All Chapters of Sebatas Rahim Sewaan Tuan CEO: Chapter 31 - Chapter 40

121 Chapters

Bab 31. Keluar Dari Persembunyian

Setahun berlalu, waktu terasa begitu cepat. Emily, yang kini tak memiliki siapa pun lagi, akhirnya memberanikan diri untuk keluar dari persembunyiannya. Uang simpanannya telah habis. Mau tidak mau, ia harus mencari pekerjaan untuk menyambung hidup. Sebenarnya, Emily adalah salah satu lulusan terbaik di universitas tempat ia menimba ilmu. Namun, karena tidak membawa serta ijazahnya, ia hanya bisa mencari pekerjaan seadanya. "Aku harus segera mendapatkan pekerjaan!" gumamnya, sambil memindai satu per satu tulisan yang terpajang di depan pertokoan yang ia lalui. Biasanya, banyak lowongan kerja yang ditempelkan oleh agen pencari kerja di depan toko maupun halte bus. Namun, hingga setengah hari berjalan, Emily belum juga menemukan lowongan pekerjaan yang menerima calon pekerja tanpa ijazah. "Lelah sekali… istirahat sebentar!" ucapnya pelan saat melihat sebuah halte bus yang sepi. Emily duduk di bangku halte, membujurkan kakinya yang terasa penat. Hanya ditemani sebotol air mineral ya
last updateLast Updated : 2025-03-05
Read more

Bab 32. Betulkah Itu Kau, Emily!

Tuan Raymond memindai Emily dari ujung kepala hingga ujung kaki, lalu tersenyum. "Siapa namamu?" tanyanya sambil memilin-milin janggutnya yang panjang. "E-Emily, Tuan!" "Emily, nama yang cantik! Kau sudah tahu apa pekerjaanmu di sini?" Emily mengangguk mantap. "Oke, kau diterima! Dera, bawa Emily ke ruang kostum, pilihkan seragam yang ukurannya cocok untuknya!" "Baik, Tuan!" Dera lalu membawa Emily menuju ruang kostum, dan mereka berdua berganti pakaian di sana. "Perfect!" Dera tersenyum lebar melihat Emily yang tampak seperti seekor kelinci putih dengan kostum barunya. "Ayo kita turun!" Dera dan Emily bergabung bersama teman-teman yang lain. Mereka menunggu di ruangan dengan pencahayaan minim. Melihat Emily yang gugup, Dera memberinya suntikan semangat. "Tidak usah takut, Emily. Aku juga awalnya seperti kamu!" bisik Dera. Satu per satu rekan kerjanya dipanggil masuk, termasuk Dera. Hanya tersisa beberapa orang saja di ruang tunggu. Emily semakin gugup. Tangannya m
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Bab 33. Layani Aku!

Arnold lantas berdiri dan berjongkok di hadapan Emily yang masih duduk bersimpuh. "Setahun kau pergi mulutmu semakin tajam, Emily!" Alih alih marah, Arnold malah tersenyum tipis. Dari posisinya sekarang, Arnold bisa melihat jelas keindahan tubuh Emily yang hanya dibungkus oleh baju ketat dan rok mini. Kaos berkerah sabrina yang dikenakannya membuat bagian lehernya yang putih bersih terpampang nyata, bagian dadanya pun terlihat menyembul. Arnold berkali kali menelan salivanya dengan bersusah payah, bayangan kemolekan tubuh istri keduanya kembali terlintas dalam benaknya. Wangi tubuhnya yang manis, lembutnya kulitnya, semuanya terasa nyata dan seakan baru saja dia menyentuhnya. "Apa kau tidak merindukan sentuhanku, Emily?" Arnold menurunkan tangannya mengusap bibir Emily dan turun hingga ke bagian dadanya, membuat Emily menegang untuk sesaat. "Untuk apa kau meninggalkan rumah kalau hanya untuk bekerja di tempat seperti ini? Aku bahkan bisa membayarmu seratus kali lipat!"
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Bab 34. Tidak Punya Pilihan

