Rachel menatap surat perjanjian di hadapannya. Tangan Leonard terulur, memberikan pena kepadanya, seolah menunggu tanda tangannya tanpa memberi ruang untuk pertimbangan lebih lama. “Kau hanya perlu menandatanganinya, Rachel,” suara Leonard terdengar tenang, tapi matanya tajam, penuh keyakinan. Rachel menggigit bibirnya, jantungnya berdetak lebih cepat. Tawaran ini tampak menggiurkan, tapi ada sesuatu yang membuatnya ragu. Selama ini, ia telah belajar bahwa tidak ada yang benar-benar gratis di dunia ini. “Apa kau benar-benar berpikir aku akan langsung menerima ini begitu saja?” tanyanya, menatap Leonard curiga. Lelaki itu tersenyum tipis. “Aku tidak menyangka kau akan mudah percaya, tapi aku juga tahu kau cukup cerdas untuk tidak melewatkan kesempatan ini.” Rachel mengalihkan pandangannya ke kertas itu lagi. Jika ia menandatangani kontrak ini, maka ia akan memiliki peran besar dalam proyek Leonard. Itu berarti jaminan finansial yang lebih stabil. Namun, mengingat sejarahnya de
Last Updated : 2025-03-24 Read more