Cinta pada Pandangan Pertama

Cinta pada Pandangan Pertama

By:  Aura TanjungUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
Not enough ratings
50Chapters
13views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Camelia Winston pernah bertaruh dengan ibunya. Asalkan Camelia bisa membuat Levin Suradi jatuh cinta padanya, ibunya harus merestui cinta mereka. Setelah mengetahui Levin menyukai gadis yang manis dan tegar, dia pun bersandiwara menjadi gadis miskin untuk mendekati Levin. Sampai suatu hari, Levin malah memeluk cinta pertamanya, lalu berkata pada Camelia dengan santai, “Gadis miskin yang matre sepertimu mana bisa dibandingkan sama Josie?” Berhubung kalah taruhan, Camelia mau tak mau pulang untuk mewarisi harta keluarganya yang bernilai ratusan triliun.  Setelahnya, Camelia mengenakan gaun mewah senilai puluhan miliar, lalu menggandeng tangan seorang pria yang dikabarkan sangat berkuasa dan sulit didekati. Saat itu, dia bertemu kembali dengan Levin. Namun, Levin malah akhirnya menyesal. Levin membuat pengakuan yang sangat menarik perhatian di akun media sosialnya. [ Dulu, aku kira aku mencintai gadis yang tegar dan unik. Camelia, setelah bertemu denganmu, aku baru menyadari bahwa cinta adalah pengecualian. ] Malam itu juga, pewaris Keluarga Lukasa yang tidak pernah menunjukkan diri di depan umum malah memamerkan selembar foto yang telah dia simpan selama bertahun-tahun. Itu merupakan foto seorang gadis yang terlihat ceria dan bebas. Kemudian, Holden Lukasa menggenggam tangan Camelia dan mengumumkan, “Istriku, nggak ada pengecualian. Kamu itu wanita impian dan cintaku selama ini.”

View More

Latest chapter

Free Preview

Bab 1

Ketika Levin Suradi membawa cinta pertamanya ke pesta ulang tahun ini, Camelia Winston tahu bahwa dirinya sudah kalah. Di sudut ruangan, dia membaca pesan yang dikirimkan ibunya.[ Camelia, kamu sudah kalah. Setelah tiga tahun, Levin masih belum jatuh cinta padamu. Menurut peraturan, kamu seharusnya pulang dan memikul tanggung jawabmu. ]Camelia menatap gadis yang berada dalam pelukan Levin tidak jauh dari sana. Ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan cinta pertama Levin. Gadis itu terlihat sangat polos, lembut, pendiam, dan damai. Meskipun mengenakan pakaian yang murah, dia tetap menarik perhatian.‘Ternyata begini tipe gadis yang disukai Levin,’ gumam Camelia dalam hati sambil tersenyum getir. Camelia tiba-tiba teringat kejadian empat tahun lalu. Dalam komunitas mereka, ada seorang putri orang kaya yang pernah menyatakan cintanya pada Levin secara terang-terangan. Namun, pria itu malah menjentikkan abu rokok dan menatap gadis itu dengan agak dingin, lalu berkata dengan penuh a...

