Ralin tersenyum namun isi hatinya gelagapan.“Tumben Bunda nginap disini?”“Ayah lagi ada acara perusahaan sama Luis sekitar semingguan. Luzia lagi sibuk-sibuknya launching bisnis skincare-nya. Bunda bosan di rumah sendirian. Makanya Bunda izin nginap disini.”‘Mati aku!’ Batin Ralin.“Sekalian nemenin Levi biar kamu ada waktu lebih buat nemenin Lewis. Biar Levi cepat punya adik juga.”Astaga!Tidak hanya Ibu Ralin saja yang berharap agar Ralin segera hamil. Melainkan mertuanya juga berharap demikian.Andai Lewis mencintai Ralin, sudah barang pasti ia sangat siap mengandung anak suami yang sangat ia cintai itu. Hanya saja, kembali lagi ke awal, bahwa ini hanya pernikahan penuh sandiwara.“Oh ya, tadi Bunda iseng beliin Levi sepeda."Kemudian Ibunda Lewis menatap Levi."Ayo, Lev, ikut Bunda ke depan. Ada sepeda baru.”Belum sempat Ralin memberitahu Lewis perihal kedatangan Ibundanya, beliau sudah mengajak Ralin dan Levi ke teras.Alhasil Levi begitu senang ketika melihat sepeda baru ber
Terakhir Diperbarui : 2025-03-14 Baca selengkapnya