Rachel duduk di ruang tamu rumahnya, memandangi ponselnya dengan perasaan tak menentu. Pesan dari Leonard masih ada di layar, menawarkan bantuan yang sulit ia tolak. Meskipun ia tahu Martin tak akan menyukai kedekatannya dengan Leonard, ada sesuatu dalam diri pria itu yang membuatnya merasa memiliki seseorang yang bisa diandalkan.Namun, pikirannya kembali ke ibunya. Sudah lama ia tidak menghubungi wanita itu. Sejak kehidupannya berubah drastis, Rachel merasa enggan untuk mengingat masa lalunya yang penuh kesulitan. Namun, di balik semua kemewahan ini, ia tahu ibunya masih hidup dalam keterbatasan.Ia menggigit bibir, merasa bersalah. “Mungkin aku harus mengunjunginya sebentar,” gumamnya.Belum sempat ia mengambil keputusan, suara pintu diketuk keras dari luar. Rachel terkejut. Dengan langkah hati-hati, ia berjalan menuju pintu dan membukanya.Seorang wanita berdiri di hadapannya, dengan wajah penuh amarah.“Kamu Rachel, kan?” suara wanita itu dingin, menusuk.Rachel mengerutkan kenin
Last Updated : 2025-03-24 Read more