Interesting books of the same period

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments

No Comments
50 Chapters
Bab 1
Ketika Levin Suradi membawa cinta pertamanya ke pesta ulang tahun ini, Camelia Winston tahu bahwa dirinya sudah kalah. Di sudut ruangan, dia membaca pesan yang dikirimkan ibunya.[ Camelia, kamu sudah kalah. Setelah tiga tahun, Levin masih belum jatuh cinta padamu. Menurut peraturan, kamu seharusnya pulang dan memikul tanggung jawabmu. ]Camelia menatap gadis yang berada dalam pelukan Levin tidak jauh dari sana. Ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan cinta pertama Levin. Gadis itu terlihat sangat polos, lembut, pendiam, dan damai. Meskipun mengenakan pakaian yang murah, dia tetap menarik perhatian.‘Ternyata begini tipe gadis yang disukai Levin,’ gumam Camelia dalam hati sambil tersenyum getir. Camelia tiba-tiba teringat kejadian empat tahun lalu. Dalam komunitas mereka, ada seorang putri orang kaya yang pernah menyatakan cintanya pada Levin secara terang-terangan. Namun, pria itu malah menjentikkan abu rokok dan menatap gadis itu dengan agak dingin, lalu berkata dengan penuh a
Read more
Bab 2
Camelia tidak tinggal berlama-lama di Kota Surin. Demi Levin, dia baru datang ke kota ini untuk berkuliah. Sekarang, dia sudah lulus kuliah, sedangkan Levin juga telah memiliki pacar baru. Jadi, tidak ada lagi hal yang berarti di kota ini baginya.Camelia memesan tiket pesawat untuk kembali ke Kota Mindu. Setelah mendarat, Maggie Uswaldo yang datang menjemputnya.“Kali ini, kamu nggak akan pergi lagi?”“Iya.”Demi mengejar langkah Levin dulu, Camelia tidak dapat tinggal terlalu lama di Kota Mindu. Waktunya untuk berkumpul bersama Maggie juga sangat sedikit. Sekarang, dia telah kalah taruhan dan tidak memiliki alasan untuk pergi lagi.Setelah mendengar cerita tentang Camelia dan Levin, Maggie mau tak mau merasa agak sedih untuk Camelia. Akan tetapi, dia merangkul lengan Camelia sambil tersenyum.“Jangan ungkit masalah nggak menyenangkan ini lagi. Aku akan adakan pesta penyambutan kepulanganmu!”Camelia mengangguk sambil tersenyum. Dia tidak menolak usul itu.Maggie membawa Camelia ke kl
Read more
Bab 3
Maggie merasa cukup terintimidasi oleh kakak sepupunya itu. Dia pun naik ke mobil dengan patuh tanpa berani mengucapkan sepatah kata pun.Di dalam mobil, suasananya yang hening terasa sangat canggung.Tatapan Camelia jatuh pada gelang tasbih yang melingkari pergelangan tangan Holden. Dia merasa gelang itu agak familier. Namun, pikirannya sangat kacau karena sudah mabuk. Hanya saja, memori pertemuan pertamanya dengan Holden tiba-tiba melintasi benaknya. Beberapa tahun telah berlalu, tetapi pria ini masih tetap terlihat berwibawa. Rumah Maggie berjarak lebih dekat dengan klub. Holden pun mengantarnya pulang terlebih dahulu, baru mengantar Camelia kembali ke hotel.Ketika hanya tersisa Camelia dan Holden dalam mobil, pria itu tiba-tiba bertanya dengan santai, “Kamu berencana tinggal di Kota Mindu?”“Iya.” Camelia tertegun sejenak, lalu mengangguk.Camelia tidak termasuk dekat dengan Holden. Jadi, setelah pertanyaan itu, suasana dalam mobil pun kembali hening. AC dalam mobil sangat sejuk
Read more
Bab 4
