"O ya. Nama kalian siapa? Saya Elang,” tanya Elang, sambil mengulurkan tangannya pada salah satu dari mereka. “Saya Manto. Om Elang,” sambut si anak itu sambil mencium tangan Elang. “Saya Dani, Om,” sambut anak yang terlihat lebih muda, saat Elang juga mengulurkan tangan padanya. “Kalian kakak adik ya?” tanya Elang. “Iya Om, kami kakak beradik dari Surabaya,” jawab Manto yang lebih tua. “Wah dari seberang ya, kok kalian nggak sekolah?” tanya Elang. “Ayah tidak ada biaya Om. Ayah cuma tukang gali tanah. Di rumah masih ada adik perempuan,” sahut Manto, anak berusia 12 tahun, yang terlihat lebih dewasa dari umurnya. “Silahkan bakso dan tehnya Bli,” ucap sopan si pelayan, yang datang dengan tersenyum respek pada Elang. Kini pelayan itu tahu dengan maksud Elang, memesan porsi buat tiga orang. ‘Pemuda yang baik hati’, bisik bathin si pelayan. “Terimakasih ya,” Elang tersenyum. “Ayuk Manto, Dani, di makan dulu baksonya. Nanti kita ngobrol lagi ya,” ajak Elang. “Makasih Om Elang,
Last Updated : 2025-03-23 Read more