"Tidak, aku tidak mau!" Emily kembali menutupi bagian depan tubuhnya yang polos, puncak dadanya terasa perih saat bergesekan dengan telapak tangannya akibat perbuatan Arnold. "Jangan menguji kesabaranku Emily!" Arnold benar-benar dibuat murka. Dulu Emily selalu pasrah saat dia menyentuhnya. Namun, kini Emily muncul sebagai pembangkang, bagaimana Arnold tidak murka, terlebih saat ini hasratnya sudah menggebu-gebu. "Kau tidak bisa memaksaku lagi Arnold!" teriak Emily frustasi, kedua matanya sudah di genangi air mata. "Kenapa tidak bisa, aku masih menyimpan surat perjanjian yang kita tanda tangani, apa kau mau melihatnya?" tawarnya dengan wajah brengseknya yang menawan. Dalam keadaan bagaimanapun juga, ekspresi Arnold tidak pernah terlihat jelek, ya, itu adalah salah satu kelebihannya. Wajah tampan dan badan proporsional, hanya saja Arnold terkenal arogan dan kejam. "Surat kontrak itu sudah tidak berlaku, kau sudah melanggar perjanjian dengan menjebloskan ayahku ke dalam penj
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Bab 35. Mata-mata Sarah

Hingga pagi, Arnold baru melepaskan Emily yang hampir saja pingsan karena dipaksa melayani Arnold semalaman suntuk. Sementara itu di rumah, Sarah juga tidak bisa tidur karena Arnold tidak pulang, dia mencoba menghubungi handphone Arnold namun tidak aktif. "Ke mana dia, tidak biasanya dia pergi tanpa kabar seperti ini. Jangan-jangan dugaanku selama ini benar, Arnold berselingkuh di belakangku!" Sarah akhirnya menghubungi Stella, sekretaris Arnold di tengah malam hanya untuk menanyakan apakah suaminya ada di sana, Stella bahkan ikut dituduh oleh Sarah mempunyai hubungan dengan Arnold. "Lama sekali, angkat Stella" geramnya kesal karena dia sudah dua kali menghubungi Stella namun tidak diangkat. 'Halo!' 'Stella, ini Sarah! Kau ada di mana?' 'Nyonya Sarah! Stella ada di rumah, ada apa Nyonya?' 'Apa suamiku ada di sana?' 'Tidak ada Nyonya, Tuan sudah pualng pukul sembilan tadi setelah kami selesai bertemu dengan klien!' 'Kau yakin? Kenapa dia belum juga pulang
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Bab 36. Menjebak Emily

X Club, Emily sudah tampil cantik dengan seragam mini ladies companion berlambangkan X di bagian punggungnya. Sambil menunggu panggilan, Emily dan Dera mengobrol santai. "Kemarin malam aku tidak melihatmu lagi setelah aku keluar dari ruangan ini, kemana kau Emily?" "I-itu, aku menemani pelanggan minum hingga pagi!" Emily tidak berani menceritakan yang sesungguhnya kepada Dera tentang insiden tadi malam. Seandainya dia tahu bahwa Emily semalaman di kerjai oleh tamunya, entah apa yang akan Dera katakan tentangnya. "Aku juga pernah begitu Emily, untungnya orang tersebut memberikan-ku uang tip yang banyak. Bagaimana denganmu? Apa pelanggan-mu juga memberi uang tip?" tanyanya sambil tertawa lebar. Emily menggeleng pelan, alih alih memberi tip, Arnold justru menidurinya sampai pagi, malang sekali nasib Emily. "Emily!" Namanya dipanggil, itu artinya Emily harus segera keluar dan melaksanakan tugasnya. "VIP 05, dia sudah membayar mahal untuk minta kau temani minum. J
last updateLast Updated : 2025-03-06
Read more

Bab 37. Aku Akan Menceraikanmu!

Senyum kemenangan merekah di wajah Sarah. "Sekarang kau percaya padaku, kan, Arnold?" Arnold semakin gelap mata. Dengan amarah yang meluap, ia meraih gelas wine dari meja dan menyiramkannya ke tubuh Emily. Emily menggigil. Ia memeluk lututnya, menahan sakit yang menjalar di sekujur tubuhnya. Tangannya gemetar, dadanya naik turun dengan napas yang tersengal. "Ternyata begini kelakuanmu, hah?! Dasar wanita licik! Aku tidak menyangka kau bisa berbuat seperti ini!" bentak Arnold, suaranya bergetar oleh kemarahan. Ia merasa tertipu mentah-mentah. Wanita yang selama ini membuatnya candu ternyata tak lebih dari seorang perempuan murahan. Matanya membara saat membayangkan tubuh Emily disentuh oleh banyak lelaki lain. Rasa jijik dan muak bercampur menjadi satu. Emily, yang masih dikuasai efek obat perangsang, tak mampu melakukan apa pun selain menahan rasa sakit yang merayapi tubuhnya. Segala sesuatu terasa kabur, kepalanya pusing, dan ia kesulitan memahami apa yang sebenarnya terj
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more