Bagaimana Holden mengetahui masalah Camelia dengan Levin? Ada sebuah pemikiran yang melintasi benak Camelia. Namun, dia hanya menjawab sambil tersenyum, “Nggak, kok. Kak Holden, kamu kan juga sudah bersenang-senang. Kita lupakan saja masalah ini, oke?”Camelia mengedipkan matanya, tetapi malah merasa agak cemas.  Holden terlalu istimewa. Meskipun masih muda, dia sangat berbakat dan sukses. Selain itu, dia juga sangat berkuasa dan sulit dijangkau.‘Apa yang sudah kuperbuat!’ umpat Camelia dalam hati.Holden menjentikkan abu rokok. Dia tidak setuju maupun membantah ucapan Camelia. Hanya saja, tatapannya bertambah kelam. Dia menjawab dengan nada dingin, “Terserah.”Camelia pun merasa lega. Setelah mengenakan pakaiannya, dia meninggalkan hotel dan naik taksi pulang ke kediaman Keluarga Winston.Baru saja Camelia naik ke taksi, Josie yang yang berjarak beberapa langkah di belakang melihat sosoknya dan tertegun sejenak. Kemudian, dia menggigit bibirnya dan menarik tangan Levin.“Levin, kay
Read more
Bab 5
Camelia melanjutkan dengan tenang, “Tenang saja, aku sudah putus sama Levin. Hanya saja, karena aku harus ambil alih perusahaan keluarga, sebaiknya aku punya pernikahan yang lebih stabil. Akan lebih bagus kalau aku pilih orang yang nggak kubenci.”Agnes menentang hubungan Camelia dengan Levin karena merasa tidak puas pada Camelia yang kehilangan akal sehat demi cinta. Selain itu, Keluarga Suradi juga merupakan saingan bisnis Keluarga Winston. Meskipun Keluarga Suradi tidak sekuat Keluarga Winston, mereka tetap adalah musuh.Faktanya, Agnes sebenarnya tidak begitu ingin ikut campur dalam urusan pernikahan Camelia. Dia juga tidak begitu peduli pada urusan pribadi Camelia yang lain seperti dia mengkhawatirkan berbagai macam urusan pribadi Tiffany.Agnes menatap Camelia dengan tajam dan mengamatinya untuk sesaat.“Oke.” Agnes menjawab, “Kamu boleh pilih sendiri orangnya. Tapi, kamu harus penuhi janjimu. Camelia, jangan buat aku kecewa.”Camelia mengangguk.Agnes masih ada urusan lain dan l
Read more
Bab 6
Untuk pertama kalinya, Camelia sulit membayangkan bahwa lelaki di hadapannya adalah orang dalam ingatannya yang telah menghiburnya berulang kali saat dia mengalami kebutaan sementara. Ketika terjadi gempa bumi dulu, Levin yang menyelamatkan Camelia, lalu menghiburnya dan menemaninya sambil menunggu pertolongan. Itulah sebabnya dia menyimpan perasaan untuk Levin selama sekian lama.Camelia tidak menyangka bahwa lelaki yang pernah menemaninya dalam kegelapan itu ternyata begitu biasa, narsis, dan kejam.“Camelia, seorang gadis itu seharusnya mencintai dirinya. Nggak ada untungnya bagimu dengan lanjut mengganggu Levin seperti ini.”Josie menunjukkan ekspresi tidak berdaya. Dia bersikap seolah-olah dirinya adalah seorang pacar yang sangat sabar dalam menghadapi amukan mantan pacar prianya.Baru saja Camelia hendak menjelaskan semuanya, tiba-tiba ada seseorang yang membisikkan sesuatu pada manajer itu. Ekspresi manajer itu pun berubah sedikit. Kemudian, dia menatap Levin dan berkata, “Maa
Read more
Bab 7
Begitu mendengar Holden mengungkit tentang Maggie, Camelia pun menggigit bibirnya. Jika dia benar-benar menikah dengan Holden, apa yang akan dipikirkan Maggie?Hanya saja, wajah Holden benar-benar mudah membuat hati orang tergerak. Jika Camelia ingin mencari orang yang tidak dibencinya dan memiliki karakter yang memenuhi standarnya, Holden memang adalah kandidat terbaik. Camelia menunjukkan seulas senyum, lalu mengedipkan matanya dan berkata, “Kak Holden, sepertinya, aku nggak punya alasan untuk menolak.”“Kalau begitu, kita ketemu di Kantor Urusan Sipil jam 10 pagi besok,” ujar Holden sambil menatap Camelia.Camelia pun mengangguk.Holden sepertinya masih ada urusan lain. Dia pun berbalik dan hendak langsung pergi. Namun, dia tiba-tiba menghentikan langkahnya, lalu mengernyit dan bertanya dengan penuh arti, “Levin itu ....”“Kami sudah putus.” Camelia menunduk, lalu teringat sikap Levin tadi dan menambahkan, “Tenang saja, aku bukan tipe orang yang akan kembali ke mantannya.”Setelah
