafe. Kita berdua pun masih saling diam-diaman satu sama lain. Bahkan aku bisa melihat kalau Panji tengah berpikir saat ini.“Ki, sebelumnya aku minta maaf sama kamu. Beberapa tahun lalu aku—““Nggak usah dibahas.”“Tapi aku perlu bahas ini ....”“Kenapa? Kenapa bahas sesuatu yang sudah berlalu?”“Hidupku nggak tenang. Kepikiran kamu.”Hah! Omong kosong. Hidup nggak

    Last Updated : 2024-09-14
  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   015 - Kenapa Jadi Gini, Sih!?

    Ryan menoleh menatap ke arahku yang tengah terkejut. “Ganti baju.”“Hah, emang kenapa sama baju kamu?”“Bukan aku tapi kamu.” Ryan menunjuk ke arah gaunku yang terkena tumpahan es krim tadi. Sial. Em ... tapikan aku nggak bawa baju ganti. Terus ganti pakai baju siapa?“Em ... Ryan, aku nggak bawa baju ganti,” kataku pelan.“Beli nanti di depan apartemen.”“Hah, maksudnya?”“Depan apartemenku ada mall, nanti kita beli di sana.”“Emang apartemen kamu di mana?”“SCBD.”Aku mengangguk aja. Ryan bilang depan apartemennya itu mall. Berarti dia tinggal di Capital Sudirman. Gila! Itu sih apartemen orang-orang berduit. Setelah lumayan menempuh beberapa menit. Akhirnya aku pun sampai di apartemen Capital. Ryan menuntunku untuk berjalan ke arah pintu lift yang khusus langsung sampai ke unitnya.Tak membutuhkan waktu lama, aku kini berada di dalam apartemen milik Ryan. Hal pertama yang aku lihat,

    Last Updated : 2024-09-15
  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   016 - Kenapa Priyo Ngambek, Sih!?

    Kantor Azekiel Grup. Entah kenapa pagi ini aku merasa begitu semangat datang ke kantor. Padahal sebelum-belumnya itu ada rasa malas duluan mengingat perjalanan dari selatan ke pusat yang memakan waktu lumayan lama. Ting. Ryan : Semangat bekerja. Satu buah chat yang kini bikin aku senyam-senyum sendiri. Terlebih sikap Ryan kemarin yang bikin aku sangat kagum dalam menghadapi segala ucapan ajaib mama. Kiki : Iya, kamu baru bangun? Ryan : Hmm. Habis dari rumah kamu lanjut kerja sampai subuh. Kadang kasihan juga sama Ryan. Waktunya tidur, dia justru kerja sampai pagi. Belum lagi nanti pagi atau siangnya ketemu klien. Benar-benar pekerja keras banget. Kiki : Oh. Ryan : Nunggu balesan lama kirain ngetik apaan ternyata ‘oh’ doang. Kiki : Hehehe. Ryan : Makan siang bareng, mau? Melihat ajakan Ryan bikin aku bingung. Ini kenapa dia nggak ada basa basinya. Ngegas aja terus. Kiki : Maaf ... nggak bisa. Aku mau ketemu EO buat urus acara baby shower gitu. Ryan : Siapa yang hamil? Kik

    Last Updated : 2024-09-16
  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   017 - Tumben Senin Semangat Kerja

    Aku melihat wajah Priyo yang langsung berubah pias. Tak ingin adanya keributan antar gibah squad membuat aku langsung mengalihkan pembicaraan Mbak Sila itu. “Mbak, yakin nih mau resign misal ada lowongan dekat rumah?” Mbak Sila pun langsung menoleh ke arahku. Hatiku bersukur karena bisa mengalihkan tatapan Mbak Sila yang dari tadi menatap ke arah Priyo. “Iya, Ki, tapi bingung lagi nih.” “Udah lah, dikerjain pelan-pelan aja di sini.” “Betul apa kata Kiki,” sambar Bang Rinto. “Iya nih, nyari gaji yang lumayan zaman sekarang susah. Duh mumet akika,” oceh Mbak Sila dengan gaya khasnya yang memang sedikit rempong itu. Tak membutuhkan waktu lama, semua pesanan dari gibah squad datang. Mereka langsung menukar piring yang salah naruh tempat. “Ini coto punya Priyo," kataku sambil menyingkirkan mangkuk berisi coto pesanan Priyo. Sedangkan pesananku berada di depan Mbak Sila. Setelah acara tuker-tukeran menu sesuai pesanan selesai, kini kami semua langsung menyantap makanan dengan lahap.

