Sore itu, langit mulai beranjak jingga, memancarkan warna yang seharusnya menenangkan, tetapi bagi Emily, sore itu adalah awal dari luka yang tidak akan pernah sembuh. Dia tengah beristirahat di kamarnya, membiarkan pikirannya mengembara setelah hari yang melelahkan. Namun, ketenangannya terusik ketika layar ponselnya menyala, menampilkan sebuah pesan. Itu dari Arnold. Atau lebih tepatnya, dari ponsel Arnold. Pesan itu hanya berisi satu kalimat singkat, tetapi cukup untuk membuat Emily segera bangkit dari tempat tidurnya. "Emily, datanglah ke ruang kerja sebentar." Emily tersenyum kecil. Mungkin Arnold ingin membicarakan sesuatu yang penting. Tanpa berpikir panjang, dia segera turun dari tempat tidurnya, merapikan sedikit rambutnya, lalu melangkah ke luar kamar. Dengan langkah ringan, dia berjalan menuruni tangga dan menuju ruang kerja Arnold. Pintu ruangan itu sudah terbuka. Emily tidak merasa perlu mengetuk. Dengan penuh percaya diri, dia melangkah masuk. Namun, begitu dia
Huling Na-update : 2025-03-02 Magbasa pa