Bab 38. Bertemu Nyonya Ruby

"Dasar wanita licik! Lihat apa yang sudah kau perbuat! Salah satu pelanggan tetapku tidak mau lagi ke sini! Sekarang pergilah dan jangan pernah kembali lagi!" Emily menunduk dalam. Baru saja ia mendapatkan pekerjaan, kini ia harus kembali menganggur. "Sarah, Arnold! Aku akan membalas kesakitan yang aku rasakan!" geramnya dalam hati. Dengan tubuh basah kuyup, Emily melangkah keluar dari X Club. Ia berjalan pelan menyusuri trotoar, menuju tempat tinggalnya yang kecil. Sepanjang jalan, pikirannya dipenuhi penyesalan dan amarah. Mencintai Arnold adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya. Bermasalah dengan Arnold William adalah sesuatu yang harus dihindarinya di masa depan. Namun setidaknya, Arnold tadi mengatakan akan menceraikannya. Itu berarti Emily akan segera terbebas dari lubang neraka yang diciptakan oleh Arnold dan Sarah. Begitu tiba di tempat tinggalnya, Emily langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur tipisnya, setelah terlebih dahulu melepas pakaian basahnya. Menatap lang
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more

Bab 39. Pesta Ulang Tahun Nyonya Ruby

Emily hanya diam membisu. Berbagai kejadian menyakitkan kembali melintas di benaknya. Satu per satu memori kelam berputar di otaknya, seperti kaset lama yang diputar ulang. Tawa Arnold dan Sarah saat mengejeknya, hinaan dan bentakan yang menyayat hati, serta perlakuan kasar yang ia terima selama berada di rumah Arnold, semua itu menghantam pikirannya tanpa ampun. Emily menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan emosi, tapi air matanya tetap jatuh tanpa bisa ia cegah. "Emily, Sayang!" Panggilan lembut Nyonya Ruby seketika membuyarkan lamunannya. "Kau tidak ingin bercerita?" Emily menunduk dalam, buru-buru menyeka sudut matanya yang basah dengan ujung jarinya. "Baiklah, Nak. Mama tidak akan memaksamu. Sekarang temani Mama berbelanja, bagaimana?" Sebenarnya, Emily tidak terlalu bersemangat. Namun, Nyonya Ruby yang pemaksa langsung menarik tangannya dan membawanya berkeliling mal. Di sepanjang perjalanan, Nyonya Ruby membelikan Emily gaun pesta yang sangat cantik, lengkap
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more

Bab 40. Bersinar Bagai Permata

Di sana, Nyonya Ruby muncul, berjalan anggun menuruni tangga. Gaun mewah berwarna biru safir membalut tubuhnya dengan sempurna. Aura kebangsawanannya begitu terpancar, membuat semua orang menahan napas. Di bawah tangga, Tuan William bergegas menyambutnya. Ia berdiri di anak tangga terakhir, menunggu istrinya dengan senyum bangga. Kehadiran Nyonya Ruby yang tampak memukau bukan satu-satunya alasan semua orang menatap ke arahnya tanpa berkedip. Ada sosok wanita cantik yang berjalan di sisinya, memegangi tangannya dengan anggun. Tatapan para tamu undangan berubah menjadi kekaguman. "Emily!" gumam Arnold tanpa sadar. Mata Sarah langsung memerah. Bagaimana bisa Emily mendampingi Nyonya Ruby? Bahkan, wanita itu mengenakan gaun limited edition yang sangat diinginkannya, tetapi keburu sold out! Seharusnya aku yang ada di samping ibu mertuaku! geramnya sambil meremas dress mahalnya dengan kesal. Penampilan Sarah malam ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Emily. Arn
last updateLast Updated : 2025-03-07
Read more
PREV
123456
...
13
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status