    Last Updated : 2024-09-17
  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   018 - Flasback

    Aku siap cerita sama Mbak Sila mengenai Ryan saat mengantarkan ke rumah. Dimana saat itu mama tengah berada di depan pintu. Flasback on. “Ada mama lagi,” kataku yang masih bisa didengar oleh Ryan. Sebab tak lama Ryan justru menyahuti perkataanku. “Kenapa? Yaudah aku silatuhrahmi aja sekalian.” “Ih, jangan deh. Ngeri nanti mamaku kalau ngomong ngaco.” “Ngaco gimana?” Di saat aku lagi debat sama Ryan, tiba-tiba aja mama udah ngetuk pintu penumpang yang terdapat aku duduk di sana. Lha, mampus mau ngusir malahan mama nyamperin ke sini. Tok. Tok. Tok. “Ki, Kiki, kan?” Aku menoleh ke Ryan sebentar sebelum membuka pintu penumpang. Bisa aku lihat senyum mama yang begitu mengembang. “Kamu pulang sama si—Masya Allah, kok tampan banget begini, Ki?” Mama langsung aja menatap ke arah Ryan. Beda sama aku yang justru memejamkan mata menahan malu. “Sore tante, saya Ryan temannya Shakira.” “Sore juga, oh ... teman toh, kirain cem-cemannya Kiki, ehehehe.” “Mama ....” Sumpah aku malu banget

    Last Updated : 2024-09-18
  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   019 - Sang Penolong

    Merasa tak ada pilihan lain membuatku terpaksa menghubungi Ryan. Asli Mbak Sila kejam banget turunin anak perawan tengah jalan begini. Tak ingin menjadi tatapan orang-orang, aku mencari ke arah pinggiran yang lumayan rame orang. Aku mendekat ke arah penjual asongan. “Mijon Mbak?” “Enggak.” Aku mencari nomor kontak Ryan di hape dan langsung menekan lambang bentuk telepon. Seperti dugaanku kalau Ryan begitu gercep angkat teleponnya. “Halo Shakira.” “Ryan ....” “Kamu di mana kok berisik banget, sih?” “Aku di jalan.” “Owh ... pantes berisik. Udah sampai mana? Cilandak?” “Bukan, aku di Cawang.” “HAH! Kok bisa sih sampai nyasar ke Jakarta Timur gitu?” “Ceritanya panjang, aku bingung naik angkutan umum ke sana.” “Oke, kamu di mana posisinya?” “Nggak tahu jalan apaan, jarang ke Jakarta Timur soalnya.” “Mainnya di selatan mulu sih. Yaudah kamu shareloc, biar aku jemput ke sana.” “Hmm ... makasih Ryan.” Saat sambungan teleponku sama Ryan terputus, dengan cepat aku langsung meng

    Last Updated : 2024-09-19
  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   020 - Kepikiran Hal Yang Sama

    Aku benar-benar nggak nyangka banget kalau Ryan akan sebaik ini. Terlebih dia juga benar-benar nganterin aku sampai depan rumah bahkan dia ikutan turun dan bicara sama mama. Sikap dia yang seperti ini menambah poin plus di mataku.Mungkin banyak orang yang mengatakan sikap Ryan yang suka banget mainin perempuan atau mereka suka sebut Ryan itu playboy mendadak tak berarti di mataku. Entahlah, mungkin mataku dibutakan sikap dewasa dia yang mendadak seperti ini, atau memang orang-orang hanya menilai Ryan dari luaran dan dari mulut ke mulut bukan karena mereka kenal Ryan dengan sendirinya.“Ryan, makasih banget, ya.”“Sama-sama. Kamu sebaiknya langsung istirahat.”“Iya, kamu juga.”Ryan hanya tersenyum saat aku mengatakan itu. Dia pun berdeham pelan sebelum akhirnya dia pamit pulang.“Yaudah kalau gitu aku pulang dulu, ya, bye.”“Bye.”Aku melambaikan tangan dadah ke arah Ryan saat mobilnya menyalakan bunyi klakson.