Read more
Bab 8
Ini adalah ciuman yang tak terkendali dan mendalam.Camelia bernapas terengah-engah dan mencengkeram ujung pakaian Holden secara refleks. Sampai kedua kakinya terasa lemas, Holden baru menghentikan ciumannya.Kemudian, Holden menatap Camelia dan berkata dengan suara berat, “Kalau mau memanfaatkan tubuhku, Nyonya Camelia masih kurang berpengalaman.”Camelia pada dasarnya sangat kompetitif. Dia pun tersenyum, lalu mengecup jakun Holden. Saat merasakan tubuh pria itu menjadi agak kaku, dia pun melangkah mundur sedikit dan tersenyum menantang.“Pak Holden juga sama saja.”Mata Holden pun bertambah gelap. Di sisi lain, Camelia menghentikan provokasinya dan tidak bertindak melewati batas. Setelah bertukar nomor telepon dengan Holden, Camelia pun pindah ke rumah yang disiapkan Holden. Lokasi rumah itu sangatlah bagus.Sebelum pindah, Camelia tidak lupa memberi tahu Agnes tentang dirinya yang telah mendaftarkan pernikahannya. Hanya saja, dia tidak mengatakan bahwa orang yang dinikahinya adala
Read more
Bab 9
Levin meminta kembali hadiah yang pernah diberikannya?Camelia pun tertawa saking marahnya. Sebelumnya, dia hanya merasa Levin agak berengsek. Tak disangka, Levin juga begitu pelit. Dia hanya merasa sial karena pernah berpacaran dengan pria seperti ini.Setelah pulang ke rumah, Camelia berniat untuk mencari semua hadiah yang pernah diberikan Levin. Tepat pada saat ini, Holden juga pulang ke rumah.“Lagi cari apa?” tanya Holden sambil menatap Camelia.Camelia menghentikan gerakannya dan menjawab, “Aku lagi cari hadiah-hadiah yang pernah dikasih mantanku. Dia minta kembali hadiah yang pernah diberikannya. Ini pertama kalinya aku ketemu pria sepelit dia!”Camelia merasa agak kesal. Wajahnya yang cantik pun menunjukkan sedikit kejengkelan. Pada detik berikutnya, dia menerima notifikasi yang menunjukkan bahwa ada uang sebesar 400 juta yang masuk ke rekeningnya. Di bawahnya, terdapat sebaris memo.[ Hadiah sukarela. ]Holden melirik ke arah lantai yang dipenuhi barang murahan dengan ekspresi
Read more
Bab 10
Sebelum Maggie selesai berbicara, Camelia sudah memutuskan sambungan telepon. Sementara itu, ada seulas senyum yang melintasi mata Holden.Ketika teringat seruan sahabatnya tadi, Camelia merasa agak canggung. Terutama ketika pandangannya menyusuri tulang selangka Holden. Pria ini benar-benar menggoda.Camelia bahkan merasa telinganya juga terasa panas. Dia berdeham, lalu bertanya, “Ada apa?”“Sudah begitu malam, kenapa kamu masih belum tidur?” Sudut bibir Holden sedikit terangkat dan ada kelembutan yang melintasi matanya yang dingin ketika bertanya, “Lagi ngobrol sama Maggie?”“Emm. Kami cuma ngobrol biasa,” jawab Camelia dengan asal.Tatapan Holden tertuju pada telinga Camelia yang terlihat merah. Kemudian, dia tiba-tiba berujar, “Bukannya Maggie seharusnya panggil kamu kakak ipar?” Ketika teringat dirinya telah menjadi kakak ipar Maggie, Camelia pun tersedak. Hubungan ini memang lumayan kacau.Holden tersenyum, lalu menunduk dan menahan dagu Camelia. Dia berkata dengan suara rendah,
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status