Rachel berdiri di depan cermin besar di dalam butik mewah, mengenakan gaun satin berwarna merah tua yang membalut tubuhnya dengan sempurna. Pelayan butik berdiri di belakangnya, tersenyum penuh kekaguman.“Gaun ini benar-benar cocok untuk Anda, Nyonya Martin,” ucap pelayan itu.Rachel mengangkat dagunya sedikit, dan menatap pantulan dirinya. Tak dapat dipungkiri, bahwa kehidupan mewah ini adalah sesuatu yang dulu hanya bisa ia impikan. Kini, segalanya sudah pasti ada di genggamannya.Namun, saat di tengah keindahan yang mengelilinginya, pikirannya berkelana jauh. Ia teringat ibunya yaitu wanita tua yang kini hidup sendiri di rumah sederhana, tanpa ada dirinya di sisi. Rachel mencoba menepis rasa bersalah yang mulai mengusik pikirannya. Toh, ibunya selalu hidup dalam kesulitan, dan ia tak pernah benar-benar mengeluh.Tepat saat ia hendak berbicara, suara ponselnya bergetar di dalam tasnya. Rachel melirik layar—sebuah pesan dari Leonard.Leonard: “Aku ingin bertemu sekarang. Ada yang ha
Last Updated : 2025-03-24 Read more