    Last Updated : 2024-09-20
  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   021 - Joko Paparazi Kantor

    Setelah selesai membereskan segala barang ke meja kerja sebelumnya, aku duduk sebentar karena merasa capek. Nggak kebayang jadi Pak Haidar harus keluar kota terus menerus. Belum lagi ke luar negeri untuk berbagai urusan. Selama kerja enam bulanan baru pernah diajak ke Singapore doang. Beliau lebih suka pergi sendiri—eh sama asisten pribadinya ding. Mungkin dia kasihan lihat aku yang baru kerja di sini. Ngeri nggak betah apa gimana, aku juga nggak tahu.“Ki.”“Eh, apa?”“Pak Haidar ada?”“Ada, kenapa?”“Dia nggak mau pergi gitu ke Papua urus tambang emas.”“Eh, dia itu udah dua bulanan bolak balik ke Papua. Bulan pertama dia udah bolak balik, nah bulan berikutnya kemarin rada lama di sana tiga minggu lebih.”“Ck! Kalau dia kembali rada nggak bebas nih. Pasti bakalan sering ditanya lah, sidak lah, eweeww.”“Kenapa emang, Yo, yang penting kita kerja bener aja.”Di saat aku lagi ngobrol sama Priyo, ternyata

    Last Updated : 2024-09-21

Latest chapter

  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   S2 - Saling Merindukan

    Setelah cerita panjang lebar mengenai Darrel dan mendapat jawaban yang sangat gamblang dari Alex membuat Adeeva mengangguk paham.Apalagi Adeeva tahu dan kenal dengan dia. Sudah pasti rasa penasaran sangat menggebu-gebu di hatinya meski tidak ia tampakkan. Dan rasa penasaran itu sudah terjawab jelas saat ini.Lebih bersukurnya lagi jika hubungan dirinya dan Alex sudah berakhir tanpa susah payah seperti Leonel dan Elizabeth. Tidak ada drama mengamuk atau marah-marah meski awalnya Adeeva kaget karena Alex seperti enggan mengakhiri hubungan ini namun, untungnya sikap dan sifat Alex sangatlah dewasa dan mengerti perasaan orang lain. Itu yang membuat Adeeva bangga dengan pria itu.Dan siapapun yang mendapatkan pria itu adalah perempuan beruntung karena sifatnya pengertian dan sangat memahami perasaan lawan jenisnya.Tok. Tok. Tok.Sontak Adeeva terkejut kala pintu ruangan dirinya diketuk oleh seseorang. Ya, ia sudah berada di kantornya lagi setelah urus

  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   S2 - Kita Harus Putus, Lex!

    Selesai makan malam bersama dan kini Adeeva sudah berada di dalam kamarnya pun justru tak bisa tidur malam ini. Banyak hal yang tengah dipikirkannya mala mini. Dari siapa yang meneror ke kantornya. Meski sudah menduga dan mencurigai kalau ini semua perbuatan Elizabeth. Dan mengetahui fakta yang ada jika Leonel bukanlah anak kandung dari Marinka. Adeeva merasa kasihan dengan perempuan tua itu dan sangat salut karena menutup rahasia besar ini sangat rapi. Dan ketiga jika Adeeva belum bertemu dengan Alex untuk mengakhiri hubungan yang tidak bisa dilanjutkan lagi.Banyak hal yang dpikirkan membuat kepalanya terasa akan meledak. Belum lagi kontak di ponselnya saat ini hanya nomor Leonel saja. Dan ponsel miliknya masih dipegang oleh Leonel. Aiiiissshh … rasanya ingin marah tapi selalu ingat pesan Marinka untuk selalu menjaga Leonel. Ah, takdir yang menyebalkan.Untung saja selain cantik Adeeva juga memiliki otak cerdas meski suka turun ke dengkul. Adeeva langsung memb

  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   S2 - Rahasia Besar Sosok Leonel

    Setelah seharian ini bekerja dengan hati yang sangat deg-degan juga takut. Tapi semua itu tak membuat jiwa semangat Adeeva luntur.Adeeva pun memilih pulang ke mansion dibanding ke apartemen karena yang pertama ia takut diteror Elizabeth. Apalagi mantan pacar Leonel itu sangatlah nekad berbuat sesuatu yang terkadang bisa melayangkan nyawa seseorang. Membayangkan saja terkadang merasa merinding sendiri.Saat tiba di mansion, Marinka terkejut namun langsung tersenyum lebar dan merentangkan kedua tangan untuk memeluknya.“Mom, malam ini aku menginap di sini lagi boleh kan?” tanya Adeeva sedikit tak enak.“Tentu saja dear. Aku justru senang jika kau dan Leonel pindah saja ke sini. Jadi aku tak merasa kesepian jika malam nanti. Kita bisa ngobrol-ngobrol sambil ngeteh.”Adeeva tersenyum lebar dan bersukur sekali mendapatkan ibu mertua sebaik Marinka. Kan kebanyakan kadang menantu dengan ibu mertua itu jarang sekali akur.Ad

  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   S2 - Pillow Talk

    Malam ini niatnya Adeeva dan Leonel hanya ingin makan malam saja kemudian langsung pulang ke apartemen. Nyatanya mereka berdua menginap malam ini karena permintaan dari Marinka.Mereka berdua pun tidak langsung tidur melainkan membahas soal rencana honeymoon yang diminta oleh Marinka.“Kau ingin ke mana?” tanya Leonel.Adeeva diam. Ia bingung jika ditanya seperti ini. Apalagi otaknya masih memikirkan hal yang bukan-bukan.“Leonel, honeymoon itu kita liburan kan?” tanya Adeeva memastikan.“Iya liburan. Itu hanya istilah saja.”“Enggak ngapa-ngapain kan?”“Maksudnya?”“Iya kan pasti kau tahu dong kalau honeymoon itu pasti identik sama yang hal gituan.” Suara Adeeva semakin lirih karena malu membahas hal dewasa seperti ini dengan Leonel. Meski sudah suami istri tetap saja ia merasa canggung juga risih.Mendengar itu kening Leonel mengerut dan tak lama t

  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   S2 - Sama-Sama Terkejut

    Merasa terkejut dengan sosok itu pun membuat Adeeva hanya berdeham pelan dan tersenyum lebar untuk menyapa Darrel yang tinggal di Moskow sana.“Hai Darrel,” sapa Adeeva ramah.“Hai Adeeva.”Saat Darrel mengucapkan nama itu kemudian sosok perempuan di sampingnya menoleh dan menatap ke arah ponsel kamera dan sama-sama terkejut namun tak ada reaksi dari keduanya. Kedua perempuan itu hanya saling menatap dan bungkam.“Adeeva, maaf kalau aku tidak bisa bermain game online denganmu. Tadi alasannya sudah aku jelaskan kepada Leon.”“Oh tidak apa-apa Darrel.”“Sekali lagi sorry.”Adeeva hanya tersenyum lebar karena merasa tidak enak juga sudah memaksa Alex dan Darrel untuk mengikuti keinginannya yang konyol itu. Apalagi melihat Darrel yang seperti tidak baik-baik saja membuat Adeeva semakin tidak enak.“Tidak apa-apa Darrel, kau tenang saja. Lagian aku dengan Leonel juga

  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   S2 - My Dominant Wife

    Merasa penasaran pun membuat Leonel mengintip ponsel Adeeva dari ekor matanya. Ia melihat sosok pria yang dikenalinya. Dia merupakan kakak angkat dari Adeeva. Emang sedalam apa perasaan Adeeva kepada kakak angkatnya itu.“Kau sangat mencintainya?” tanya Leonel yang membuat Adeeva terkejut.Kepalanya mendongak menatap wajah Leonel yang sudah mengubah ekspresi datar dan merasa tidak suka itu. Leonel bahkan sudah duduk di samping Adeeva dan menatap lekat manik mata perempuan yang telah resmi menjadi istrinya.“Apa kehadiran diriku belum bisa menghilangkan perasaanmu untuknya?”Adeeva diam. Ia saja tidak tahu, hanya saja kalau melihat Danis mesra merasa ada yang tercubit sedikit hatinya. Entah susah sekali mengiklaskan sesuatu dalam hidup jika itu sangat berharga.“Leonel.”“Why Adeeva? Aku harus apa agar bisa menghapus perasaan sukamu itu untuk kakak angkatmu. Meski kau tak menceritakan secara gamblang

  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   S2 - Leonel Cemas Dengan Kondisi Adeeva

    Rumah Sakit.Leonel dan Alex sedang menunggu dokter yang sedang memeriksa kondisi Adeeva di dalam ruang IGD. Merasa sangat khawatir dan cemas berlebihan pun membuat Leonel berjalan mondar-mandir yang membuat Alex jengah melihatnya.“Kau bisa tenang tidak sih?”Leonel tak menghiraukan protesan Alex yang masih tenang saja. Memangnya dia tidak khawatir dengan kondisi Adeeva atau bagaimana sih.“Semua akan baik-baik saja.”Leonel hanya mendecakkan lidahnya sebal. Pasalnya ia belum bisa tenang kalau belum mengetahui kondisi Adeeva.Dan tak lama dokter keluar kemudian meminta Leonel serta Alex mengikuti ke ruangan kerjanya. Dokter itu menjelaskan kondisi Adeeva yang baik-baik saja. Kedua pria itu pun langsung bernapas lega.Mengingat kondisi yang baik-baik saja pun, dokter hanya menyuruh Adeeva dirawat di rumah sakit sampai cairan infus itu habis dan boleh pulang. Karena tidak ada luka yang serius yang berbahaya.&nbs

  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   S2 - Perang Dunia

    Melihat ekspresi emosi Elizabeth membuat Adeeva langsung menciut. Apalagi perempuan itu bisa berbuat nekad dan melukai siapapun tanpa merasa bersalah. Dengan cepat pula Adeeva bersembunyi di belakang tubuh Leonel dan pergelangan tangannya pun dipegang erat oleh Leonel.“Leonel ….”“Kau tenang saja, ya,” sahut Leonel ikut berbisik.Suara deru napas Elizabeth pun sangat terdengar begitu ketara. Tatapan tajam nan nyalang langsung ditunjukkan ke arah Leonel dan Adeeva secara bergantian.“Kau … benar-benar pengkhianat!” tunjuknya dengan jari telujuk ke arah Adeeva dengan wajah emosi yang sangat ketara sekali. “Kau benar-benar pengkhianat Adeeva!” teriaknya kencang.“El … aku bisa jelaskan padamu.”“Diam kau Leon!” bentak Elizabeth.“Gimanapun aku harus jujur karena lama kelamaan kau akan mengetahui jika aku dan Adeeva saling mencintai,”

  • DINIKAHI PRIA PLAYBOY   S2 - Kau Mirip Psikopat

    Leonel terus mengusapi kening istrinya lembut. Bahkan ia tak segan-segan selalu mengecupi kening dan pipi milik Adeeva.Suara makian dan gedoran pintu kamar di luar tak membuat Leonel enggan membukanya. Ia masih keukeh terus di dalam bersama istri tercinta. Leonel akan membiarkan kedua manusia menyebalkan itu di luar seperti orang gila yang terus menerus berteriak.Pandangan mata Leonel menangkap kelopak mata Adeeva yang sudah berkedip-kedip pelan seperti akan sadar dari pingsannya.“Adeeva ….”“Leonel.” Adeeva menatap Leonel dengan kepalanya yang pusing juga rasa syok yang tadi langsung muncul kembali hingga membuatnya langsung berjengit menjauh dari Leonel.“Adeeva ….”“Jangan mendekat! Aku takut denganmu Leonel. Kau ….”“Aku tadi emosi Adeeva, aku cemburu melihat kau bersama Alex. Makanya aku khilaf ingin membunuh Alex.”Adeeva menggeleng-geleng

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status